KHAZANA(Aku Bukan Pelakor)

KHAZANA(Aku Bukan Pelakor)
Dengki


__ADS_3

...Mencintai itu tidak cukup untuk melukai yang di cintai....


...Tapi harus sabar di lukai oleh yang di cintai....


...{Gus Baha}...


...~Happy reading~...


"Mas, jangan ceraikan aku.Aku mohon, aku janji akan berubah jadi lebih baik lagi.Tolong jangan ceraikan aku."


Aniya menggenggam tangan Hanu begitu kuat, menatap Hanu dengan wajah memelas dan berharap untuk tidak mengakhiri pernikahan mereka berdua.


Sedangkan Zana menatap iba pada Aniya. Meski kakak madunya itu sering menyakitinya, tapi dia tidak tega melihat Aniya memohon seperti itu.Apalagi keadaannya yang sakit seperti itu.


Terkadang masalah dan ujian itu datang untuk memberikan hukuman atas dosa yang pernah kita lakukan.Allah ingin menghancurkan berhala dalam diri kita yang terkadang merasa lebih baik dari pada orang lain. Sombong, angkuh dan ria adalah berhala dalam diri yang harus di hilangkan atau di hancurkan. Manusia terlalu egois hingga tanpa sadar menyakiti hati seseorang karna ambisi yang harus tercapai.


Hanu melepaskan genggaman tangan Aniya.Membuat wanita itu langsung menangis histeris, menggelengkan kepalanya kuat,takut bila itu pertanda bila Hanu tidak ingin bersama dirinya lagi.


"Kamu lebih baik banyak-banyak  istirahat dan fokus dengan kesehatan kamu. Sebentar lagi kamu akan menjalani operasi," ujar Hanu datar. Aniya terus menangis, kembali menggenggam tangan suaminya.


"Aku tidak mau operasi kalau tidak ada Mas Hanu di samping aku .Aku ingin Mas  menemani aku di sini..." lirih Aniya memohon.Tidak memperdulikan rasa perih di sudut bibirnya yang sobek dan berdarah akibat tamparan abah Husein.


Hanu terdiam sejenak. Melirik Zana yang menganggukkan kepalanya samar.


"Baiklah," ujar Hanu singkat dan datar. Ucapan Hanu yang begitu datar pada Aniya, tidak seperti biasanya membuat wanita itu merasakan sakit dan sesak di dadanya.

__ADS_1


Umma Sarah sudah tergeletak di lantai, tidak sadarkan diri. Wanita paruh baya itu sudah begitu hancur dengan masa lalunya yang buruk ,kini  harus kembali merasakan kehancuran dan itu lebih sakit dari pada sebelumnya. Putrinya membuat harga dirinya sebagai seorang Ibu hancur seketika. Aniya yang selalu dia bela-bela dan dia bangga-banggakan kini,membuat ia begitu kecewa.


"Mas Hanu harus janji, jangan ceraikan aku. Aku sangat mencintai kamu, Mas." Aniya memeluk pinggang Hanu.


•••••


Kini, Zana dan Hanu duduk di ruang tunggu.Mereka berdua sedang menunggu antrian untuk memeriksakan kandungan Zana.


Hanu hanya diam, tatapan matanya kosong. Mungkin masih memikirkan masalah tentang Aniya.Zana menggenggam tangan suaminya, mengusap lembut.


"Mas Hanu sabar ya.Pasti Mas sedang memikirkan soal mbak Aniya. Memang kesalahan yang mbak Aniya  perbuat bukan hal yang sepele tapi Mas bisa memaafkan mbak Aniya dan kembali memulai lembaran baru dengan mbak Aniya,melupakan masa lalu buruk mbak Aniya,"ujar Zana menatap sendu pada Hanu yang menoleh ke arahnya.


Pria itu menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak ada kata maaf dalam sebuah pengkhiatan dan kebohongan besar,Zana. Selama menikah delapan tahun bersama Aniya.Dia menyembunyikan masalah sebesar ini pada,Mas. Andai dia jujur sebelum pernikahan itu terlaksana,Mas bisa saja memaafkannya dan tetap akan menikahinya. Tapi, dia tega membohongi Mas, sayang. Membiarkan pernikahan ini di jalani dalam sebuah kebohongan.Yang membuat Mas kecewa dengan Aniya. Dia tega membunuh makhluk kecil yang ada di kandungannya. Janin yang tidak punya dosa apa pun harus di lenyapkan oleh Aniya,"tutur Hanu dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


Zana mengusap punggung suaminya lembut. Seolah usapan yang dia berikan membuat suaminya jauh lebih tenang dan bersabar menerima semua kenyataan ini.


