Kisah Cinta Aina

Kisah Cinta Aina
12. Bertemu Aldo


__ADS_3

Dua puluh menit di perjalanan mereka akhirnya sampai di mall yang mereka tuju. Mobil yang membawa merekapun masuk ke basemen untuk mencari tempat parkiran. Setelah parkir, mereka keluar dari mobil lalu menuju ke dalam mall.


Tujuannya yaitu ke supermarket,bukan ke tempat baju-baju lagi. Aina melirik jam di tangannya,jam menunjukka pukul empat sore. Saat memasuki pintu mall, ponsel Aina berdering cukup kencang. Lalu Aina merogoh tasnya dan mengambil ponselnya kemudian dia melihat layar di mana nama ayahnya yang muncul.


Aina menarik layar ke atas dan menempelkan ponselnya di telinga. Ibu Erni menatap ke arah Aina dan bertanya dengan isyarat tangannya. Aina hanya menjawab berbisik.


"Assalamu Alaikum, ada apa yah?"


"Kalian belum selesai Ai, belanjanya?" tanya ayahnya di seberang sana.


"Belum yah, kita baru masuk mall nih. Tadi habis dari butik dulu beli baju." jawab Aina.


"Jangan lama-lama Ai, kasihan adikmu Shella sendirian bilang sama ibumu, jangan kalap kalau belanjanya" kata ayahnya.


"Heheh. Iya yah, nanti Aina bilang sama ibu. Ayah mau di belikan makanan apa?"tanya Aina.


"Apa aja, soto yang di belakang mall juga boleh. Enak tuh di situ sotonya."


"Iya nanti Aina belikan."


"Jangan malam-malam pulangnya Ai."


"Iya yah."


"Ya udah,ayah tutup dulu.assalamu Alaikum..."


"Walaikum salam."


"Apa kata ayah Ai?"tanya ibu saat memasuki supermarket dan mengambil troli.


"Kata ayah jangan lama-lama belanjanya Bu. Ayah bilang ibu jangan kalap belanjanya." jawab Aina sambil tersenyum.Ibunya hanya mencibir.


"Ehm ... ayah emang gitu, keluar sebentar aja udah di telepin terus." kata ibu Erni.


"Ya udah ayo kita belanja, kita bagi tugas aja bu biar cepat." kata Aina.


"Ya udah, ibu di bagian sayur dan daging yah. Kamu ke bagian buah dan bumbu. Jhody kamu bagian Snack aja."


"Oke siap bu!" jawab mereka bersamaan.


Lalu mereka pun berpisah menuju ke bagian masing-masing.


Aina menuju bagian buah di paling pojok, ia langsung memilih-milih dengan teliti buah-buah segar yang tertata rapi di rak. Ia memilih dengan satu persatu agar tidak ada buah yang busuk dan sudah layu. Saat tangannya sedang milih buah melon, seseorang memanggil namanya dari belakang.


Aina menoleh kebelakang dan melihat Aldo menghampirinya. Dia tersenyum tipis dan kembali memilih buah melonnya lagi. Aldo memperhatikan apa yang Aina lakukan.


"Aina, apa kabar?" tanya Aldo berdiri di samping Aina yang sedang memilih buah.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik." jawab Aina singkat.


"Cari apa Ai?" tanya Aldo lagi.


"Kamu lihat aja, saya sedang apa?" kata Aina.


Aldo melihat keranjang yang di pegang Aina, beberapa buah sudah dia ambil. Dia bukannya tidak tahu, tapi hanya untuk mencari topik pembicaraan dan berbasa basi saja, karena lama sekali dia tidak bertemu dengan Aina.


"Banyak banget buahhnya. Ada acara penting yah di rumah kamu?"


"Iya, acara sangat penting."


"Acara apa?"


"Pertunangan."


"Kamu mau tunangan Ai?" tanya Aldo pura-pura kaget.


"Bukan, adikku. Kamu jangan pura-pura ngga tahu, Al." kata Aina mulai kesal karena dia tahu Aldo pasti tahu kalau sahabatnya yang akan bertunangan dengan adiknya.


Aldo hanya diam. Dia menggaruk kepala bagian belakang yang tidak gatal. Dia menghela napas panjang dan hanya tersenyum kaku. Lalu kembali dia mencari topik pembicaraan lagi.


"Maaf Ai, kan cuma basa-basi aja sih. Heheh." ucap Aldo tertawa kecil.


"Iya, aku maafkan. Semua orang yang minta maaf padaku, aku maafkan kok." kata Aina lagi.


"Mhm ...."


"Apa Arya sudah minta maaf?"


"Untuk apa?"


Aldo diam lagi, dia berpikir ucapan selanjutnya. Ternyata Aina bersikap dingin dan datar saja padanya, susah sekali mendekati Aina. Apa lagi sekarang, dia mungkin kecewa sekali pada Arya.


"Kata Arya, kamu menolak bertemu dengan dia. Apa, kamu marah?" tanya Aldo ragu-ragu.


