Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 21 - Terpaksa Tournament 2


__ADS_3

POV Andi


“Phew….hampir aja kita kalah”


Sebuah Comeback berhasil kami lakukan berkat sebuah kesalahan yang dilakukan tim musuh. Namun, instingku berkata kalau kesalahan yang tadi terjadi sengaja mereka lakukan dan pertandingan selanjutnya akan lebih sulit untuk dimenangkan.


“kenapa ndi?”


“gak ada mas, cuman mikirin tadi aja. Kok berasa dibiarin menang”


“aahh…palingan itu perasaan kamu aja”


“yaah, mungkin”


Ini bukan timku, melainkan tim mas Danin. Disini ku hanya sebagai anggota pelengkap. Jadi ketika ku memberitahu suatu hal berdasarkan insting atau firasat, wajar mereka akan mengabaikannya.


Setidaknya sudah kuperingatkan.


Istirahat berakhir, pertandingan kedua dimulai dengan pemilihan karakter.


Instingku benar.


Karakter yang tadi kugunakan di Ban oleh musuh. Terpaksa ku menggunakan karakter lain dengan role yang sama.


Dimenit awal, Core kami yang sebelumnya selalu diburu lebih dari 1 musuh sekarang bebas. Sesekali hanya ada 1 assasin musuh yang mencoba menyerang namun tidak selalu berhasil dikalahkan. Kini, posisiku yang berada di Offlaner selalu diancam oleh lebih 2 musuh.


“di Line ku ada 3, 2 lagi gak tau…LateCore hati-hati”


“ok…”


Di Map, Core di incar oleh Assasin musuh. Besar kemungkinan 1 orang yang tersisa membantunya. Posisi yang terlalu jauh serta harus menjaga turret membuatku terpaksa bertahan melawan 3 musuh sekaligus.


Tidak dapat mempertahankan posisi bertahan, mundur dan bertahan hidup menjadi pilihan utamaku saat ini. Namun, saat ku ingin mundur, 1 orang yang kukira berada didekat Assasin musuh untuk membantu ternyata menunggu momen ku mundur.


Dengan cepat, 3 musuh menerobos dan 4 melawan 1 menjadi suatu hal yang tak dapat dihindari.


“hadeh,”


Waktu untuk kembali dari kekalahan 15 detik, lumayan berharga jika ditambah durasi menuju line dan sebagainya. Maka dari itu menghindari mati adalah suatu hal yang wajib jika karakter yang kita gunakan salah satu Damager.


Ketika baru hidup kembali, Core dikalahkan. Permainan agresif mulai diperlihatkan oleh musuh. Tank musuh selalu mengganggu proses leveling, agar level karakterku lama naikknya dan menjadi kelemahan dalam tim. Tak jarang, mereka mencoba mengalahkanku lagi.


Sepertinya mereka sudah tahu, diawal game kunci kemenangan dalam War berada ditanganku. Namun ketika item Core sudah jadi, kunci tersebut berpindah kepadanya.


Lagi dan lagi mereka melakukan serangan kejutan dengan lebih 2 musuh menyerang bersama. Posisi bertahan menjadi pilihan kami lagi. Namun jika dipertandingan sebelumnya mereka tidak mau memulai atau memancing War, kini Tank musuh selalu memancing War. Hal tersebut membuat kami tidak terpisah terlalu jauh untuk memudahkan membantu anggota yang terkena serangan.


Hal yang tak diduga terjadi.


Tank musuh melakukan sebuah Initiator, kemudian dengan Skill nya mendorong Core kearah timnya. Melihat tank tersebut, sebisa mungkin kami menyelematkan atau bahkan melawan musuh. Namun sayang, itu yang


mereka tunggu dan membuat tim kami kalah total.


Sebuah combo area dan Lock karakter yang sangat pas, memaksa kami harus menerima kekalahan dalam pertandingan kali ini.


