Kesetiaan Yang Teruji

Kesetiaan Yang Teruji
Bab 62 Kembali Berpisah


__ADS_3

Hana dan Andri akhirnya sampai di restoran tempat mereka bertemu semula, mereka memesan kembali, karena tadi ia belum sempat menikmati pesanan mereka.


Mereka duduk diantara pengunjung lain, Hana dan Andri duduk bersebrangan, itu sengaja Hana lakukan karena ia belum mengetahui bagaimana Andri saat ini, ia tak mau dekat dengan Andri begitu saja, karena ia belum tahu apakah Andri masih setia padanya atau tidak.


"Kak ... ceritakan semuanya, setelah sekian lama kita tak bertemu." Andri tersenyum, mengangguk.


"Bagaimana kabar Ibu dan Rega?"


"Ibu baik, Rega juga!"


"Apakah kalian pindah ke Jakarta?"


"Ya ... sejak ayah meninggal, Rega meneruskan kuliahnya di sini, aku menyuruh mengajak Ibu sekalian untuk pindah disini."


"Udah lumayan lama, ya ...."


"Kakak sendiri bagaimana, setelah kita tak ada kontak?"


Saat mereka asyik bercerita, Shela dan Defta dengan santainya akan memasuki restoran itu juga, tapi karena Shela segera mengetahui, jika ada Hana dan Andri, Shela segera pula menarik, menahan Defta agar tak jadi masuk.


"Ada apa?"


"Mas Andri dan Hana!"


"Mana?" tanya Defta terkejut.


Shela menunjuk kearah mereka berdua, sehingga akhirnya mereka berada diluar sambil memperhatikan Hana dan Andri. Obrolan mereka pun terdengar dengan jelas oleh Shela dan Defta.


Sementara itu, Hana dan Andri terus saja membicarakan kejadian selama mereka tak bertemu.


"Yang jelas aku sangat menderita, sejak ponselku hancur, Ibu selalu menyemangati aku, sampai akhirnya aku bertemu dengan pak Kades, dan mengatakan kalau kau menikah dengan Mas Defta."


"Aku ...."


"Ya ... dan aku sangat hancur!"


"Aku paham ...."


"Apalagi setelah aku melihatmu di bandara bersama Mas Defta!"


"Apa ... Kakak melihat aku bersama dengan Mas Defta?"


"Ya!"


"Kenapa kau tak memanggil aku?"


"Aku tak kuasa memanggil mu, karena aku semakin bertambah hancur, aku sangat kecewa, karena dengan melihatmu berpelukan dengan Mas Defta, aku tak bisa membantah, jika kalian telah benar benar menikah, tapi ...."


"Tapi kenapa?"

__ADS_1


"Saat aku bertemu dengan Mas Defta lima tahun lalu, ternyata kalian tak pernah menikah, dan ia mengatakan bahwa kau tak pernah mengkhianati aku."


"Terus ...."


"Aku jadi merasa bersalah padamu, aku semakin tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku."


"Kesalahan apa?"


"Sejak aku mengetahui kau bersama Mas Defta, Papa menekankan, agar aku menikah dengan wanita lain, dan aku menurut."


Hana tersentak, ia terhenyak, seketika ia langsung berdiri, sehingga kursi yang didudukinya berbunyi sangat keras, membuat pengunjung di restauran itu menoleh kearah mereka. Tak luput dengan Shela dan Defta.


"Jadi kau ... telah menikah?" Andri mengangguk lemah.


Badan Hana terasa dingin, ia gemetar, ternyata penantiannya untuk kembali bertemu dengan Andri dan akan kembali mengulang mimpi indahnya, serta merajut janji yang sempat terhenti, sia sia saja, Andri telah menjadi milik orang lain.


Hana mengambil tasnya, dan memakainya kemudian siap berlalu. Andri memegang tangannya, Hana berusaha untuk melepaskan nya.


"Kau mau kemana, Han?"


"Aku mau pergi, aku salah ... ternyata aku sudah duduk lama, dengan suami orang, aku bukan pelakor, jadi jangan pergi temui aku lagi, sudah cukup apa yang terjadi antara kita, aku tak akan pernah lagi mengenal dirimu."


"Tunggu Han ... jangan pergi, izinkan aku menjelaskan semua, aku masih mencintaimu."


"Tidak ada lagi yang perlu untuk dijelaskan, aku benci sama kamu."


Air mata Hana tak mampu lagi untuk di bendung, ia kelihatan begitu kecewa dan terpukul.


Untuk kedua kalinya, mereka pergi tanpa membayar pesanan mereka, karena merasa berdua sangat terbawa perasaan yang sama sama hancur, yang tadi hanya sekedar rasa yang ingin bertemu karena kerinduan , sedang kali ini, sudah lain. Hana benar benar sudah merasa dirinya hancur lebur. Tak punya harapan lagi, hatinya sangat sakit, akibat rasa kecewanya, mengetahui bahwa kekasih tercinta yang sudah lama di nantikan, ternyata telah pula mengikat janji suci dengan wanita lain.