Zana menarik Hanu dalam pelukannya. Ia mengusap rambut tebal suaminya yang menangis lirih dalam dekapannya. Suami mana yang tidak hancur harus menerima kebohongan oleh istrinya yang pernah berbuat zina dengan pria lain. Hanu pikir Aniya wanita baik-baik yang begitu terjaga,ternyata tidak.


Kita tidak bisa mengukur orang  lain baik atau tidak hanya menilai dari luarnya saja dan pakaiannya yang dia kenakan, tutur kata yang  lembut, karna nyatanya itu untuk menutupi keburukannya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Abah Husein langsung mendekati dokter yang baru keluar dari ruang UGD,tempat umma Sarah di tangani sekarang.


"Bagaimana keadaan istri saya, dok? "tanya Abah Husein penuh harap istrinya baik-baik saja.

__ADS_1


"Seperti yang ada tahu. Istri bapak memiliki penyakit riwayat jantung dan penyakit itu kambuh saat mendengar perkataan yang membuat pasien tertekan.Jantung istri Bapak begitu lemah,saya hanya takut pasien tidak bisa bertahan lama.Sekarang kita hanya berdoa dan berserah pada Allah.Semoga pasien bisa melewati masa-masa kritisnya"ujar dokter tersebut.


Abah Husein tertunduk lesu dengan rasa sedih yang teramat sakit pada hatinya. Rasa takut kehilangan mulai merayap kedalam benaknya pada umma Sarah , apalagi Aniya juga harus menjalani operasi.Kenapa keluarganya harus hancur seperti ini.Ingin rasanya Abah  menangis sekuat-kuatnya karna kegagalannya sebagai  seorang Ayah yang menjaga dan mendidik putrinya agar tidak melakukan hubungan haram yang berujung zina.


Ketika masa depan putrinya hancur, maka Ayahlah yang lebih besar merasakan kehancuran itu. Dan Ibu adalah orang yang paling tersakiti ketika kegagalannya mendidik putrinya yang menghancurkan masa depannya sendiri.


"Ya Allah kuatkan hamba dalam menghadapi masalah ini,"gumam Abah lirih.


Abah berjalan menuju kursi. Mendudukkan dirinya.Badannya begitu lemas dan lemah setelah mendengar ucapan dokter tadi.


******


Aniya terus menggenggam tangan Hanu yang membersihkan luka di sudut bibirnya.Namun,matanya melihat ke arah Zana yang duduk di sofa tengah tersenyum-senyum melihat hasil USG,'nya tadi. Janin yang masih berbentuk seperti kacang.


Tangan Aniya terkepal kuat melihat senyuman Zana yang membuat dirinya selalu menderita melihat itu. Kenapa Zana begitu beruntung dari pada dirinya?Sedangkan dirinya harus hidup dalam sebuah kehancuran,mandul, rahim yang akan diangkat dan kebohongannya yang terbongkar .


"Mas,aku mohon jangan ceraikan aku ya.Aku tidak bisa tanpa kamu,Mas..." lirih Aniya menatap ke arah Hanu yang diam tanpa ada niat menjawab permohonannya, dan itu membuat air matanya kembali menetes di sudut mata.


"Kalau aku di ceraikan Mas Hanu, Zana juga harus diceraikan. Aku tidak rela Mas Hanu harus dimiliki wanita manapun termasuk Zana," desis Aniya penuh kebencian menatap Zana yang tak menyadari tatapan dari kakak madunya.


Lagi-lagi Hanu tidak merespon ucapan Aniya yang semakin kesal.


"Mas,kalau kamu tetap menceraikan aku, lebih baik aku mati saja.Aku tidak kuat hidup tanpa kamu dan melihat kamu hidup bahagia dengan Zana, yang jelas-jelas orang baru yang hadir di antara kita...aku menyesal meminta kamu menikah lagi, bila akhirnya akan seperti ini... " lirih Aniya dengan air mata yang terus keluar membanjiri wajahnya.


Hanu menatap Aniya yang berlinangan air mata.

__ADS_1


"Jangan salahkan Zana ataupun penyesalan kamu karna menyuruh aku menikah lagi, Aniya. Tapi sesali perbuatan kamu di masa lalu.pernikahan kita yang hancur seperti ini,itu karena ulah kamu sendiri.Jangan selalu menyalahkan Zana dalam setiap permasalahan." ujar Hanu berusaha tenang dan tegas walau amarahnya yang bergejolak.


Aniya memalingkan wajahnya.Enggan menatap Hanu yang selalu membela Zana.


__ADS_2