Kesetiaan Yang Teruji

Kesetiaan Yang Teruji
Bab 68 Pernikahan


__ADS_3

Andri duduk ditepi ranjang rumah sakit, tempat Hana terbaring. Ia menggenggam tangannya, menyalurkan kehangatan, sebab tangan Hana saat ini, terasa sangat dingin.


Dengan mata yang masih berkaca kaca, Andri terpaku, menatap wajah hana, wajah yang sekian lama sudah menghilang, dan saat bisa ia melihatnya, wajah itu telah kuyu, seakan tak memancarkan lagi sinar kehidupan.


"Hana, aku disini, aku menemanimu, aku yakin kau bisa mendengar aku, kau harus tahu, jika aku tak pernah sekalipun ingin berpisah darimu."


Masih sama , tak ada reaksi, Andri semakin terhanyut dalam kesedihan.


"Andai kau mau mendengarkan penjelasan ku, maka aku yakin tak akan sebenci itu, kau padaku."


Andri duduk didekat kepala Hana, ia mengelus rambut Hana yang panjang, rambut yang dulu selalu membuat dirinya terbuai saat menghirup wanginya.


Saat ini rambut itu, seakan menjadi saksi bisu, atas kebesaran cinta mereka.


Rega masuk, ia menatap wajah Andri dingin, Andri sendiri tak sanggup menatap mata Rega yang demikian tajam.


"Nikahi kakakku!" ucapnya tiba-tiba.


Andri terperanjat, ia langsung berdiri, ia tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Kau bilang apa?"


"Aku ingin kau menikah dengan kakakku. Jika kau keberatan maka, silahkan pergi dari sini!"


"Mana mungkin, aku akan menikahi kakakmu, sedangkan aku belum menceraikan Shela!"


"Apa kau masih mencintai kakakku?"


"Sangat, aku masih sangat sayang dan cinta padanya."


"Lalu kenapa kau tidak mau memperjuangkan cintamu, dan kenapa kau tak mau menikahi kakakku?"


"Karena aku tak mau menyakiti Hana, aku akan menikahinya jika dia mau mendengarkan dulu keadaanku, aku tak mau membohongi nya dengan mengatakan aku masih sendiri, padahal aku sudah menikah, aku ingin menceritakan semua, tapi kau dan kakakmu tak sedikitpun memberiku kesempatan untuk berbicara."


"Sekarang aku berikan kesempatan itu, kenapa kau masih mengharapkan kakakku sedang kau sudah beristri?"


"Karena aku tak pernah mencintai istriku?"


"Lalu kenapa kau menikahi istrimu jika kau tak mencintainya?"


"Karena keadaan memaksaku."


"Lantas apa alasanmu kau tidak mencintai istrimu."

__ADS_1


"Alasanku hanya satu, aku sangat mencintai kakakmu."


"Apa kau bisa membuktikan jika kau memang mencintai kakakku?"


"Bisa, kau aku ingin aku melakukan apa?"


"Aku ingin kau menikahi kakakku, sekarang juga, kembalikan dia untukku!"


Andri diam, ia tak bisa bicara.


"Kenapa kau diam, apa kau keberatan?"


"Aku sama sekali tidak keberatan, tapi apakah kau tak keberatan jika aku menikahinya disaat aku belum menceraikan istriku?"


"Apakah kau akan menceraikan istri mu?"


"Apa kau rela jika kakakmu aku madu?"


"Kau belum menjawab pertanyaan ku, apa kau akan menceraikan istri mu?" ulang Rega.


"Ya!"


"Kenapa?"


"Baiklah, jika kau ingin menceraikan aku, aku bersedia, semoga ini adalah jalan terbaik untuk kita!"


Kata Shela tiba tiba, ia telah masuk ke ruangan itu, ia berada diluar, ia hanya menanti waktu yang tepat untuk masuk kedalam.


"Shela?"


"Ya, ini aku Mas ...."


"Aku ...."


"Aku tahu kau orang yang terlalu baik, sehingga kau tak akan mampu menolak permintaan siapapun, termasuk kau tak sanggup menolak permintaan papamu untuk menikahi ku, walaupun kau tak bisa memberiku hak sebagai seorang istri, dan aku tentu tersiksa dengan pernikahan kita, tapi aku menyadari kau melakukan itu karena kau sangat mencintai Hana, oleh sebab itu aku selalu berusaha walaupun sakit, aku sanggup melakukan itu karena akupun merasakan betapa aku mencintaimu, sehingga aku tak bisa mencintai laki-laki lain."


