Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 65 - Orang Penting


__ADS_3

POV Acha


“Baiklah, sepertinya pertemuan kali ini telah selesai, sampai jumpa dalam pertemuan selanjutnya…” Moderator menutup rapat.


(akhirnyaa selesaaii…)


Pertemuan yang diadakan dari pagi hingga sore ini sangat melelahkan. Pembahasan utama kami sebagai Osis disekolah masing - masing ialah bagaimana caranya membuat para siswa – siswi tertarik dan antusias mengikuti berbagai agenda yang Osis adakan.


Berbagai halangan selalu ditemui oleh tiap – tiap Osis disekolahnya. Mulai dari guru yang tidak suka, dana yang kurang, dan tentu murid yang tidak berminat. Halangan – halangan itulah yang coba kami tuntaskan dengan berdiskusi bersama.


“Baiklah, karena urusan kita telah selesai, silahkan pulang dan hati-hati ya…”


“Siaaapp… Mas ketos..”


Karena Ketua Osis sudah memberikan perintah, Aku segera pergi menuju tempat Andi.


(Akhirnyaa bisa sama Andi lagi…)


Dengan jalan cepat, cukup beberapa menit saja Aku sudah menemuinya.


“Haaii… Andi”


“Haii… gimana Pertemuan Osisnya?”


Disamping sekolah, ada taman yang saat ini ramai digunakan orang-orang untuk bermain. Adanya pedagang makanan ringan mungkin menjadi sebab utama taman tersebut ramai.


Kami berjalan mengeliling taman sambil membahas apa yang kami lakukan seharian.


Aneh…


Walau ramai dan dipenuhi oleh suara orang-orang sekitar, namun Aku merasa tidak terganggu dan nyaman. Aku ingin merasakan ini selama mungkin.


Langkah kami terhenti didepan Mas penjual bakso bakar.


“beli 8 sama 7 Mas… tahu sama Bakso keduanya”


“Oke siap…”


“yang 7 manis aja ya Mas, soalnya gak tahan pedas…”


“oke siap…”


Kami duduk menunggu.


“mauu kan Bakso?”


“yaa mau lah, dah dibelikan dan pedas juga. Nanti Andi beli tapi gak kemakan, kan rugi…”


“naah.. benar itu…”


Kami melanjutkan cerita aktivitas hari ini.


Sepertinya latih tanding yang dilakukan oleh ekskul game membuahkan hasil yang memuaskan. Dengan latih tanding, semua anggota bisa merasakan ketegangan melawan tim kuat dari sekolah lain.


Agenda ini diusulkan oleh Pandu untuk menyiapkan mental divisi Moba pada seleksi yang akan datang.


Hal yang membuatku terkejut dibagian Andi masuk keruangan latihan divisi FPS, bahkan bermain bersama.

__ADS_1


“tapi amankan? Maksudku mereka gak tahu kan kalau Andi itu… ya itu…”


“untuk saat ini aman… dikarenakan perbedaan pengaturan mouse dan keyboard, membuat permainanku kacau.”


“syukurlah kalau gitu…”


“tapi ya, kalau di suruh main 2 kali lagi. Akan terbiasa dan mungkin mereka akan tahu…”


“kalau begitu bisa gawat dong…”


“tenang Chaa… aman kok, cukup 3 kali main tadi, habis tu ya nunggu Acha di tempat tadi”


Inilah salah satu kemampuan yang kupahami dimiliki Andi, kemampuan Adaptasinya terbilang luar biasa bagiku. Aku tahu karena ketika Aku membandingkan Adikku, dia membutuhkan waktu yang lebih lama.


“Mas… udah siap pesanannya”


Kami beranjak dan mendekati Mas penjualnya.


“yang pedas untuk Masnya, sedangkan yang manis untuk Mbaknya, sesuai sama Mbaknya sama-sama Manis”


“bagian Mbaknya manis Mas benar, tapi bagian Bakso manis untuk Dia, Mas salah… karena Saya yang gak tahan pedas”


“…” Aku terdiam,


“ehh… salah saya toh…”


“gak apa Mas, makasih ya Mas…”


“Sama-sama…”


“Coba minta yang pedas satu, mau coba sepedas apa…”


“nanti kayak dulu lagi, keringatan kayak orang olahraga…”


“ya makanya coba satu aja, satu buah bukan satu tusukan…”


Aku seketika teringat salah satu adegan drakor yang ingin kurasan, namun kecil kemungkinan Andi akan melakukannya. Jadi terpaksa harus Aku yang mulai duluan.


