Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 41 - Barang Langka


__ADS_3

Sebuah pembaritahuan keberhasilan mencapai puncak telah dinyatakan. Semua orang mengalihkan pandangannya menuju pinang kelas 2, terdiam adalah hal pertama yang penonton lakukan kecuali para peserta yang masih berjuang.


“WAAKKTUUU HAABIISSSS!!!!!”


“yaaaahhhh!!!!”


Anggota terakhir yang akan mendaki, Andrian baru setengah jalan untuk menyelesaikan misinya. Namun waktu sudah habis menandakan giliran kelas akan berganti, dan ya bisa dibilang perwakilan kelasku gagal untuk naik puncak pada giliran pertama. Perlahan, peserta turun satu persatu.


“apa ya yang akan mereka ambil?” wajah penasaran Tia terukir jelas,


“Pertama jelas Mahkota Tia, kalau kedua sih aku bingung jugaa”


“hmm iya sih, besar kemungkinan kelas apapun yang pertama sampai kepuncak akan mengambil mahkota”


“karena mahkota akan menambahkan poin akhir kelas, sehingga kelas bisa menjadi Juara pada lomba kemerdekaan ini”


Namun, prediksi Tia dan Nabila salah. Pilihan mereka bukanlah mahkota, melainkan Voucher 70% study tour dan kotak misteri platinum.


“Sebuah pilihan yang mengejutkan, kelas 2 Ipa A sama sekali tidak peduli dengan mahkota!!!” argument komentator membuat para penonton terdiam lagi, “apakah kelasnya sudah yakin menang tanpa perlu bantuan poin dari Mahkota? Atau kelasnya yakin bahwa mahkota bisa diambil ketika giliran kedua karena kelas lain tidak ada yang bisa mencapai puncak?” kali ini, semangat penonton dan peserta meningkat.


Peserta berganti, dan giliran selanjutnya telah dimulai. Aku berbohong jika aku tidak tahu kelas mana yang saat ini sedang berjuang, lebih tepatnya aku tidak peduli ini kelas siapa. Hilangnya minat dalam memperhatikan membuatku tanpa sadar sudah giliran kelas terakhir dikelas 1 yaitu kelas Ipa A.


Di pinang kelas 3, sudah ada tambahan 2 kelas yang berhasil sampai kepuncak. Kelas Ips A dengan mengambil Mahkota dan makan gratis dikantin sekelas maksimal 3 kali, dan kelas Ips B dengan mengambil Voucher 40% harga study tour dan kotak misteri Gold. Sedangkan di pinang kelas 1, baru satu kelas yang berhasil mencapai puncak, kelas dengan kekompakan yang sangat bagus, yaitu kelas Ips A yang dipimpin Ikhsan. Kelasnya mengambil Mahkota dan kotak misteri Platinum.


“hebat yaaa kelas Ikhsan tadi”


“yaa benar, sepertinya Kerjasama mereka sangat bagus dan mereka dipimpin oleh orang yang bagus juga.”


Orang yang memimpin mereka ialah Ikhsan, terlihat jelas dari hari pertama mereka mengikutinya dengan baik. Kharisma pemimpinnya semakin terasa ketika perlombaan terjadi. Aku tahu karena dulu aku pernah menjadi bagian dari timnya.


Pembicaran antara Nabila dan Tia yang membahas berbagai lomba selama 3 hari ini membuatku menyadari, memang kelasku tingkatan rendah, memang kelasku mayoritas orang yang memiliki nilai rata-rata, namun setiap orang dikelasku memiliki kemampuan dibidangnya. Tunggu, kenapa aku harus peduli dengan keadaan kelasku? Sepertinya aku harus mengingat kembali prioritasku.


“di pinang kelas 1, kelas Ipa A berhasil mencapai Puncaaakkkkk!!!!” sorakan komentator membuatku sadar,


(hmm….seperti kelas Ipa A akan menjadi lawan yang susah…)

__ADS_1


Tanpa sadar waktu telah berlalu, dan lomba panjat pinang telah berakhir. Kelasku berhasil mencapai puncak pada giliran kedua, lalu mengambil hadiah voucher 40% study tour dan makan gratis dikantin sekelas maksimal 2x. jika diurutkan, kelasku menjadi kelas ketiga yang berhasil mencapai puncak.


Semua siswa pulang.


Setibanya dirumah, aku segera mandi berharap rasa lelah bisa ikut mengalir dari setiap gayung yang ku gunakan. Dan itu berhasil, aku merasa segar kembali.


Masih ada waktu sekitar 40 menit lagi hingga waktu perjanjianku dengan Ayah Acha dimulai. Menonton tv menjadi pilihan untuk mengisi waktu tersebut. Salah satu channel tv sedang memberitakan hal yang menjadi topik hangat di Asia, terutama bagi kalangan gamer.


