KIRANA (Dia Juga Dia)

KIRANA (Dia Juga Dia)
Eps 44


__ADS_3

"Ah, Papih!" Tari memekik ketika sang papi tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Tari itu langsung menutupi tubuhnya dengan baju yang belum ia pakai.


"Ah, maaf, sayang." Tuan Anton segera berbalik menghadap pintu. Dia pun juga sama terkejutnya saat melihat pemandangan yang tidak pantas dia lihat.


Gadis nya itu ternyata sedang berganti pakaian. Dia hanya mengenakan dua lembar kain yang menutupi kedua area terlarangnya. Tari segera berlari masuk ke kamar mandi dan memakai pakaiannya di sana. Sedangkan tuan Anton, jantungnya berdetak kencang. Dia merasakan sesuatu yang tiba-tiba terbangun di bawah sana. Pria itu menunduk dan mengepalkan kedua tangannya menahan sesuatu agar tidak merasuki tubuhnya.


Ah, tidak bisa. Dia tidak bisa melakukannya. Lekukan tubuh Tari yang baru saja ia lihat terus saja menari di kepalanya. Meski sekilas, terpampang jelas bagaimana sempurna nya bagian tubuh Tari yang selama ini tidak pernah dilihatnya. Dia ingin, ah ... Pria itu tidak bisa menahannya.


Tuan Anton berbalik dan berjalan cepat menuju kamar mandi. Pria itu berhenti tepat di depannya. Dengan tidak sabar Tuan Anton mengetuk pintu dengan keras.


"Sayang!" serunya.


"I-iya, Pih?" suara samar dari dalam kamar mandi.


Kembali Tuan Anton mengetuk pintu dan segera dibuka oleh Tari. Gadis itu sudah berpakaian rapi dengan pakaian harian.


"I-iya, Pih?" tanya Tari tidak berani melihat sang papi. Dirinya malu karena kejadian barusan saat sang papi tidak sengaja melihat dirinya berganti pakaian.


Sedangkan Tuan Anton, dia terus saja mengamati seluruh tubuh Tari dari bawah hingga ke atas tanpa berkedip. Dibalik kaos itu dia melihat segunduk bukit yang menggoda untuk didaki. Dan di bawah sana, ada timbunan harta karun yang ingin dia gali. Napas sang papi naik turun membayangkan hal erotis yang dia lakukan dengan gadisnya.


Pria itu langsung menarik Tari ke dalam pelukannya. Tari yang terkejut pun tidak sempat menahan atau membalas pelukan sang papi. Dia hanya diam tak bergerak.


"Biarkan seperti ini dulu, sayang. Papi tidak ingin menyakitimu." ucapnya seraya memeluk erat sang gadis.


Tuan Anton menelusupkan wajahnya ke dalam leher gadis itu. Menghirup dalam-dalam wangi tubuh sang gadis yang tiba-tiba saja membuatnya mabuk. Membuat sang gadis merasakan geli di tubuhnya.


"Ah, Papih. Geli!"


Tari mencoba melepaskan pelukan Tuan Anton dengan mendorong tubuh pria itu. Namun, tuan Anton bergeming. Ia tak mau bergerak sedikitpun dan mempererat pelukannya. Perasaannya takut menyakiti namun tubuhnya ingin segera memiliki. Tuan Anton tidak tahan lagi. Bayangan tubuh Tari yang hampir telanjang membuatnya hilang akal. Pria itu segera melu*mat bibir tipis gadis itu.

__ADS_1


Mata Tari membelalak mendapatkan serangan tanpa aba-aba. Dirinya sudah seperti patung yang berdiri tegak tak tergoyahkan. Tubuhnya membeku menerima serangan yang tiba-tiba sang papi luncurkan. Sedangkan Tuan Anton terus menyerang bibir Tari tanpa ampun. Dirinya sudah tersulut gairah yang ingin segera di tuntaskan.


****


Assalamu'alaikum,


Salam sehat buat para readers Kirana. 🤗


Di episode ini saya akan menampilkan visualisasi dari beberapa tokoh di Kirana.


Dr. Imam Teheri M.D. as Antonio Widodo



Usaha dibidang pertambangannya sukses membawanya masuk ke dalam deretan 15 orang terkaya di Indonesia. Pria yang lembut hatinya dan juga akan selalu mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya. Duda keren satu anak ini, siapa yang bisa menolak karismanya?


Syifa Hadju as Kirana Dwi Lestari



Aliando Syarif as Angga Yoga Pratama



Pria muda berumur 18 tahun. Anak semata wayang Tuan Anton dengan mendiang istrinya. Baik hati dan tidak sombong. Satu-satunya sahabat yang Tari punya.


Mira Kurniawan as Mira Kurnia (Bu Mira)


Bukan artis ya. 😁

__ADS_1



Wanita cantik satu ini memiliki peran penting dalam kehidupan Tari. Dia lah yang membuat Tari bisa bertemu dengan Tuan Anton yang akhirnya dapat merubah kehidupan Tari. Wanita cantik dan baik hati ini dikenal sebagai sang mami bagi para pekerja di klub malam milik Tuan Anton.


Abimanyu Praja Soesetyo


Nararya Aliy Soesetyo


Gema Tyaga Soesetyo


As


Farhan


Bilal


Adnan



Ketiga Adik Tari ini hampir saja memiliki masa depan yang kelam jika Tari tidak bertemu dengan Tuan Anton. Kehilangan orang tua secara bersamaan tak membuat ketiganya putus semangat.


Henni Timbul as Bu Mae



Janda tidak memiliki keturunan, tetangga Tari. Wanita paruh baya yang sangat baik hati yang selalu menolong keluarga kecil Tari. Sudah dianggap sebagai pengganti orangtua Tari dan ketiga adiknya. Apapun yang Tari mau akan selalu disetujuinya asal tidak dalam keburukan.


Itulah visual beberapa tokoh utama di novel Kirana. Maaf jika tidak sesuai dengan bayangan kalian. Untuk Mak Mia terimakasih sudah berkenan menjadi salah satu pemeran di novel Kirana ini. 🤗🤗😘😘

__ADS_1


Semoga sehat selalu buat kalian semua.


Wassalamuallaikum ....


__ADS_2