Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Ifan jadi benci.


__ADS_3

Ifan masuk kedalam Ruangan Ray untuk memberikan berkas yang harus ditanda tangani Ray. Saat sudah masuk Ifan menatap tajam ke arah dua pria yang sedang duduk santai di disofa.


"Fan!" Ray memanggil Ifan tujuan manggil agar Ifan bisa mengalihkan pandangannya yang menakutkan. Ifan tak menggubris dia masih menatap tajam penuh kebencian.


"Mau apa? Mau makan kita? Hah! kau masih aja Fan! gue kira sudah lama tidak berjumpa, kau jadi baik ama kita, nyatanya sama aja! haha." Goda Alex.


"Takut gue, santai bro. Hidup lo tegang amat, haha." Timpal Gio.


"Mau apa kalian kesini?" Masih dengan tatapan membunuh.


Alex dan Gio ketika masuk ke kantor lalu masuk ke Ruangan Ray, tidak butuh izin ke Ifan. Bahkan para staf juga tidak memberitahukan ke Ifan, karena para pegawai kantor sudah tahu betapa dekatnya Ray dengan Alex dan Gio.


"Haha, pertanyaan mu lucu, Fan!" Alex beranjak dari duduknya, berjalan mendekat ke Ifan " Aku kesini mau bertamu dengan teman aku. ada masalah? " Alex menepuk bahu Ifan. Ifan segera mungkin menyingkirkan tangan Alex dengan kasar kemudian mengusap ngusap bahunya bertujuan membersihkan bekas tangan Alex. Alex dan Ifan saling tatap, tatapan musuh.


"Sudah! kalian itu Kebiasaan kalau bertemu seperti kucing sama tikus. Kalau mau berantem, keluar! " ya, begitulah. Tuan Ray yang akan jadi penengah.


"Maaf bos. ini ada berkas yang harus tanda tangani."Ifan yang meredakan persengitan, lalu berjalan menuju meja kerja Ray.


Gio beranjak dari duduknya nenuju ke arah Alex berdiri " Fan. kamu sukses." Gio mengacungkan ibu jari ke udara.


Tepuk tangan riuh pun yang diciptakan oleh kedua tangan Gio dan Alex memenuhi ruangan Ray.


"Kerja keras lo, membujuk Ray agar tidak kumpul lagi bersama kita-kita, kamu berhasil! sampai-sampai bos lo dua bulan tidak datang kekumpulan kita! cih, kamu sukses Fan!" Menggertakan Giginya, menahan Amarah, "tapi maaf, kami kemari, ingin menarik secara paksa bos lo untuk datang! haha." Gio ketawa bebas, ketawa itu terdengar sangat mengejek Ifan. Membuat Ifan mengepalkan kedua tanganya, geram.


Ifan maju kearah Alex dan Gio, baru satu langkah tangan Ray sudah menahan lengan Ifan "sudah Fan! lagian aku ga kesana bukan karena lo. karena Killa sakit! Jadi aku tidak bisa kesana. Lebih baik kamu keluar, aku tahu kau begini sedang berusaha melindungi ku, tapi tolong keluarlah sekarang, biarlah mereka, lagian aku juga yang mau." Ray tersadar dari ucapannya yang menyebut Killa, dia mamaki dirinya didalam hati.


"Baik Tuan, saya permisi." Ifan mengalah. Ifan maju bukan itu maksud Ifan, Ifan sudah bahagia Ray tidak datang lagi kekumpulan mereka, tapi mereka malah datang ke Ray. mengajak Ray datang lagi kesana! Ifan rasanya mau memukul mereka!


Aku bersusah payah menghalangi malah dia datang, sial!

__ADS_1


bergumam sambil berlalu pergi.


Dulu Ifan, Alex, Gio dan teman perkumpulannya itu akrab, teman satu angkatan di kampusnya, tapi karena insiden dimana Alex dan Gio dan teman temannya membuat Ray terjerumus ke dalam keadaan tidak baik. Mereka lah yang mengajak Ray dan Ifan untuk masuk ke klub malam.


Dimana dulu Ray sedang terpuruk karena perusahaan ayahnya mengalami kerugian besar dan hampir-hampir saja perusahaan ayahnya akan gulung tikar. Ray lah satu satunya yang dipercaya dan disuruh untuk mengelola perusahaan tersebut agar jadi normal lagi. Karena pada saat itu ayah Ray mengalami kecelakaan jadi tidak bisa berkerja. Ray pusing, frustasi, mengakui tidak ahli dalam bidang tersebut, tidak mau, dan tidak mampu padahal Ifan juga siap membantu. Tapi mereka berdua sama-sama tidak tahu tentang perusahaan, mereka berdua mengalami setres berat. Akhirnya Alex dan teman temanya yang tidak tega liat Ifan dan Ray terpuruk seperti itu mengajak ke klub malam, meminum-minuman keras sampai mabuk untuk menghilangkan setres yang dialami oleh Ray dan Ifan.


