KHAZANA(Aku Bukan Pelakor)

KHAZANA(Aku Bukan Pelakor)
Menuju akhir


__ADS_3

...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like, komen,vote dan hadiah....


...~Happy reading~...


Zana bangkit dari sofa dan menyingkirkan kasar tangan Bayu di bahunya.Dia langsung berdiri di depan Ayu, menghalangi wanita paruh baya itu bila kembali menyakiti suaminya.


"Anda datang ke rumah saya dan mengaku orang tua kandung saya.Tapi kedatangan kalian bukan memberikan saya kebahagiaan tapi malah sebaliknya.Kalian berdua langsung menampar suami saya karna mendengar pernyataan dari Bapak tanpa tahu kebenaran yang sesungguhnya hiks... saya benci dengan orang-orang yang menyakiti orang  yang saya sayangi hiks..."


Tubuh Zana bergetar, air mata bercucuran membasahi wajahnya.Hanu langsung membawa Zana dalam pelukannya.Mengusap lembut punggung sang istri yang terisak-isak menangis.


Ayu langsung tertunduk dalam.Merasa bersalah, apalagi melihat kemarahan Zana pada mereka berdua.Baron berdecih melihat pemandangan di depannya.


"Sudah jangan menangis,Mas tidak apa-apa, sayang." Hanu mengusap lembut wajah Zana yang penuh air mata.


"Dengarkan Mas.Kamu tidak boleh berkata kasar apalagi dengan suara yang meninggi terhadap orang yang lebih tua,"nasehat Hanu dengan suara pelan. Namun, masih bisa di dengar Ayu dan Bayu yang makin bertambah bersalah.


" Iya,Mas.Tapi aku tetap tidak suka, mereka langsung menuduh Mas Hanu."ujar Zana dan Hanu tersenyum lembut mengusap pucuk kepala sang istri.


Gadis itu berbalik badan menghadap ke arah Ayu yang tersenyum dengan mata yang mulai berkaca-kaca.Ingin sekali ia memeluk putrinya.


"....yang menjual saya Ibu Idah dan yang membeli saya almarhum mbak Aniya.Dan mbak Aniya menjadikan saya istri kedua Mas Hanu tanpa saya tahu.Mas Hanu tidak ada sangkut pautkan tentang hal ini,bahkan dia mengira saya menikah dengannya karna perjodohan dari mbak Aniya." ujarnya dengan suara yang serak.


Ayu menatap ke arah Hanu yang terlihat terkejut. Zana tidak pernah mengatakan hal itu pada suaminya.


Ayu langsung memeluk Zana erat. Suara tangisan keduanya terdengar jelas. Bayu mendekati istri dan anaknya,memeluk dua wanita yang berharga bagi Bayu.Pria paruh baya itu juga tidak bisa menahan tangisnya.


Hanu tersenyum,tanpa ia pinta air mata menetes karna terharu melihatnya.


Ayu menguraikan pelukannya."Mama sudah mencari kamu ke mana-mana,Adira.Mama pikir kamu tidak ada lagi di dunia ini..."ucap Ayu di iringi isak tangis


"A-adira," ulang Zana.


Ayu menganggukkan kepalanya."Iya, nama asli kamu Adira, sayang.Kamu menghilang di taman 17 tahun yang lalu. Dan pelaku penculikan kamu adalah umma Sarah,"ucapnya Ayu.


Zana membelalakan matanya terkejut, termasuk Hanu yang berdiri di belakang istrinya.


"Ke-kenapa umma Sarah melakukan itu?Sejak kapan dia mengenal ku?" tanya Zana.


Ayu dan Bayu saling tatap dan pandangan mereka berdua kembali mengarah pada Zana.

__ADS_1


"Umma Sarah merupakan mantan istri pertama Papa kamu. Karna tidak bisa menerima kehadiran Mama yang merupakan istri kedua dan membuat Mama harus keguguran anak pertama karna perbuatan umma Sarah.Dan itu juga penyebab utama Papa kamu menceraikan umma Sarah." tutur Ayu.


Zana menatap sejenak Ayu dan beralih menatap Bayu.


"Kenapa posisi kita harus sama?Jadi istri kedua? Dan ka-Mama kenapa bisa menjadi istri kedua, bukankah itu salah. Sedangkan aku jadi istri kedua karna di jual Ibu Idah," ucap Zana.


Ayu mengusap air mata kasar di pipinya."Sebelum Papa kamu menikah dengan umma Sarah kami berdua sudah menjalin hubungan.Papa kamu juga menikah karna paksaan kedua orang tuanya, umma Sarah hamil di luar nikah dengan pria lain dan Papa kamu yang di paksa menikahi untuk menutupi aib buruk tersebut,"tutur Ayu dengan rinci.


