
Dia adalah selebgram wanita dengan nama akun Hanafah. Akun tersebut sering membagikan tips kecantikan, pakaian dan makanan. Memiliki lebih 1 juta pengikut akun.
“mbaak, nanti kita foto bareng yaa..” pintaku dengan senang mengetahui fakta dia sebenarnya.
“hoo…berarti dah tau mbak siapa yaa…??!”
“hehe…iya mbak Hanafah”
Bertemu atau makan bareng dengan selebgram yang kusukai mungkin menjadi salah satu pengalaman yang ingin kurasakan. hal tersebut terjadi lebih cepat dari yang kubayangkan, tidak menyangka baru masuk SMA sudah bisa merasakannya. Semua itu bisa terjadi jelas karena Andi. Melihatnya membuatku sadar, kalau mbaknya selebgram, Andi siapa? Pasti bukan pelajar SMA biasa.
“sudah merekamnyaa, saatnya kita makan…”
Daging yang dipesan mbak Hana cukup banyak. Ia menawarkan daging tersebut kepadaku, ketika mencobanya rasa empuk daging tersebut membuatku ketagihan. Hal yang sama juga dilakukan Andi, cumi dan udang pesanannya sangat enak. Gurih asam manisnya membuatku ingin terus memakannya.
Kenyang datang lebih cepat dari yang ku inginkan.
“aaah kenyangnyaa…nikmat lagi”
“iyaa mbaak”
“daging masih banyak, habisin lah mbaak”
“yaa tuk adek ajalah lagii..ya habis ya tolongg…”
“haadeh…”
Sepertinya Andi sangat nurut perkataan mbak Hana atau mungkin dia terpaksa menuruti mbaknya??
Pembicaraanku dengan mbak Hana terus berlanjut. Dia bercerita tentang suka dukanya ia jadi selebgram, asal mula hanya iseng dan hobby, lalu kini memiliki banyak pengikut. Sebuah pengalaman yang sangat berharga untuk didengar.
“waah disana ramai, nanti kesana yuuk”
“ngikut aja sih mbaak”
Panggung dilantai 1 semakin ramai.
Tournament Amateur Moba Mobile Yogyakarta!!
Tulisan besar memberitahukan kepada seluruh pengunjung bahwa disana sedang dilaksanakannya event Tournament Moba Mobile.
10 menit setelah Andi menghabisi seluruh makanan, kami menuju keramaian tersebut.
“kalian masuklah, ku tunggu disini aja”
“eh gak mau masuk kedalam Ndi?”
“rame bil, gak terlalu suka ku”
“hoo ok, kalau gitu ku sama mbak aja”
Sifat Introvert merupakan tipikal orang yang lebih senang menghabiskan waktu sendirian atau dengan satu atau dua orang teman yang mereka rasa dekat. Mungkin Andi menjadi orang yang memiliki sifat tersebut.
“sangat ramai ya kalau dari dekat”
“iya mbaak”
Suasana yang semakin ramai membuat kami tidak lama disana. Ketika keluar, kami berada didekat Stand Pendaftaraan.
“ayoo bagi yang ingin mendaftar Tournament, masih ada Slot… silahkan daftar sebelum waktunya habis.”
“sepertinya kita kehilangan adikku”
“haha iya mbak”
__ADS_1
Menebak pemikiran Andi, kemungkinan besar ia mencari tempat duduk untuk istirahat.
Mbak Hana mengetik sesuatu, lalu ia menelpon.
“Andi dimana?”
“…”
“hoo disitu, sinilah. Mbak dekat Stand Pendaftaraan”
“…”
“sini ajalah”
Sebuah pemaksaan telah dilakukan mbaknya.
Beberapa saat kemudian Andi tiba bersamaan dengan 4 orang pria yang tidak kukenal.
“naah akhirnya kalian tibaa…”
“jadi mbak, sebenarnya ada apa ini?” tanya Andi dengan curiga.
Wajar melihat reaksi Andi, mengetahui bahwa rombongan 4 orang pria tersebut teman mbak Hana.
