Kesetiaan Yang Teruji

Kesetiaan Yang Teruji
Bab 9. Hanya Hana


__ADS_3

Hari ini Andri dan kawan-kawannya pergi berkemah di sekitar perkampungan tidak jauh dari area kampus. Kampus mereka masih tampak asri karena beberapa kilometer dari lokasi kampus itu masih ada pegunungan yang merupakan hutan lindung. Kali ini mereka pergi dengan anggota pecinta alam.Pendakian demi pendakian mereka lakukan, mereka benar-benar menikmati petualangan kali ini.


Sesampainya mereka ditengah hutan, akhirnya mereka mendirikan sebuah tenda, ada beberapa tenda untuk cewek dan ada beberapa pula untuk cowok. Setelah tenda didirikan mereka mempersiapkan makanan untuk makan siang, yang perempuan mengiris beberapa sayur, ada wortel, bunga kol dan sedikit tahu yang sudah digoreng, tidak lupa dengan seledri, yang tidak memerlukan waktu lama untuk menjadikannya potongan-potongan kecil, sedang yang laki-laki mencari kayu bakar, dan batu untuk tempat memasak.


Setelah semua masak mereka akhirnya makan siang dengan begitu lahap. Waktu pun berjalan begitu cepat, dari sore merangkak menjadi malam, mereka bersenda gurau sebelum akhirnya mereka beristirahat dari perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan, mereka membentuk dalam beberapa tim, tapi lain halnya dengan Andri dan Shela, kedua pasangan itu tampak enggan Dengan keseruan yang dibuat pada malam itu, mereka tampak asyik pada perasaan mereka, akhirnya Shela memberanikan diri untuk mendekati Andri, walau terasa Andri tambah sulit untuk ditaklukkan.


"An, bolehkah aku duduk di dekatmu?"


"Silahkan!"


"Apakah kau masih marah padaku?"


"Seharusnya aku yang bertanya begitu, sejak kejadian itu kau menjauh dariku!"


"Aku takut akan mengganggumu, An!"


"Mengganggu, sama sekali tidak."


"Betapa beruntungnya wanita yang mendapatkan cintamu, dan aku ingin seberuntung wanita itu."


"Kau pasti akan mendapatkan apa yang kau harapkan, kau baik."


"Jika kau mau memberikan kesempatan itu!" ucap Shela pelan seolah bicara pada dirinya sendiri.


"Apa Shel?"


"Ng ... tidak ... tidak ada."


"Kau seperti mengucapkan sesuatu?"


"Aku hanya menyesal mengapa aku mencintaimu, tapi aku tidak bisa untuk mendapatkan cintamu."


"Maafkan aku, Shela!"


"Maukah kau menceritakan gadis seperti apa dia?" Andri diam.


"Anggap saja kau curhat untuk mengurangi beban pikiranmu."


"Apa kau tak merasa keberatan?"


"Kalau ditanya keberatan, maka akulah wanita yang paling merasa keberatan, sangat sakit malah!"


""Kalau begitu mengapa kau ingin tahu?"


"Karena aku ingin, mencoba tahu jauh tentang dirimu."

__ADS_1


"Benarkah?"


"Ya, aku ingin tahu semua tentang dirimu."


" Lalu apa hubungannya dengan gadis itu?"


"Setidaknya aku tahu seperti apa orang yang bisa membuatmu tergila-gila, dengan begitu, aku tahu bagaimana harus bersikap dan mencuri perhatianmu!" kata Shela dalam hati.


"Oke, dari mana kita mulai?"


"Dari nama, mungkin!"


"Ya!" Andri mencoba untuk mengatur pernafasannya yang tiba-tiba sesak.


"Namanya Hana Cantika, dia adalah adik kelas waktu aku duduk di bangku SMA dulu, dia gadis pendiam, gadis yang paling cantik dan berpenampilan paling sederhana di desa kami, dia lembut namun dia adalah gadis yang tegas, siapapun menatapnya tiada seorang pun yang tidak jatuh cinta padanya." Andri menceritakan semuanya, sedang Shela hanya bisa diam sambil menahan sakit dihatinya. Andri diam sebentar, Shela pun menyela.


"Apakah lama kalian menjalin hubungan?"


"Lama, sangat lama."


"Lantas, apa yang membuat mu tidak berdaya pada saat itu?"


"Aku mendengar kabar kalau ia telah menikah dengan laki-laki lain."


Shela berfikir itu lah saat nya ia bisa menyudutkan Andri.


