
POV Andi
Sabtu merupakan hari untuk ekstrakulikuler. Pagi diawali dengan senam bersama, lalu dilanjutkan membersihkan kelas masing-masing hingga jam ekskul dimulai. Ekskul dimulai pada pukul 9 pagi, jika kelas sudah bersih sebelum jam tersebut, maka siswa/i bebas melakukan aktifitas namun jika belum selesai maka akan dilanjutkan ketika jam ekskul selesai.
Mading sudah diperbarui dengan lokasi berbagai ekskul. Mading yang berlokasi ditempat terbuka dikerumuni banyak siswa/i sehingga membuatku mencari mading yang sepi. Setiap ekskul memiliki tempatnya masing-masing. Seperti ekskul olahraga berada digedung olahraga, ekskul tataboga di ruangan memasak dan sebagainya.
(hoo disitu)
Ruangan game berada digedung lab lantai 3 paling ujung. Mungkin keributan ketika bermain game menjadi alasan mereka mendapatkan ruangan ujung.
Selama menuju kesana, banyak siswa/i yang berlalu-lalang. Kelas 1 sibuk mendengarkan arahan dari seniornya, kelas 2 mengenalkan kegiatan ekskul mereka, dan kelas 3 memperhatikan seluruh adik-adiknya.
Tiba diruangan game.
Ekskul yang katanya menjadi salah satu banyak peminat namun saat ini yang kulihat hanya 1 orang siswi yang sedang merapikan ruangan.
“eh ada adik kelas. Ada yang bisa dibantu?”
(hmm bisa tau dia kalau ku siswa baru)
“mas Pandu dimana mbak?”
Pandu, nama teman Acha yang mengetahui identitasku. Sebanyak apa ia tahu itu yang menjadi tujuan utama bertemu dengannya.
“Pandu ada digedung Aula, lagi memberikan arahan ke anak-anak kelas 1 yang ingin bergabung ke ekskul”
“hoo gitu, makasih ya mbak infonya”.
“iyaa…”
(hadeh turun lagi)
Setelah ku perhatikan, ruangan ekskul lain juga sepi, hanya ada beberapa siswa/i didalamnya. Sepertinya setiap awal tahun pelajaran mereka akan berkumpul ditempat yang luas memberikan penjelasan keseluruh peminat ekskul mereka.
Tiba di Aula.
“eh Andi sini-sini”
“hoo Ikhsan, ini perkumpulan game?”
“yup, kau kesini karena minat inikan?”
“ya gitu lah”
“Ehem, Ok selanjutnya penjelasan sedikit tentang game. Mohon didengar dengan baik!!” seorang senior berbicara dengan lantang ke seluruh peminat game.
“iyaa mas!!”
“Dalam ekskul game dibagi 2, 1 esport 1 game. Esport fokus di bidang tournament, sedangkan game membahas segala macam tentang game. bisa bahas alur game, konsep game, mencari tips trik game dan sebagainya. Mengingat peminat esport selalu lebih banyak dari pada game, maka dari itu tes untuk Esport jelas lebih sulit dari pada game.”
Siswa kelas 1 terdiam mengetahui hal tersebut.
Esport saat ini menjadi salah satu tontonan masyarakat Indonesia. Semakin banyaknya Tournament bahkan hingga tingkat SMP menjadi alasan Esport semakin terkenal dan banyak siswa yang ingin bergabung kedalam tim Esport dimasing-masing sekolah.
“untuk yang berminat divisi Esport, ada 2 tes. Pertama pemeriksaan akun game, lalu kedua besok akan diadakan latih tanding antar sesama untuk mengetahui kemampuan Individu. Untuk yang berminat divisi Game hanya ada 1 tes, yaitu menjelaskan semua yang kalian ketahui dari game Bloodhunter atau TEM. Tips, trik, hidden quest, semua info yang berguna bagi pemain lainnya. Sebelum dimulai tesnya ada pertanyaan?”
Hening…
“sepertinya tidak ada, baiklah yang berminat esport silahkan menuju ruangan komputer bersama mas Bayu. Sedangkan game tetap disini”
Barisan bubar.
Banyak siswa yang mengikuti mas Bayu menuju ruangan komputer.
“kau ikut mana Ndi?”
“Game San”
“hoo…oklah, ku pergi dulu”
Tersisa kurang lebih 11 orang siswa kelas 1.
“jadi segini yang berminat game. Semuanya ayo ikut saya, kita akan mulai seleksinya”.
Layaknya seperti anak ayam, kami mengikuti mas Pandu tanpa tahu arah tujuan.
Tiba dilantai 2 aula.
__ADS_1
“secara gantian, kalian akan menjelaskan apa yang kalian ketahui tentang TEM atau Bloodhunter. Yang belum gilirannya, silahkan menunggu disana. Agak jauh agar tidak mendengar apa yang telah disampaikan siswa lain yang sedang tampil. Lalu sebelum kalian kesana, ada yang mau tampil duluan?”
Diam, hening tanda tidak ada yang ingin pertama.
“ku aja mas”
“ok, yang lain silahkan menuju ketempat yang tadi saya tunjuk”.
Dengan patuh, siswa kelas 1 segera pergi.
“Perkenalkan nama, lalu jelaskan tentang gamenya dan diakhiri dengan alasan mau masuk divisi game”
“ok mas, nama Andi Alfiansyah…”
hening...
“jadi kamu Andi,”
“yaa, ku kira kamu akan masuk divisi esport”
“saat ini cuman mau bicara sama mas Pandu aja”
“ya, kebetulan kita memiliki niat yang sama”.
Mas Pandu menjelaskan seberapa sekaratnya ekskul game saat ini, perkembangannya yang semakin menurun, pihak sekolah yang mulai mempersulit berbagai kegiatannya, dan alasan utama kenapa hanya sedikit yang diterima ialah dana yang didapat juga sedikit.
