Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 50 - Perkumpulan Malam


__ADS_3

Sekitar 1 jam setelah penutupan hari pertama pertandingan.


Sekarang Aku, Salma, Pandu, Ikhsan, dan Andi sedang menunggu pesanan makanan. Dilantai paling atas Hartono Mall terdapat Food Court yang harganya cukup bersahabat. Mungkin karena malam ini merupakan malam minggu, Food Court menjadi cukup ramai. Lokasi food court yang berada didekat bioskop bisa menjadi sebab banyak orang yang ingin makan setelah nonton.


“Andi kok lama?”


“yaa biasa, ganti pakaian dan sebagainya dulu Mbak”


“hoo begituu”


Rasa penasaranku terjawab sudah oleh jawaban singkat Ikhsan. Memang sih dia lakukan itu untuk menjaga identitasnya, tapikan Aku ingin cepat bertemu dengannya. Eh…


Selama menunggunya, Ikhsan dan Pandu membahas suatu alat yang familiar bagiku.


“dah coba TEM atau LOH pake Vear mas?”


“belum, soalnya belum datang alatnya”


“gak dapat preorder gelombang pertama dan kedua?”


“yaa begitulah, kalah cepat saat itu. Tapi untungnya gelombang ketiga dapat walau harus nunggu 3 minggu”


“Waah, lama juga ya mas”


“normal sih itu, karena gelombang ketiga katanya mau dibuat lebih banyak lagi dari gelombang sebelumnya”


“kalau gitu bagus sih, biar yang lain pada cepat dapat dan pemain TEM atau LOH juga semakin ramai”


Aku hanya menyimak percakapan Ikhsan dan Pandu, karena hal yang ku ketahui tentang Vear ialah pembuatnya merupakan Ayah Andi dan Dia memberikan 1 buah Vear kepadaku yang baru baru ini sering Aku gunakan, karena Salma baru mendapatkan Vear minggu lalu. Bisa dibilang Aku dan Salma sering bermain bersama di game Life of Hunter (LOH).


“Ikhsan lebih sering mana, TEM atau LOH?” Salma bertanya,


“kalau Aku lebih TEM Mbak, mungkin karena dari awal dah sering main sih. Kalau LOH cukup jarang, mungkin karena baru main dan persiapan turnamen jadinya jarang main LOH”


“wah kalau gitu sama dong, Aku dan Lulu juga baru main LOH”


“kalau gitu bisalah kita mabar”


“yaa bisaa, sekalian sama Pandu kalau dia dah punya Vear”


“nah kebetulan, Aku ada rencana ajak mabar seluruh anggota game yang punya Vear untuk main. Tapi kalau sedikit yang punya, kayaknya main di server crossover” Pandu memberitahukan rencananya,


Kalau tidak salah Andi pernah memberitahuku untuk tidak masuk ke server tersebut jika bermain sendiri, server tersebut berguna untuk mengumpulkan semua pemain LOH dari berbagai platform. Sehingga banyak pemain yang berada disana dan menjadi ajang pamer bagi pemain lama. Sedangkan bagi pemain baru, menjadi sasaran pemain lama untuk menjadi target pembunuhan.


“kalau gitu Aku gak bisa ikutan dong” Salma protes dengan rencana Pandu.


“Aku kan tidak anggota Game”


“iya juga ya, kalau gitu nanti join aja”


“eh, gak apa tu?”


“tenang, Aku ketuanya. Ku bolehin, lagi pula nanti di dalam game lebih fokus kelarin dugeon dari pada mencari tahu yang punya akun siapa”


“oklah kalau ketua dah ngasih izin, tapi sebelum itu, kita-kita aja main sama dulu, biar Aku terbiasa sama game ini”


Aku menjadi penyebab Salma mau mencoba game ini, biasanya dia bermain game biasa yang ada di smartphone-nya, namun kali ini ia baru mencoba alat game terbaru. Lalu orang yang menjadi penyebab Aku memainkan game ini ialah Andi. Setelah beberapa kali bermain bersama Salma, ternyata bermain game secara nyata seru juga. Walau sampai saat ini Aku belum pernah bermain bersama Andi karena kesibukannya.

__ADS_1


“Mabar game apa tu?” Andi kembali,


“Game LOH, bukannya akun kau gak bisa masuk Newbie Server?”


“iya sih, berapa orang yang masih di server Newbie?”


“tiga, Aku, Mbak Lulu, dan Mbak Salma”


“butuh berapa level lagi?”


“kalau Aku dikit lagi sih”


“samaa, Aku sama Salma juga dikit lagi”


“kalau gitu, ku tunggu aja di server public.”


sepertinya selama seminggu kedepan, Aku akan fokus bermain game.


“dengan Mbak Lulu?”


“iya Mbak,”


“kalau begitu, ini pesanannya”


Dua orang pelayan membagikan makanan kami. Pesanan kami bervariasi, tidak ada kesamanan dalam makanan kecuali di minuman. Aku memesan Gurame Bakar, Salma memesan Sop Iga Sapi, Pandu memesan Ayam bakar, Ikhsan memesan Sate Ayam, dan Andi Nasi Goreng Seasfood.


Selama makan, terkadang kami saling menukar lauk untuk bisa mencoba rasa masakan lain. Seperti Salma yang mengambil sedikit Ayam Pandu, lalu Ikhsan yang meminta nasi goreng Andi, dan Andi yang meminta sedikit Gurame bakarku. Pada saat itu, kami semua menikmati makan malam.


