
...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like, komen, vote dan hadiah....
...~Happy reading~...
2 bulan berlalu....
Zana duduk di taman belakang rumah.Pandangan matanya tidak henti memperhatikan Hanu yang berdiri di kolam ikan sembari menggendong Aezar yang terlihat anteng.
"Minum dulu tehnya,Nak."Ayu menyodorkan teh hangat pada Zana yang menyambutnya.
Mereka sekarang berada di mansion milik Bayu. Semenjak hari itu,Ayu dan Bayu sepakat memboyong Zana beserta Hanu dan cucunya untuk tinggal bersama mereka.
" Wah,sedang berkumpul di sini kalian,"ujar Ayyara yang ikut bergabung.
"Kakak baru pulang?" tanya Zana.
"Iya, Zana.Hari ini sangat banyak pasien di rumah sakit maupun di klinik yang harus kakak tangani," jawab Ayyara sembari menyeruput teh.
"Satya kapan melamar kamu,Ay? " Kini Ayu yang bertanya.
Ayyara tersenyum."Katanya minggu depan dia akan melamar aku, Mah."jawab Ayyara tampak malu-malu.
"Kakak yakin menikah dengan dia? Dia duda anak satu." bisik Zana pada Ayyara.
"Tidak masalah, Zana.Lagi pula jarang ada pria yang bisa menerima kakak yang sudah berkepala tiga.Satya, pria yang baik. Dia juga merupakan dokter di rumah sakit yang sama tempat kakak bekerja," ucap Ayyara.
"Sayang," Hanu berjalan mendekati ketiga.
"Hari ini jadi ke mall?" tanya Hanu yang duduk di sebelah sang istri.
"Kalian mau pergi?" tanya Ayu yang di angguki Hanu dan Zana bersamaan.
"Iya, Ma.Mumpung Mas Hanu libur kerja,"jawab Zana.
" Kalau begitu kalian pergi saja biar Aezar Mama yang jaga."
"Tapi aku takut merepotkan," ujar Zana.
"Mamah tidak merasa di repotkan,sayang.Lagi pula kalian jarang ada waktu berdua." ujar Ayu.
__ADS_1
"Iya, apalagi kalian katanya setelah menikah tidak pernah bulan madu." timpal Ayu tertawa pelan seolah mengejek.
Zana saling bertatapan dengan Hanu.
"Kan dulu tidak ada waktu, Kak. Lagi pula tidak ada masalah bila aku tidak pernah bulan madu dengan Mas Hanu."
Ayyara menggelengkan kepalanya."Bulan madu itu harus, supaya kalian memiliki waktu untuk berduaan dan bermesraan.Atau ingin tambah anak lagi,"ucap Ayyara terkikik geli.
"Iih,Kakak apain sih." Zana mencubit lengan Ayyara, membuat wanita itu meringis kesakitan.
"Sudah sayang." Hanu menarik Zana ke pelukannya.
"Kata Ayyara ada benarnya.Kita bulan madu sekalian tambah anak kalau bisa tiga lusin," gurau Hanu. Zana langsung mendelikkan matanya tajam.
"Mas, kenapa ikutan kakak. Aku tidak mau tambah anak lagi. Satu sudah cukup. Nanti kakak juga mau menikah, dia saja yang mempunyai anak tiga lusin," sembur Zana.
Ayu hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat perdebatan keduanya.
******
Tangan Hanu dan Zana saling bertautan.Mereka berdua melangkah kaki menuju sebuah pantai yang di sambut deburan ombak dan angin yang menerpa kulit wajah mereka berdua.
"Pantai nya indah," ucap Zana yang menatap kagum sekaligus terpesona.
"Sengaja.Mas sangat menyukai pantai dan sudah lama tidak ke sini."
"Berarti, dulu Mas pernah ke sini? Bukannya Mas tinggal di desa ya?" tanya Zana dengan alis bertaut.
Hanu menoleh menatap istrinya."Dulu, saat kedua orang tua Mas masih hidup,Mas sering ke sini,"ujar Hanu dengan pandangan mata yang mulai meredup. Mengingat almarhum kedua orang tuanya.
Zana yang paham,mengusap bahu Hanu lembut.