"Karena aku tidak percaya sebelum aku melihat nya sendiri!"


"Bagaimana kau akan melihat sementara kalian berjauhan?"


"Aku akan pulang menemui nya."


"Sebegitu besarnya cintamu padanya, tidak kah kau tahu bahwa cintaku lebih besar melebihi cintamu padanya?"


"Aku tahu , kamu sudah mengatakan padaku."


"Lalu, tidakkah kau bisa memberikan satu tempat istimewa buatku, di hatimu?"


"Sulit Shela, hanya Hana yang aku cintai, dan hanya Hana yang akan selalu ada di kehidupan ku!"


"Sungguh An, hancur rasanya hati ini mendengar pengakuan mu, tapi entah mengapa aku masih berharap kalau suatu saat nanti masih ada sisa-sisa cintamu yang tersimpan di hatimu, untukku."


"Kalau aku bisa, tentu aku akan memberikan cinta itu untuk mu."


"Apakah kau mau memberikan kesempatan padaku?"

__ADS_1


"Apa maksudnya?"


"Izinkan aku berusaha agar kau jatuh cinta pada ku!"


"Cara nya?"


"Semua serahkan saja pada ku."


"Silahkan, aku pun berharap semoga aku bisa melupakannya, seandainya dia benar-benar menikah dengan pria lain."


Merasa sudah larut akhirnya mereka pun menyusul rekan mereka untuk beristirahat.


Sementara itu seiring dengan suara jangkrik yang membelah kesunyian malam, diiringi suara Auman singa dari kejauhan menambah rasa takut yang menyelimuti perasaan Shela. Gerimis mulai mulai rintik, menambah rasa dingin yang menusuk Sum-sum, tak pernah Shela ikut serta dalam acara-acara seperti ini, tapi entah mengapa kali ini ia penuh semangat mengikuti nya, apakah semua itu karena Andri ikut?,


ya!, semua itu memang karena Andri ikut serta dalam perkemahan itu, ingin rasa nya Andri menjadi bagian dari cerita hidup nya. Shela selama ini ingin selalu berada disisi laki-laki itu, walaupun pada kenyataannya, Andri tak pernah menganggap nya ada. Perasaan yang tak terbalas, walaupun sakit, tapi justru menjadikan dia wanita kuat yang harus berjuang demi mendapatkan cinta Andri.


Tuhan ... , Andai memang aku harus merelakan hidupku demi kebahagiaan nya, maka izinkanlah aku menghembuskan nafasku setelah melihat kebahagiaan nya. Jika memang nyawa ku adalah perantara bagi kedamaian jiwanya maka sabar kan lah aku, aku akan mencintainya, tanpa batas, apapun akan aku lakukan untuk nya.


"Shela, kau menangis?" tanya temannya.


"Ya, aku menangisi takdir yang tidak berpihak padaku."


"Maksudnya?"


"Bukankah Andri adalah orang yang baik?"


"Ya dia sangat baik, karena kebaikannya dia tidak mau menerima cintaku."


"Kau aneh Shela!"


"Nggak aneh, dengan menerima ku sebagai kekasih, otomatis dia akan berbohong kalau dia mencintaiku, dengan itu dia tak mau memberikan harapan palsu padaku."


"Lalu, mengapa setelah kau tahu Andri tak mencintaimu, tapi kau tak melepaskan dirinya, Apa kamu tidak tersiksa?"


"Tersiksa, sangat tersiksa tapi aku tak bisa mencintai orang lain, selain dirinya,"


"Kau payah!"


"Ya aku memang payah, aku rela lebur demi harapan hampa bersama nya."


"Kalian orang-orang aneh yang pernah ada, manusia akan mencintai manusia lainnya kalau mendapatkan balasan, tapi kalian, rela hancur hanya demi kebahagiaan semu, kalaupun terjadi, itu entah kapan."


"Andai saja aku bisa menghapus rasa cinta ini, andai saja aku bisa melupakan, tapi justru rasa sakit ini yang membuatku semakin mencintai dirinya."


"Aku hanya bisa berharap, semoga Allah mengirimkan mukjizat untuk Andri dan menjadikannya pendamping hidupmu kelak, hingga maut yang memisahkan kalian."

__ADS_1


"Amiiiin"


Keduanya pun akhirnya larut dalam percakapan yang panjang dan menjelang subuh barulah keduanya tertidur seiring dengkuran dengkuran temannya.


__ADS_2