Hana berlari keluar, menuju mobilnya, segera masuk dan mengemudikannya tanpa peduli Andri yang memanggil manggil nya.


Shela yang mengetahui Hana yang berlari meninggalkan Andri, seketika berdiri, ia hendak menghentikan Hana, tapi Defta melarang nya.


" Tak usah, biarkan saja."


"Sebegitu nya Mas Andri pada Hana."


"Kau merasa sakit?"


"Sangat sakit, dia padaku, jangan kan mengejar seperti itu, melihat aku saja seperti nya sangat keberatan."


"Sabarlah, pikirkan saja masa depanmu, bukankah kau ingin mengakhiri semuanya?" Shela mengangguk.


Kita kembali pada Hana dan Andri.


Andri dengan segera pula, menuju mobilnya, ia segera mengejar Hana, hingga akhirnya, Hana berhenti disebuah halaman luas, dan Andri pun terus mengikutinya.


Hana turun dengan cepat, ia berlari masuk ke dalam rumah, dengan isak tangis yang terdengar begitu menyayat hati, sambil berurai air mata, ia langsung masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Rega yang duduk di teras, merasa terkejut dengan kehadiran kakaknya, apalagi sampai menangis seperti itu. Belum sempat ia menghilangkan rasa keheranan nya, ia melihat sesosok laki-laki yang menuju kearahnya, sosok yang demikian dikenalnya.


"Mas Andri?"


"Ga, tolong aku, aku ingin bicara pada Hana, aku ingin menjelaskan semuanya." Rega menggeleng.


"Tidak ... aku sudah mengenal kakakku, sesuatu pasti telah terjadi diantara kalian, sehingga ia menangis seperti itu, cukup sudah airmata kakakku terus menerus mengalir karena dirimu, mulai saat ini, aku pastikan, kakakku tidak akan menangis karenamu. Pergilah, aku tak akan mengizinkan kau bertemu dengannya."


"Kumohon ... Ga!"


"Tidak, pergilah!"


"Ga ... aku ingin menjelaskan semua, aku masih mencintainya."


"Apa kau kira waktu tujuh tahun ia menantimu, adalah sebentar saja, ha?" Andri diam tercekat.


"Dia begitu mencintaimu, tapi kau ... kau telah mengkhianati dirinya, kau hancurkan harapannya, kau tak buktikan kalau kau memang cinta padanya, sekarang kau masih mengharapkan kakakku ... tidak, aku tak akan tinggal diam, aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kakakku, sekarang pergi, PERGI!" Rega berteriak, sehingga Andri dengan terpaksa meninggalkan rumah yang ternyata adalah rumah Hana, kekasih hatinya.


Sebenarnya Rega tak tahu apapun, ia hanya mengambil kesimpulan, dengan melihat kakaknya menangis seperti tadi, maka ia berkesimpulan, bahwa Andri telah mengkhianati kakaknya itu. Sehingga ia mengatakan semua itu pada Andri.


Rega segera menyusul kakaknya dikamar, ia mengusap usap lembut punggung kakaknya yang nampak berguncang itu.


"Kak ... ada apa?" Hana menoleh.


Tanpa pikir panjang, ia memeluk adiknya, dan disisinya telah berdiri Ibu nya yang sudah menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya.


"Menangis lah, keluarkan seluruh kesedihan mu, aku dan Ibu disini bersamamu." Ibu Fatmi ingin berbicara, tapi Rega menggeleng, dan Bu Fatmi memahaminya.


Setelah Hana agak tenang, Rega dan Bu Fatmi duduk di sisi kanan dan disisi kiri, sehingga Hana berada diposisi paling tengah.


"Ada apa sayang?"


"Andri ternyata sudah beristri, Bu ...."


"Siapa yang bilang?"


"Dia ...." Ibu Fatmi tersenyum.


"Bersyukurlah!"


"Kenapa Ibu menyuruh aku bersyukur, padahal aku sangat terluka."


"Bersyukur karena kau mengetahui sebelum kau kembali membina hubungan dengannya terlalu jauh lagi, jika dia tidak mengatakan, kau pasti akan disebut sebagai perusak rumah tangga orang lain."


"Ya, itu benar ... Kakak."


Rega lega, ternyata dugaannya benar, ia tak salah telah mengusir Andri tadi, ia merasa tenang, karena ia bisa mencegah Andri yang memaksanya menemui Hana.


🌹🌹🌹Hai ... Pembaca karyaku yang terkasih, terimakasih telah membaca , kalian telah mendukung aku, jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya ....

__ADS_1


Bantu juga untuk membagikan karya ini, agar lebih banyak pembaca nya, agar author semakin semangat melanjutkan cerita kisah cinta ini, oke!🌹🌹🌹


__ADS_2