Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 47 - Taktik


__ADS_3

POV ANDI


“Easy kali, seperti lawan bocah yang baru main!!!” kata salah satu pemain SMK 4 N Yogyakarta dengan akun bernama Tiger.


Komentar simpelnya memang benar dan berhasil membuatku serta pemain lainnya emosi. Satu-satunya cara untuk membungkamnya hanya mengalahkan timnya didalam game.


“San, Lock tim Juara!!!”


“Ok, sip…”


2 pertandingan sebelumnya kami selalu kalah dengan hal konyol. Pertandingan pertama kami mati karena Zona mendapatkan peringkat ke 4, sedangkan pertandingan kedua disampahin oleh tim lain yang berada di High Ground mendapatkan peringkat ke 5.


(ok, Aku sudah menandai Skin mereka)


Salah satu peraturan turnamen ialah melarang menggunakan karakter beli karena ada beberapa karakter yang terlalu OverPower. Jadi untuk menyamakan ke seluruh pemain, seluruh pemain saat ini diharuskan menggunakan karakter gratisan atau bawaan.


Satu-satunya cara untuk mengetahui tim musuh hanya melalui skin yang digunakannya. Bisa dibilang skin yang digunakan oleh SMKN 4 Yogyakarta cukup mahal dan langka. Walau belum pernah bertemu seluruh tim, namun Aku cukup yakin bahwa hanya SMKN 4 Yogyakarta yang menggunakan skin tersebut.


Skin dengan pakaian berwarna Hitam dengan corak hewan. Gambar hewan yang berada di Skin sama dengan IGN (In Game Name) mereka. setidaknya Aku tahu alasan IGN mereka itu, yaitu untuk menyamakan dengan skin yang mereka gunakan.


Pertandingan 3 dimulai!!!


Walau cukup susah, Aku memperhatikan setiap tim yang turun dari pesawat demi mencari timnya.


(itu dia!!!)


Kami turun setelah mereka, Aku memilih lokasi yang tidak terlalu dekat dengan mereka agar tidak tahu kalau kami mengincar mereka. sebuah lokasi yang cukup terbuka dan hanya terlindungi oleh beberapa bongkahan batu besar dan Kargo Besi.


Set!...Cling...


[Anda terpindai]


Sebuah pemberitahuan yang membuatku terkejut dan senang. Setelah mengetahui posisi kami, mereka mulai menyerang. Perlahan suara langkah kaki mereka semakin dekat.


“Tahan dikit lagi Mas…”


Gadget yang digunakan oleh Mas Pandu ialah Scout, sebuah Gadget yang memiliki kemampuan untuk memindai area yang berada didepannya dengan jarak tertentu dan mengetahui posisi musuh selama 4 detik setelah dipindai. Alasan Aku menahannya menggunakan Gadget agar kami tahu posisi musuh ketika mereka mendekati kami.


“Sekarang Mas”


Set!...Cling...


[3 musuh terpindai]


Posisi 3 musuh telah diketahui, mereka cukup berjarak dan tertutupi oleh bongkahan batu.

__ADS_1


“Aku paling kanan!!!”


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor..Knock


1 musuh telah tumbang, tembakannya hampir membuatku kalah namun tembakanku lebih banyak masuk ke kepalanya dari pada dia yang banyak masuk ke badan. Pada dasarnya ada 3 lokasi perbedaan Damage yang diberikan, bagian kepala dengan Damage terbesar, bagian leher hingga pinggang dengan damage normal, dan terakhir pinggang kebawah dengan damage terkecil. Setiap senjata memberikan damage yang berbeda, namun satu hal yang pasti apapun senjatanya jika mengenai kepala akan memberikan damage yang tinggi dan cepat membuat musuh tumbang.


Aku segera mengeluarkan Drone Heal yang akan mengembalikan poin darah dan mengisi ulang Shieldku secara bersamaan. Selama proses penyembuhan, Aku memfokuskan pendengaranku serta melihat keadaan sekitar untuk memastikan tidak ada squad lain yang mengganggu.


“Nice San!!!”


Ikhsan berhasil menumbangkan 1 musuh, hanya tersisa 1 musuh lagi yang saat ini sedang dihadapin oleh Mas Pandu.


