
POV Acha
“Pemenang pada pertandingan kedua ialah Sekolah SMA 8 Swasta Yogyakartaaaaa!!!!”
“yeaay sekolah kita menang Saal!!!”
“iyaa, yeeaaayy” kami berpelukan,
Selama pertandingan kedua ini, Aku dan Salma lebih banyak diam fokus memperhatikan pertandingan. Dengan melihat setiap Gerakan dan kemampuan dari tim membuat diriku terdiam. Memang Aku tidak terlalu paham dengan game ini, namun melihat mereka yang bisa menghindari tembakan musuh menurutku sudah luar biasa. Apalagi ketika Andi mengganti Gadgetnya menjadi Jumpster, ia menjadi sangat lincah. Seakan ini merupakan game yang ia buat.
Andi maju kedepan dan menjawab pertanyaan dari Zero.
“oh iya ada, tadi kayaknya ada yang ngomong easy seperti lawan bocah. Tapi kok gak masuk 10 besar yaa??”
(ciri khasnya sekali…)
Aku teringat ketika kami masih Sekolah Dasar ia pernah menyindirku. Ketika itu kelasku melawan kelasnya dalam olahraga softball. kelasku yang sudah unggul mulai merasa sombong, namun kesombongan kami seketika hancur ketika ia dan kelasnya membalikkan keadaan di ronde akhir. Lalu hal yang sama ia lakukan seperti sekarang, maju dan menyindir. Bedanya dulu ia memberikan ku saran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, sedangkan sekarang jelas tidak bisa.
“keren yaa tim game tahun ini…”
“iyaa, sepertinya tahun ini mereka bisa menaikkan ekskul tersebut”
“hoo begitu, pantesan Acha gabung ke ekskul ini yaa…”
“eh kenapa?”
“Pasti karena dia kan??”
“dia? Dia siapa?”
“itu anak kelas satu yang pernah pulang sama Achaa?”
“ahhh…iya…” wajahku memerah, “tolong diam yaa”
“aman kok, apa sih yang enggak untuk Achaa”
“Terimakasih Salma”
“untuk balas rasa terimakasihnya, mending kita beli cemilan”
“ide yang bagus…”
Selama waktu istirahat, kami membeli beberapa cemilan seperti roti, crepes, risoles dan cemilan lainnya untuk persiapan hingga pertandingan terakhir. Banyaknya cemilan yang dibeli membuat kami terlambat menyaksikan pertandingan ke 3 di waktu awal. Ketika kembali ke tempat duduk, sudah tersisa 12 tim di ring ke 4.
__ADS_1
Minat menontonku pudar ketika melihat tim Andi terkena tembakan dari tim lain dari jarak jauh. Padahal timnya sedang berperang melawan 2 tim lainnya, lalu ketika ia berhasil mengalahkannya tim lain yang berada dari jarak jauh tinggal menembak tim Andi yang sedang sekarat. Melihat tim tersebut melakukan tembakan
itu membuat diriku kesal.
Rasa kesalku bertambah ketika melihat hal yang sama dilakukan tim lain untuk mengalahkan tim Andi di pertandingan ke 4. Padahal tim Andi sudah berhasil mengalahkan beberapa tim yang masuk kedalam medan perangnya. Menghindar, melompat, dan berseluncur timnya lakukan agar menang melawan tim yang ingin mengalahkannya. Namun harus kalah lagi ketika zona tidak mendukung dan mengharuskan mereka untuk pindah ke zona aman. Sayangnya 2 squad yang sudah ada di zona aman entah kenapa mereka tidak berperang dan memilih menembaki tim Andi yang sedang berusaha menuju ketempat mereka.
Syukurnya kini pada pertandingan kelima rasa kesalku tidak bertambah, setiap peperangan yang tim Andi lakukan, mereka selalu selamat dan tidak ada tim lain yang menembakinya dari jarak jauh. Sepertinya mereka sudah belajar dari 2 pertandingan sebelumnya untuk mewaspadai musuh jarak jauh.
“5 kill sudah didapatkan oleh Pattimura dan kini dia menjadi Kill Leader!!!”