"Mas jangan sedih.Sekarang,'kan ada Aku, Aezar, Papa, Mama dan Kak Ayyara. Kita sekarang satu keluarga," ucap Zana dan Hanu tersenyum.
"Kamu bahagia menikah dengan Mas, Zana.Walau dulu harus jadi yang kedua," ucap Hanu.
Zana yang mendengar itu menghela napas berat, menatap lurus ke depan dengan pandangan menerawang.
"Dulu, aku memang sangat membenci pernikahan yang terjadi di antara kita berdua.Apalagi setelah tahu aku istri kedua. Posisi yang tidak akan pernah di inginkan oleh wanita mana pun.Tapi...di balik ini semua ada kebaikkannya.Aku bisa mendapatkan kebahagiaan ku, meski harus dengan cara menyakitkan.Dulu,aku berpikir apakah pernikahan poligami ini akan bertahan lama, tapi sampai sekarang kita berdua selalu bersama dan aku menjadi wanita satu-satunya di hidup dan hati kamu, Mas.Tapi ada rasa sedih di benakku atas meninggalnya,mbak Aniya."
__ADS_1
Tanpa pamit,air mata berjatuhan membasahi wajah Zana.Hanu memberikan pelukan hangat pada Zana.
"Sudah,jangan di ingat lagi sesuatu yang membuat kamu sedih, sayang.Yang terpenting sekarang kita berdua sudah bahagia dengan garis takdir yang telah Allah tentukan," ucap Hanu
"Semua kejadian atau sesuatu yang kita jalani dalam hidup ini selalu ada kebaikannya dan hikmah di dalamnya," sambung Hanu dan Zana menganggukkan kepalanya dalam pelukan suaminya.
🍄🍄🍄🍄🍄
Umma Sarah mencabuti rumput liar yang menumbuhi makam Aniya.Air mata terus berjatuhan karna rindu yang teramat pada putrinya.Rasa sangat sakit merindukkan seseorang yang sudah tidak ada di dunia ini.
Setelah di rasa bersih.Umma Sarah menaburi bunga pada makam Aniya.
"Semoga,kamu tenang di alam sana, Nak.Umma sangat merindukan kamu dan berharap secepatnya bisa berjumpa dan memeluk kamu, Aniya. Sungguh, Umma sangat tersiksa akan rindu ini.Umma belum bisa ikhlas atas kepergian kamu hiks.... "Umma Sarah menangis terisak-isak dengan kepala tertunduk bersamaan dengan rasa sakit di dadanya.
Wanita renta itu bangkit.Ia segera beranjak pergi karna hari yang sudah sore. Sebelum pergi umma Sarah merapalkan doa untuk Aniya.
Dengan tubuh yang bergetar,umma Sarah berjalan menuju jalan besar. Air mata terus saja menetes.
Tanpa melihat kanan-kiri umma Sarah berjalan, menyebrang jalanan untuk menuju ke tukang ojek yang pangkal di sebrang jalan.Namun...
Titt...
Buk!
Badan umma sarah terpental jauh kala sebuah bus menabrak badan wanita paruh baya itu.Kepala umma Sarah membentur sangat kuat trotoar.Darah segar mengalir deras dari kepala yang sudah retak,bau amis menyeruak.
Semua orang yang ada di sana berkerumunan.
" Sepertinya tidak bisa tertolong lagi,"ucap satu orang melihat umma Sarah yang sangat mengenaskan. Apalagi bagian kepala yang retak.
Beberapa orang menutupi badan umma Sarah sampai kepala dengan koran. Menunggu kedatangan dari pihak polisi dan sopir bus di amankan oleh warga sekitar sana.
Umma Sarah sudah bersama kembali dengan putri kesayangan, Aniya.
🌸TAMAT🌸
Saya windanor minta maaf bila ada salah pada kalian. Entah dari balasan komen maupun tulisan saya yang menyinggung.
Sampai sini akhir dari perjalanan kisah pernikahan Zana dan Hanu.Dua pasang manusia yang di persatukan dalam sebuah pernikahan yang tak pernah Zana inginkan, kini berakhir bahagia.
__ADS_1
Ambil baiknya dari cerita ini dan buang yang buruknya.
Terima kasih sudah membaca kisah ini sampai selesai🤗