Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 48 - Baangg!!!


__ADS_3

[7 tim tersisa]


Ada 2 tim yang masih berperang diatas, mengalahkan mereka menjadi keharusan jika ingin menaiki bukit ini dan memasuki zona aman.


Set!...Cling...


[3 musuh terpindai]


(sepertinya peperangan mereka sudah mendekati akhir, namun maafkan kami)


Set!...Swooshh...


Set!...Swooshh...


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor..Knock


[4 tim tersisa]


3 tim lainnya besar kemungkinan bermain aman bersembunyi didalam Gedung atau batu besar yang bisa dijadikan tempat perlindungan.


“Zona kelima sudah ada, jadi kita mau kemana Ndi?”


“tunggu mas…bertahan sebentar”


Aku memanfaatkan scope disenjata keduaku yaitu Assault, sebuah senjata untuk jarak menengah. Dengan scope yang memiliki zoom x2-x4 membuatku bisa melihat beberapa wilayah yang jauh dengan jelas.


“disini 1 squad derajat 15…dan disini 1 squad derajat 70” Aku memberikan tanda agar Ikhsan dan Mas Pandu tahu wilayah yang dimaksud.


“satunya lagi?”


“nah itu dia, dari tadi kulihat gak nemu san”


Selama 20 detik kemudian Aku terus mencari dan tidak menemukan lokasi squad terakhir. Pemberitahuan ring akan mengecil sudah terdengar. Mau tidak mau kami harus segera memasuki zona aman.


“kita akan kesini saja”


Lokasi yang kutandai merupakan sebuah rumah kecil namun memiliki lantai 2. Lokasinya mengharuskan kami sedikit memutar agar melewati squad yang ada di derajat 10 tadi.


“eh tunggu…”


Aku memberhentikan satu tim untuk memastikan apa yang kudengar.


“Scan mas kearah rumah tu”


Set!...Cling...


[6 orang terpindai]


3 orang didalam rumah, sedangkan 3 squad yang baru saja kami putari. Sadar akan terkena pindai, squad yang berada diluar mulai memfokuskan perhatiannya kepada kami.


[Anda terpindai] sebuah pindai yang berasal dari squad diluar.


Dor..dor..dor..dor..


Beberapa tembakan sudah dilakukan agar memancing kami memulai peperangan.


Kalau kami bertahan terlalu lama, squad ke 4 akan ikutan dan kami yang berada diluar akan menjadi sasaran empuk. Karena bisa saja squad keempat melakukan hal yang sama yaitu memutari squad ke 3. Jadi satu-satunya pilihan ialah merebut tempat squad ke 2 yang saat ini berada didalam rumah.


“setelah Cooldown Scan kelar, kita akan masuk dan mengambil alih rumah ini”


“ok Ndi”


“oiya, sepertinya musuh tidak ada Gadget Scout, jadi manfaatin asap”


“hoo ok, akan ku kasih aba-aba ketika cooldownnya selesai”


Selama menunggu cooldown, yang kami lakukan hanya bertahan di luar rumah dari tembakan squad ketiga.


“5…4…3…”


Pada hitungan ketiga, Aku dan Ikhsan melemparkan granat asap kedalam.


“2…1…”


Set!...Cling...


[6 musuh terpindai]


Set!...Swooshh...


Aku naik keatas atap untuk mengalih perhatian mereka, bomb tidak bisa dilempar secara langsung karena terhalang oleh Shield yang dipasang oleh musuh disekitar jendela. Menghancurkannya menjadi satu – satunya cara. Namun,


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor…


Tembakan dari squad ke tiga cukup menganggu, terpaksa Aku mendobrak pintu balkon.


Crack!...


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Ikhsan dan Mas Pandu datang melalui tangga membantu menembaki musuh.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..

__ADS_1


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor.. Knock…


1 musuh menghindar ke kiri


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor.. Knock…


Tersisa 1 musuh


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor.. Knock…


Ikhsan tumbang,


Dor..dor..dor..dor.. Knock…


“fiuhh… hampir saja… Mas Scan lalu isi darah, biar Aku yang me-revive Ikhsan”


“ok”


[3 Squad tersisa]


Untungnya poin darahku masih penuh namun shield sudah pecah, ketika ada musuh aku cukup menukar shield dengan punya musuh yang sudah terisi ketika ia menjadi Deathbox.


[2 musuh terpindai]


Terlihat 2 musuh sudah mendekat, dari arah berlawanan Aku bisa mendengar suara Langkah kaki.


[Anda terpindai]


“kita dikepung dari depan dan belakang”


Tegg…tegg…tegg…


Sebuah benda berbentuk bola masuk kearah kami memantul dengan suara yang tidak seperti bola.


“Granat!!!”


Seketika kami menjauhinya


Duaarr!!!!


Set!...Swooshh...


“ada yang datang dari atas”


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Aku fokus berperang melawan musuh yang datang dari balkon, sedangkan Ikhsan dan Mas Pandu menahan 2 musuh yang datang dari bawah.


Ada 2 orang dari squad lain menembaki 2 orang yang ingin naik keatas.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor.. Knock…


Musuhku tumbang,


“Aku isi Shield dulu”


“Aku juga ikut”


Tersisa Ikhsan yang menahan dari serangan bawah,beruntung berkat datangnya 2 orang tadi membuat dia tidak perlu berusaha keras untuk melawan.