Dia memperhatikan wajah Aina dengan seksama. Mencari tahu apakah memang Aina masih kecewa dan marah pada Arya. Bukankah sebentar lagi mereka jadi kakak dan adik ipar.


"Buat apa ketemu?" tanya Aina masih sambil memilih buah jeruk.


Aldo sedikit bingung dengan sikap Aina kali ini. Walaupun Aina itu pendiam dan tidak terlalu dekat dengan seseorang, tapi jika di ajak bicara dia akan menjawab dengan lembut dan santai. Tidak bersikap dingin dan cuek seperti sekarang ini.


"Kamu marah Aina?" tanya Aldo lagi.


"Buat apa aku marah? Aku sudah ngga ada urusan sama Arya lagi. Lagi pula dia akan jadi adik iparku, untuk apa marah.padanya." jawab Aina.


Kini dengan berbalik menatap Aldo serius. Aldo yang di tatap seperti itu jadi salah tingkah. Pandangannya dia alihkan ke sembarang arah. Sedangkan aina kembali memilih buah lagi, kini dia beranjak ke buah anggur yang terlihat sangat segar. Aldo masih tetap mengikuti langkah Aina.

__ADS_1


"Dia ingin minta maaf karena telah memanfaatkanmu waktu itu. Dia pikir kamu tidak ada apa-apa dan tidak mengapa mendekati adikmu." kata Aldo akhirnya mengatakan apa yang Arya katakan padanya.


"Memang aku kenapa? Aku ngga marah,dan anggap saja aku sebagai mak comlang dia sama adikku, dan berhasilkan? Dia sekarang mau tunangan, itu artinya aku membantu usahanya untuk mendekati adikku." jawab Aina dengan suara berat.


Hatinya kembali sedih. Aldo kembali bingung dengan jawaban yang hanya berputar sekitar itu-itu saja. Menghela nafas panjang, di tatapnya Aina lagi. Dan dia merasa Aina terlihat manis jika di lihat dari dekat, pikir Aldo.


"Waktu dia mengajak kamu dan adikmu jalan pagi, saat di taman dia melihat kamu menangis Ai. Dan sejak itu juga kamu selalu menghindari Arya di kampus. Bukan hanya Arya saja, tapi aku juga kamu hindari Ai." akhirnya Aldo jujur.


Aina hanya diam, dia memejamkan matanya dan menahan nafasnya.Kembali hatinya sakit juga kesal kenapa Aldo masih saja membahas itu terus. Dia pun menatap Aldo, yang membuat Aldo pun jadi salah tingkah sendiri.


"Sudahlah Al, ngga usah di ungkit yang sudah lama. Toh sudah dua tahun ini, sekarang aku lagi sibuk mengurus kepindahan pekerjaanku. Jadi ngga bisa bertemu Arya. Aku mohon jangan ungkit lagi tentang masa lalu, aku takut ayah dan ibuku tahu semua dan akan menggagalkan acara pertunangannya. Apa lagi acaranya besok adalah pertunangan mereka. Ayahku tidak akan segan marah jika anaknya di sakiti salah satunya. Lagi pula, mereka sudah bahagia kan. Jangan rusak kebahagiaan mereka dengan masa lalu yang ngga penting." ucap Aina panjang lebar.


Aldo kembali diam, dia masih asyik memperhatikan Aina.'Jika terus di perhatikan lebih lama, ternyata Aina tambah manis.' ucap Aldo dalam dalam hati.


"Aldo." panggil Aina.


Aldo tersentak dari lamunannya. Pandangannya di alihkan, dia tidak mau Aina tahu dia melamunkan dirinya, lalu menghela napas. Membuang rasa gugupnya.


"Ada kesempatan buat saya, Ai?" tanya Aldo tak sadar.


"Kesempatan apa?" tanya Aina bingung.


"Kali aja hati kamu nyangkol ke hati aku, Ai." canda Aldo pada akhirnya.


Aina hanya tersenyum. " Ngga mau, nanti aku di tinggal lagi." jawab Aina kembali santai.


"Aku ngga akan meninggalkan kamu kok." kata Aldo mendengar candaan Aina.


"Idih, gombalnya keluar. Hahah!"


"Hahah ... siapa yang lagi mengggombal?"


"Ya kamulah"


Kini mereka kembali ngobrol santai, setelah sekian lama mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing. Aldo semakin tertarik pada Aina, di tatapnya terus gadis manis di depannya itu. Hingga suara adiknya Jhody menyadarkan lamunan Aldo.


"Kak Aina kok lama banget sih cari buahnya. Ibu udah nungguin tuh dari tadi." kata Jhody yang menghampiri Aina.


"Iya ini udah selesai kok. Al, aku duluan yah." kata Aina berpamitan.


Aldo hanya mengangguk saja. Lalu Aina dan adiknya pergi meninggalkan Aldo sendirian. Sedangkan Aldo hanya menatap kepergian Aina dan adiknya sampai menghilang.


_


_


**********

__ADS_1


__ADS_2