“dari 3 tim yang mereka temukan, Pattimura berhasil mendapatkan 5 kill yang berarti setiap bertemu tim lain dia selalu menyerang”
“padahal dia belum mengganti Gadgetnya, dia masih menggunakan Medic, yang mana Gadget tersebut kurang berguna untuk menyerang”
“ya benar B, tapi selama perang Aim adalah kunci utama untuk menjatuhkan musuh yang ada. Tidak peduli menggunakan Gadget apa selagi Aimnya sudah bagus pasti bisa mengalahkan musuh”
“apalagi kalau si Pattimura menggunakan Gadget penyerang seperti Jumpster, pasti dia akan semakin mudah untuk mengalahkan musuh”
“yaa benar sekali B, player baru ini membuat pertandingan pada hari pertama menjadi semakin panas”
Mendengar penjelasan para Caster tadi membuatku teringat, pada pertandingan ke 3 dan ke 4 Andi masih menggunakan Gadget Medic. Mungkin jika ia menggunakan Gadget Jumspter ia bisa bertahan lebih lama. Tapi kenapa tidak dari awal saja dia menggunakan Gadget Jumpster yaa? Hmm sepertinya akan lebih baik ku tanyakan ketika pertandingan kelima ini selesai.
(fokus lagi ke pertandingan)
“waaah, tersisa 4 tim. Peperangan dari berbagai tempat akhirnya berakhir dan tim yang berhasil bertahan kini saling mewaspadai satu sama lain”
“benar juga ya B, ada SMK 4 N Yogyakarta yang memenangkan pertandingan pertama dan kedua, ada SMA 8 S Yogyakarta yang memenangkan pertandingan ketiga dan anggotanya Pattimura menjadi Kill Leader pada Pertandingan kali ini, ada sekolah SMK 7 Swasta Solo yang berhasil menduduki peringkat 2 pada pertandingan ke 2 dan 3, dan terakhir ada sekolah SMA 3 N Magelang yang menjadi pemenang pada pertandingan ke 4. Sekarang mereka semua berusaha untuk mendapatkan kemenangan keduanya”
“akhirnya zona terakhir telah keluar, berada disebuah rumah dan tampaknya SMK 4 N Yogyakarta menjadi pemiliki rumah tersebut”
“sebuah keberuntungan berhasil didapatkan oleh SMK 4 N Yogyakarta”
Rumah tersebut berada di tempat terbuka, sekolah manapun yang menuju kesana besar kemungkinan akan menjadi sasaran tim yang ada di dalam rumah, lalu bagaimana Andi bisa kesana karena cuman itu satu-satunya zona aman yaa?
Awalnya ku bingung, namun teringat beberapa kali Andi sering memanfaatkan bomb asap untuk menutupi pandangan musuh. Lalu ku yakin ia akan menggunakan cara yang sama agar timnya bisa menuju zona lebih aman.
“Yamien melempar Bom asap kearah rumah, lalu perlahan dia mulai memanfaatkan Gadget Jumspter untuk naik keatas atap.”
“hal yang sama dilakukan oleh Sudirman, ia menggunakan Jumspter untuk naik ke atap. Apakah hal yang sama akan dilakukan oleh Pattimura? Kalau iya berarti mereka semua telah menggunakan 3 Jumpster”
“ooo…ooo…Pattimura memperlihatkan cara memanjat rumah hingga keatap, memanfaat sedikit pijakan disetiap lantai, dan beberapa box Ac split, Pattimura berhasil naik keatas dengan caranya!!!”
“Aku terkejut melihatnya memanjat rumah tersebut, untungnya tidak ada yang mengganggu yaa”
__ADS_1
“iyaa, 2 tim lainnya berada di balik rumah jadi dia bisa aman memanjat. Mungkin 2 anggota yang sudah diatap menjadi pemantau agar pattimura bisa dengan aman memanjat”
Ring telah mengecil mengeliling rumah, kini ada 4 tim yang berada dalam 1 rumah. Ada tim Andi yang berada di atap, lalu 1 tim di lantai 2 yaitu sekolah SMK 4 N Yogyakarta dan 2 tim di lantai 1.
