
“huaaammm….”
Aku meregangkan tubuhku.
“Saaall…bangun lagi!!!”
Ini kedua kalinya Aku membangunkannya. Yang pertama ketika subuh untuk mengajaknya melaksanakan kewajiban kami. Setelah itu, rasa kantuk mulai menyerang kembali dan kami berdua kembali tidur lagi.
Salma menunggu dikamar selagi Aku membersihkan rumah dan membantu Ibu menyiapkan makanan. Ini aktivitas biasa minggu pagiku, kalau tidak ada kegiatan atau dirumah saja. Aku lebih memilih istirahat dirumah menikmati makanan yang ada atau mencoba membuat kue baru. Sedangkan jika ada urusan, tentu Aku akan
keluar.
*tok tok, Aku membuka pintu
“Ayo makan…”
Tampaknya Salma sudah mandi.
“yaa bentar lagi…” balasnya sambil menata rambutnya,
Setelah menutup pintu, Aku segera menuju meja makan bersama Ibuku yang telah duluan menikmati sarapan.
“yang lain mana Bu?”
“Ayah dan Adikmu lagi tidur, sepertinya mereka berdua begadang menyelesaikan pesanan komputer Andi”
“Jadi komputer Andi telah selesai Bu?”
“yaa udah, nanti kasih tau dia yaa…”
Aku membalas dengan anggukan.
Sepertinya cukup lama juga menyelesaikan komputer Andi, apa mungkin ini efek dari Case komputernya yang tidak biasa Ayah kerjakan? Atau Ayah sedang sibuk dan baru bisa menyelesaikannya?. Apapun alasannya Andi kayaknya tidak keberatan dengan lamanya proses pengerjaan.
“Pagii Tantee…”
“oohh Salmaa, Pagii… Ayo sarapan. Kalau mau yang berat ada nasi, kalau mau yang ringan ada roti atau mau yang sehat ada Salad”
“waah, makasih tantee… Salmaa pilih yang ringan aja”
Salma mengambil beberapa roti dan mulai memberikan selai stoberry.
“itu komputer depan punya siapa Cha?”
“punya Andi…”
“pesanan Diaa?”
__ADS_1
“iyaa, baru selesai. Nanti ku kasih tau Dia…”
“hoo berarti nanti setelah turnamen Andi akan langsung kesini yaa?”
“yaah, itu kurang tahu…”
“apa perlu Ibu memintanya juga untuk datang kesini Chaa?”
“yaahh jangan…tapi mau…” suaraku mengecil menahan rasa malu,
“hahaha…dari kapan Tan Acha suka sama dia?”
“hmm…kayaknya dari SD”
“Ibu…”
Kurang lebih 30 menit, kami menikmati sarapan bertiga sambil mendengarkan kisah masa laluku lagi dan ya selama itu juga Aku harus menahan rasa malu.
Hari ini, Acara turnamen akan dimulai jam 10. Namun pertandingan akan dimulai pada jam 11. Oleh karena itu setelah makan Aku segera mandi dan bersiap untuk kesana.
Kami tiba pada jam 9.45, suasana sudah banyak orang namun belum seramai ketika pertandingan dimulai. Sebelum memasuki tempat duduk, Aku dan Salma membeli beberapa makanan ringan untuk menemani nonton.
“eh Mbak Lulu, ada disini jugaa…”
“eh yaa, maaf siapa ya…?”
“Rangga Mbak, X Ipa A. Anggota ekskul game juga…”
Aku lupa kalau Pandu telah memberitahukan kepada seluruh anggota Game kalau Aku bergabung.
“oh haloo mbaak!!!”
3 orang lain mendekati dirinya.
“ya haloo…”
Sepertinya bisa Aku asumsikan kalau mereka semua adalah anggota ekskul game.
“dah cukup ni, yuk ke tempat duduk lagi” Salma mengajak,
“kalau gitu bareng kami aj Mbak, kami di tempat duduk golongan Satu”
Dalam tempat duduk penonton, di bagi atas 4 bagian. Yang pertama ialah golongan 3, berada paling belakang, jumlahnya lebih banyak namun kursinya biasa saja. Lalu golongan 2 berada didepan golongan 3, jumlahnya lebih sedikit dari 3 dan kursinya tentu lebih baik dari 3, golongan 1 sama seperti golongan 2 namun lebih, yang terakhir golongan VIP. Sepertinya tidak perlu dijelaskan karena VIP berada diatas golongan 1.
