
...Jangan lupa like, komen, vote dan kasih hadiah. Saya sangat berterima kasih bila kalian melakukannya....
...Sebaik-baiknya bacaan adalah al-Quran....
...Happy reading...
Perusahaan Oliver grub, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang eletronik rumah tangga. Salah satunya sektor industri terbesar dari urutan nomor 3 setelah merupakan Ace Grub menduduki peringkat pertama.Contoh produk-produk Oliver Grup seperti TV, kulkas, AC dan barang konsumsi lainnya.
Perusahaan Oliver Grub di bawah pimpinan Cio Baskara Prayuda. Pria berparas tampan ,berusia 34 tahun dan tentunya di umur yang sudah sangat matang untuk melangkah ke pelaminan. Cio sendiri tidak pernah di kabarkan dekat dengan wanita manapun kecuali dengan sang Mommy.
Kini, dua sahabat itu tengah menikmati makan siang di kantin ,setelah menggelar rapat tentang kerja perusahaan mereka dengan perusahaan Ainsley.
"Kau sangat cocok menjadi asisten ku, Hanu. Bukan hanya kualitas pekerjaan mu yang efektif dan efesien dalam bekerja tapi kau bisa menjadi tempat untuk ku berkeluh-kesah, " papar Cio sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.
Sedangkan Hanu tersenyum mendengarnya. "Pak Cio jangan berlebihan dalam berucap untuk mengapresiasi tentang pekerjaan yang telah saya lakukan. Semua orang yang ada di posisi saya akan melakukan yang hal sama, bekerja dengan baik dan memuaskan, " jawab Hanu.
"Tolong Hanu. Jangan berbicara formal saat kita sedang berdua. Sekarang kita tidak sedang bekerja, kecuali saat kita melakukan pekerjaan, baru kau boleh memanggilku Pak Cio, " Cio terkekeh di akhir ucapannya.
Mata Hanu tak sengaja melihat ke arah bolu kukus di etalase. Ia jadi ingat dengan Zana yang sangat menyukai bolu kukus coklat.Pria itu bangkit dari tempat duduknya, membuat Cio menatap Hanu.
"Kau mau ke mana? " tanya Cio dan Hanu menoleh.
"Aku ingin membeli kue untuk istri ku, " jawab Hanu setelah itu beranjak.
"Apa kalian tahu, asisten baru pak Cio?Dia orang baru yang melamar kerja dan langsung di angkat menjadi asisten begitu saja. Sedangkan kita saja sangat sulit untuk bisa berada di posisi itu, " ujar Arka dengan nada suara pelan sambil memperhatikan Hanu yang tengah membeli kue.
"Iya, entah apa yang membuat pak Cio mempekerjakan dia sebagai asisten, " sahut Darma berdecih sinis melihat ke arah Hanu.
🍄🍄🍄🍄🍄
Tok.... Tok....
Suara ketukan pintu dari luar membuat Zana yang tengah asyik menonton televisi dengan cemilan yang ada di tangannya, menoleh. Ia bangkit dari sofa berjalan agak pelan karna kakinya yang bengkak apalagi usia kandungan yang memasuki 6 bulan.
Zana membuka kunci di pintu tersebut dan membuka pintu. Ia berhambur dalam pelukan Hanu. Menghirup aroma badan suaminya yang selalu menjadi candu. Tidak jauh beda dengan Hanu yang memberikan kecupan di kening dan pipi Zana.
"Lepas dulu pelukannya, kita masuk dulu ke dalam, " ujar Hanu.
__ADS_1
Zana memperhatikan papper bag yang ada di tangan Hanu.
"Mas itu apa? " tanya Zana.
"Ini bolu kukus ke sukaan kamu. Mas sengaja membelikannya untuk kamu, " ujar Hanu, menyerahkannya pada Zana.
Zana berjalan ke arah sofa, Hanu mengulas senyum memperhatikan badan sang istri yang tampak terlihat bulat dan tentunya makin membuat ia gemas.Gadis itu mengeluarkan bolu kukus dan memakan dengan rakusnya, tidak ada anggun-anggun nya.
Hanu melonggarkan dasi yang melingkar di lehernya sembari masuk ke dalam kamar untuk membersihkan badannya yang terasa lengket.Baru beberapa menit bolu itu sudah ludes di makan Zana. Hanu hanya membeli beberapa potong bolu tersebut.
Zana menghela napas pelan, tampak kecewa karna suaminya hanya membeli sedikit.Ia bangkit dari sofa, masuk ke dalam kamar.
Senyuman Zana terbit melihat Hanu yang baru selesai mandi . Ia mendekati pria tersebut, untuk bermanja.
"Mas, lihat kaki aku bengkak, " adu nya dengan pipi yang mengembung.
Hanu kala itu tengah mengeringkan rambut menatap ke bawah pada kaki Zana.
"Sini duduk dulu," Hanu menarik pergelangan tangan Zana menggiringnya ke sisi kasur. Pria itu masih mengunakan handuk sebatas pinggang.
