Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Disyukuri Atau Disesali?


__ADS_3

"Selamat makan, Tuan, dengan hasil masakan tuan." ucap Killa dengan menaikan satu ibu jari ke udara. sealay itukah Killa? Tapi itu membuat Ray tersenyum bahagia melihat tingkah laku Killa yang kekanak-kanakan, dan bahagia tidak menyangka, masih ada masakan yang bisa dikonsumsi.


"Ayok kita sarapan bareng, kita nikmatin makanan masakan kita." Ray menarik kursi yang biasa di pakai Killa selama tinggal di rumahnya.


Masakan kita? Bukanya semuanya yang memasak, Tuan? batin Killa.


" Tuan, biar saya yang ambilkan." mengambil piring milik Ray, lalu di isi nasi. "Tuan mau pake apa?" memegang piring yang sudah terisi nasi. Ray meminta semua yang ada diatas meja.


"Ayo tuan di makan." ajak Killa karena dari tadi Ray belum menyuapkan makanannya ke mulut. Sesuap makanan masuk ke mulut Killa. "Mmm, enak,Tuan. ini enak banget, makanan yang Tuan buat rasanya luar biasa." puji Killa dengan mengangkat kedua ibu jarinya lagi ke udara.


"Benarkah?" tanya Ray yang tak percaya, karena rasa penasarannya Ray langsung memasukan makanan ke mulutnya. "Bahhhh!" teriak Ray dengan memuntahkan makanan di mulutnya. "Ini rasanya aneh! kenapa kau bilang enak, Killa?" Ray mengusap-ngusap mulutnya pake tissue lalu meminum jus jeruk buatan Killa sampai satu gelas habis kemudian di timbun dengan air putih sebanyak mungkin untuk menghilangkan rasa aneh yang menempel di lidqh, agar tidak berbekas lagi di lidahnya


"Hehe, Tuan ini enak karena ini masakan Tuan. Walau masakannya tidak enak si, tapi kalau yang masak Tuan dan makan bareng sama Tuan, jadi enak makananya. Hihihi." gombal Killa, Killa tak mau tuan Ray sakit hati karena masakannya tidak enak, jadi Killa berbohong kalau makanannya enak dan sedikit dibumbuin kata-kata gombal.


"Kamu bisa saja Kill." Ray berasa jadi anak gadis 17 tahun yang dijaga hatinnya agar tidak tersinggung, malu si, tapi senang dapat gombalan receh dari Killa, "sudah-sudah jangan di lanjutin makannya, ini rasanya aneh, tidak enak dan kenapa pahit? Arghh pokoknya ini makanan aneh yang baru saya coba! Kita sarapan pake roti saja! " Ray menyingkirkan semua makanan lalu mengambil roti tawar dan bermacam selai yang tersedia di sudut meja makan. Killa hanya mengiyakan saja, karena memang benar makananya tidak enak, rasanya aneh.


Ini pertama kali Ray memasak dalam sejarah kehidupannya. Sementara Killa, ini bukan hal yang pertama. Saat Killa sedang ngasih arahan kepada Ray pas masak, Ray selalu menyuruh Killa untuk duduk saja, Ray berkata kalau dirinya jago masak.


Karena Ray nyuruh Killa duduk, akhirnya Killa memeras jeruk, minuman kesukaan Ray tiap pagi. Killa tidak mau kalau cuma duduk-duduk saja. Saat masak Ray tidak pernah mencicipinya, dia selalu ngasih bumbu yang banyak termasuk garam, dalam pikiran Ray, kalau bumbunya banyak pasti rasanya akan enak. Tapi apa? setelah selesai masak, makanan yang di masak oleh Ray rasanya luar biasa. Semua rasanya aneh dan rasa bumbu yang gosong. Memasak dengan api besar. Padahal semalam Ray sudah menonton video tentang memasak dan menbaca buku resep masakan, tapi saat praktek langsung, tak semudah seperti yang di video. Ray kwalahan saat memasak. Dia lupa dengan cara-cara yang diajarkan di video ataupun di buku resep, payah kan? sudah sok jago, eh... ternyata? jagoan membuat masakan aneh!

__ADS_1


"Tuan," ucap Killa disela-sela mengunyah Roti.


