
Jumat malam.
Akhirnya aku dan Ikhsan main bersama game online. Nama gamenya ialah TEM, sebuah game dengan genre Fast First Person Shooter atau biasa disingkat FFPS menjadi game favorit kami bermain. Genre Battle Royale yaitu sebuah mode dengan tujuan terakhir bertahan dari banyaknya pemain. Pemain bebas menembak musuh atau bersembunyi, yang penting pemenang terakhir ialah pemain yang bertahan paling akhir.
“kau main pake Device apa?” tanya Ikhsan melalui Dischat.
Dischat, sebuah aplikasi yang sering digunakan para pemain game online ketika bermain bersama teman. Fungsinya seperti call tanpa ada batas orang yang bergabung. Mudah digunakan, ringan, stabil, dan gratis menjadi alasan utama aplikasi tersebut menjadi salah satu aplikasi favorit gamer.
“pake laptop, jarang kepake laptopnya karena ku lebih sering main di komputer”.
“haha okok, mau Classic atau Rank?”
Classic merupakan mode bermain biasa, biasanya pemain akan bertanding dengan pemain yang setara dengan statistik bermain, namun terkadang dalam match bisa mendapatkan pemain baru atau pemain lama seperti kami. Tidak ada keadilan pasti dalam mode tersebut.
Kalau Rank, sebuah mode peringkat untuk meningkatkan status kita didalam game. Semakin tinggi peringkat maka semakin susah dan semakin lama untuk naik. Bisa dibilang jika makin tinggi peringkat kami sebutan Pro sudah bisa dimiliki. Setiap berhasil Assist atau mengalahkan musuh, lalu masuk kedalam peringkat tertentu akan mendapatkan sejumlah poin. Mengumpulkan point tersebut hingga jumlahnya mencukupi peringkat tertinggi. Namun jika kita kalah di awal match, point yang sudah dikumpulkan akan berkurang sebesar peringkat saat ini. Semakin tinggi peringkat pengurangannya semakin tinggi juga. Sebab itulah yang menjadi alasan pemain peringkat tinggi untuk bermain aman bersembunyi hingga jumlah pemain berkurang, lalu sebab itulah yang membuatku malas bermain Rank.
“kau mau pake Shooter apa ndi?”
Shooter merupatakan sebutan karakter di game TEM. Setiap Shooter dibagi 4 tingkatan: Normal, Rare, Unique dan terakhir Legends. Perbedaan utama setiap tingkatannya ialah semakin tinggi tingkatannya maka karakternya akan tidak seperti manusia atau berbeda dari manusia pada umumnya. Pada tingkatan normal berbentuk manusia biasa, namun jika Legends bisa seperti Cyborg, atau manusia binatang, atau bocil sangar. Cara mendapatkan tingkatan Legends juga cukup susah, ada yang menyelesaikan pencapaian, ada yang beli dengan waktu sangat singkat, dan kalau Developer gamenya sedang baik akan diberikan jika menyelesaikan suatu Event.
“hmm…Leona ajalah. Bosan Little Beast. Kalau kau san?”
“kalau kau Leona ku pake Arthur aja. Biar sama-sama Unique. Gadget kau seperti biasa?”
“ya seperti biasa, nanti kalau ketemu Jumper digame nanti ku ubah”
“ok sip.”
Gadget merupakan sebuah alat yang memiliki kemampuan untuk membantu memenangkan game. Pada awal game TEM rilis, tersedia 5 Gadget: Defender, Tracker, Scout, Medic, dan Jumper. Namun saat ini telah bertambah 3 Gadget yaitu Trickster, Gravity dan Trapper. Lalu menurut info Leak atau orang yang suka mencari info berdasarkan data game terbaru, bulan depan akan dirilis Gadget baru yaitu Disguse.
Ketika main bersama Ikhsan, Gadget yang sering kugunakan ialah Medic. Memiliki kemampuan untuk memberikan Heal kedalam tim dan jika salah satu anggota tim Knock (selain pengguna Gadget Medic), maka bisa Revive(proses bermain kembali) dengan cepat menggunakan Gadget tersebut. Alasan utama ku menggunakan Gadget ini ialah agar mudah memberikan bantuan ke Ikhsan yang sering Over melakukan serangan.
[Match Found]
Permainan dimulai.
Dalam satu Match terdapat 30 Tim yang beranggotakan maksimal 4 orang. Aku dan Ikhsan memilih hanya berdua, alasannya hampir setiap match 2 orang Random memiliki kemampuan yang jauh berbeda dengan kami. Kami berdua memilih menjadi pemain yang mencari musuh atau disebut Rusher dari pada Camper atau bersembunyi hingga akhir dari musuh.
[Squad Eliminated]
“haha…hadeh kalah kita. Ya masih diawal, pemanasan dulu”
“iya sih Ndi, kalau fps jarang main agak butuh beberapa match biar panas”
Beberapa match selanjutnya, kami bermain cukup bagus. Namun situasi yang tidak tepat membuat kami sering dihabisi oleh Third Squad atau squad ketiga yang menyerang dua buah squad yang sedang berperang. Tidak salah sih menjadi Third Squad, cuman rasa kesal diganggu Third Squad cukup besar jika kita kalah. Namun jika
kita menang lagi melawan Third Squad Feel yang akan kita rasakan sangat Puas.