[Anda Terpindai]


Baaannngg!!!! Knock…


“waduh ada Lock-On”


Mas Pandu tumbang,


Baaannngg!!!! Knock…


“Satu musuh tumbang, dibawah tersisa 3 orang”


Crash!!!


Sebuah Molotov pecah tepat dibawah Mas Pandu. Api yang membara membuat Mas Pandu berubah menjadi Deathbox.


“Tau gak mas dari arah mana tembakannya?”


“kira-kira derajat 45”


“Ok, Aku mengintip melalui celah jendela untuk memastikannya”


Baaannngg!!!!


“Hampir saja…Target dikunci”


Bomb Asap kulempar kearahnya untuk membutakan penglihatannya. Aku manjat dan melompat dengan Gadget Jumpster.


[Anda Terpindai]


(untung dia Gagdet Scout)


Ketika terpindai, Aku segera lari dan berseluncur agar semakin cepat mendekatinya.

__ADS_1


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor.. Knock…


(caralain mengalahkan sniper ialah dekati dan habisi!!!)


“Uiii,lama lagi??!!”


Akumelihat kearah Ikhsan, sepertinya ia di keroyok oleh 2 orang. Usahanya untuk menghindari tembakan musuh bisa dibilang kurang berhasil, karena kedua musuhnya juga menggunakan Gagdet Jumpster, sehingga ketika ia lari keatas, segera musuhnya ikut juga keatas.


Knock…Ikhsan tumbang di atap dengan 1 musuh yang menembakinya.


Baaannngg!!!! Knock…


1 musuh diatap tumbang dengan senjata Lock-On yang ku ambil dari musuh.


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


1 musuh tersisa menembaki dari sisi rumah,


Dor..dor..dor..dor..Crack Shield ku pecah.


Set!...Swooshh...


Aku melompatinya, menekan klik kanan pada mouse untuk melakukan bidikan, menggeser mouse kearah kepala, dan mengakhiri dengan klik kiri mouse.


Baaannngg!!!! Knock…


[Tersisa 1 Squad]


[Selamat!!! Kau adalah pemenangnyaa!!!”]


“woaaahhh!!!”


“Mantap!!!!”


“Kita yang mantap!!!”


Kami saling beradu tinju mengapresiasikan kemenangan kami.


Pembawa acara Zero mendekati kami,


“tolong yang pemain terakhir tadi maju kedepan”


“Majulah, sindir mereka!!!”


“hahaha, aman San!!!”


Aku bersama Zero maju ketengah panggung.


“kenapa menutup wajahnya dengan masker dan topi??”


“no komen kalau itu”


“hmm baiklah, lalu bisa jelaskan tembakan terakhir tadi?”


“yaa itu beruntung aja sih, bisa kena gitu”


“jawaban yang cukup merendah, tapi gak apa. Pertanyaan terakhir, sudah berapa lama bermain game TEM? Dari kemampuannya dari awal rilis dong?”


“ohh enggak, kalau digenapin setahun”


“apa??? Setahun??!!!...Sepertinya tidak hanya saya yang dibuat kaget oleh pemain ini. Kita sama-sama dibuat kaget oleh kemampuannya ditambah jam terbangnya yang baru setahun…”


“terakhir, ada pesan untuk pendengar?”


“oh iya ada, tadi kayaknya ada yang ngomong easy seperti lawan bocah. Tapi kok gak masuk 10 besar yaa??”


“Wow!!!”


Banyak penonton yang tertawa.


“Sebuah sindiran yang sangat jelas yaaa, satu-satunya cara untuk melawan sindiran tersebut hanya ada di dalam game. Saya kembalikan lagi kepada Caster A dan B”


“yooooo!!!! Dan Wow kepada pemain bermasker hitam. Saya tidak tahu anda siapa tapi saya suka dengan sindirannya!!!”


“sindirannya-…”


Aku tiba di meja dan kembali fokus kepada tim, semua pembicaraan Caster sepenuhnya telah kuabaikan. Apalagi ketika Headset telah terpasang, hanya suara dari anggota tim saja yang bisa didengar.


“mantap Ndii!!! Puasku dengarnyaa”


“yaa, Aku juga puas bilangnya San!!”


“saatnya kita fokus lagi, sekarang kita yang mungkin jadi sasaran”


“ok mas”


Perkataan Mas Pandu terbukti benar. Match selanjutnya kami menjadi incaran dan harus puas dengan urutan ke 4. Kemenangan berhasil diraih oleh sekolah SMK 7 Swasta Solo. Dan pertandingan ke 4 kami harus puas dengan urutan ke 3, sedangkan yang menjadi pemenang berhasil diraih oleh sekolah SMA 3 N Magelang.


Selama pertandingan terakhir atau kelima dimulai, ada hal yang menarik terjadi. Sekolah SMK 4 N Yogyakarta selalu menghindari perang melawan kami. Mungkin disebabkan mereka selalu kalah melawan kami selama pertandingan ke tiga dan empat lalu harus puas dengan urutan dibawah kami.


Hal menarik lainnya, pada akhir pertandingan kelima ini. Tersisa 4 tim. Ke 4 tim merupakan sekolah yang pernah memenangkan pertandingan sebelumnya.


“susah ~~~~ini…”

__ADS_1


(Bersambung…)


__ADS_2