
POV Andi
“ada step…”
“Arah mana san?”
“64 derajat”
Suara Langkah kaki semakin kuat yang menandakan musuh mendekat.
Set!...Cling...
[3 musuh terpindai]
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Set!...Swooshh...
Ikhsan berayun ke arah musuh sambil mengubah arah kekanan dan ke kiri menghindari tembakan musuh.
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Knock
Aku maju dan lompat dengan bantuan dinding. Membuat Arah kedatanganku menjadi tidak terduga bagi musuh.
Dor..dor..dor..dor..Knock
“1 orang lagi dimana?”
“Shieldnya pecah, lagi ke arah sini”
Ping!!!
Mas Pandu memberikan tanda disebuah kotak hijau besar.
“Ok ku kejar”
Set!...Swooshh...
Ikhsan berayun langsung menuju musuh yang sedang mengisi kembali Shieldnya.
Dor..dor..dor..dor..Dead
“Nice…”
[tersisa 13 Squad]
Baiklah, sepertinya hal pertama yang harus dilakukan ialah mencari tempat aman. Mengingat tempat ini merupat tanah terbuka, kami menjadi sasaran empuk bagi musuh.
Ping!!! Di arah 132 derajat,
“rumah itu sepertinya kosong Ndi”
“Ok mas, kita kesana”
Jarak menuju rumah sekitar 1.2 km, yang berarti butuh 3 menit lebih untuk kesana. Baru 10 detik kami berlari menuju rumah sudah ada tembakan dari arah belakang.
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
“Lari atau lawan?”
“lari aja, tempat terbuka seperti ini berbahaya Mas. Kita bisa ditembak dari segala arah.”
Perkataanku langsung dikabulkan. Selang 15 detik dari tembakan pertama, ada tembakan lain dari arah 170 derajat.
“Bomb asap ku keluarkan”
“makasih Ndi…sepertinya kita harus ganti arah ni”
“susah ini san, kita ditengah-tengah dan betul kata Andi tanah terbuka seperti ini memudah musuh menembaki kita”
Bomb asap yang telah dikerahkan mulai memudar. Tidak adanya Gadget Defender membuat kami tidak bisa bertahan ditengah tanah terbuka.
5 detik kemudian ada tembakan dari arah 230 derajat.
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
“sial, ada 3 arah musuh…”
Kami tetap menuju rumah sambil menghindar 3 arah tembakan musuh.
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Setiap salah satu shield kami pecah, bomb asap segera digunakan agar membutakan pandangan musuh terhadap kami. Lalu kami bisa mengisi kembali Shield sampai penuh.
“ok, saatnya bergerak lagi”
10 detik kemudian kondisi kami kian memburuk. Dari arah 60 derajat ada musuh lagi menembaki kami lagi.
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Tidak adanya bom asap membuat kami harus menghindar, namun tampaknya keberuntungan kami habis.
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
__ADS_1
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
[Squadmu kalah]
[urutan ke 10]
“AH… ada 4 Squad pula yang menembaki kita”
“sepertinya keberuntungan kita sudah habis San”
“benar Mas…”
“tapi Syukur kita berada di urutan sepuluh”
“aman Ndi?”
“aman san, lagi fokus lihat kemampuan tim lain aja”
Salah satu keuntungan cepat kembali ke lobby ialah kita bisa melihat kemampuan tim lain. Oleh karena itu akan ku manfaatkan semaksimal mungkin.
Selama menjadi penonton, Aku bisa mengetahui kemampuan dari SMK 7 Swasta Solo yang ahli di jarak menengah dan lebih memilih bermain aman tidak ikut berperang, lalu SMK 4 N Yogyakarta yang ahli di jarak dekat dan akan berperang jika dia menjadi Party ketiga, terakhir SMA 3 N Magelang yang selalu bermain di jarak jauh dan bermain aman.
Untuk saat ini bisa kusimpul permainan mereka seperti itu, namun tidak ada kepastian apakah benar seperti itu strategi mereka atau hanya sesuatu hal yang begitu saja terjadi?.
“daan pemenang pertandingan pertama ialah Sekolah SMK 4 N Yogyakarataaaa!!!!”
Pertandingan kedua dimulai.
Selama diawal pertandingan, kami bermain aman. Satu hal yang kami sepakati sebelum pertandingan kedua dimulai ialah bermain lebih aman. Yang artinya turun ditempat terjauh atau tersepi, sebisa mungkin hindari berdekatan dengan musuh.
Namun keinginan untuk bermain aman tidak bisa kami rasakan lagi, posisi lingkaran selanjutnya cukup jauh dan satu-satunya jalan untuk kesana harus melewati beberapa tim yang sedang berperang.
“Jadi gimana? (Ping!!!) Di sana ada yang perang, (Ping!!!) disana juga ada, atau kita lurus fokus zona aja?”
“abaikan, kita lurus menuju zona aman”
Mentaati perintahku, kami semua segera menuju zona aman. Sepertinya Langkah kaki kami terdengar oleh salah satu tim, dengan jarak 150 meter dibelakang, mereka mengikuti dan menembaki kami.
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
“lawan atau lari?”
“lawan”
Kami bersembunyi dibalik batu dan mengisi Shield sambil menunggu musuh mendekati kami.
Set!...Cling...
