Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 17 - Mabar FPS 2


__ADS_3

POV Ikhsan.


[Tersisa 6 Squad]


“Gadget Scout ada tadi kan?”


Sebuah keputusan yang telah dipilih Andi yang akan mengubah gaya bermain kami dari Safe menjadi full Attacker. Fungsi Gadget Scout ialah memindai dengan cakupan tertentu, semua pemain yang berada didalamnya akan terpindai selama 3 detik.


“ini ndi”


Segera Andi mengganti Gadget.


“kita akan menuju arah 180 gedung lantai 2, dengan Gadget sekarang makin mudahlah ratain musuh disana”


“ok,seperti biasakan?”


“yup”


Jarak ke gedung tersebut kira-kira 150 meter, sesuai info Andi ada dua squad yang sedang menuju ke sini. Arah kiri sudah dekat sedangkan arah kanan masih jauh, sehingga pilihan terbaik kami ialah memutar dari arah kanan.


Masing-masing dari kami melempar Smoke untuk menghilangkan jarak pandang musuh. Segera kami lari sambil bersembunyi di antara tempat kecil berharap musuh dari arah kanan tidak melihat pelarian kami.


Pelarian berhasil, ketika mendekati gedung lantai 2 ku bisa mendengar suara tembakan perang dari tempat yang kami tinggali.


Baanggg….


Sebuah tembakan dengan gema yang mengintimidasi.


“Lock-On tu ndi, dari gedung yang mau kita incar ni”


“yaa, pengen ku ambil”


“lantai dua biar ku habisi”


“ok ku satu”.


Bersama kami melempar Smoke. Dengan adanya Smoke jarak pandang musuh dan kami akan terbatas, Suara langkah kaki menjadi petunjuk penting untuk mengetahui lokasi musuh.


Dengan Gadget Jumper, ku bisa dengan mudah naik ke lantai 2. Jumper merupakan alat Grapple untuk memudahkan memanjat tempat tinggi. Kebanyakan pemain menggunakan Jumper layaknya Spiderman yang berpindah antar gedung.


Set!...Swooshh…


Tepat setalah ku berayun keatas, Andi menggunakan Gadget Scoutnya. Sebuah cahaya merah memindah seluruh gedung.


Set!...Cling….


[4 musuh terdeteksi]


2 musuh berada dilantai yang sama denganku, mereka tidak dapat melihatku karena asap ini.


Dor…dor…dor…Crack…Dor…dor…dor…


(ah….dikit lagi knock tu)


Sebuah Gadget melayang didalam gedung.


Cling…


[Anda telah terpindai]


(Tracker yaa..)


Gagdet Tracker, kegunaannya hampir sama dengan Scout tapi yang menjadi pembeda ialah Tracker layak Drone yang memindai dari atas. Cakupan area yang terpindai lebih kecil namun terus aktif, bisa dikendalikan atau didiamkan. Kelemahan utamanya ialah bisa dihancurkan.


(jadi satu dari mereka Tracker, yang hampir Knock Defender.)


Asap diruanganku mulai hilang. Tidak ada musuh. Sepertinya mereka bersiaga di ruangan lain. Kembali menggunakan Smoke agar mereka bingung.


Gedung bentuk ini hampir memiliki jendela disetiap sisinya. Asap telah memenuhi ruangan. Keluar melewati jendela


Set!...Swooshh…


Berayun memasuki ruangan lain melalui jendela yang ada. Drone melayang mengikutiku. Terlihat pemain yang menggunakan Tracker terlindungi oleh Shield Defender.


Dor…dor…dor…Crack… Dor…Knock


Baanggg….Crack…


Tembakan dari Lock-On membuat Shield dan darahku berkurang. Terpaksa ku keluar melalui Jendela, untuk mengisi kembali Shield. Tersisa 1 musuh pengguna Tracker.


Dor…dor…dor…Crack… Dor…dor…dor…Knock


Suara perang dari lantai bawah. Andi juga berhasil menumbangkan 1 musuh.


“bisa kan ndi?”


“bisa aman”


Set!...Swooshh… kembali ke ruangan awal untuk menghindari bidikan senjata Lock-on.


Ku melihat pemain tadi sedang melakukan Revive pemain yang berhasil kutumbangkan.


dor…Crack…Dor…dor…dor…Knock.

