KHAZANA(Aku Bukan Pelakor)

KHAZANA(Aku Bukan Pelakor)
Terbongkar


__ADS_3

"Aniya!" Panggil Umma Sarah , yang  keluar dari kamar tamu yang akan ia tempati untuk tidur dan bermalam.


Aniya yang tengah sibuk berkutat di dapur, membuat makan malam untuk kedua orangtuanya, menghentikan aktivitasnya. Ia mencuci tangan di wastafel , setelah itu berjalan mendekati umma Sarah yang berada di ruang tamu dengan tangan kanan yang memegang sebuah tangktop, pakaian dal*m.


"Ada apa, Umma? " Tanya Aniya yang berada di sebelah wanita paruh baya itu.


"Ini baju siapa, Aniya?Dan baju suami  kamu juga ada di kamar tamu? " Tanya Umma Sarah. Aniya meneguk ludahnya susah parah. Ia lupa menyembunyikan pakaian Zana yang ada di kamar tamu , tempat Umma dan Abahnya yang akan bermalam.


"I-itu, pakaian punya aku Umma, " jawab Aniya bohong. Ia menundukkan kepalanya, takut ketahuan bila ia tengah berbohong.


"Kamu yakin, ini pakaian kamu. Tapi sejak kapan kamu menggunakan pakaian ini, sedangkan kamu selalu memakai gamis. Bahkan Umi banyak menemukan pakaian ini di lemari, " ujar Umma Sarah mengangkat  tangktop itu dan memperlihatkannya pada Aniya yang masih menunduk.


"Jangan bohong, Aniya. Umma tau kamu itu bagaimana orangnya. Dan Umma juga menemukan buku pernikahan ini di lemari itu , terdapat foto Hanu dan seorang gadis. Apa Hanu menikah lagi, Aniya. JAWAB?!! " Bentak Umma Sarah di akhir kalimat.


Aniya langsung bersimpuh di hadapan Umma Sarah, dengan air mata yang sudah mengalir begitu deras. Ia menatap wanita yang telah melahirkannya itu menatap marah pada dirinya dengan mata berkaca-kaca.


"Ma-ma-maafin aku, Umma. Aku terpaksa merelakan mas Hanu menikah lagi agar mendapatkan  keturunan, walau bukan dari rahim. Aku . Umma tahu sendiri ,sudah 8 tahun aku menikah tapi belum ada tanda-tanda akan hamil . Sedangkan umur aku dan mas Hanu sudah 35 tahun, dan tidak ada harapan lagi untuk aku bisa hamil. " Tutur Aniya sambil terisak-isak menangis di depan Umma Sarah yang memegangi kepalanya yang tiba-tiba begitu sakit.


"Tapi.... Umma tidak rela kamu di poligami, Aniya! Lebih baik kamu dan Hanu tidak usah mendapatkan anak bila harus wanita lain yang mengandung anak Hanu. Kamu fikir di poligami itu mudah? Tidak Aniya! Kamu akan makan hati, cemburu dan sakit hati. Apalagi kalau istri kedua Hanu itu sudah mengandung. Perlahan rasa cinta dan perhatiannya akan lebih besar pada istri keduanya! Umma sakit hati ,Aniya! Kenapa kamu harus merelakan suami kamu itu menikah lagi dan kamu tidak memberitahu perihal pernikahan kedua Hanu kepada kami!"


Umma Sarah tidak bisa menahan air matanya yang sudah menggenang di pelupuk matanya. Orang tua mana yang rela putri satu-satunya dan sangat ia sayangi, di poligami. Bukan tentang boleh atau tidaknya berpoligami dalam islam, tapi resiko yang harus di hadapi saat di poligami. Seadil-adilnya seorang suami kepada kedua istrinya pasti akan timbul sakit hati, apalagi sang suami lebih mencintai istri kedua yang lebih cantik dan masih muda.Umma Sarah, takut, bila Aniya akan menanggung sakit hati yang mendalam suatu saat nanti , karna mau untuk di poligami.


******


Zana menjilati es krim yang baru saja di belikan oleh Hanu. Mereka berdua berada di sebuah taman, yang tidak jauh dari jalan raya. Pria itu terus memperhatikan istri kecilnya yang begitu menikmati es krim yang ia belikan. Apalagi hari ini cuaca matahari begitu menyengat dan udara yang cukup panas , membuat tenggorokan cukup kering dan butuh yang minuman segar-segar atau yang dingin .

__ADS_1


"Sampai blepotan, makan es krimnya, " ujar Hanu terkekeh. Tangannya terulur menghapus bekas es krim di bawah bibir Zana. Begitu nampak jelas mata gadis itu yang membola saat jari suaminya bersentuhan dengan bagian bibirnya. Dengan cepat Zana memalingkan wajahnya dan mengusap kasar bibirnya sendiri.