***


Ditempat lain atau lebih tepatnya disebuah rumah salah satu pemain SMK 4 N Yoyakarta yang menjadi tempat berkumpulnya mereka. besarnya rumah dan memiliki banyak ruangan mungkin menjadi salah satu alasan mereka menjadikan rumah pemain itu untuk berkumpul.


“Siapa Pattimura itu?”


“kemungkinan besar dia anak baru, mengingat tahun lalu tidak ikut”


“iya juga ya, berarti bisa dibilang sekolah Swasta 8 Yogyakarta tahun ini meningkat karena anak kelas 1?”


“bisa jadi, kamu cari tau informasi tentang pemain bermasker itu!!!”


“Siap Mas!!!”


Di waktu yang sama namun tempat yang berbeda, sebuah penginapan sederhana menjadi tempat istirahat bagi seluruh tim  SMK 7 Swasta Solo selama turnamen di Jogja.


“Pattimura sepertinya menjadi kartu As mereka, memang diawal pertandingan dia selalu menggunakan Gadget Medic, namun setelah mendekati akhir pertandingan dia akan menukar dengan Gadget Jumpster”


“berarti kesempatan kita untuk mengalahkannya hanya diawal pertandingan, ketika dia masih menggunakan Gadget Medic Mas?”


“iya itu salah satu kesempatannya, namun dari yang ku lihat Aimnya sangat bagus, jadi cukup susah jika kalian berhadapan secara langsung, apalagi jika 1 vs 1”


“baiklah, sepertinya besok kami bisa mengalahkannya”


“ya, memang sih saat ini kita peringkat 2. Namun kalau kita ingin naik keperingat Satu, mengalahkannya menjadi suatu keharusan”


Dipenginapan lainnya, Sekolah SMA 3 N Magelang mengadakan diskusi dadakan oleh intruksi pelatih mereka.


“bawa tenang, permainan kalian hari ini sudah bagus. Walau sebenarnya saya masih kesal dengan pemain bermasker ituu”

__ADS_1


“sepertinya Mas dari kita-kita tidak menyangka pemain bermasker memiliki kemampuan setinggi itu”


“iyaa, apalagi pas pertandingan terakhir. Aku aja baru tau ada cara seperti itu…”


“gak apa, setidaknya saat ini kalian bisa tahu cara menghindari Gadget Scout jika berada didepannya. Jadi bisa kalian tiru caranya”


Ketiga sekolah yang menjadi saingan berat bagi sekolah SMA 8 S Yogyakarta Menyusun strategi untuk pertandingan besok. Semua sekolah berharap menjadi perwakilan Jawa Tengah ketika turnament Final nanti.


***


POV ACHA


Nikmatnya makanan membuat kami fokus makan tanpa ada berbicara mengenai apapun, atau mungkin efek lapar?. Semua makanan utama telah habis, kini tersisa minuman yang sama untuk ketiga lelaki yaitu es teh. Minumanku Milkshake sedangkan Salma Red Velvet.


“untuk besok gimana Ndi?”


“ya tinggal main aja sih Mas, gak perlu strategi khusus lagi. Tadipun permainan kita sudah sangat bagus, melampaui perkiraanku”


“makasih Ndi!!!” Pandu dan Ikhsan membalas secara bergantian,


“ini, omong-omong Mbak Salma amankan?”


“Aman kok Ndi, dia teman dekatku. Aku percaya sama Dia”


“huff…kalau Mbak Lulu dah bilang gitu, setuju aja Aku”


Sepertinya Aku tidak perlu menjelaskan secara detail kepada Andi tentang Salma.


“ada satu hal yang membuatku bingung Ndi”


“apa itu mbak?”


“dipertandingan terakhir tadi, kok kalian yang terpindai cuman 1 orang saja? Padahalkan kalian semua masih hidup tu”


Pertanyaan Salma membuatku teringat kejadian itu. Sebenarnya Aku lupa mau nanya, tapi syukurlah Salma mengingatnya.


“karena 2 yang lain sedang melompat terlalu tinggi sehingga tidak mengenai area pindai musuh”


“…”


“area pindai itukan seperti persegi yang akan maju lurus kedepan sejauh 15 meter, kira-kira segitu. Namanya persegi pasti memiliki panjang sisi yang sama. Anggap ukuran persegi tersebut sekitar 10 meter, lalu 2 orang yang tidak terpindai berhasil melompat dengan Gagdet Jumspter setinggi 15 meter. Sehingga melewati persegi pemindai”


“hoo begitu… tau dari mana cara itu?”


“gak sengaja aja dulu nemu ketika kami lagi latihan…”


“dah lah, ayo kita pulang untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran….”


Ajakanku membubarkan perkumpulan malam itu, kami semua berpencar menjadi 3 bagian, Andi dan Ikhsan menuju rumah Andi, Aku dan Salma menuju rumahku, dan Pandu sendiri menuju rumahnya. Aku berharap malam ini mereka bertiga bisa istirahat dengan tenang dan bermain secara maksimal untuk besok.


Setibanya dirumah, Aku dan Salma segera membersihkan diri. Ketika segala macam urusan kencantikan Wanita selesai, akhirnya kami bisa fokus rebahan.


“Sudah berapa lama suka sama Andi Cha?”


Pertanyaan Salma sepertinya akan menjadi sebab mala mini kami akan tidur larut.


(Bersambung…)

__ADS_1


__ADS_2