"Iya." sambil menggigit roti.


"Maafkan saya, Tuan."


"Maaf?" Ray menengok dengan mengeryit kan dahi. "Maaf untuk apa?"


" Iya maaf, sudah pernah berpikir buruk tentang Tuan."


"Berpikir buruk. Maksud kamu?" Ray tidak mengerti apa yang dimaksud Killa, berpikir buruk? Apa berpikir kalau aku bisa masak? pikiran konyol yang Ray tangkap, kalau bisa masak kenapa berpikir buruk? entahlah.


Ray tersendak. Jahat! memang tampang ganteng yang Ray punya menunjukan penjahat? dan satu lagi, memang ada orang jahat seganteng dirinya? sombong dikit, tapi memang kenyataan dirinya orang jahat.


Ray tersendak karena kaget orang pertama kali lihat saja sudah berpikir dirinya jahat. Memang semenakutkan itu kah wajah Ray? baiklah, memang wajah dirinya sangar, tidak bisa dipungkiri, tapi kenapa ya? Killa bilang bahwa dirinya orang jahat, sepojok hati Ray tidak rela, Ray maunya dianggap baik oleh Killa, tapi yasudah sudah terlewat juga.


"Tuan, ini minum dulu. Pelan-pelan kalau makan. Jadi tersendak kan." Killa menyodorkan segelas jeruk peras miliknya yang belum diminum sama sekali, masih utuh.


Ray meminum jeruk perasnya sampai tandas. kemudian setelah sudah bisa bicara Ray menyauti ucapan yang menjengkelkan.

__ADS_1


"Oh jadi itu alasanya kamu lari?" pengin ketawa atau marah Ray bingung dengan dirinya.


"Hehe, iya Tuan. Saya hanya jaga aman. apalagi Tuan datang-datang ngasih sapu tangan, jadi saya berpikir buruk ke Tuan. Sedia payung sebelum hujan." jelasnya terus menggigit bibir bawahnya.


Bodoh! pantas saja Killa berpikir orang jahat, aku datang-datang menyodorkan sapu tangan, bagaimana Killa tidak berpikir sampai kesitu? itukan yang sering di praktekkan didalam dunia Film ketika orang jahat ingin menculiknya.


"Haha ..." berusaha Ketawa meski hatinya mengutuki perbuatannya, "sedia payung sebelum hujan, malah terkena petir." mencairkan suasana bukanya bisa menghilangkan rasa jengkel? itu pikir Ray. Tapi tunggu, bukanya dengan kejadian itu harus disyukuri atau disesali, andai Killa tidak lari, kan tidak mungkin Killa tertabrak, kalau tidak tertabrak tidak mungkin hubungan Ray dan Killa sedekat ini? dan sekarang duduk bareng menikmati sarapan. mungkin ini yang harus disyukuri, bukan disesali.


"Hehe, iya juga ya." meringis


"Jujur saya malu pernah berpikir buruk ke Tuan. Padahal Tuan orang yang sangat baik." Killa menunduk merasa menyesal pernah berpikir buruk.


"Baik apanya?" lipatan di kening terlihat jelas "Baik sudah membuat kamu celaka?" Ray menggebu-nggebu jika mengingat kecelakaan yang pernah Killa alami, rasa syukur yang baru disyukuri lenyap menjadi rasa menyesal.


"Celaka, karena saya Tuan. Sudah berpikir buruk ke Tuan. Coba saya tidak berpikir buruk ke Tuan, mungkin saya tidak tertabrak. Maafkan saya, Tuan." menatap ke Ray.


"Sudahlah itu hal yang baik, menganggap orang asing penjahat. Bukanya itu sebuah kewaspadaan." Ray juga menatap Killa, kemudian langsung mengalihkan ke arah lain, Ray tidak kuat Jika lama-lama memandang Killa, pikirannya jadi menari-nari tidak karuan.


"Disini yang salah saya, saya datang tiba-tiba dan mengasih sapu tangan. Jadi wajar kamu berpikir buruk ke saya." Ray lebih baik mengakhiri pembicaraan tentang hal itu, membuat Ray mengingat kejadian menyakitkan buat dirinya, dan buat wanita yang sekarang duduk di depan sampingnya. Hati Ray sakit.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2