
Sepanjang perjalanan, istri pak Sony banyak berbicara dengan Aina. Tak jarang obrolan mereka di selingi gurauan dan candaan. Menyenangkan juga ngobrol dengan istri dari bosnya itu, ternyata tidak sekaku yang di pikirkan Aina.
Posisi duduk juga Aina dengan istrinya pak Sony yang bernama shakila dan pak Sony duduk dengan supir. Sampai Jakarta,pukul delapan malam,mereka tiba di penginapan tempat Aina bekerja. Pak Sony sebelumnya sudah menghubungi pak Riyan, sang asisten pribadi.
Bukan hanya Aina yang sudah sampai,ternyata ada beberapa pegawai yang di ambil dari kantor cabang lain juga baru sampai di penginapan. Penginapan itu cukup besar dan lumayan nyaman, ada beberapa kamar untuk karyawan yang baru datang, mungkin sekitar sepuluh orang yang di panggil untuk menjabat staf keuangan.
Sisa dari lainnya bagian administrasi dan menejemen. Sayangnya, penginapan itu tidak boleh di gunakan seterusnya, hanya satu Minggu kedepan. Aina sendiri merasa nyaman menempati kamar yang di tunjukkan oleh pegawai di penginapan itu.
Kata pak Sony,penginapan itu di sewa perusahaan untuk kenyamanan dan konsentrasi dalam menyelesaikan tugas pembukuan keuangan,agar karyawan tidak terlalu pusing dan tidak repot untuk pergi ke kantor. Dalam satu Minggu kedepannya,karyawan yang di ambil dari kantor cabang.
Perusahaan sangat royal dalam memfasilitasi karyawan dari cabang itu, maka tidak menutup kemungkinan perusahaan juga akan menuntut loyalitas dari seorang karyawan itu sendiri. Setelah berbincang dengan penjaga penginapan yang di tugaskan dari perusahaan, pak Sony menghampiri Aina yang sedang duduk di ruang tamu setelah meletakkan koper yang dia bawa.
"Ai, kata pak Riyan nanti semua karyawan di suruh istirahat dulu malam ini. Kamu istirahat aja malam ini, kamu pasti lelah kan?." kata pak Sony.
"Iya, pak. Terima kasih telah mengantar saya sampai penginapan ini." kata Aina segan.
"Ngga apa-apa Ai, saya juga besok ada pertemuan dengan seluruh kepala cabang. Nanti kita ketemu di kantor pusat besok."
"Oya pak Sony menginap di mana?"
"Saya nginap di hotel, dekat sini juga kok. Ya sudah, saya pergi dulu Ai. Mungkin briefing mengenai tugas, besok pagi. Nanti kamu jangan lupa berikan berkas laporan yang kamu bawa ke pak Riyan." kata pak Sony.
"Iya pak, sekali lagi makasih bantuannya. Salam buat Bu Shakila." kata Aina sambil membungkukkan badannya tanda hormat.
Lalu pak Sony pun pergi meninggalkan Aina. Kemudian Aina pergi menuju kamarnya, dia memang lelah sekali malam ini. Malam ini dia harus istirahat total, karena besok harus mulai kerja.
_
Pagi harinya, semua karyawan dari berbagai cabang di kumpulkan di aula kantor. Berkas yang sudah di siapkan dari kantor sebelumnya tidak langsung di berikan, tapi harus di presentasikan di depan jajaran atasan dan seluruh karyawan anak cabang yang hadir.
Aina dan yang lainnya sudah siap dengan berkas yang akan di presentasikan di depan direktur dan jajaran seluruh kepala bagian, terutama presentasi ini di saksikan langsung oleh CEO dari perusahaan ini. Sepuluh menit berlalu,CEO muda pun datang dengan di dampingi oleh sekretaris dan asisten pribadinya.
__ADS_1
Sang CEO duduk di depan dengan setelan jas warna abu muda di padukan kemeja putih dan dasi warna merah. Cocok dengan perawakannya yang atletis dan wajah yang rupawan. Semua karyawan memandang takjub pada bos besarnya itu, tak terkecuali Aina pun kagum dengan penampilan bosnya.
Di samping CEO, ada satu makhluk tampan lagi. Dia adalah asisten pribadi yang bernama pak Riyan. Aina lebih terpesona dengan asistennya dari bosnya, pembawaannya kalem dan juga sama berwibawanya. Matanya memancarkan keteduhan.
Aina terus menatap asisten itu,dan tak sengaja kedua mata Aina dan pak Riyan beradu pandang. Aina merasa canggung,kemudian dia membuang pandangannya ke arah lain untuk menutupi rasa malunya. Di sana sang asisten terlihat tersenyum walau hanya sedikit, kembali dia menatap Aina yang masih terlihat malu.
Tanpa di sadari oleh asisten itu, bos di sampingnya memperhatikan tingkah asistennya itu,dia ikut menatap seseorang yang di lihat oleh sang asisten. Kemudian ...
"Ehm!"
Sebuah deheman kecil dari sang bos pun membuyarkan lamunan sang asisten. Sang asisten pun menoleh ke arah bosnya.