“ikut Tournament yaa bareng teman mbaak”
“tolong ya Ndi, teman mas 1 orang lagi ada urusan keluarga. Makanya kami kekurangan 1
orang”
Sepertinya Andi sudah mengenal mereka.
Sebuah negosiasi terjadi tepat didepanku. Layaknya seorang anak kecil yang memohon kepada ayahnya untuk meminta sesuatu.
“kalau itu, tenang mbak bawain”
“hmm…”
“ini sekalian Masker dan Topi kalau Andi gak mau dikenal teman-teman sekolah”
Terdiam beberapa saat, Andi akhirnya menerima ajakan mas dan Mbak Hana.
“oklah”
Mengenakan masker dan topi, lalu mereka menyelesaikan pendaftaraan dan siap bertanding.
Akhirnya kami mendapatkan tempat duduk yang lumayan dekat panggung. Kursi ini merupakan bonus pendaftaran yang mereka lakukan. Nyaman, tidak terlalu dekat atau jauh dari panggung dan yang paling penting tidak perlu lagi berdiri untuk melihat Tournament.
Sistem Tournament yaitu Knock Out, kalah langsung keluar dari Tournament. Di Braket ada 128 slot, sedangkan hanya terisi kurang 110 tim. Beberapa tim mendapatkan keuntungan menunggu di Round 2. Selama Round 1 hingga Round 4 setiap tim bertanding hanya 1 match, Round 5 2 match, semi final hingga final 2 match dan tiap tim berada di atas panggung. Setidaknya itulah yang kubaca berdasarkan brosur tournament.
“tournament ini diadakan tiap 3 bulan sekali, di sponsori berbagai tim Esport, perusahaan, Lembaga dan Pro Player. Gunanya untuk mencari bibit unggul yang akan di undang kedalam tim-tim Esport. Lalu alasan teman mbak ialah berharap menang dan direkrut salah satu tim Esport yang saat ini manajernya sedang menyaksikan Tournament”
“hooo gitu yaa mbaak, untuk rentang umurnya mbak?”
“minimal SMA hingga umur 22 tahun, kalau masih SMA sudah direkrut akan dilatih secara online hingga masa SMAnya selesai. Baru akan dilatih di basecamp”
“ada yang pernah anak SMA di rekrut?”
“ada, tapi duluu… selama 2 tahun ini belum ada anak SMA yang direkrut lagi”
“gitu yaa, lalu sekarang kok belum mulai mbaak?”
“sekarang lagi Technical Meeting, formalitas aja sih. Karena peraturannya tidak berubah, dan mayoritas tim-tim disini sudah tahu seluruh peraturannya…tu bentar lagi akan dimulai”
__ADS_1
Sebuah video menjadi tanda dimulainya tournament ini. Amatir Tournament ini terjadi di kota-kota besar di Indonesia, dengan penjelasan Mbak Hana tadi ku menjadi paham tujuan dari diadakannya tournament ini.
Monitor besar dipanggung memperlihatkan banyak pertandingan yang sedang terjadi, hancurnya turret, terbunuhnya karakter musuh, menang dan kalahnya sebuah tim menjadi tontonan hingga Round Semi Final. 4 tim sudah bertahan dan salah satunya tim Andi.
Tim Andi mendapatkan giliran kedua dalam bertanding, sehingga selama 2 tim pertama bertanding bisa mereka gunakan untuk istirahat atau mengatur strategi.
45 menit berlalu, 2 tim pertama selesai bertanding. Tim Colva menjadi pemenang dan kini menunggu salah satu dari 2 tim kedua yang akan menjadi lawannya.
Satu per satu anggota tim dipanggil untuk diperkenalkan kepada seluruh penonton dan ternyata ada pemain dari musuh yang juga masih SMA.
