Kisah Cinta Aina

Kisah Cinta Aina
33. Riyan Kesal


__ADS_3

"Gila Lo ya, tidur dengan Viola? Benar-benar brengsek lo!" umpat Riyan.


Dia tidak habis pikir kenapa sahabatnya bisa ceroboh seperti itu. Riyan berjalan kesana kemari, memikirkan apa maksud dari kedatangan Viola ke apartemen Wisnu. Jiwa penyelidiknya kini bekerja, dulu dia suka sekali bermain detektif di SMA dengan teman-temannya.


Kini dia kembali mencurigai kedatangan Viola yang secara tiba-tiba baginya. Bahkan dengan cerita sedih yang membuat Wisnu merasa kasihan.


"Gue ngga kuat, Yan. Dia setiap hari godain gue terua, gue normal di goda terus pertahanan gue runtuh. Lagi pula, sepertinya bukan gue yang bobol gawangnya dia pertama kali." ucap Wisnu bingung.


"Terus siapa? Jin Tomang?" sangkal Riyan.


"Ya kali, si Erick lebih dulu. Soalnya waktu itu rasanya seperti gampang banget masuknya."ucap Wisnu mengingat malam panasnya dengan Viola.


"Halah! Tapi lo menikmatinya kan?"


"Jelaslah, gue haus belaian. Ya gue menikmatinya, ada di depan mata gue begitu. Semua terlupakan." kata Wisnu dengan santai.


"Ck, lo aja yang suka begitu. Lo harus hati-hati, bisa jadi itu jebakan dia." kata Riyan.


"Masa sih?"ucap Wisnu tak percaya.


"Gue bilang, bisa jadi. Tapi kalau Lo masih cinta dia, kejarlah. Lo udah tidur sama dia, mau ngga mau Lo harus tanggung jawab kalau dia hamil." ucap Riyan.


Wisnu memikirkan ucapan Riyan. Benar saja, jika Viola hamil maka dia harus bertanggung jawab dan siap menikahinya.

__ADS_1


"Udahlah,gue balik." kata Wisnu.


"Eh, tunggu. Terus mau apa dia ke apartemen Lo lagi?" tanya Riyan.


"Dia mau minta maaf, dan kebetulan gue belum ada bahan makanan di kulkas jadi gue pergi ke mini market, dia gue suruh nunggu dulu di dalam. Eh ngga tahunya Lo datang marah-marah sama gue." jawab Wisnu.


"Jelas gue marah-marah, Lo menjanjikan apa sama Aina? Janji mau mengantar sampai ke stasiun. Kalau gue ngga kebetulan lewat sana, pasti dia ketinggalan kereta karena menunggu janji lo mau antar dia ke stasiun." ucap Riyan dengan kesal.


"Iya, gue minta maaf. Nanti gue minta maaf sama Aina juga. Gue bersalah banget sama dia." ucap Wisnu menenangkan sahabatnya itu.


" Harus. Dan jangan sampai Lo masih mengejar dia lagi, gue ngga rela!" ucap Riyan ketus.


"Hahah! Santai aja, gue mau mengejar Viola aja. Lo kejar Aina sana, kurasa dia juga mulai suka sama lo." kata Wisnu.


Memang tidak mudah meyakinkan seseorang untuk jatuh cinta atau menerima seseorang dalam hidupnya. Tapi Riyan akan berusaha mendekati Aina dengan caranya sendiri.


Obrolan dua sahabat itu pun masih terus berlanjit, dan berakhir jam satu malam. Wisnu pulang kembali ke apartemennya.


_


Wisnu sudah berada di apartemennya, rasa lelah karena dia harus bekerja keras lagi untuk menyakinkan Mr. Tanaka yang dulu dia pending pertemuannya. Menurut Riyan, Mr. Tanaka tidak mau bersepakat dengan Riyan yang sebagai asistennya.


Bukan tidak percaya, namun kerja sama dengan seseorang memang Mr. Tanaka itu harus disiplin. Dia juga merasa bersalah telah menunda pertemuannya dengan Mr. Tanaka.

__ADS_1


Sedang merebahkan tubuhnya, karena waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Wisnu memejamkan matanya. Namun baru saja matanya terpejam, suara dering ponselnya berbunyi dengan nyaring.


Dia kesal, siapa yang berani meneleponnya malam-malam begini. Jika itu adalah sahabatnya, maka dia besok pagi akan mendampratnya di kantor.


"Ck, siapa sih malam-malam begini menelepon?" umpat Wisnu.


Dia mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar ponsel. Viola my dear. Wisnu tersenyum, kemudian dia menekan tombol hijau dan mengangkat teleponnya.


"Halo, Vie?"


"Halo Wisnu, kamu sudah tidur?"


"Ini mau tidur, tapi kamu malah menelepon. Ada apa?" tanya Wisnu.


"Emm, aku ngga bisa tidur. Jadinya nelepon kamu, aku kangen." kata Viola.


Wisnu diam, dia menarik bibirnya kesamping tanda senang. Kemudian obrolan demi obrolan mereka lakukan hingga hampir subuh menjelang. Baru setelah keduanya mengantuk, mereka menghentikan sambungan teleponnya. Wisnu langsung tertidur lelap setelah telepon terputus.


_


_


***************

__ADS_1


__ADS_2