Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Tersenyum Jail


__ADS_3

Setelah sarapan Ray langsung mandi. sementara Killa membantu membereskan meja makan dan mencuci piring. Lauk pauk dibuang semua karena tak layak dimakan.


Bi Siti melarang Killa, agar tidak mencuci piring, tapi Killa tak mau, dia tetap mencuci piring "sudah Bi, Gapapa. Kan cuma nyuci piring."


Setelah selesai mencuci piring, Killa membantu pelayan rumah, yang sedang beres-beres. Ada yang sedang memotong rumput, ada juga yang bersihin kolam renang, dan sebagainya. Killa membantu pelayan yang lagi mengelap pernak-pernik.


Hiasan dari yang kecil, hingga yang besar bahkan besarnya ada yang melebihi badan Killa. Gucci yang menghiasi disamping pintu ruang tamu, Killa mengelap dengan hati-hati, telaten, dan hati yang gembira, karena dirinya tidak mau enak-enakan di rumah orang. Killa sadar diri kalau dirinya hanya numpang!


Meski sudah di paksa sama pelayan, agar jangan membantu mengelap, tapi Killa tak menghiraukan. Killa dengan wajah memelas agar diizinkan membantu, dengan terus-terusan merengek. Akhirnya pelayan pun terpaksa mengiyakan.


Padahal disisi lain para pelayan yang bertugas mengelap sangat khawatir dan takut. Takut jika tuan Ray akan marah jika melihat Killa mengelap. Tapi rasa khawatir dan takutnya hilang setelah mendengar ucapan Killa yang menyakinkan 'kalau Tuan Ray tidak akan marah'.


Ray yang sudah rapih dengan pakaian formalnya. Berjalan turun di tangga, dengan sangat elegan dan pakaian yang cocok di badan Ray.


Terlihat sangat tampan, menawan, dan berkharisma. Membuat kaum hawa yang melihat akan meleleh langsung jatuh hati.


Ifan yang sudah sampai dari tadi, tidak langsung masuk, biasanya langsung masuk lalu duduk disofa tamu sambil menikmati secangkir kopi dan roti isi sambil menunggu Tuanya siap. Mungkin ada urusan penting makanya Dia ngobrol dengan para penjaga. Dan kelihatannya membicarakan hal yang sangat penting? Tapi entahlah sepenting apa hal yang dibicarakan? Hanya terlihat dari raut wajah Ifan dan para penjaga yang terlihat sangat serius, sesekali para penjaga menganggukan kepala. Pertanda paham dengan ucapan Ifan.


Ray mengeryit kan dahi, saat matanya melihat Killa sedang mengelap salah satu Guci kecil yang terletak disamping tv


"Killa, kau lg ngapain?" Ray kan tidak mau kalau Killa capek, Ray maunya Killa santai-santai sambil nunggu dirinya pulang, terlalu berlebihan! tapi itu yang Ray mau .


Killa yang mendengar ada orang yang bicara dengan dirinya langsung menjawab tanpa menoleh.


"Lagi ngelap-ngelap," ucap Killa bahagia, dengan suara lembutnya. Killa tidak sadar kalau yang sedang bicara dengan dirinya itu Tuan Ray.

__ADS_1


Sementara para pelayan yang tak jauh tempatnya dengan Killa, meringsut ketakutan. Mereka meremas kain elapnya yang sedang dipegang untuk memberi kekuatan tenaga, sesekali menengok satu sama lain.


" Iya! saya tahu, kamu lagi mengelap! Tapi ngapain kau lakuin itu? " celetuk Ray dengan sedikit nada kesal.


Killa yang sudah ngeh dengan suara yang tidak asing dan suara tersebut seperti nada bentakan langsung menoleh kearah empunya suara, saat menoleh lalu melihat ternyata ....


"Tu--tuan." Killa meringis merasa sedikit takut "Mmm...Tuan, maafkan saya, saya sudah lancang mengelap barang milik Tuan. Saya rasa tak masalah bukan? Dari pada saya tak ngapa-ngapain, lebih baik saya membantu pelayan. Maaf jika saya tidak sopan." imbuh Killa dengan nada lembut dan terseyum lebar ke arah Ray. Meremas jari-jemarinya untuk menghilangkan rasa takutnya.


