Kisah Cinta Aina

Kisah Cinta Aina
09. Mengajak Jalan Pagi


__ADS_3

Hari Minggu pagi, Arya main ke rumah Aina. Dia ingin mengajak jalan pagi ke alun-alun kota, bukan saja mengajak Aina. Tapi juga mengajak Shella, karena dia memang ingin mengajak Shella, hanya takut pada pak Edi jika hanya mengajak Shella sendirian.


"Eh, nak Arya, ada apa pagi-pagi sudah bertamu?Cari Aina ya?" tanya ayah Aina ketika sedang duduk di teras rumah.


"Nggg ... nggak om, mau ngajak Shella jalan pagi ke alun-alun kota aja kok om." jawab Arya gugup.


Ayah Aina diam sambil menatap curiga. Arya yang di tatap ayah Aina sedikit kikuk. Lalu dia berkata lagi dengan rasa takut karena pak Edi merasa curiga padanya.


"Yaa, sekalian juga mengajak Aina sih om biar rame. Heheh." ucapnya lagi.


"Ya sudah, tapi Shella jangan di ajak pacaran ya, dia masih kecil. Belum lulus sekolah." kata ayah Aina seolah tahu maksud Arya.


Arya hanya mengangguk sambil tersenyum kaku. Dia tahu aturan pak Edi pada anak-anaknya, sebelum lulus sekolah tidak boleh pacaran. Jadi, dengan cara mengajak Aina Arya bisa bertemu dengan Shella dan jalan dengannya.


"Kamu temen kuliahnya Aina kan?" tanya pak Edi.


"Iya om." jawab Arya masih tersenyum kaku.


"Ai, ada Arya nih mau ajak joging katanya!" teriak ayahnya Aina.


Tak juga kunjung keluar, pak Edi berteriak lagi memanggila anaknya itu. Kemudian tak lama Aina muncul dari dalam rumah dengan baju rumahan biasa. Melihat ke arah Arya dengan baju olah raganya.


"Ada apa yah, panggil aku?" tanya Aina melirik ke arah Arya.


"Tuh, si Arya katanya mau ajak kamu joging." kata ayah Aina sambil melirik Arya.


Yang di lirik hanya garuk-garuk kepala saja sambil tersenyum kaku pada Aina. Aina pun membalas senyuman Arya yang terlihat kaku itu.


"Iya, Ai. Aku mau ajak kamu joging di alun-alun kota, mhm ... kalau boleh sama om, sekalian juga ajak Shella." kata Arya sedikit ragu.


Aina tersenyum senang, "Boleh kok, ya yah? Kan biar rame." ucap Aina sambil melirik ayahnya.


Yang di lirik malah memasang muka masam,tapi anggukan kepalanya menandakan setuju. Arya yang melihat ayah Aina merasa senang lalu tak sadar dia mencium tangan ayahnya Aina.


"Terima kasih, om. Terima kasih Aina." kata Arya dengan senangnya.


Aina yang melihat Arya yang begitu senang, tersenyum lagi. Pikirannya bingung dengan sikap Arya, kenapa begitu senang mengajaknya dan juga Shella pergi joging. Aina masih terdiam, entah apa yang di pikirannya.


"Ai, ayo siap-siap. Sekalian panggil Shella." ujar Arya tak sabar.

__ADS_1


"Eehm!"


Arya menengok ke arah suara deheman itu, dia hanya tersenyum canggung. Kemudian Aina tersadar dari kebingungannya, dia masuk ke dalam rumah menuju kamar Shella.


Tok-tok-tok.


"Shella, kamu masih tidur nggak?" Aina mengetuk pintu kamar Shella.


Yang di tanya malah menjawab dengan rengkuhan tidak jelas. Aina masih sabar, belum masuk ke dalam kamar adiknya itu.


"Shella, bangun. Mau ikut jogging nggak sama Arya?" tanya Aina lagi.


Sedetik kemudian, pintu kamar Shella terbuka, terlihat adiknya itu masih terlihat kusut baru bangun tidur. Tapi dengan matanya yang berbinar mendengar Arya di sebut oleh kakaknya.


"Kakak tadi bilang apa?" tanya Shella.


Aina menghela napas, "Mau ikut jogging nggak sama Arya?" tanya Aina lagi dengan wajah malas.


"Mau!"


"Ya udah, cepetan siap-siap. Arya sudah menunggu di depan." kata Aina.