“kalau gitu aaaa…” Aku menawarkan suapan Bakso bakar pedas kepadanya,


“aaa….nyamm…nyam…”


Andi segera membalas dengan memberikan Bakso bakar manisnya walau masih mengunyah Bakso yang kuberikan tadi.


““aaa….nyamm…nyam…”


Ini ya rasanya, Sangat nikmat…


“Kalian semakin dekat ya…”


Suara yang dikenal membuatku terdiam.


“eh… Mas kenapa masih disini? Kirain sudah pulang…”


“sama kayak Lulu, Mas juga bingung kenapa Lulu disini…”


“siapa Dia..?”

__ADS_1


“siapa Dia Mbak…?” Andi seketika mengubah panggilanku didepan orang lain,


“seriusan gak tahu?? Dia orang penting disekolah…!!!”


“yaa ngapain juga Aku harus tau, kalau orang tersebut gak ada ngaruhnya pada diriku…”


“haha… benar itu, kita gak perlu tahu orang lain yang menurut kita tidak dianggap penting disekitar kita… Baiklah, biar di ingat, Aku akan memperkenalkan diri, Namaku Raffi Ardian, Ketua Osis saat ini…”


“hooo… Ketua Osis ya, Saya Andi kelas X Ipa D. kenalan Mbak Lulu”


“tenang, Aku sudah kenal beberapa hal tentang dirimu Andi. Dan beberapa hal tersebut membuatku tertarik”.


“begitu ya, lalu ada urusan apa Orang terpenting disekolah menemui kami?”


“hmm… coba ku ingat dulu, untuk bertemu sudah, untuk kasih selamat kayaknya di akhir saja, oiya, untuk memberi peringatan…”


(eeh… apa itu?)


“kalau begitu, Aku siap mendengarkan…”


“hati-hati ketika naik kelas 2 nanti ya, mungkin selama kelas satu masih aman karena Aku masih disekolah. Tapi ketika naik kelas 2, yang berarti Aku sudah tamat. Harap berhati-hati karena Dia tidak akan segan-segan…”


“Dia…?” kataku pelan,


“begitu ya… kalau begitu maaf kalau sebelumnya belum kenal Mas dan terimakasih atas peringatan serta perlindungan selama ini…”


“naah… ini salah satu hal yang membuatku tertarik, pemahaman yang kamu miliki tidak sesuai dengan kelasmu saat ini. Tapi gak apa, kalau gitu pamit dulu. Oiya, selamat atas kemenangan sebelumnya, dan semoga nanti di Jakarta bisa mendapatkan Juara satu ya…”


(Kok bisa Mas Raffi tau!!!)


Mas Raffi pergi.


Suatu hal yang membingungkan terjadi, sejauh mana Dia tahu tentang Andi? Atau sejak kapan Dia tahu? Dan dari mana Dia bisa tahu?


“yuk, kita balik juga…”


Namun tampaknya hal tersebut tidak terlalu dipikirin Andi. Aku teringat dengan kata-kata Andi dulu ketika masih kecil, yang terjadi biarlah terjadi, saat ini kita harus menyiapkan kemungkinan apa yang akan terjadi dikemudian hari.


Tampaknya Aku harus untuk apa yang akan terjadi.


**


Sebulan kemudian telah berlalu, ada salah satu agenda tahunan yang harus dilakukan secepat mungkin dikarenakan menyangkut sistem kerja siswa siswi yaitu pemilihan Ketua Osis yang baru.


Ketua Osis memiliki masa jabatan selama setahun, ketika naik kelas tiga masa jabatan mereka akan selesai dan kelas tiga juga dilarang untuk mendaftar Osis untuk fokus bersiap ujian masuk universitas. Kelulusan mereka yang diadakan dua bulan sebelum ujian semester 2 juga menjadi sebab mereka dilarang mendaftar Osis, karena setelah itu kelas 3 sudah dianggap bukan murid sekolah ini.


(Tunggu… apakah mungkin pertemuan Mas Raffi dengan Andi bulan lalu merupakan perpisahan darinya??)


Untuk saat ini, Aku akan kembali mendaftar menjadi Anggota Osis. Mungkin pada tahun ini Aku akan diangkat menjadi anggota Inti, mengingat pengalaman dari kelas satu dan sudah memiliki rekomendasi dari Ketua Osis Mas Raffi.


Ketika sampai didekat ruangan Osis, ada terpampang foto dan nama-nama Calon Ketua Osis yang baru.


(tunggu, kenapa Dia mendaftar…???)


Rasa kagetku muncul ketika melihat foto dan nama yang kukenal.


(Bersambung…)

__ADS_1


__ADS_2