[3 musuh terpindai]
“San belakang amanin, Aku sama Mas disini”
[Anda terpindai]
“ok”
Set!...Swooshh...
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
2 musuh didepan mencoba menembaki Ikhsan, namun kebanyakan pelurunya meleset. Selagi perhatian mereka teralihkan oleh Ikhsan, Aku dan Mas Pandu menembaki mereka dengan harapan mereka langsung tumbang.
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Crack.
Set!...Swooshh...
Musuh yang shieldnya kuhancurin memilih kabur ke arah samping meninggalkan kawannya sendiri.
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Knock.
Setelah mengisi shield kembali penuh, Aku mengejar musuh yang kabur menggunakan Gadget Jumspter. Tentu mendekatinya dengan berlari dan berseluncur mengingat Gadget yang kugunakan ialah Medic, jadi tidak bisa mengejar musuh dengan berayun.
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Crack.
Set!...Swooshh...
“mau lari kemana haaa!!!”
Aku yang sudah kesal memilih diam dan menembakinya selagi dia berada di udara.
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Knock.
(nah tinggal Ikhs-)
Baanggg…. Knock.
“anj… dari mana tu?”
Aku mencoba mencari tahu arah tembakan tepat setelah tumbang.
Ping!!!
__ADS_1
“1 tim ada disana, dekat tumpukan kargo”
[8Sy – Yamien Knock]
“sorry, kena Third Partyku”
“Arah mana?”
“arah 76 derajat”
Posisinya berhadapan dengan musuh yang menembakiku dengan Lock-on.
Setelah Bom asap menyebar, Mas Pandu mencoba merevive-ku. Namun suara Langkah kaki yang cukup keras dan banyak menghentikannya.
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..
Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Dead.
“bangkelah kena Gank kita”
“urutan keberapa kita?”
“ntar kulihat… kita ke 12”
“turun lagi kita ya…”
Suara mereka perlahan ku abaikan ketika Aku mulai fokus memperhatikan apa yang terjadi setelah timku kalah. Ada 5 tim disana, 3 berada cukup jauh, 1 cukup dekat, dan 1 lagi yang mengakhiri Mas Pandu. Satu kesalahan yang sama terjadi lagi, yaitu Aku salah membuat keputusan.
“maaf, salah keputusanku”
“gak apa, santuy aja. Siapapun kalau di Gank seperti tadi pasti akan kalah”
Ikhsan mencoba menenangiku,
“huff…makasih”
Lagi, Aku fokus menyaksikan tim-tim lain dan sepertinya 3 sekolah yang sudah ku analisis dipertandingan sebelumnya melakukan hal yang sama di pertandingan ini. Jadi bisa dibilang kalau itu strategi mereka.
“daan pemenang pertandingan Kedua ialah Sekolah SMK 4 N Yogyakarataaaa!!!!”
“waah bahaya ini Ndi, mereka menang lagi. Makin jauh poin mereka meninggali mereka”
“iya sih, tapi masih ada 3 pertandingan lagi. Masih ada kesempatan untuk membalikkan keadaan”
Salah satu perbedaan pertandingan hari ini dan sebelumnya ialah adanya jeda istirahat yang berlangsung selama 45 menit. Jeda tersebut digunakan untuk makan siang dan hal lainnya. Selama itu juga kami para pemain dibolehkan kembali ke ruangan yang telah disediakan.
Kami kembali keruangan setelah melaksanakan Ibadah Zuhur. Diruangan Acha dan temannya Mbak Salma telah menunggu kami untuk makan bersama.
“gimana nanti persiapan kalian untuk pertandingan selanjutnya?”
Mbak Salma bertanya tepat setelah kami menghabisi Ayam geprek.
“aman
sih Mbak, kayaknya Aku akan sedikit mengubah gaya main”
“seperti apa?” tanya Acha penasaran,
“lihat saja nanti”
“Ahhh…”
(tampaknya Acha kesal)
“Oiya Ndi, tadi ada yang ganggu Lulu”
“Siapa Mbak?”
“gak tahu juga, tapi kayaknya dia anggota game juga. Saat ini dia juga ikut menonton pertandingan”
“begitu yaa…”
“kalau begitu, kami pamit lagi. Ayo Lulu biarkan mereka mengatur strategi…”
“ya Salma Benar, semangat Yaaa dan menangkan. Kalau hari ini Juara 1 akan Lulu kasih hadiah”
“Benar ini Mbak?” Semangat Ikhsan membara,
“iyaa, tapi saat ini hadiahnya rahasia dulu yaaa”
“Ok, Andi perintahmu apa? Aku siap mengikutinyaa!!”
(hadeh ni anak…)
Tepat setelah Acha dan Salma keluar kami mulai diskusi singkat mengingat waktu sudah sedikit.
“intinya kita akan bermain aman, bermain jarak jauh. Kalian berdua fokus melindungiku jika ada musuh yang mencoba mendekati”
“hoo begitu, berarti kau akan fokus Sniper?”
“ya begitulah San, jadi Mas Pandu cover di kiri atau kanan, Ikhsan sisanya”
“Ok, tenang Mas. Nanti Mas akan melihat kemampuan jarak jauh Andi”
“yaa, sepertinya Aku tidak sabar ingin terkejut melihatnya”
(Bersambung…)
Note:
Author sibuk skripsi dulu, jdi cerita akan dipending smpe skripsi kelar. makasih
__ADS_1