Hanu tersenyum melihat tingkah Zana yang masih begitu malu-malu pada dirinyanya yang merupakan suami dari gadis muda ini.


Baru beberapa menit, suara dering handphone, membuat perhatian Hanu yang tengah menatap Zana teralihkan. Ia melihat nama penelepon di layar handphone.Terlihat jelas segurat senyuman di bibir merah alami Hanu,membuat Zana sedikit memajukan kepalanya melihat nama penelepon. Entah mengapa gadis itu langsung melengkungkan bibirnya ke bawah, seolah tidak suka pada Aniya yang menelpon Hanu, walau ia tahu Hanu adalah suami Aniya juga. Tapi ada rasa tidak suka di hati Zana, tapi ia tidak tahu kenapa merasa tidak suka waktunya bersama Hanu terganggu. Walau Zana tahu, ia masih belum mencintai pria dewasa tersebut.


"Assalamu'alaikum, sayang. Ada apa? Apa kamu baik-baik saja di sana? " Tanya Hanu dengan suara yang selalu lembut saat berbicara pada istri pertamanya itu.


"......... "


Wajah Hanu tiba-tiba langsung berubah menjadi suram dan ekspresi wajahnya yang begitu nampak terkejut . Ia melirik kearah Zana yang menatap sekitar dengan es krim yang hampir habis di tangannya.


"Iya, aku akan segera pulang. Assalamu'alaikum" ujar Hanu di sebrang telpon tersebut dan langsung mematikan sambungan telponnya.


"Pulang? Bukannya dua hari lagi baru pulang ke rumah?" Tanya Zana, tapi tidak di gubri oleh Hanu yang nampak gelisah dan panik dari ekspresi wajahnya.


Zana makin penasaran, apa yang di katakan Aniya di telpon tadi, hingga Hanu terlihat panik.Ia berpegangan pada jaket suaminya yang mulai mengendarai sepeda motornya.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Assalamu'alaikum." Hanu langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dengan Zana mengikuti dari belakang.


Plakk


Bukannya ucapan salam yang di dapat, tapi Hanu langsung di sambut dengan tamparan yang begitu kencang, hingga wajahnya terhempas ke samping. Pria itu memegangi pipinya yang terasa memanas dan perih. Ia menatap Umma Sarah yang melihatnya dengan sorot mata yang begitu murka.

__ADS_1


Zana langsung membekap mulutnya karna terkejut , melihat suaminya langsung di tampar oleh wanita paruh baya yang entah siapa itu. Aniya langsung memeluk suaminya yang masih memegangi pipinya.


"Umma... " lirih Aniya, tidak tega rasanya melihat suaminya di perlakukan seperti ini oleh Umma Sarah.


Umma Sarah melihat kearah Zana yang menunduk. Ia melangkahkan kakinya mendekati gadis itu.


Plakk plakk


Wanita paruh baya itu menampar Zana sampai dua kali. Hanu langsung melepaskan pelukan Aniya dan menarik Zana ke belakangnya, melindungi istri keduanya.


"Umma, jangan berbuat kasar dengan Zana. Dia tidak tahu tentang masalah ini, " ujar Hanu, membela Zana.


"Apa maksud kamu tidak tahu apa-apa, Hanu? Jelas-jelas gadis itu, tidak baik. Bisa-bisanya dia mau menikah jadi yang kedua, padahal dia tahu kamu sudah punya istri.Apa sebutan yang pantas bagi gadis ini kecuali seorang pelacur".


Zana tidak bisa menahan sesak di dadanya, mendengar ucapan yang begitu menyakitkan dari Umma Sarah. Kalau ia tahu akan menjadi yang kedua pasti ia akan kabur saat acara pernikahan akan di mulai.


" Umma, Aku mohon jangan mengucapkan hal buruk pada Zana. Dia istri aku, dan Zana, saat aku nikahi ,dia tidak tahu kalau aku sudah menikah dan memiliki istri. Jadi jangan salahkan Zana, salahkan aku Umma, "ujar Hanu menunjuk dirinya.


Aniya memperhatikan Hanu yang terus memegangi tangan Zana. Ada rasa cemburu yang membara di hatinya.


" Tapi gadis ini tetap salah! Dan Umma tidak rela putri Umma di poligami. Kamu bisa mengadopsi anak orang lain, tanpa harus menikah lagi! "Ujar Sarah meninggikan suaranya.


Hanu melirik kearah Aniya yang langsung memalingkan wajah darinya. Apa Aniya tidak mengatakan yang sebenarnya, bila ia juga menikah atas keinginan istri pertamanya tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2