Performa yang baik dan memenangkan Tournament adalah satu-satunya cara agar semua masalah tadi hilang.
“senior kelas 3 gimana?”
“yaah kalau mereka, udah pasrah aja. Mulai semester genap semua kelas 3 sudah dilarang mengikuti berbagai lomba di ekskul untuk fokus Ujian Nasional”
“hmm gitu, kalau kelas 2?”
“kalau angkatanku aman, semua bisa atur”
“ok lah, ku bantu.”
“eh beneran…yess”
Wajah senangnya tak bisa ia tutupi.
“ya…aman kalau itu. Lulu juga udah cerita”
Identitas sudah aman. Mengenai Esport, aku memang minat dalam esport, tapi untuk sementara minat esport akan kusembunyikan sampai mengetahui seluruh situasi ekskul ini.
“tournament paling dekat kapan?”
“bulan depan”
“ha? Bulan depan?”
“lalu timnya?”
“1 tim kelas 2, 1 lagi tim kelas 1 yang besok lagi diseleksi”
“ya salam…itu Tournament apa?”
“FPS battle royale, TEM. Sebelum lanjut ku jelaskan dulu ya. Divisi Esport dibagi berdasarkan Device, Mobile dan PC (komputer). Mobile ada Moba sama FPS Battle Royale sedangkan PC ada FPS Kompetitif dan FPS
Battle Royale”
“tunggu, Moba pc gk ada?”
“kalau itu, mulai 2 tahun lalu sudah tidak ada. Jadi moba pc dihapus. Tournament bulan depan FPS battle Rolaye, tentu saja gamenya TEM. Jadi gimana?”
“hmm…kalau gitu ku fokus bantu FPS terutama pc, kalau moba gak dulu. Dah lama vakum jadi kurang tahu detail moba”
“ok gak apa, aku minta kontaknya biar mudah hubungi”
“ya…”
Kami bertukar kontak, kemudian ia mengirimi link undangan masuk channel di aplikasi Dischat.
“join channel, nanti ku kasih role yang cukup tinggi. Nicknamenya terserah mau mengikuti peraturan atau gak”
Salah satu peraturan dichannel ialah Nickname akun ialah nama+kelas. Jika mas pandu membebaskanku dalam penggunaan nama, tentu saja akan kugunakan.
__ADS_1
Lupus.
Itu Nickname yang akan gunakan.
“untuk sekarang, ada lagi yang ingin ditanyakan?”
“hmm, masih perlu ku jelasin tentang semua tips dan sebagainya?”
“hahaha…gak perlulah, kalau mau pergi silahkan. Tapi tolong panggil salah satu siswa kelas 1 kesini”.
“ok, sip. Ku pamit pergi dulu”
Sesuai permintaan tadi, ku memberitahukan kepada siswa kelas 1 yang sedang menunggu untuk segera ke lokasi mas Pandu.
Kantin menjadi satu-satunya tempat saat ini yang kupikirkan, mungkin rasa lapar menjadi alasan utama ku memikirkannya. Suasana kantin cukup sepi, suasana inilah yang kuinginkan. Sendiri, menikmati makanan tanpa gangguan orang lain.
(ah…nikmatnya…)
Ping. Sebuah pesan diterima.
“dimana?”
“kantin san”
Beberapa menit kemudia Ikhsan tiba, memesan makanan lalu kami duduk berhadapan.
“gimana tes esportnya?”
“tes 1 lolosku, besok tes kedua. Karena itu kayaknya besok ku gak bisa ikutan nonton.”
“ok aman”
“kalau kau gimana?”
“ya gitulah, ez…”
Percakapan kami terus berlanjut hingga tanpa terasa bell pulang berbunyi. Saatnya pulang.
**
Pagi minggu jam 05.45 WIB.
“Mau jogging gak san?”
“boleh”
“kutunggu luar”
Ada beberapa tujuan Jogging kali ini, pertama ialah Olahraga tubuh. Olahraga menjadi kunci utama agar kesehatan tubuhku seimbang. Terlalu lama didepan komputer jelas tidak baik jika tidak diimbangi dengan olahraga. Seperti minggu kemaren, tidak ada olahraga yang kulakukan, efeknya kualitas tubuhku menurun.
Kesehatan tubuh juga merupakan faktor penting dalam bermain game. Jika tubuh tidak sehat, bisa menganggu pola pikir, pola pikir berubah maka gaya bermain juga berubah. Maka dari itu menjaga kesehatan tubuh harus kulakukan.
“ok siap”
Tujuan kedua ialah mengenalkan Ikhsan lingkungan sekitar. Hari-hari biasa kami habiskan disekolah menjadikan hari liburlah waktu yang tepat untuk melakukan itu.
30 menit kemudian, kami kembali ke rumah.
“gimana capek gak?”
“yaah belum lah”
“mau tes sparring? Ada kubeli alat pelindungnya”
“boleh”
Sparring atau latih tanding, sebuah aktifitas yang sering dilakukan jika mengikuti suatu beladiri. Pencak Silat ialah beladiri yang kami ikuti. Gurunya ialah ayah Ikhsan, salah satu ahli beladiri yang cukupp disegani bagi orang yang mengetahui dunia beladiri. Selama masa SMP aku dan Ikhsan mengikuti pengajaran beladiri dari ayahnya.
“ok sip, ready?”
Set! Set!…set! sebuah seni beladiri Ikhsan tampilkan.
Melihat seninya, tentu saja kujuga menampilkan senibela diriku.
Set! Set!…set!
“siap”
__ADS_1
Perlahan kami mendekat. Ketika punggung tangan saling menyentuh, disitulah Sparring dimulai.
(bersambung…)