[Match Found]
“gimana dah panas san?”
“sepertinya udah”.
[Match Start]
“mau turun dimana?”
“Camp aja”
Pada dasarnya, map dalam match terbagi atas 5 wilayah yaitu, Desert disebelah bawah map, City dikiri, Swamp diatas, Forest dikanan dan terakhir Lake berada ditengah map. arah pesawat dari bawah menuju atas, sehingga Desert menjadi wilayah pertama yang menjadi sasaran para pemain untuk turun. Camp merupakan wilayah kecil didekat Desert, sedikit senjata yang bisa diambil namun cukup untuk mengalahkan musuh.
“ok aman senjata san?”
“aman, lanjut gabung war di Desert”
Suara tembakan menjadi panggilan bagi kami untuk bergabung. Desert merupakan sebuah kota mati akibat diterjang badai pasir selama 1 tahun, warganya terkubur bersama badai pasir tersebut.
Dor…dor…dor…
“ok satu tumbang, belakang kau San, ada yang bokong’’
__ADS_1
Dor…dor…dor…
Suara tembakan mendomasi wilayah ini.
“ku ngejar yang lari…”
“ok san, sisanya bisa ku kelarin”
3 orang tersisa, 1 orang beda Squad sehingga sedikit memudahkan dari pada 3 orang berada di Squad yang sama.
2 orang berada ditengah antara aku dan 1 orang lain. Sepertinya kami memiliki tujuan yang sama yaitu mengalahkan 2 orang tersebut.
Dor…dor…dor…Crack.
(ok Shieldnya pecah)
Mendekati mereka, Dor…dor…dor… (tinggal satu lagi)
Dor…dor…dor…crack. Dor…dor…dor…
(sip rata. 1 orang lagi)
Melihat diriku yang bisa menghabisi 2 orang dengan mudahnya, dia mencoba kabur. Sangat disayangkan baginya, senjata yang kugunakan merupakan tipe Mid-Range atau jarak menengah. Sehingga jaraknya menjadi sangat pas untuk senjataku.
Dor…dor…dor…Crack… Dor…dor…dor…
“eh kok Asissts” kataku bingung, namun segera sadar kalau Ikhsan menyampahi targetku.
“haha…maaf-maaf”
“hadeh…”
Langkah selanjutnya ialah mengambil item dari musuh yang baru saja kami kalahkan.
“kalau ada Magnum kasih tau san”
“ok,”
“ah akhirnya T20”
“dari tadi belum dapat?”
“ya gitulah, tadi pake Fridaz, gk biasa aj karena Fire Speednya lambat.”
“ya wajarlah, kalau Assault cepat tembakannya. gak guna tipe SMG… ni Magnum Ndi”
“ok”
2 senjata yang kugunakan ialah T20 bertipe SMG dan Magnum bertipe Sniper. Bagi ku dan Ikhsan, menggunakan T20 seperti kewajiban, Fire Speed yang tinggi merupakan alasan utama kami menggunakan T20. Untuk senjata kedua, lagi ada misi harian menggunakan Sniper. Maka dari itu ku menggunakan Magnum.
Pada dasarnya ada 6 tipe senjata yang bisa ditemukan dalam Match. Pertama SMG(Sub Machine Gun), senjata bertipe jarak dekat, memiliki kecepatan menembak yang sangat cepat namun Damage yang diberikan tidak besar. Kedua Assault, Senjata bertipe jarak menengah, kecepatan dan Damage sedang. Ketiga Sniper, senjata jarak jauh, kecepatan lambat namun Damage besar. Keempat Shotgun bertipe jarak dekat, kecepatan lambat namun Damage besar. Kelima LMG, senjata jarak sedang, kecepatan sedang, damage kecil, kelebihan utamanya memiliki jumlah peluru yang banyak dalam sekali isi peluru. Keenam atau terakhir Pistol, senjata yang bisa digunakan untuk jarak dekat atau jauh. Tergantung dari ketepatan pemain, karena susah menggunakannya jarang pemain yang menggunakan tipe senjata Pistol.
“mau kemana lagi?”
“tunggu san, cek map dulu.”
Membuka Map untuk melihat zona aman selanjutnya. Setiap beberapa menit, zona aman akan semakin mengecil. Hal itu dilakukan agar mempercepat proses Battle Royale dengan memaksa seluruh pemain ke zona aman. Kemudian kecilnya zona akan memperbesar kemungkinan para pemain saling berhadapan, sehingga perang antar tim tidak dapat dihindari.
“ayo ke Gate. Dari situ, kalau City sunyi kita ke cek ke Lake”
“ok”
Berlari menuju arah tujuan. Tips mempercepat Movement ialah memanfaatkan Run+Slide+Jump. Mengulangi ketiga hal tersebut lebih cepat dari pada hanya Run. Tips itu juga yang sering kami lakukan untuk lari atau mengejar musuh.