"Ngga ikut, kamu aja sana yang ikut, kakak malas." jawab Aina.


"Yaah, nggak seru. Ikut dong ...."


"Sudah,cepat siap-siap. Kasihan Arya sejak tadi menunggu kamu." kata Aina sambil berlalu dari kamar Shella.


"Oke." jawab Shella sambil menutup pintu dan pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap.


Aina hanya tersenyum tipis saja, dia lalu pergi ke belakang untuk mencuci bajunya. Karena hari libur waktunya mencuci baju dan juga menyetrika. Tiga puluh menit kemudian, Shella sudah siap dengan pakaian olahraganya. Rambutnya di kuncir kuda, tak lupa memakai bandana menambah aksen sporty pada penampilannya.


Lalu dia pergi menuju teras rumah yang sedari tadi Arya sudah menunggunya. Wajah sumringah Arya tercetak nyata. Senyumnya mengembang, dia lupa di sebelah kursinya ada ayah dari kakak beradik yang dia ajak joging pagi ini. Shella tersenyum malu menatap Arya, lalu memunduk. Dan sebaliknya Arya begitu senang Shella sudah rapi dan siap pergi dengannya.


"Yuk, kak Arya kita berangkat." kata Shella dengan cerianya.


"Ayo." jawab Arya senang, mereka melupakan orang satu lagi.


"Ehm! Kakakmu mana, Shella? Kenapa tidak ikut?" tanya ayah heran

__ADS_1


Seketika senyum Arya dan Shella menghilang. Mereka saling pandang, lalu Shella pun mendekat pada ayahnya yang menatapnya dan Arya secara dingin.


"Kak Aina nggak mau ikut katanya." ucap Shella.


"Kalau kakak kamu nggak ikut, lebih baik tidak usah joging lagi." kata ayahnya dengan tatapan tajamnya.


Shella cemberut, lalu dia masuk ke dalam rumah. Memanggil kakaknya yang berada di belakang, sedang mencuci bajunya.


"Kak Ai, ayo dong ikut." bujuk Shella.


"Ngga mau, kakak mau cuci baju." ujar Aina beralasan.


"Yaah, kak Ai. Ayolah ikut kak Ai, kalau ngga ikut nanti ayah ngga mengizinkan aku joging. Lagi pula ngga seru kalau cuma berdua aja." kata Shella membujuk Aina.


Aina diam, menatap penampilan Shella yang sudah siap untuk joging. Shella menangkupkan kedua tangannya, memohon pada kakaknya itu. Aina menghela nafas panjang dan meletakkan baju yang sedang dia kucek manual.


"Baiklah, kakak ikut." kata Aina akhirnya dan meletakkan baju yabg sedang dia kucek secara manual.


"Nah gitu dong kak, aku jadi senang mendengarnya. Heheh ...." kata Shella.


"Ya sudah, tunggu kakak ganti baju dulu." ucap Aina.


Wajah sumringah Shella menatap kakaknya yang berlalu dari hadapannya. Kemudian dia berlari keluar rumah yang sejak tadi hanya ada wajah horor ayahnya yang menatap Arya. Yang di tatap malah tambah gugup dan kaku. Tangannya di hentak-hentakkan di atas pahanya untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Ayah, kak Aina mau ikut joging." ucap Shella.


"Ya, ayah tidak mau kamu jalan hanya berdua dengan dia." kata pak Edi masih menatap datar pada Arya.


Sepuluh menit kemudian, Aina keluar dengan baju training merah jambu ya.sepatu kets warna putih dia talikan sejenak lalu dia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku. Sekedar mengecek sosial medianya sebentar lalu memasukkannya lagi ke dalam saku celananya.


"Yuk, berangkat.Sudah siang, nanti keburu panas lagi." kata Aina tak memperdulikan kedua orang yang sejak tadi menunggunya.


"Kalau begitu, kami pamit dulu om.Assalamu Alaikum.." kata Arya.


Lalu mereka bertiga pergi, jalan kaki menuju alun-alun kota. Awalnya Arya mengobrol dengan Aina, tapi kini beralih pada Shella. Bercanda dan bergurau dengan Shella, sedangkan Aina merasa dia jadi orang-orangan sawah. Tidak di pedulikan oleh kedua orang yang sedang bicara dan tertawa itu.


_


_

__ADS_1


***************


__ADS_2