
Hari Sabtu sore, seperti yang di janjikan pada ibunya. Riyan siap-siap untuk perjalanan jauh ke kota Cirebon. Dia hanya mengendarai mobil sedannya sendiri tanpa di temani supir. Baginya sudah biasa pergi sendiri dalam perjalanan jauh.
Jika pun lelah di pertengahan tol akan berhenti di rest area untuk beristirahat sejenak. Pukul tiga sore Riyan sudah siap dan akan pergi, tapi terhenti ketika mamanya meneleponnya.
"Halo, ma?" ucap Riyan.
"Kamu udah berangkat, Riyan?" tanya mamanya di seberang sana.
"Ini Riyan siap-siap mau naik mobil." jawab Riyan.
"Ya udah, kamu hati-hati di jalan ya. Mama sudah ada di rumah Tante Irma. Nanti cari hotelnya bareng kamu aja kalo udah nyampe." ucap mamanya.
"Iya ma. Ya udah, Riyan berangkat dulu yah."
"Iya, sekali lagi hati-hati. Jangan ngebut."
"Iya."
Lalu Riyan menutup sambungan teleponnya. Dia kemudian masuk mobil dan duduk di belakang kemudi. Setelahbaca dia, Riyan tancap gas dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
Pukul tiga sore Riyan sampai di rumah Tantenya, Irma pukul delapan tiga puluh. Riyan langsung di sambut oleh mamanya. Merasa lelah karena perjalanan jauh Riyan menuju kamar yang di siapkan untuknya beristirahat.
Tok-tok-tok...
Pintu di ketuk dari luar, Riyan yang baru saja merebahkan badannya kembali bangkit dari tidurnya membuka pintu yang di ketuk dari luar. Muncul mamanya sambil membawa jus jeruk dan cemilan.
"Ini mama bawakan cemilan buat kamu." sambil meletakan nampan yang berisi toples dan segelas jus di meja.
"Aku udah makan tadi ma di jalan." ucap Riyan kembali merebahkan badannya di ranjang.
"Mama tahu, makanya mama bawa cemilan aja. Kamu mau istirahat dulu atau ketemu Tante Irma sama om Rudi dulu?" tanya mamanya.
"Istirahat aja dulu mah, pinggangku sakit karena lama duduk di mobil." ucap Riyan.
__ADS_1
"Ya udah, mama keluar dulu menemui tantemu." tanpa menunggu jawaban anaknya.
Ibu Sarah langsung keluar kamar dan menutup pintunya rapat. Di depan kamar yang di tempati Riyan, ibu Sarah ketemu Irma. Karena sejak sampai di rumah adiknya itu, belum bertemu sama sekali.
"Riyan udah datang?" tanya Irma.
"Udah, tapi pinngangnya sakit karena perjalanan jauh, makanya langsung istirahat dulu ngga nemuin kamu dulu." kata Sarah memberi alasan kenapa anaknya tidak langsung menemuinya.
"Iya, ngga apa-apa mba. Riyan suruh istirahat aja, besok pagi kan harus mengantar pengantin juga." ujar Irma.
"Oya, Arya kemana? kok anak itu ngga ada sih, ini kan udah malam masih aja keluyuran. Besok kan dia harus ijab kobul, ngga boleh lelah." tanya Sarah.
"Dia lagi ngambil jas pengantin di butik."
"Kenapa ngga nyuruh orang aja sih?"
"Dia ngga mau ada kesalahan, kalau menyuruh orang nanti bisa bolak balik terus. Oya mba, Riyan itu belum nikah, apa udah punya pacar?" tanya Irma.
"Calon kakak iparnya Arya itu kayaknya masih jomblo deh mba, coba aja kalau Riyan mau suruh kenalan. Siapa tahu cocok jodoh, mba." ucap Irma lagi.
"Iya, nanti coba aja kalau udah acara pernikahan ini selesai, di bicarakan dengan Riyan. Anak itu, dari dulu ngga mau dekat sama perempuan. Takut pada baper katanya perempuannya."sambil terkekeh menceritakan anaknya.
"Hahah! Anak itu, dari dulu selalu saja enggan dekat perempuan. Normal ngga sih mba, anakmu?" tanya Irma tiba-tiba.
Sarah melotot dengan pertanyaan konyol adiknya itu. Keduanya pun tertawa senang, tak menyadari di belakang mereka Riyan berdiri bersedekap dengan wajah cemberut kesal.
"Udah puas nih meledek aku?" tanya Riyan dengan nada kesal.
Irma dan Sarah menoleh ke arah suara Riyan yang kelihatan kesal. Mereka tertawa kecil dengan Riyan yang kesal padanya.
"Siapa yang meledek kamu? kamu aja yang sensi gitu, seperti cewek yang lagi datang bulan." ucap Sarah seenaknya.
Riyan malas berdebat dengan kedua orangtua tersebut. Dia berbalik dan pergi dari tempat itu.
__ADS_1
"Eh, mau kemana?" tanya Irma.
"Mau mandi Tante, badan Riyan lengket." jawab Riyan tanpa menoleh langsung pergi.
****
Pagi tepat pukul tujuh, rumah Arya sangat sibuk mempersiapkan pernikahan yang di rencanakan akad nikahnya jam delapan tepat. Acara berlangsung di kediaman mempelai wanita,karena ayah calon Arya meminta demikian.
Sementara di rumah Aina juga sama sibuknya, pengantin wanita yaitu Shella benar-benar tegang. Dia bolak-balik kamar mandi hanya untuk buang air kecil. Seorang perias tampak sedikit kesal karena pengantin wanita yang bolak-balik ke kamar mandi. Riasan yang seharusnya selesai sejak tadi, kini telat karena tingkah pengantin.
"Udah selesai belum, mba meriasnya?" tanya ibu Erni pada tukang rias.
"Belum, Bu pengantinnya bolak balik aja ke kamar mandi." jawabnya tidak enak.
Lalu Shella keluar dari kamar mandi masih memakai baju biasa, Ibu Erni kaget. Dia menarik Shella dengan keras, Shella meringis kesakitan.
"Sakit Bu, kenapa aku di tarik begini sih!"Protes Shella.
"Kamu itu bagaimana sih, ini sudah jam berapa Sebentar lagi calon mempelai laki-laki datang, kamu masih pake baju itu. Cepat, jangan lama-lama!" ucap ibu Erni.
"Tapi aku gugup Bu." kata Shela.
"Udah jangan banyak alasan, kamu sendiri yang minta lebih dulu nikah. Jadi jangan membuat ibu malu! Mba, cepat di rias. Kalau dia masih seperti tadi, tinggalkan aja biar dia malu sendiri kalau belum selesai juga." kata ibu Erni kesal dengan tingkah anaknya itu.
"Iya iya."
Lalu tukang rias itu melanjutkan pekerjaannya, dia lebih patuh pada nyonya besar. Dan akhirnya Shela segera di rias, suasana di rumah Aina begitu ramai. Apa lagi di depan untuk di adakan ijab kabul di masjid dekat rumah Aina.
_
_
****************
__ADS_1