“selanjutnya, jika tadi pemain SMA mengenalkan dirinya dengan jelas, pemain SMA yang satu ini memilih tidak menyebutkan Namanya dan dipanggil dengan nama Lupus…”
Andi keluar dengan Topi dan Maskernya. Ia menjadi pemain termuda kedua setelah pemain sebelumnya, karena seluruh pemain dari pertandingan pertama hingga sekarang hanya dia dan Andi anak SMA yang lolos hingga Semifinal. Pemain lainnya kebanyakan kuliah, bekerja dan sebagainya.
Round 1 dimulai.
Pemenang ditentukan berdasarkan tim yang bisa memenangkan pertandingan sebanyak 2 kali.
Sebuah monitor menampilkan pemilihan hero, sebelum memilih setiap tim diharuskan melarang hero untuk digunakan ketika pertandingan pertama berlangsung.
Setelah beberapa dihabiskan untuk pemilihan karakter, akhirnya pertandingan pertama dimulai.
Baru dimenit awal, tim musuh sudah mulai merusuh diwilayah tim Andi. Sebagian tim Andi juga melakukan hal yang sama, layaknya sebuah pertukaran barang. Tim musuh menghabisi monster di wilayah Andi, begitupula sebaliknya. Sesekali salah satu anggota Andi mencoba mengalahkan salah satu anggota musuh dengan beramai-ramai, terkadang berhasil dan terkadang gagal.
Di pertengahan pertandingan, kondisi tim Andi dipaksa bertahan. Mungkin karena salah satu anggota tim Andi selalu menjadi Incaran musuh bahkan terkadang kalah sehingga memaksa timnya untuk bertahan. Posisi bertahan harus mereka lakukan dalam beberapa menit kedepan.
“waduhh… kalau sudah seperti ini, harus bertahan terus. Bermain aman, lalu berharap musuh membuat satu kesalahan”
“kenapa mereka harus bertahan mbaak?”
“yaa karena karakter yang selalu di incar musuh, merupakan karakter Core ketika itemnya jadi. Sering mengkalahkannya menjadi salah satu cara agar karakter tersebut lama menjadi Core. Terbukti terpaksa mereka harus bertahan.”
“hooo gitu ya mbaak, kalau karakter Andi mbak?”
“kalau dia, sudah bagus. Tidak ada mati, 3 kali mengkalahkan musuh. Namun jika karakternya di serang lebih dari 2 musuh sekaligus, besar kemungkinan Andi yang akan kalah”
“hoo, jadi mereka bertahan dengan harapan Core mereka cepat jadi dan bisa membantu Andi dalam mengalahkan seluruh tim musuh?”
“naah bisa memahami dengan cepat, ya kira-kira gitulah. Semoga aja terjadi”
Mendapatkan penjelasan dari mbak Hana membuatku semakin memahami alur pertandingan ini. Perlahan, tim Andi mulai menyerang karena item yang dibutuhkan Core mulai terpenuhi, sehingga serangan balik bisa dilakukan.
Menunggu kesalahan musuh menjadi momen yang diharapkan oleh setiap tim. Alasan utamanya ialah dengan kesalahan tersebut bisa membuat satu bahkan lebih anggota tim yang mati, ketika anggota tim sudah berkurang, melawan musuh yang menang jumlah jelas menjadi pilihan yang sulit untuk dipilih. Bertahan menjadi pilihan utama, posisi tim yang awalnya menang bisa menjadi kalah karena kesalahan tersebut. Begitu pula sebaliknya.
Akhirnya sebuah momen tersebut terjadi.
Teriakan penonton naik turun berdasarkan karakter yang berhasil dikalahkan, puncaknya ketika seluruh anggota tim berhasil dikalahkan.
Rasa kagum para penonton tidak dapat terbendungi.
“gilaa…keren-keren”
“rata boss”
Kalahnya seluruh anggota tim, membuat tim lain mudah dalam menghancurkan turret yang tersisa dan mengakhiri permainan dengan mengahancurkan turret utama.
*clap…clap…clap
[Victory]
Sebuah kemenangan yang berhasil dimenangkan oleh Tim Andi.
Setelah istirahat selama 5 menit, pertandingan kedua dimulai…
__ADS_1
(bersambung…)