__ADS_1


(dapat free hitku…)


“udah clear?”


“aman. Kayaknya Lock-On diatas tu san”


“hoo, ya ini dia diatas.”


Lock-On sebuah Sniper paling kuat dalam mode Battle Royale. Senjata ini hanya bisa didapatkan dari Special Package yang akan jatuh secara Random selama pertandingan. Lock-On merupakan 1 dari 3 senjata special lainnya. 2 lainnya ialah senjata Shotgun Destra dan Pistol iBot.


[tersisa 4 Squad]


1 squad adalah kami, 2 squad sedang beradu tembak di gedung awal dan 1 squad lagi tidak diketahui lokasinya. Melihat 2 squad yang berperang membuat kami tanpa pikir panjang menuju ke arah mereka.


“siap san?”


“amaan”


Set!...Cling…


[7 musuh terpindai]


4 musuh berada tepat didepan kami, salah satu dari mereka maju menyerang 3 musuh yang menembakinya. Membiarkannya musuh tersebut maju, aku dan Andi fokus menyerang sisa anggotanya yang masih dibelakang.


Dor…dor…dor…Knock.


Dor…dor…dor…Knock.


Baanggg….Knock.


2 musuh berhasil ku knock, 1 musuh Andi.


“4 musuh lagi tu disana san”


“ok, ayo kita kelarin”


Set!...Cling…


[4 musuh terdeteksi]


Tampaknya 1 pemain berhasil knock dari squad yang diserang. 1 pemain masih berusaha berperang melawan 2 musuhnya.


Baanggg….Knock…Knock…Knock.


“ha.??! 3 dalam 1 tembakan”


“hmm, aku  aja gk nyangka dapat 3. Saat midik cuman kuperkirakan 2 musuh”


Dalam 1 tembakan tadi, Andi berhasiil menumbangkan 3 musuh sekaligus. Ketiga musuh tersebut berada di garis lurus peluru sehingga mengenai ketiganya.


Beberapa saat setelah kami mengalahkan squad tadi, squad terakhir tiba. Panik akan tembakan mereka, ku melempar asap untuk menutup pandangan mereka.


“akhirnya Last Squad, tapi belum tahu jumlah mereka”


“tunggu dekat aja san, full asap”


“hoo gitu, ok”


Bagi para pengguna sniper, asap merupakan kelemahan mereka karena tidak bisa melihat atau mengetahui posisi musuh. Tapi bagi Andi itu bukanlah menjadi suatu masalah.


[Anda terpindai]


“waah…sepertinya mereka akan menyerang ni ndi”


“gk apa, baguslah. Malas ku kesana”


Mengetahui jumlah kami hanya berdua, membuat mereka semakin yakin jika mereka akan menang. Kebanyakan pemain pasti berpikir seperti itu, menang jumlah adalah salah satu cara memenangkan perang. Tidak salah berpikiran seperti itu, namun ketika masih kalah walau sudah menang jumlah akan membuat mental pemain semakin turun.


Mereka sudah memasuki kumpulan asap kami.


Set!...Cling…


[4 musuh terdeteksi]


Posisi musuh diketahui.


Set!...Swooshh…


Segera ku berayun ke musuh terjauh. Alasannya sederhana, paling belakang biasanya yang memiliki Gadget Medic, pengguna yang harus dikalahkan ketika bertemu musuh yang memiliki jumlah lebih banyak.


Dor…dor…dor…Crack…Dor…dor…dor…Knock.


Dor…dor…dor…Dead.


Medic hilang.


“ku otw bantu ndi”


“ok, tapi ada yang aneh ni. Dari tadi kok mereka gak ada disekitarku.”


Kecurigaan Andi benar. Tepat setelah kembali ke asap, ku terpindai dan disambut oleh 3


musuh tersisa. Sepertinya setelah tahu ku menghabisi medicnya, mereka memutuskan menunggu dan menghabisiku.

__ADS_1


Dor…dor…dor…Crack… Dor…dor…dor…Knock.


Dor…dor…dor…Dead.


“aah….maaf Ndi langsung di End”


“santuy, gak apa. Mau sehebat apapun orang kalau ditembak bersamaan apalagi 3 orang mah kalah juga. Tadi juga diluar prediksi kita”


“iya sih, oiya mereka 1 Defender, 1 Jumper dan 1 Scout”


“ok, makasih infonya.”