Lantai 1 sudah mulai saling tembak menembak, mengingat hanya mereka yang berhadapan secara langsung. Tim Andi yang berada diatas akhirnya turun dan berpisah menjadi 2, satu menuju Sekolah Magelang dan satunya lagi sekolah Solo. Mereka ingin ikut campur dalam peperangan di lantai 1. Namun hal tersebut juga diikuti oleh tim yang berada di lantai 2.
Asap menjadi hal penting dalam peperangan kali ini. Kali ini semua tim berada dilantai yang sama, namun semua pandangan terbatas oleh Asap yang digunakan setiap anggota tim. Padahal mereka ada yang saling melewati atau bersebelahan dengan musuhnya, namun mereka tidak tahu.
“bom Asap terus digunakan, membutakan pandangan musuh sepertinya menjadi alasan utama mereka ya, namun Asap tidak berlaku bagi Gadget Scout yang akan memindai seluruh musuh”
“saat ini setiap tim memiliki 1 pengguna Gadget Scout, bisa dibilang mereka semua memiliki keuntungan yang sama”
“tampaknya, Tim Solo lebih dahulu menggunakan Gadget Scout, lalu di ikuti tim SMK 4 N Yogyakarta. Peperangan seketika dimulai kembali”
“Tiger yang telah mendapatkan lokasi musuh mulai menyerang bersama anggota timnya. Mereka mengejar yang terdekat dan sendiri…tembakan beruntun yang Tiger lakukan tampaknya banyak yang meleset. Target mereka berhasil menghindari dengan seluncur dan wall Jump yang sangat indah. Sepertinya tim SMK 4 N Yogyakarta
salah target”
“ya benar B, target mereka ialah Kill Leader saat ini Pattimura yang dengan lihai menghindari hujan tembakan dari tim musuh. Sebuah pindai dilakukan oleh tim Magelang, yang kemudian mengarahkan tembakannya kearah SMK 4 N Yogyakarta!!!”
“Hujan tembakan yang tak terhenti berhasil meratakan sekolah tersebut!!!, SMK 4 N Yogyakarta harus puas di posisi ke 4!!!”
Aku melihat Andi menghindari lagi tembakan musuh, kali ini ia menggunakan Gadgetnya dan mengetahui seluruh lokasi musuh. Ia melemparkan semacam bom yang bisa lengket dimusuh, lalu lari menjauh. Bomb tersebut meledak menghancurkan shield, dengan tertutupi Asap, musuh tidak tahu lokasi Andi tapi ia tahu. Segera Tim Andi menghabisi mereka semua dengan tembakan.
“kali ini tersisa 2 tim antara sekolah SMA 8 S Yogyakarta dan SMK 7 Solo. Lagi-lagi bom asap kembali digunakan oleh tim Yogyakarta untuk menutupi pandangan Solo.”
“Pindai dilakukan oleh tim Solo untuk mengetahui lokasi musuhnya, hanya 1 yang terpindai membuat mereka mengejar 1 musuh tersebut”
“1 melawan 3, Pattimura berusaha lari ketempat yang aman baginya menghindari tembakan. Naik ke lantai 2, melempar bomb namun tim Solo tidak takut. 1 musuh harus segera dikalahkan”
“Pattimura terjebak dalam ruangan, baku tembak terjadi yang jelas membuat Pattimura kalah!!!”
“eh tapi kok belum selesai??”
Sebuah bom meledak beberapa saat ketika Andi tumbang, bomb tersebut menghancurkan Shield mereka dan ada 1 musuh yang tumbang. Dari arah pintu 2 anggota tim Andi menembaki 2 musuh yang tersisa.
“tanpa bisa mengelak, tim Solo harus menerima kekalahannyaa!!!!”
“Pemenang pada pertandingan terakhir ini ialah Sekolah SMA 8 S Yogyakarta!!!!”
“yeaaayy sekolah kita menang lagi Saall”
“iyaaaa, keren sekali merekaaa”
__ADS_1
Namun ada satu hal yang membuatku penasaran, kok bisa selain Andi tidak terpindai?
(Bersambung…)