"Kenapa?" tanyanya.
"Lo ngeliatin siapa sih? Seperti ada yang di lirik begitu." kata sang bos penasaran.
"Ada cewek manis di depan, lumayan buat mood booster rapat ini yang akan terasa panjang." jawabnya beralasan.
"Halah, semua cewek sama aja. Ngga ada yang baik, kenyataannya baik tapi malah pergi begitu aja." katanya si bos.
"Curhat nih?" tanya asisten dengan nada meledek.
Yang di ledek malah meninju asistennya. Dia kesal dengan ledekan Riyan, dan Riyan hanya tertawa kecil dan mengusap lengannya.
"Wibawa kita akan turun jika kita bercanda di depan mereka, di lihat banyak bawahan malah bercanda." kata Wisnu.
Begitulah kedekatan asisten dan bos CEO, jika sedang berdua antara bos dan bawahan mereka hilangkan. Mereka sebenarnya bersahabat dari kecil, pantas saja jika hanya berdua tak ada kata bos dan asisten.
Tapi sepertinya di tempat meeting ini mereka lupa akan hal itu. Setelah penjelasan dari moderator dan akhirnya pimpinan rapat maju ke depan memberikan sambutan dan memperkenalkan diri sebagai CEO. Dia pun berdiri dan memandang ke seluruh penjuru, di lihatnya satu persatu wajah-wajah baru yang akan jadi bawahannya itu.
"Selamat pagi semua, semoga hari ini adalah hari yang menyenangkan karena pertemuan pertama kita kali ini. Perkenalkan, saya Wisnu Abdi Hutama. Kepala cabang kalian yang merekomendasikan kalian di sini mempercayakan kalian bahwa kalian mampu dan bisa bekerja dengan baik.
__ADS_1
Oke, sesuai yang sudah kalian ketahui bahwa di kantor kita ini sedang dalam melakukan audit keuangan dari berbagai cabang dan juga di kantor pusat, untuk itu kita melakukan pembukuan ulang dan merekapnya sesuai dengan yang ada. Jadi saya harap kalian bisa bekerja dengan giat dan fokus dengan tugas masing-masing.
Bekerja sama dan tidak saling mengandalkan, kami di sini tidak akan segan untuk memulangkan atau memecat jika ada yang main-main dalam bekerja. Untuk itu loyalitas kerja kalian kami butuhkan di perusahaan kami. Saya ucapkan, selamat bergabung di kantor pusat perusahaan Media Karya Hutama." ucap Wisnu sang ceo menyampaikan pidatonya dengan singkat.
Seluruh karyawan tepuk tangan mengiringi sang CEO duduk. Kemudian, bagian HRD mempersilakan satu persatu untuk mengenalkan diri dari cabang mana dan mempresentasekan hasil rekap keuangan seluruh cabang yang tadinya membawahi mereka.
Tiba giliran Aina, dia sedikit gugup dan canggung harus berbicara di hadapan semua orang. Biasanya dia hanya melakukan itu cuma beberapa orang saja, tapi kali ini dia lakukan di hadapan pemilik dari perusahaan yang menaunginya.
Aina mengatur napas, dan akhirnya dia bisa mempresentasekan hasil pembukuannya, di sela-sela presentasenya. Aina berdoa semoga presentasenya kali ini benar dan tidak ada kesalahan seperti rekan-rekannya tadi.Sehingga pertanyaan dari bagian keuangan pun muncul dan membuat sang bos jadi bingung.
Akhirnya Aina selesai juga, dia menunggu ada pertanyaan dari atasannya. Tetapi semua merasa senang dan puas hasil presentase aina.setelah menunggu tidak ada pertanyaan. Aina pun kembali duduk di kursinya semula.
Di depan seseorang sejak tadi memperhatikan penjelasan Aina dan tersenyum puas. Dia masih saja menatap Aina yang sudah kembali di kursinya. Dua jam meeting itu selesai, dan bagian keuangan pun berdiskusi dengan sang bos. Untuk menentukan karyawan di tempatkan masing-masing kemampuan.
"Bagaimana tadi pak, penjelasan dari seluruh karyawan cabang kita itu?" tanya pak Iwan manajer bagian keuangan.
"Bagus, semua bagus. Yaa ... walaupun tadi ada yang sedikit membingungkan, tapi kurasa cukup. Pak Iwan bisa menempatkan karyawan itu sesuai kemampuannya." kata Wisnu.
"Baik pak, saya akan diskusi dengan yang lainnya." kata pak Iwan.
"Kalo bisa jangan lama-lama penempatannya pak Iwan, karena kita sedang di kejar waktu."
"Baik pak, sesudah jam makan siang akan saya berikan laporannya." jawab pak Iwan.
"Oke, saya tunggu di ruangan saya." kata Wisnu.
Lalu mereka pun kembali ke ruangan masing-masing. Wisnu dan Riyan berjalan menuju ruangannya, sepanjang jalan mereka mengobrol hasil meeting tadi.
_
_
__ADS_1
*****************