[Defeat]

__ADS_1


Riuh penonton kembali terdengar, skor 1-1 membuat ketegangan semakin memuncak. Sorakan saling mendukung terdengar guna menyemangatkan para pemain.


Setiap tim memanfaatkan waktu istirahat untuk menyusun kembali strategi.


“jadi gimana selanjutnya nin?”


“yaah,


kita Ban karakter Tank sama Assassin


musuh tadi.”


“kayaknya Roam kita tadi kurang, kebanyakan Individu”


Roam salah satu istilah dalam Moba game yang biasanya berarti jelajah, biasanya Mid dituntut untuk melakukan jelajah di Line atas atau bawah untuk membantu tim yang menjaga di Line tersebut. Dan sebaliknya Line atas atau bawah menuju ke tengah untuk membantuk tim yang berada di Line tersebut. Dengan melakukan Roam akan memperbesarkan kemungkinan menang ketika perang atau saling menjaga karakter dari serangan kejutan musuh.


Makin lama, diskusi mereka semakin tidak jelas. Memang benar mereka hebat, sering latihan dan sering main bersama. Tapi ketika Tournament, ada aja suatu hal yang tidak dapat diprediksi. Menghadapinya berdasarkan kebiasaan, pengalaman dan cepat dalam mengambil keputusan.


Setidaknya itu yang ku pikirkan.


“ada saran gak ndi?”


Sebuah pertanyaan yang ditanyakan mas Danin membuyarkan lamunanku.


“hmm…mungkin di pertandingan terakhir mereka akan fokus Lock karakterku. Jadi kalau aku memakai karakter yang seperti biasa, sepertinya akan mudah kalah”


“jadinya mau pake karakter apa?”


“tetap sama Fighter, tapi lebih tebal HP atau Lifesteal-nya.”


“hoo…ok pake aja”


Akhirnya sebuah rencana mulai tersusun.


Pertandingan ketiga dimulai.


Sesuai rencana, kami akan Ban karakter musuh yang sebelumnya dipakai. Sedangkan musuh melakukan Ban karakter yang sama ketika pertandingan kedua.


Pemilihan selesai.


Tim musuh menggunakan karakter yang sama dipertandingan pertama, sehingga membuat kami sedikit tenang mengetahuinya.


Pertandingan dimulai.


Seperti di 2 pertandingan sebelumnya, kejadian yang sama terjadi dimenit awal. Tidak ada yang kalah hingga 4 menit pertama.


Dimenit selanjutnya, gaya permainan musuh mulai berubah. Lebih agresif, lebih rapi dan lebih susah ditebak, awalnya itu yang kurasakan. Setelah memperhatikan pola Roam mereka, akhirnya ku tahu.


Mereka bergerak berdasarkan LateCore, ketika LateCore sedang Leveling, karakter lain akan fokus menjaga Line yang sama dengan LateCore tersebut agar tidak ada dari tim kami yang mengganggu. Anggota tim lain yang tidak menjaga, melakukan Bait agar kami tidak fokus.


Sebab ku bisa mengetahuinya ialah ku mengecek map musuh, ada suara mengalahkan monster untuk Leveling. Lalu proses Levelingnya selalu berada di Line yang berbeda dengan Bait mereka. Oleh karena itu bisa kusimpulkan hal tersebut.


Dugaanku benar, ada LateCore yang sedang Leveling ketika ku menyusup ke wilayah mereka. Dengan cepat, ku mengalahkan karakter tersebut. Dengan menggunakan Recall, ku mencoba kabur dan berhasil.


Namun, 1 karakter musuh yang berhasil ku kalahkan ditukar dengan 2 karakter timku yang berhasil kena Gank 4. Pertukaran tersebut terjadi lagi. Namun karakter LateCore tim kami yang menjadi target.

__ADS_1


Sekarang, pergerakan mereka sama dengan pertandingan sebelumnya. 3 musuh berada di Line ku karena target mereka saat ini ialah aku. Namun semua itu hanyalah tipuan.