Dengan pelan Hanu meluruskan kaki Zana. Dengan handuk kecil yang sudah di celupkan ke air hangat,pria tersebut mengompres kaki kanan dan kiri Zana secara bergantian. Gadis itu tampak menikmati apa yang dilakukan Hanu.
"Kalau kaki kamu bengkak seperti ini,kamu harus banyak makan sayur-sayuran dan memakan-makanan yang sehat . Dan wajar kaki ibu hamil bengkak karna ini pengaruh hormon kehamilan, " papar Hanu yang sudah selesai mengompres kaki Zana.
"Bagaimana, apa masih nyeri? " tanya Hanu dan Zana menggelengkan kepalanya meski kakinya masih sedikit terasa nyeri.Tapi ia tahu diri untuk tidak terlalu merepotkan suaminya.
"Mas gimana kerja nya di kantor? " tanya Zana, membuat Hanu yang hendak beranjak tak jadi.
"Alhamdulillah lancar. " ujar Hanu singkat.
"Pasti di kantor sana banyak karyawan wanita yang cantik-cantik, " ujar Zana mengerucutkan bibirnya. Hanu mengangkat alisnya mendengar ucapan sang istri.
"Kenapa kamu bicara seperti itu, sayang? " Hanu duduk di sebelah Zana, menatapnya.
"Iyalah.Di sana wanita nya cantik dan aku gendut terus jelek. Mas pasti bosan sama aku ya? " ujar Zana mengingat Hanu yang pulang di antar oleh wanita yang satu kantor dengan suaminya tersebut. Walau itu sudah lewat beberapa hari bukan berarti Zana melupakannya.
"Secantik apapun wanita di luaran sana, kamu tetap paling cantik di mata Mas, sayang. Mas mencintai kamu bukan karna fisik . Orang lain menatap kamu biasa saja karna pandangan mata mereka tidak ada cinta di dalamnya untuk kamu, kecuali Mas yang selalu menatap kamu penuh cinta, sayang, " ujar Hanu menarik Zana dalam pelukannya, mengusap pipi chubby sang istri.
__ADS_1
"Jangan terus berpikiran buruk, Mas tidak akan meninggalkan kamu. Kamu jangan terlalu membanding-bandingkan diri kamu dengan wanita lain yang akan membuat kamu susah hati memikirkannya, " ujar Hanu.
"Tapi wanita yang mengantar Mas kemaren cantik, "
"Jangan pikirkan itu, sayang . Dia hanya mengantarkan saja tidak lebih dari itu. Mas sudah menjelaskan dengan kamu, mobil Mas ban nya bocor dan saat itu dia menawarkan tumpangan, "
"Sekarang jangan menangis lagi. Nanti anak kita ikut sedih, " Hanu menghapus air mata Zana dengan lembut.
"Tapi Mas tidak melakukan poligami lagi, kan? " ucapan itu terlontar begitu saja di bibir Zana,Hanu membelalakkan matanya mendengar itu.
"Astaghfirullah.Kenapa malah membahas itu Zana. Sudah Mas katakan , tidak akan menduakan kamu. Dulu Mas memang poligami tapi sekarang kamu satu-satunya wanita di hidup Mas, sayang , " Hanu mengenggam kedua tangan Zana dengan tatapan lekat.
🍄🍄🍄🍄🍄
Aniya menatap sinis pada Satya yang terus mengulas senyum padanya. Ia melirik anak kecil yang ada di pangkuan pria tersebut.
"Bagaimana kabar kamu, Satya. Sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabar ibu mu? " tanya Abah Husein.
"Alhamdulillah baik, Bah. Saya ke sini untuk bersilaturahmi dengan Abah, umma dan Aniya. Saya juga baru tahu bila Aniya sudah bercerai dengan Hanu, " ujar Satya.
"Tapi aku akan rujuk dengan mas Hanu, " sahut Aniya membuat Satya maupun Abah menatap ke arah Aniya.
"Aniya jangan membahas hal itu, " tegur Abah merasa tidak enak dengan Satya yang merupakan keponakan Abah Husein.
"Kenapa?Abah tidak punya hak untuk mengatur hidup aku!"Aniya meninggikan suaranya, setelah itu beranjak pergi.
" Maaf, Satya. Aniya memang keras kepala. Dia masih terlalu cinta pada mantan suaminya , "papar Abah Husein.
" Tidak masalah, Bah.Memang tidak mudah melupakan orang yang kita cintai... "lirih Satya mengingat almarhum istrinya.
" Papa, Aya mau main keluar, "ucap anak perempuan berusia 9 tahun itu.
" Nanti, Nak. Duduk di sini dulu ya, "ujar Satya dengan lembut pada putri semata wayangnya itu.
Aya mengerucutkan bibirnya dengan raut wajah yang tampak marah. Anak itu tidak jauh beda dengan almarhumah sang Mama yang mudah merajuk.
Bersambung...
__ADS_1