Andri terdiam dan menunduk, namun tampaknya ia tak peduli lagi, tangannya masih erat menggenggam tangan Hana. Ia tak mau kehilangan Hana lagi, untuk saat ini, ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Hana kembali, walaupun ia tak pernah melihat Hana kembali membuka matanya.


"Aku sudah menyiapkan semua, aku telah lama menunggu momen ini, momen dimana aku bisa menyatukan kau dengan Hana, tapi maaf, aku bisa melakukannya disaat Hana dalam keadaan seperti ini."


Shela mengulurkan beberapa helai kertas kepada Andri. Dan pulpennya. Kertas itu adalah surat gugatan cerai untuk Andri, yang telah lama diurusnya bersama pengacaranya.


"Tanda tangani lah, agar kau terlepas dariku, supaya kau bisa menikah dengan Hana." Ucap Shela.

__ADS_1


"Aku sudah lama mengurus itu untuk mu, sejak aku bertemu dengan Hana, tapi aku belum sempat meminta padamu, karena aku belum bisa meyakinkan Rega, jika kau adalah yang terbaik untuk Hana, kalian memang pasangan yang tak bisa untuk dipisahkan, dan ... aku minta maaf karena aku telah menjadi batu sandungan bagi hubungan kalian."


Andri kembali menitikkan airmata, tapi kali ini adalah air mata haru, betapa ia tak percaya jika Shela telah melakukan semua itu untuknya.


Dengan tangan gemetar, ia membubuhkan tandatangan nya, dan maka resmilah dirinya telah menceraikan Shela.


"Sekarang waktunya kau menikahi Hana, jangan buang waktu lagi!"


"Tapi ...." Kata Andri terlihat bingung.


Shela mengangguk seakan memberikan sebuah isyarat pada Rega, Rega pun keluar dan kembali masuk dengan seorang penghulu, serta beberapa orang, termasuk Ibu Fatmi dan Defta. Tentunya setelah mendapatkan persetujuan dari dokter.


"Ada apa ini?" tanya Andri masih belum mengerti.


"Aku akan menikah kalian!" ucap Rega.


"Dalam keadaan seperti ini?"


"Apa kau tak cinta lagi pada kakakku?"


"Baiklah, aku akan menikahi nya!"


Dengan diiringi Isak tangis, ijab Kabul pun terjadi, suasana haru bercampur sedih, mewarnai ruang itu, Bu Fatmi tak kuasa lagi membendung kesedihannya, ia terisak pilu, tak berhenti berharap agar putrinya segera sadar dan kembali bersama mereka.


Kini telah halal ikatan antara Hana dan Andri, tak ada yang bisa lagi memisahkan mereka, tapi yang membuat pilu, Hana belum juga membuka matanya untuk merasakan kebahagiaan nya.


Setelah ijab qobul selesai, Andri langsung memeluk tubuh Hana yang tidak berdaya, itu terguncang, terisak pilu, menyadari bahwa orang yang begitu dicintainya tak mampu menyaksikan pernikahan mereka.


"Hana, dengar sayang ... sekarang kita telah menjadi suami istri, kau halal untukku, dan aku tak akan pernah lagi meninggalkan dirimu, kita akan selalu bersama, maka ku mohon, sadar lah, aku yakin kau bisa mendengar semuanya, kan?"


Semuanya sengaja meninggalkan mereka berdua, agar ada kontak batin antara keduanya, saat ini, Rega juga merasa yakin jika Andri bisa membawa kakaknya kembali.


Pelan ... ketika Andri mengelus lembut tangan Hana, jari jemarinya mulai bergerak, walau sangat lemah.


"Ayo sayang ... coba lagi, lihat aku, aku disini untukmu!"


Namun semua itu hanya sekali, dan Andri kemudian hanya bisa menghela nafas panjang dan berat, melihat kenyataan, Hana belum juga sadar.


Andri memijit lembut seluruh tubuh Hana. Sambil bercengkrama seakan Hana mendengarkannya.


"Kau pasti lelah, kan ... sudah lama kau terbaring dan tak bergeming, sini aku pijit, agar badanmu terasa lebih rileks."


Sungguh pemandangan yang begitu menyedihkan, tapi semoga dengan besarnya cinta mereka, Hana akan kembali.

__ADS_1


__ADS_2