Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 22 - Terpaksa Tournament 3


__ADS_3

POV Nabila


“yaaah…tim Andi gagal masuk final”


“ini minumannya”


“ah…makasih mbaak”


“sama-sama, wajar kalau mereka gagal masuk final. Ini pertama kalinya mereka main di Tournament dan sudah masuk 4 besar. Itu sudah pencapaian yang luar biasa”


“eh, teman-teman mbak baru main tournament?”


“yaa gitulah. Ditambah Andi yang baru kembali bermain game moba”


“hooo...gitu”


Aku memahami apa yang diberitahukan mbak Hana. Sama seperti ketika ada seorang anak SMA yang sudah lam tidak belajar MTK tapi mengikuti Olimpiade MTK dan mendapatkan peringkat 4 besar. Sedangkan seluruh lawannya pasti sudah berlatih berbagai soal MTK ada yang masuk 4 besar dan ada yang gagal. Bisa dibilang anak SMA tersebut memiliki bakat.


Mungkin persamaan diatas bisa kusamakan dengan Andi yang baru kembali bermain game moba atau mungkin tidak?


Melihat berbagai postingan di sosial media sambil menikmati minuman yang dibawa mbak Hana membuatku lupa waktu bahwa pertandingan untuk memperebutkan peringkat ke 3 akan dimulai. Disini Tim Andi akan kembali bermain.


Pertandingan dimulai.


“hoo Andi sekarang menggunakan Mage”


“emang kenapa mbak?”


“gak tau juga, sebelumnya dia fokus Fighter mulu. Bosan mungkin, makanya dia pake Mage”


“emang guna Mage apa aja mbak?”


“biasanya Mage tu dibagi 2, Support dan Damager. Mage Support biasanya memiliki kemampuan Stun, Crowd Control, dan sebagainya. Setiap kemampuan tersebut sangat berguna untuk memenangkan War. Sedangkan Mage Damager yaitu Mage yang tidak memiliki kemampuan tadi, tapi memiliki Damage dan mobilitas yang tinggi.”


“hoo, jadi Andi mau fokus mengalahkan musuhnya…”


“yup…begitulah. Karakternya menggunakan Payung, salah satu Mage yang sudah jarang dipakai dan entah kenapa sepertinya musuh  tidak memperkirakan karakter tersebut akan digunakan”


Tepat seperti yang diperkirakan mbak Hana, pertandingan ini dikuasai oleh tim Andi. Keahliannya menggunakan Mage tersebut membuat musuh kewalahan. Karena kehebatannya, musuh terpaksa bertahan. Dengan keahliannya, Andi melakukan Bait ke musuh. Ketika ada kesempatan ia melakukan Initiator untuk memulai war.


[Double Kill]


[Triple Kill]


[Quadra Kill]


.


.


[Penta Kill]


Teriakan penonton memenuhi seluruh Mall Hartono.


Seluruh Kill yang berhasil dilakukan oleh Andi menutup pertandingan pertama dengan Indah.


Melihat kemampuan Andi tadi membuatku paham alasan ia menggunakan Role Mage.


Pertandingan kedua dimulai.


Karakter yang tadi digunakan oleh Andi terkena Ban oleh musuh. Wajah tenangnya menandakan ia sudah memperkirakan bahwa ini akan terjadi. Karakter Assasin menjadi pilihan pertama yang diputuskan oleh tim


Andi, begitu pula dengan tim musuh. Sepertinya karakter Assasin selalu menjadi pilihan pertama disetiap pertandingan.


Pertandingan dimulai.


Dimenit awal, ku memperkirakan kejadian dimenit awal akan terjadi lagi, namun kali ini berbeda. Andi menggunakan karakter Assasin tersebut, ketika sudah naik level 2 ia langsung memperlihatkan kemampuan dalam menggunakan Assasin tersebut.


!Swoosh…swoosh…Slash…


[First Blood]

__ADS_1


Dengan bantuan Tank, Andi berhasil mengalahkan Latecore yang berada diantara 1 Tank dan 1 Fighter.


Keahliannya membuat Tim dengan mudah mendominasi pertandingan. Menit ke 10 Tim Andi sudah berhasil memaksa tim musuh untuk bertahan yang mana di pertangingan sebelumnya suatu Tim akan bertahan di menit ke 13.


Memanfaatkan cara yang sama ketika Tim Andi kalah, Tank melakukan Initiator dengan menyedot karakter disekitarnya, lalu mendorong semua kearah luar barisan pertahanan. Melihat momen tersebut, dengan cepat


anggota Tim yang tersisa menghabisi 3 karakter yang berhasil didorong keluar.


Tersisa 2 karakter yang mencoba bertahan. Banyaknya minion membuat karakter Assasin yang digunakan Andi menjadi semakin lincah. Setiap musuh(termasuk minion) bisa menjadi percepatannya dalam berpindah.


!Swoosh…swoosh…Slash…


[Double Kill]


“sebuah skill yang sangat hebat telah ditunjukkan oleh anak SMA ini”


“benar, dia memanfaatkan setiap minion yang ada untuk mengejar musuh yang berada didalam garis pertahanan.”