Alasan mereka menahanku ialah Skill Crowd Control yang kumiliki cukup mengganggu ketika War terjadi. Sehingga 3 musuh menahan gerakanku, 2 musuh lainnya mencoba mengalahkan anggota tim yang terpisah satu persatu.


Terkadang bingung juga kurasakan, respon anggota tim lain cukup lambat ketika melihat permainan musuh. Butuh 1 War atau 1 kekalahan karakter baru mereka memberikan Backup.


Respon yang lambat mengakibatnya banyak waktu terhabiskan untuk menunggu durasi hidup kembali. Karakter ini sebenarnya bisa selamat tapi kalah akibat lambatnya respon tersebut. Kurangnya jumlah tim yang masih hidup, membuat ragunya tim dalam melakukan penyerangan. Hal tersebut membuat kami terpaksa lagi melakukan bertahan.


(aahh…ragu bisa menang ni…)


Sebuah keraguan sudah muncul dipikiranku. Walau menggunakan karakter Tank yang berbeda, musuh tetap melakukan Initiator yang mengakibatkan 1 Karakter kami kalah. 4 anggota yang masih hidup dan tersisa 1 Turret disetiap Line. Menunggu jumlah penuh kembali, kami terpaksa bertahan didalam Base.


[Dragon has Been Slain]


[Summon a Dark Dragon]


Dragon, sebuah Monster yang akan muncul pada menit ke 10. Setiap tim yang mengalahkannya, maka dapat memanggil Dragon untuk membantu menyerang Base musuh.


4 karakter bertahan dari serangan 5 musuh+1 Dragon. Serangan Dragon membuat anggota tim kehilangan fokus, sehingga kebanyakan arah Skill  menuju Dragon. Memanfaatkan hal tersebut, musuh fokus mengalahkan 1 persatu anggota kami yang tersisa. Sebuah combo lagi lagi mereka lakukan untuk meratakan kami.


[Wipeout]


Beberapa detik kemudian, 1 karakter kami hidup kembali tapi langsung kalah seketika keluar dari InBase.


[Defeat]


Sebuah pertandingan yang diakhiri dengan cukup rapi, dengan skor 2-1 yang dimenangkan oleh musuh membuat mereka siap menuju Final. Sedangkan kami sekali lagi akan bertanding melawan tim yang sebelumnya kalah guna merebutkan peringkat ke tiga.


(haah…keren permainan musuh)


Kebanyakan pemain lain hanya terdiam meratapi kekalahan mereka.


“ayoo semangat-semangat masih ada kesempatan juara 3 ni. Bisa-bisaa…” mas Danin mencoba menghibur teman-temannya.


Mengabaikan mereka, ku segera ke belakang panggung. Terlihat pemain lawan sedang merayakan kemenangannya.


“GG mas, keren mas main” salah seorang dari mereka mendekatiku


“hoo yaa, kalian yang keren. Rapi permainannnya. Wajar kalau kami kalah”


Setelah kuperhatikan wajahnya, ternyata dia adalah pemain SMA selain diriku yang berhasil masuk ke 4 besar.


“haha…masnya bisa aja. Btw masnya SMA mana?”


“hmm…kalau masnya duluan kasih tahu, akan ku beritahu"


“SMK Negeri 4 Yogyakarta”


Sekolah Menengah Kejuruan, sebuah sekolah tingkat akhir yang berfokuskan siswa/i-nya memiliki kemampuan kejuruan yang diminati. Sehingga ketika mereka lulus diharapkan memiliki kemampuan untuk langsung kerja dibidangnya.


“kalau ku, SMA Swasta 8 Yogyakarta”


“hoo sekolah itu, semoga selanjutnya kita akan ketemu lagi dengan Tim sekolah”


“yaa…semoga”

__ADS_1


Dia kembali menuju Timnya dan aku menuju ruangan timku berada untuk bersiap pertandingan memperebutkan peringkat ketiga.


(bersambung…)


__ADS_2