“otw Mas”


Aku mendekati ke lokasi Mas Pandu berperang, adanya beberapa bongkahan batu membuatku tidak bisa membantunya menembak dari jarak jauh.


Dor..dor..dor..dor..Knock. Mas Pandu tumbang,


Set!...Swooshh...


seketika 1 musuh tersebut berpindah dengan gadget Jumpster. Menjauh untuk


mengisi Shieldnya.


“tolong San…”


“Ok…”


Posisi Ikhsan cukup  tinggi sehingga ia bisa membantuku menembak dari jarak jauh. Namun untuk melakukan itu Aku harus memancing musuh sedikit keluar dari bongkahan batu yang ia jadikan pelindung. Dari posisinya juga ia memberikan bantuan pindaian.


Set!...Cling...


[1 musuh terpindai]


Dari posisi hasil pindai, musuh sepertinya sudah siap akan kedatangannku. Bom Molotov ku lempar agar ia berpindah tempat dan membuatnya tidak siap atas kedatanganku.


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor..Knock


tim musuh berhasil kami kalahkan.


Aku melihat di kanan atas monitor terdapat 3 nama yang berhasil gugur, ketiga nama tersebut memiliki inisial depan 4 KY yang memiliki arti SMKN 4 Yogyakarta.

__ADS_1


Dikarenakan kami sudah berada didalam Zona, kami dengan santai memeriksa semua kotak mati milik musuh. Mencari armor, granat, isi ulang shield, dan kebutuhan lainnya agar meningkatkan kemungkinan kami menang.


Sepinya lokasi sekitar membuat kami tak sadar telah pindah ke beberapa wilayah untuk mengumpulkan persediaan bertahan hidup.


[Zona ke 4 mulai menyusut]


Segera mungkin kami menuju zona aman. Keanehan terjadi, selama menuju zona aman tidak ada yang menembaki kami. Mungkin kami beruntung tidak menemui tim lain hingga sekarang. Suara tembakan dari arah depan mengakhiri keanehan ini.


(Akhirnya ada musuh!!!)


Kami tiba di salah satu wilayah bernama Tower. Sebuah wilayah yang berada di Barat Laut Map ini berbentuk bukit yang dipuncaknya terpadat wilayah yang cukup datar dan luas serta ada beberapa bangunan, termasuk Tower raksasa yang menjadi icon tempat ini.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Hujan tembakan mengenai kami ketika mencoba mendaki bukit. Aku mencoba mencari musuh berdasarkan arah peluru yang mengenaiku dan ku temukan ada 3 tim. 2 tim lainnya berusaha ingin naik keatas bukit sedangkan 1 tim menahan kami yang mencoba naik. Jadi bisa dibilang ada 4 tim yang berusaha bertahan dan hanya 1 tim yang akan bertahan.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


“jadi mau kemana kita Ndi?”


“bentar lagi mas, tahan 5 detik lagi.”


Ada 3 tim yang mencoba naik bukit, sialnya kami berada ditengah antara 1 tim yang tertahan oleh tim diatas bukit dan 1 tim yang berada dibawah kami, beruntungnya banyak bongkahan batu yang melindungi kami.


“Ok, habisin tim yang dibawah”


Alasannya sederhana, tim diatas kami kecil kemungkinan akan ikut campur karena mereka saling bertarung. Kemudian selama 5 detik tadi Aku sudah melihat jauh kebelakang untuk memastikan tidak ada tim lainnya.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Berada di posisi atas membuat kami lebih mudah mengalahkan tim yang berada di posisi bawah.


“Ini Gagdet Jumpster Ndi, ini waktunya selagi ada”


“Ok Mas”


Salah satu taktik kami ialah Aku mengganti Gadget menjadi Jumpster, Aku dan Ikhsan menjadi ujung tombak dan dibantu oleh Mas Pandu dengan memberikan lokasi musuh. Memang kuat ketika menyerang, namun lemah ketika salah satu dari kami tumbang. Oleh karena itu taktik ini hanya digunakan ketika mendekati akhir permainan. Ketika menyerang adalah pertahanan terbaik.


Pada 2 pertandingan sebelumnya taktik ini belum bisa kami gunakan karena tidak menemukan Gagdet Jumspter di Kotak mati musuh. Namun kali ini berbeda.


“Siap??”

__ADS_1


“ok gas”


(Bersambung…!!!)


__ADS_2