Pandangan mata Zana bergulir. Apakah ini hukuman atau penebusan dosa akibat perbuatan dari kedua orang tuanya sendiri hingga dirinya yang harus menanggung penderitaan dalam hidupnya selama ini.Bagaimana pun tetap salah menikahi pria yang sudah beristri dengan alasan saling mencintai.


"Tapi itu tetap salah,"ucap Zana dan Ayu makin tertunduk.


" Sudah, jangan membahas masalalu.Itu membuat kalian berdua terus berfokus pada kesalahan di masalalu. Semuanya sudah di takdir."ucap Bayu menengahi.


"Sudah bicaranya? Kalau sudah saya minta upah," ujar Baron yang membuka suara setelah bosan melihat drama di depannya.


"Kami tidak bisa memberikan anda upah. Anda sudah menjual anak saya dan itu sudah cukup untuk bayaran anda," ucap Bayu tegas dan Baron tertawa sinis.


"Maksudnya bayaran apa?" Hanu angkat suara.


"Dia ingin meminta uang ,sebagai balas budinya dan ganti rugi karna telah membiayai dan menjaga Zana,"jawab Bayu.


Baron tersenyum lebar."Tidak banyak, hanya lima miliar Hanu.Anggap saja kami berdua menjaga dan merawat Zana untuk uang,"ucap Baron.


Hanu menundukkan kepalanya sejenak."Itu termasuk pemerasan, Pak. Mana mungkin sampai lima miliar. Saya hanya bisa memberikan lima puluh juta.Kalau Bapak memaksa, terpaksa saya lapor polisi ,"gertak Hanu.


"Hei!Kenapa kau membawa-bawa polisi, hah?! Aku hanya meminta upahku, kami banyak mengeluarkan uang untuk dia!" Baron menunjuk Zana dengan tatapan mata yang tajam.


"Jangan menunjuk istri saya seperti itu!" sarkas Hanu menepis kasar tangan Baron.


Sementara Zana mengeratkan pelukannya pada Ayu. Dia takut melihat tatapan mengerikan Baron pada dirinya.


"Kalau begitu cepat bayar! Jangan sampai Zana saya buat celaka!" ancam Bayu dengan mata melotot pada Hanu.


"Anda jangan coba-coba menyentuh istri saya." Hanu menarik kasar kerah baju Baron, tatapan matanya sarat akan kemarahan.


"Hanu sudah, sudah."


Bayu menarik Hanu menjauh dari Baron.

__ADS_1


"Sekarang kamu pergi, saya akan membayarnya." ujar Bayu mengalah.


"Saya pegang janji anda." ucap Baron dan Bayu menganggukkan kepalanya.


"Ayo pergi." Baron menarik pergelangan tangan Idah yang menatap sendu ke arah Zana.Air mata menetes dari pelupuk mata wanita paruh baya itu.


"Mas, tidak apa-apa?" tanya Zana yang memeluk Hanu.


"Tidak, sayang."Hanu membalas pelukan Zana.


Bayu dan Ayu tersenyum melihatnya.


Huek huek huek


Suara tangisan Aezar membuat perhatian semua yang ada di sana teralihkan.Zana melepaskan pelukannya pada Hanu, bergegas masuk ke dalam kamar.


Bayu berjalan mendekati Hanu, menepuk bahu pria tersebut pelan.


" Maaf, telah menuduh kamu, Hanu. Saya hanya tidak terima bila anak di jual seperti barang."ujar Bayu tidak enak.


Hanu tersenyum tipis."Tidak apa-apa,saya tidak masalah,"jawab Hanu.


"Beruntung, Zana bersama kamu. Saya tidak bisa membayangkan bila Zana di jual atau di beli oleh orang yang ingin berbuat jahat padanya. Apalagi sedang marak berdagangan manusia, terutama wanita ,di jadikan pemuas n*fsu," ucap Ayu.


"Itu sudah takdir yang telah di tentukan," sahut Hanu.


Zana keluar dari kamar sembari menggendong Aezar yang terus menangis.


"Cucu Nenek," ucap Ayu antusias kala melihat Aezar.


Wanita paruh baya itu mencubit pipi Aezar gemas.


"Sini, biar Mama yang menggendongnya," ujar Ayu mengambil alih Aezar.


Zana menatap lekat Ayu, dia masih ragu bila kedua orang asing ini orang tua kandungnya.


Bersambung...


Kalau ada yang typo atau kesalahan silahkan tegur saya🙏

__ADS_1


__ADS_2