Tiba di Gate. Dari sini, kami bisa mendengar suara perang dari arah City dan Lake. Perang di City lebih banyak orang dari pada Lake yang mungkin antara 3 Squad. Mengetahui City lebih banyak pemain, kami memutuskan pergi ke arahnya. Alasannya sederhana, lebih banyak musuh, lebih banyak yang bisa dikalahkan, dan kalau
menang akan lebih puas.
Dari 25 Squad, kini tersisa 12 Squad termasuk kami.
City merupakan sebuah kota dengan banyaknya dipenuhi gedung pencakar langit. Menurut ceritanya, kemajuan Teknologi dikota ini membuat kota tersebut mati. Mengabaikan keseimbangan alam. Mereka sadar jika perbuatannya salah, namun ketamakan mereka lebih besar dari pada rasa bersalah membuat kota bahkan seluruh pulau menjadi tidak layak dihuni. Setelah beberapa dekade, pulau ini dijadikan tempat untuk
__ADS_1
orang yang ingin berpartisipasi dalam game bertahan hidup. Itu dari sudut pandang cerita game TEM.
Tiba di City. Dengan menggunakan Magnum ku melihat ada 4 Squad yang saling berperang, sehingga kami menjadi Squad kelima yang akan bergabung dalam perang tersebut.
“maju aj san, ku Cover dari belakang. Tapi Squad yang ini aja.” Ku memberikan tanda ke Squad yang jaraknya paling jauh dari 3 squad lain namun cukup dekat dari posisi kami.
Squad tersebut ketika ku lihat berjumlah 3 orang, posisi mereka yang jauh dari Squad lain menjadi sebuah keamanan dari gangguan 3 squad yang lain. Squad yang lain bisa menganggu penyerangan kami, tapi dengan jarak yang cukup jauh butuh waktu. Dan ketika mereka tiba, ku dan Ikhsan sudah siap untuk melawan mereka.
“ok ku maju”
Dengan Scope ku bisa melihat dengan jelas Aksi Ikhsan. Pertama ia melempar bom agar membuat 3 orang saling berpencar. 1 musuh menerima damage bom paling besar menjauh dari 2 rekannya. Melihat 1 orang yang kabur, Ikhsan fokus menembak kearahnya selagi menghindari 2 musuh yang menembak kearahnya.
Dor…dor…dor…1 Knock.
Crack.
1 musuh berhasil dikalahkan, namun Shield Ikhsan telah hancur.
“cover Ndi, ku mau pake Red Ball”
Ketika baru turun, setiap pemain akan dibekali Shield level 1 yang memberikan perlindungan setara 25 HP. Level shield bisa meningkat setiap jumlah damage telah mencapai batas tertentu. Shield kami sudah mencapai level 3 yang setara 75 HP. Shield tertinggi level 5 yang setara dengan 125 HP. Selama perang di Camp desert membuat Shield kami meningkat.
Setiap Shield yang telah pecah bisa kita isi kembali menggunakan Ball Energy. Ada 3 Ball energy, pertama Little Ball yang akan mengisi 25 Shield dengan waktu mengisi 3 detik, kedua Ball energy (normal) yang akan mengisi penuh Shield tidak peduli Shield tersebut level 1 atau level 5, Ball Energy akan mengisi penuh dengan waktu mengisi 5 detik, dan terakhir Red Ball yang akan mengisi penuh seluruh Shield dan seluruh HP dengan waktu mengisi 9 detik.
Salah satu musuh mencoba menyerang Ikhsan,
Doorrr…Doorrr…Crack.Doorr… Knock.
“Nice, makasih ndi”
“sama-sama”
Tembakan Sniperku berhasil membuat musuh tersebut knock, tersisa 1 musuh yang menjadi target Ikhsan. Ia mulai menembak dan menghindari tembakannya, melakukan Jump-Wall untuk menghindari tembakan musuh.
Crack.
Doorr…
“eh, hadeh disampah pula”
“gantian saan, tadi kau yang sampahin aku”.
“dah capek-capek ku menghindar dan hancurin, malah disampah”
“haha..”
1 Squad Rata. Ketika menuju lokasi Ikhsan, ku melihat 2 Squad sedang menuju arah Ikhsan dari arah kanan dan kiri.
“cepat looting san, ada 2 Squad ke arah kita. Melihat dari jarak, bentar lagi sampai dari arah 90 dan 270”
“kalau gitu mundur dulu lah ke arah 180, gedung 2 lantai tu”
Ketika ingin kearah 180, ada tembakan dari arah yang sana. Sepertinya gedung yang ingin kami tempati sudah diisi squad lain.
“hadeh, Timingnya selalu gini. Diapit squad lain.”
“haha…., jadi gimana ndi?”
“Gadget Scout ada tadi kan?”
Segera Ikhsan mengecek kembali kotak kematian musuh.
“ini ndi”
“ok, jangan sampai knock kau. Gadget Medic ku lagi”
“sip aman”
Mengganti Gagdet Scout, lalu siap melanjutkan perang.
[squad tersisa 6]
__ADS_1
(bersambung…)