“kita lihat, apakah ia akan mencoba meratakan seluruh tim musuh”


!Swoosh…swoosh…swoosh…swoosh…Slash


“hiyaaaaa…dikejar sampai ke Base. Tidak ada ampun dari seorang anak SMA”


“ngeri sekali bung. Sebuah penutupan yang sangat kejam. Dengan ini Timnya berhasil mendapatkan peringkat ketiga”


!Clap…clap…clap…clap…


“waaah, Andi juara 3 mbaak”


“iyaa, ayo kita ketempat mereka”


“ok mbaak”


Dengan cepat, ketegangan komentator dan penonton mereda. Semuanya bersiap untuk pertandingan Final yang akan diadakan 10 menit lagi.


Dibelakang panggung, Andi dan Timnya sedang istirahat.


“yaa gak bisa gitu juga sih mas, kalau tiba-tiba ganti ntar teman mas yang udah siap pake Rolenya bingung karena harus mengisi Role lain”


“ya sih bener juga. Sekali lagi makasih dah mau bantu kami”


“yaa sama-sama, sisanya kuserahkan aja ke mas ya, ku mau pulang”


“ok aman, hati-hati”


Berpisah dari rombongan Tim, Andi datang menemui kami.


“yee…selamat adek mbaak”


“hadeh…ya sama-sama. Berhutang satu mbak yaa”


“hehe…siap. Aman kalau itu”


“untung aja beberapa malam ku main lagi game Moba ni, kalau tidak sudah kalah dari tadi”


“cuman beberapa malam kamu latihan ndi?”


“yaa gitulah bila, sampe jam 2 pagi lah”


“pantesan disekolah kok ngantuk terus”


“yaa itulah alasannya, btw maaf waktunya Nabila tersita nonton tournament ini”


“gak papa kok, malah seruu loo”


Melihat Tournament tadi secara langsung merupakan pengalaman pertama bagiku. Sangat seru dan mendebarkan.


“ok deh, kalau gitu mbak pamit dulu. Mau pulang duluan”


“ya mbak, hati-hatiiii. Makasih mbaak Hana, kapan-kapan jalan barang lagi yaa…”

__ADS_1


“siap Nabila”


.


.


“dah sekarang mau ngapain? Langsung pulang?


“hmm…Keliling yuk…”


Berdua, kami keliling Mall dari lantai teratas. Ia menceritakan pertemuan awal dengan salah satu Mas yang ada di tim tadi, ia memperkirakan semua kejadian tadi berdasarkan keinginan Mas tersebut dan meminta tolong kepada mbaknya dan lain sebagainya.


“oiya, tolong diam-diam aja tentang tournament tadi”


“kenapa?”


“males aja, dideketin orang karena ada apanya bukan apa adanya”


Mendengar alasannya membuatku terdiam. Memang kebanyakan manusia akan mendekati seseorang jika ada sesuatu, dan jika sesuatu tersebut sudah ia dapatkan maka orang tersebut akan perlahan menjauh.


Apakah hal tersebut pernah dialami oleh Andi?


“hoo begitu, oklah. Jadi kalau ku gimana?”


“ntahlah, Nabila mengenalku sebelum tahu inikan. Mungkin setelah ini kita akan menjadi lebih dekat tpi…”


“tapi… apa?”


“tapi, gak mau ku menjadi suatu hubungan romansa”


“haha langsung ditolak aku ya, tapi baguslah. ku juga lagi gak mau hubungan gituan”


Romansa, suatu hubungan yang banyak ingin dirasakan oleh remaja SMA namun ia memilih untuk menolak hubungan tersebut. Kalau bagiku, hubungan tersebut bisa memperumit suatu hal yang sederhana. Pada dasarnya cowo ataupun cewe yang menolah berhubungan romansa lagi pernah merasakan rasa kecewa dan sakit yang cukup mendalam. Sehingga menolak hubungan romansa bisa membuat mereka lebih baik dan tidak merasakan lagi rasa kecewa tersebut.


Apakah hal tersebut pernah dialami oleh Andi?


“kalau gitu, baiklah.”


“ya…”


“hmm…balek lagi?”


“ayo”


Teriakan penonton cukup keras ketika kami melewati wilayah tournament tadi. Pertandingan Final menjadi pertandingan yang menegangkan.


“kira-kira siapa yang akan menang Ndi?”


“hmm…sepertinya tim yang ngalahin kami”


“kenapa gitu?”


“hmm, gak tau juga. Firasat aja sih”


“kirain ada analisisnyaa”


“gimana ya jelasinnnya, keduanya sama-sama tim hebat. Tapi firasatku mengatakan tim yang mengalahkan kami akan menang”


“oklah, kita lihat aja besok disekolah”


“haha…sip”


Sepanjang perjalanan, tidak banyak yang bisa kami bicarakan. Suara klakson dan kendaraan menjadi teman dalam diam. Angin yang berhembus menjadi akhir liburan kali ini.


“dah sampai”


“makasih Andii, hati-hati dijalan”


“yaa sama-sama”


Perlahan Andi tenggelam dan menghilang diantara kendaraan lainnya. Saatnya diriku kembali melakukan rutinitas untuk menjalani hari.

__ADS_1


(bersambung…)


__ADS_2