“gak usah deh, kami sudah ada pesan kursi”
“nonton lebih seru bareng Mbak, nanti kalau ada yang enggak paham akan ku jelaskan”
__ADS_1
“udah yaa, jangan dipaksa kalau kami menolak. Masalahnya kami tu dapat kursi di golongan VIP. Jadi jelas menolak kalau harus turun ke golongan 1”
Sepertinya balasan lengkap Salma membuat Dia dan Rombongannya terdiam. Padahal Aku tidak ingin membuatnya malu, namun sepertinya Salma sudah tidak tahan lagi akan sikapnya.
“siapasih Dia tu, kok maksa kali”
“sabar Sal, adik tingkat dalam ekskul gameku”
“huff…kamu ini ya, biasakan menolak dengan tegas. Kalau gak ya kamu akan terus diminta gitu”
“iyaa sih…terima kasih”
Beberapa saat kemudian Zero sang pembawa acara bersuara.
“Pagi menjelang siang Semuanyaaa!!!!”
“Pagii!!!”
“Balasan yang sangat semangat, sepertinya sudah tidak sabar untuk melanjutkan pertandingan ini. Sebelum itu mari kita saksikan beberapa video montage dari pertandingan sebelumnya”
Selama hampir 15 menit, kami menyaksikan aksi-aksi para peserta yang berhasil mengalahkan musuhnya. Aku fokus menyaksikan video tersebut karena yakin sekolahku masuk kedalamnya. Terbukti, aksi terahir yang ditampilkan merupakan aksi terakhir ketika sekolahku mendapatkan kemenangan yang kedua kalinya.
Selanjutnya layar menampilkan sebuah urutan poin, mataku fokus melihat nama sekolahku yang berada di nomor 1, diurutan kedua ada sekolah SMK 7 Swasta Solo, diurutan ketiga ada SMK 4 N Yogyakarta, dan posisi ke empat ada SMA 3 N Magelang.
Dari urutan 2 sampai 4, poinnya tidak berbeda jauh. Palingan hanya berbeda belasan poin saja. Sedangkan jarak antara urutan pertama dan dua cukup besar. Hal itu disebabkan karena kemenangan kedua yang berhasil diraih kemaren. Jika selama pertandingan nanti mereka bisa tetap masuk top 4, besar kemungkinan juara satu sudah aman.
“baiklah, saatnya kita akan memanggil satu persatu peserta turnamen hari ini. Dari sekolah-”
Secara bergantian, peserta perwakilan tiap sekolah masuk ke panggung dan menuju tempatnya bermain. Setelah 6 sekolah dipanggil Aku menyadari urutan mereka sama dengan urutan poin yang tadi ditampilkan. Sehingga Pandu, Ikhsan, dan Andi akan dipanggil terakhir.
“lalu sekolah terakhir, SMA 8 Yogyakarta!!!”
Mereka bertiga masuk, menuju panggung, dan menuju wilayah komputernya. Seperti biasa, Andi menggunakan masker dan topi hitam untuk menutup identitasnya.
“Baiklah, Pertandingan pertama dimulai!!!”
Selama pertandingan pertama, perasaanku merasakan ada sesuatu hal yang berbeda. Bukan dari penontonnya, melainkan dari para pesertanya. Tampak seolah mereka semua memiliki tujuan yang sama.
(Ah itu mungkin pikiranku saja.)
Layar saat ini menampilkan sudut pandang tim Andi, dari itu kami bisa mengetahui item apa saja dan senjata apa saja yang mereka gunakan.
Mereka terpindai, tampaknya ada tim lain yang berdekatan dengan mereka. Peperangan terjadi, namun dengan cepat berhasil mereka selesaikan. Selanjutnya mereka mulai bergerak menuju wilayah aman didalam lingkaran. Gadget Scout diaktifkan untuk memastikan tidak ada musuh didalam sebuah gedung. Namun hasil pemindainya
berkata lain.
Dalam 1 rumah itu terdapat 3 orang yang sedang bertahan. tahu dirinya terpindai, membuat 3 orang tersebut bersiaga. Tim Andi hanya punya 2 pilihan, kabur atau mengambil Alih. Diawal ampaknya pilihan kedua mereka lakukan. Namun, kuatnya pertahanan musuh memaksa mereka untuk kabur dan mencari tempat aman lainnya.
__ADS_1
Tiba di tempat terbuka, Andi bertemu dengan 1 squad. Seketika peperangan terjadi. Dengan kemampuan mereka, 2 dari 3 orang dalam satu tim berhasil ditumbangkan. Rasa senangku semakin besar ketika mereka mengejar dan berhasil mengalahkan orang terakhir. Tapi hal selanjutnya membuat rasa senangku hancur.
(Bersambung…)