“Salah satu alat untuk bermain gim, Vear pada hari senin nanti akan siap dijual kembali. Mengingat pada hari kamis lalu seluruh unit langsung habis tak bersisa”


Dibangingkan negara Asia yang lain, Indonesia mendapatkan jatah yang tidak terlalu banyak. sekitar 4000 unit langsung terbeli pada saat preorder. Tingginya minat membuat perusahaan tersebut meningkatkan kinerjanya. Terbukti tidak sampai seminggu Vear sudah akan terjual kembali. Berharap Vear tidak diborong para penimbun dan harga menjadi naik dikarenakan kelangkaan.


Ting Nung!!! Bel rumah melaksanakan tugasnya.


Aku mengecilkan suara tv, untuk memastikan kembali suara tersebut, dan benar ada orang yang menekannya lalu saat ini menunggu sang pemilik rumah untuk menemuinya.


“ada apa mas?” aku menemui seorang pria yang cukup muda dari jasa pengirim barang,


“ini benar alamat rumah dari Hana Hanifah?”


“ini ada paket, tolong diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan barangnya aman” dia mengangkat dan memberikanku sekotak kardus yang cukup besar.


Isi kotak ini ialah 6 unit Vear yang dikirim Ayahku. Bisa dibilang itu jatah Ayahku setelah ia dan timnya membuat Vear. 4 orang dirumah ini akan mendapatkan satu, 1 sisanya akan kuberikan kepada Acha, dan 1 terakhir rencananya akan kujadikan cadangan. Namun aku teringat permintaan Mas Pandu yang sempat diganggu oleh Mbak Dinda yaitu membawakan 1 Vear untuk dijadikan contoh dan percobaan. Tentu Aku akan mengabulkan permintaannya.


“aman Mas, tidak ada kerusakan disetiap barang”


“ok, tolong tanda tangan disini”


Setelah aku menandatangani melalui ponsel pintarnya, dia segera pergi melanjutkan tugas mengantar barang lainnya. Sedangkan Aku membagikan setiap unit Vear lalu meletakkan di depan pintu kamar Mbak, Mas, dan Ikhsan.


“Assalammualaikum…Ikhsan pulang!!!”, akhirnya orang yang kutunggu tiba.


“yaa walaikum salam, bisa sekarang?”


“Gass ayo…”

__ADS_1


Alasan aku membutuhkan bantuan Ikhsan untuk membawa Casing Retro. Casing komputer terbaru dan mungkin terbatas merupakan pesananku dari luar negeri dan baru sampai senin lalu. Lomba kemerdekaan memaksaku harus bersabar hingga hari ini.


Setelah meletakkan tas dan semua barang bawaan Ikhsan, kami berangkat.


Tujuan kita kali ini merupakan toko komputer yang sudah dikenal bagi kalangan gamer atau pecinta komputer di yogya. Nama tokonya ialah Netcomputer. Semua kebutuhan komputer mulai dari monitor hingga adaptor, semuanya ada.


“ok sampai, gede juga tokonyaa. Kau nanti ikut atau gak?”


“yaa belum tahu, kalau bisa keluar cepat bisa datang”


“haha keluar yaa, ok lah. Aku balek dulu”


“ok, hati-hati…makasih san”


Setelah Ikhsan menghilang diantara pengendara lain, aku segera menuju toko. Namun sebuah tanda Closed membuatku terhenti, tidak ada orang didalam ketika ku melihat dari luar, begitu juga disekitar. Sedikit putus asa, membuka ponsel menjadi pilihanku untuk mencari informasi tambahan. Ada sebuah pesan dari Acha yang


belum  dibaca.


“kalau tutup, lewat belakang aja. Itu tutup sementara istirahat sore sampai maghrib”


Setelah membaca pesan tersebut, aku segera menelponnya untuk menjemputku yang sedang menunggu diluar. Tahulah maksudku, tidak mungkin orang asing sepertiku masuk kebelakang tanpa pemberitahuan kepada salah satu pegawai. Dikira maling adalah hal yang paling mungkin terjadi jika aku memaksa kebelakang.


Pintu toko terbuka, terlihat seorang pegawai yang membawa plastik sampah kaget melihatku didepan berdiri bersama kotak case komputer.


“ada perlu apa ya mas?”


“mau ketemu Bapak Rizky, saya ada janji dan disuruh kesini”


“ohh kamu toh, silahkan masuk aja, tunggu saya didalam. saya mau buang sampah dulu”


Menurutinya, aku masuk kedalam. Disebelah kanan kasir tanpa orang menyambut diriku, sedangkan disebelah kiri terdapat pajangan monitor, headset dan keyboard yang bisa di coba bagi calon pembeli. Aku masuk semakin dalam untuk mencari kursi beristirahat.


“eh mas, maaf tidak baca tulisan Closed?” pegawai yang lain kaget melihatku duduk santai menunggu.


(Bersambung…)

__ADS_1


__ADS_2