Setelah pemain dikalahkan, pemain tersebut akan melihat anggota squad yang tersisa. Menunggu hingga dia dihidupkan kembali melalui Halte Respawn. Sebuah tempat untuk mengembalikan anggota squad yang sudah menjadi Deadbox dengan syarat sudah mengambil Seed dari Deadbox tim.


Andi menggunakan 2 smoke granat untuk menutupinya.


[Anda Terpindai]


Set!...Cling…


[3 musuh terpindai]


Sama-sama ingin mengetahui lokasi musuh.


Jumper terpindai tepat ketika berayun ke arah Andi, Defender tetap ditempat didekat Shield yang telah ia bangun, sedangkan Scout berusaha mendekati Andi dengan lari.


Posisi Scout musuh lebih mudah ditembak dari pada 2 musuh lainnya, kemampuan Gadgetnya juga harus dimusnahkan agar posisi Andi tidak diketahui.


Membidik…Baanggg….Knock.


1 musuh langsung tumbang.


1 tembakan Lock-On bisa langsung menumbangkan musuh dengan syarat harus mengenai kepala musuh, jika meleset atau mengenai selain kepala, maka akan menghancurkan Shield dan menyisakan Health 40. Tembakan Andi tadi jelas mengenai kepala musuh.


2 musuh tersisa.


Gadget Defender memiliki Shield yang bisa Block semua tembakan, namun kelemahan Shieldnya ialah ledakan dari Bom Granat. Memanfaatkan kelemahan tersebut, Andi melemparkan Bom Granat.


Duaarrrr…Shield hancur.


Tidak menggunakan Lock-On, Andi mendekatinya dengan senjata T20. Defender bisa memasang hingga 3 Shield sekaligus, setiap Shield yang hancur menunggu Cooldown hingga 60 detik untuk menggunakannya kembali. Musuh hanya memasang 1, sehingga ia bisa lagi memasang 2 Shield. Jika Andi menggunakan Lock-On disaat Shield sudah terpasang, tembakan Lock-On akan sia-sia. Maka dari itu ia menggunakan T20.


Dengan cepat Andi mengejar Defender musuh, setiap ia memasang Shield bom juga dilemparkan hingga semua Shield habis.


Dor…dor…dor…Crack… Dor…dor…dor…Knock.


Dor…dor…dor…Dead.


Aku hanya diam menyaksikan kemampuan Andi, tidak ingin berkata karena tidak ingin menganggu konsentrasinya.


[Anda terpindai]


“hadeh…dah di revive Scoutnya”


Jarak Andi dengan 2 musuh sekitar 50 meter.


Membidik…Baanggg….Knock.


(makin hebat aja skill Andi)


Set!...Swooshh…


Satu musuh tersisa berayun mendekati Andi, mengetahui Lock-On merupakan tipe Sniper, musuh mendekat dengan harapan Sniper menjadi tidak berguna digunakan dari jarak dekat. Namun harapan tersebut sia-sia.


Baanggg….Crack…


Armor musuh telah hancur, tersisa Health 40 jika sebelum hancur shieldnya dan Health masih utuh. Andi mengganti Lock-On dengan senjata jarak dekat yaitu Tinju.


Pow!...


Tiap pukulan yang masuk memberikan 30 Damage, jika darah musuh full 100 maka dibutuhkan 4 kali pukulan untuk membuatnya Knock. Jika menyerang ketika melompat karakter akan memberikan sebuah tendangan. Tidak ada perbedaan damage antara memukul dengan menendang.


Musuh masih berdiri, dengan panik ia mencoba menghindar sambil mencoba menembakkan senjata.


Dor…dor…dor…


Panik membuat banyak tembakan meleset, Shield Andi hanya berkurang sedikit. Berlari, Slide lompat dan diakhiri dengan tendangan.


Pow!...


[kamu adalah Survivor terakhir]


[kamu adalah pemenangnya]


“tidur lagi!!! Main teruss”


“iyaa mbaak, ini mau udahan”


Terdengar perintah kakak Andi di Dischat.


Kemenangan tadi dan perintah kakak Andi mengakhiri mabar kami malam ini. Mematikan komputer,


melakukan rutinitas dan tidur.

__ADS_1


(bersambung…)


__ADS_2