Sekali, Dua kali, Ifan oke oke saja, menurutnya itu sangat membantu, tapi ketika ingin ketiga, Ifan tidak mau lagi. Ifan sadar jika minuman keras itu tidak baik untuk tubuh. Ifan berusaha keras agar tidak terjun lagi dan akhirnya berhasil.


Dan Ifan pun yakin jika sekarang-sekarang Ray tidak bisa meninggalkannya, tapi Ifan yakin jika Ray sudah ahli dalam bidangnya, Ray pasti tidak akan terus melanjutkan hal buruk itu. Secara Ray tidak Frustasi lagi.


Ifan dan Ray berusaha keras mempelajari dengan tekun bersama sekretaris tuan Wijaya untuk lebih mempertajamkan pengetahuan akhirnya Ifan dan Ray berhasil mengangkat perusahaan itu bangkit.


Dan Ifan sudah tidak meminum alkohol, tapi Ray masih, kecanduan. Ifan berusaha keras agar Ray berhenti tapi usahanya sia-sia karena Alex dan teman temanya selalu mengajak Ray datang ke Klub. Dan sekarang ke Klub bukan untuk menghilangkan stres lagi, sekedar sudah menjadi hobi bahkan Ray berkelanjut menyetok minuman alkohol di rumah. Di situlah Ifan jadi benci ke teman-temannya, Ifan gagal melindungi Ray dari hal buruk! Ifan benci itu!


***


"Tunggu, tadi lo sebut nama Killa, siapa dia bro?" Alex penasaran.


Ifan berdecih, menatap tajam ke arah Gio dan Alex. Lalu jalan menuju pintu untuk keluar.


sedangkan Ray malas menanggapinya. Dia memilih bungkam, lalu duduk ke kursi kerjanya.


"Ray, gue tanya! Killa siapa? Selama gue berteman sama lo, gue tidak pernah dengar nama itu? Adik lo juga bukan, adik lo kan Nadia, Lalu siapa dia? Killa nama cewek bro, dia bukan kekasih lo kan? " Alex benar benar penasaran, yang Alex tahu kekasih Ray itu Raisa, nggak mungkin dong? waktu Ray di buang sia-sia karena seseorang yang tidak berarti bagi Ray, pasti orang itu berarti untuk Ray. Apalagi Alex yang sudah tahu sifat Ray.


Pertanyaan Alex benar-benar tidak digubris, Ray sibuk membaca berkas yang baru Ifan kasih.


"Hebat tuh cewek, gara-gara dia Ray rela tidak datang kekumpulan kita. Ifan sakit aja Ray masih tetap datang, Meski sebentar si, Lah ini, boro-boro datang, ngabari aja kagak! di chat, di telephone nggak ada jawaban,Cih. Bikin orang kesal." saut Gio.


"Bukan urusan kalian!" Ray dengan suara membentak, raut wajah dingin, menakutkan, tatapan mata membunuh. Membuat Gio dan Alex bungkam,menciut. Mereka berdua memilih ke sofa lagi, dari pada harus raib nyawanya ditangan Ray. Gio dan Alex tahu, kalau Ray sudah begitu, berarti jangan diganggu lagi cukup di diamkan saja.

__ADS_1


"Tuan." Ifan yang tiba tiba masuk lagi ke Ruangan Ray.


"Dia kemari lagi? Apa kau Rindu denganku?" goda Alex.


Ifan tak menggubris, Ifan melanjutkan tujuannya masuk ke Ruangan Ray, "Tuan ayok kita pergi! "


"Hey, sekretaris sialan! Apa kau tak punya sopan santun! kami sedang bertamu, kenapa kau nyuruh bos mu pergi?" Teriak Gio tidak terima.


"Lo rese bener!" timpal Alex, geram.


Ifan hanya membalas dengan senyuman mengejek.


"Ada apa Fan? Kau nyuruh aku pergi? " saut Ray. Ray tahu kalau Ifan tiba-tiba mengajak pergi pasti ada urusan penting.


"Ini tentang nona Nadia dan nona Killa, tuan."


"Ada apa dengannya?" Mimik wajah Ray khawatir. Tanpa babibu, Ray langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan tanpa pamit kepada kedua temanya.


"Mau apa kalian?" Tanya sekretaris Ifan ketika sudah sampai di lobby ke Gio dan Alex yang dari tadi mengekor dibelakangnya.


"Mau ikut temen gue lah. Ada masalah buat lo?" nyolot Alex. Gio hanya menatap tak suka dengan Ifan.


Ifan tersenyum tipis "Tuan Gio dan tuan Alex yang terhormat. Ini bukan urusan anda! Jadi lebih baik kalian tidak perlu ikut." jawab Ifan lalu masuk ke mobil, menyusul Ray yang sudah masuk duluan.


"Cih. dasar Sekretaris Sialan!"


Bersambung...


.

__ADS_1


.


Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, salam hangat dari Push🤗🥰


__ADS_2