Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 1 - Kegiatan lLibur


__ADS_3

Blood Hunter merupakan salah satu game yang cukup terkenal. Dengan genre game Action Adventure di Story Mode, namun jika bermain secara online bisa dibilang MMORPG. Terakhir kali aku bermain online sekitar satu atau dua tahun lalu, jadi agar bisa menyesuaikan gameplay-nya aku memutuskan menamatkan lagi Story Mode.


Ketika memilih Story Mode, ada pilihan tingkatan kesulitan yang tersedia. Seingatku dulu hanya ada enam tingkatan yaitu Easy, Medium, Hard, Expert, Extreme, lalu tertinggi ialah Insane. Namun, sekarang ada satu tingkatan tambahan yaitu GOD yang saat ini menjadi tingkatan tertinggi menggantikan Insane.


Jika memilih bermain dengan tingkatan Medium, gameplay durasi yang akan dibutuhkan sekitar sebelas jam. Tentunya makin tinggi tingkatan yang dipilih, maka akan menambah durasi bermain.


Alasan utama kenapa harus menamatkan Story mode dengan berbagai tingkatan kesulitan ialah reward item yang


sangat berguna ketika bermain secara online Dan ada bonus item jika bisa menamatkannya tanpa mati, namun bonus item tersebut hanya untuk lima puluh orang di tiap role dalam satu server. Ya bisa dibilang cara Developer agar Player juga bermain Story Mode.


Mengingat tidak setiap saat bisa bermain, Butuh waktu beberapa hari bagiku untuk menghafal gerakan NPC, mendapatkan kembali feel ketika bermain, dan mengingat kembali berbagai combo game.


Setelah memiliki semua yang aku butuhkan, Waktunya serius menamatkan tingkatan God.


*****


(Credit Game)


“huaaammm…….” Diriku menguap setelah kesekian kalinya.

__ADS_1


Rasa kantuk yang muncul lagi terkadang mengganggu momen bermain. Wajar sih, sekarang sudah jam 4.15 pagi dan aku belum tidur.


Aku melakukan peregangan dengan harapan memberikan kenyamanan bagi tubuh yang sudah kaku diam berjam-jam bermain game.


“aahhhh….”


Namun setelah melakukan peregangan, seketika seperti ada hawa kasur yang memanggil untuk segera merebahkan tubuh diatasnya. Syukur panggilan tersebut berhasil ku abaikan dengan pemikiran logikaku yang masih aktif.


Kerjakan dulu kewajiban, setelah itu baru istirahatkan tubuh.


(Segera ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melakukan Shalat subuh).


Setelah subuh, aku memeriksa handphone yang dari kemaren malam tidak kulihat. Yaa…tidak adanya orang spesial selain orang tua dan beberapa teman, membuat kolom chat sepi. Bukan berarti aku ngenes, tapi emang sesedikit itulah teman yang kumiliki. “oh ada pesan dari Ikhsan,” gumamku.


“Ndi, aku Masuk sekolah telat. Kira-kira sampe sana hari Rabu malam jam 10, aman kan jemputan?”.


Segera ku balas pesannya  walau telat


“ok, aman. Jam 1 pagi pun ku jemput. Hati-hati ye, titip salam sama ortu”.

__ADS_1


Namanya Ikhsan, kami sudah dekat sejak SMP. Dan selama SMA dia akan tinggal bersamaku di rumah ini. Dia memiliki sifat yang hampir berbeda denganku.


Jika ku cuek ,jarang memulai percakapan dan jarang bersosialisasi, maka dia peduli, aktif dalam berbicara dan mudah bersosialisasi. Walau kami memiliki sifat yang berlawanan, namun kami memiliki pandangan yang sama dalam bermain game. Bisa dibilang dia telah menjadi teman dekat.


Melihat pesan tadi, sepertinya ada urusan keluarga yang tidak bisa ia tinggalkan. Lagi pula seminggu pertama sekolah diisi oleh perkenalan, untuk orang yang mudah bersosialisasi sepertinya, ia akan mudah bergaul walau telat masuk sekolah.


Menikmati rebahan dikasur, kenikmatan tiada duanya. Rasa kantuk mulai menyerang. Tanpa butuh waktu lama, aku sudah menutup mata untuk tidur.


Kemudian,


Mengetahui diriku berada diruangan yang berbeda serta tidak mengingat apa yang terjadi sebelumnya membuat diriku bingung. Lalu seorang pria dengan perlengkapan senjata seperti Hunter dari dunia Fantasy datang mendekatiku dan berkata.


“ Misi kali ini ialah…”


" haah.. misi?!!"



Setelah mendengar kata ‘misi’ dan mengamati keadaan sekitar, ku baru

__ADS_1


sadar. Situasi yang sedang ku hadapi ialah…


***


__ADS_2