Senyuman Killa membuat hati Ray bergejolak. Rasanya senyuman itu sangat manis dan berhasil menghipnotis dirinya agar tidak marah,


"Kalau itu mau mu, terserah kamu. Yasudah ayok antar saya kedepan." ucap Tuan Ray tak jadi marah. Toh itu kemauan Killa. Mungkin Killa bosan kalau cuma leha-leha. Kasian juga kan? yang terpenting Killa bahagia, Ray pun merasakan kebahagiaannya juga.


Apa antar kedepan?


Awalnya Killa kaget saat mendengar untuk mengantar kedepan. Pasalnya ini yang pertama kali sejak Killa tinggal dirumah Ray. Killa tak berani menolak, ia mengiyakan lalu berjalan disamping Tuan Ray dengan mengobrol ringan.


"Mmm." jawab Ray.


"Pagi juga, Tuan Ifan. bagaiman kabar Tuan?" jawab Killa ramah dan tersenyum. seperti itu sifat Killa, ramah!


Ray menyatukan alisnya membuat lipatan dikeningnya terlihat jelas.


Ini gadis kenapa terlihat sangat baik dan ramah? Buat aku kagum! Dan mangkin tergila-gila padanya. Pleas Killa, kau jangan tersenyum kepadanya, aku tidak rela kau membagikan senyumanmu ke laki-laki lain! senyumu buat ku gila, apalagi orang lain! Arghh mikir apa aku! Ray


"Kabar saya baik, Nona, seperti yang Nona lihat." jawab Ifan tersenyum. sifat Dingin yang Ifan punya belum pernah menampakannya di depan Killa, Ifan selalu menampakan wajah ramah, membuat nilai plus sendiri untuk Killa.

__ADS_1


"Syukurlah. Apa Tuan sudah sarapan? " Killa melirik dan meringis kearah Ray. Biasanya Ifan selalu ikut sarapan bersama. Namun, hari ini dia datang lebih siang dan tidak ikut sarapan. Membuat Killa bertanda tanya.


Ray yang melihat Killa melirik jail, langsung merasa malu, karena gagal membuat makanan untuk sarapan. Tapi Ray ketawa kecil saat inget kejadian di meja makan. "Apa kau menyidir saya?"


Killa terkekeh "Apa tuan merasa? " jawab Killa meringis. Entah kenapa Killa rasanya ingin jail ke Ray.


"Padahal saya tak punya niat seperti itu lho, Tuan." imbuh Killa dengan tak kuasa menahan ketawanya. Akhirnya Killa ketawa terbahak namun aura manisnya masih terpancar.


Ray pun ikut ketawa terbahak "Pengalaman yang sangat-sangat luar biasa." ucap Ray di sela-sela ketawanya. Rasa malunya hilang, entah kenapa Ray malah merasa terhibur melihat Killa ketawa bebas. Pertama kali Ray melihat Killa ketawa puas, sampai sedikit terbahak. Ifan yang tidak tahu menahu hanya heran. Apa yang terjadi? Kenapa mereka sangat bahagia?


Killa tersadar dari ketawanya. "Tuan, maafkan saya, saya tak kuasa menahan ketawa. semoga Tuan tidak tersinggung." ucap Killa lirih. Killa takut kalau tingkah lakunya, membuat hati tuan Ray tersinggung atau sakit hati.


"Haha, tidak usah minta maaf, saya tak merasa tersinggung. Malahan saya terhibur."


***


Pintu Gerbang utama dibuka, Ray siap untuk meluncur pergi ke kantor. Ke bukanya Pintu Gerbang membuat orang yang dari tadi sudah mengamati rumah Ray. mendapatkan kesempatan untuk bisa melihat lebih leluasa. Namun, saat melihat Ray sedang dengan Killa membuat api kemarahannya bergejolak.


"Lihat tuh! apa yang kaka ucapkan benar! Ray selingkuh!"


"Sudah ka, sabar ya. Nadia akan bantu menyingkirkan pelakor itu!" Menepuk. Pundak. Nadia melihat tingkah laku Ray, membuat geram dan sangat marah.


Bersambung...


.

__ADS_1


Siapakah wanita itu?


__ADS_2