Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Gilanya.


__ADS_3

"Fan, tenang. Itu tidak sesuai apa yang kau pikirkan, itu bukan obat terlarang, tapi itu obat--" jawab Alex yang paham maksud pertanyaan Ifan, dan Alex tidak berani melanjutkan memberi tahukan obat apa itu.


"Itu obat perangsang," ucap Ray yang melanjutkan. Semua orang yang ada di situ shock, kaget tidak percaya. Untuk apa Ray minta obat perangsang. Bukanya Ray itu anti sex bebas? bahkan Ray benci sex bebas. Teman-teman Ray, yang suka sex bebas hanya Alex. Selain Alex tidak ada, bahkan Alex sudah pernah di peringati oleh Ray, 'jangan suka sex bebas, aku tidak suka', tapi alex tidak mudah untuk memberhentikan kebiasaannya itu. Setelah di peringati oleh Ray, Alex tidak berhenti hanya saja meminimalisir perbuatan dosa itu. Lalu untuk apa obat itu?


Ifan yang tidak bisa mengontrol amarahnya, Ifan memukul Alex tepat mendarat di pipi kiri Alex.


"Untuk apa kau beri obat-obatan itu ke tuan Ray? Kau tahu itu? Itu sama dengan kau menjatuhkan harga diri tuan Ray!" Ifan yang akan memukul Alex kembali, langsung ditepis oleh Ray.


"Aku yang minta ke padanya." jawabnya singkat.


"Untuk apa tuan meminta obat tersebut? Dan untuk apa juga karet itu? Apa yang mau tuan lakukan?" tanya Ifan, yang tidak mengerti apa maksud Ray meminta barang-barang itu. Pertanyaan Ifan, Ray tidak menggubrisnya malahan dia berucap bertanya ke Alex.


"Dimana wanita pesanan aku, Lex? Apa dia sudah siap di kamar?"


Jedar...!!! ucapan Ray seperti petir yang menyambar ke badan. Semua orang yang ada disitu benar-benar shock, termasuk Ifan juga, ucapan itu berhasil membuat darah dibadan tidak mengalir, membeku.

__ADS_1


"Apa maksudnya?" Ifan lagi-lagi menarik baju atas Alex.


"Fan maaf, Ray yang meminta, dia mengancam kalau aku tidak menurutnya, dia akan membunuh ku." jawab Alex ketakutan dan juga kecewa sudah menuruti kemauan Ray.


Ifan melepaskan Alex, kemudian menghadap ke Ray dengan nanar.


"Kenapa tuan memesan wanita, untuk apa tuan? Tuan masih sehat kan? Tuan tidak akan melakukan hal menjijikan itu, kan?" Ifan bertanya dengan frustasi.


"Iya! aku ingin melakukannya! Kau tahu? Aku melakukannya untuk melepaskan sakit ini, kau tahu? aku melihat Killa di cium oleh Putra saja sudah berhasil membuat aku menggila, tidak rela. Apalagi malam ini! Malam pertama mereka! Killa tidur dengan Putra! Membayangkan saja aku tidak sanggup!" Dengan sebab itu lah Ray memesan wanita bayaran untuk melampiaskan api cemburu yang membara, Ray tidak rela, jika Killa malam ini tidur dengan Putra, Ray cemburu, marah, dan menganggap wanita pesanannya itu Killa. Begitu dalam cintanya Ray, begitu gilanya Ray atas nama cinta, sampai Ray tidak Rela membayangkan malam pertama Killa dan Putra.


Teman-teman Ray, yang ada di ruangan itu tidak menyangka, ternyata Ray datang ke Club ini sedang ada masalah yang menyedihkan, dan tidak menyangka ternyata Ray menyewa wanita hanya untuk berkhayal bahwa dirinya sedang tidur dengan Killa! sedangkan teman-teman Ray tidak tahu siapa itu Killa. Bahkan Alex saja yang memesankan wanita bayarannya itu tidak tahu, kalau Ray sedang punya masalah. Saat Ray meminta, Alex kira itu ke isengan Ray, Ray ingin mencoba-coba.


"Itu beda, sedangkan ini, aku membayarnya! dan Itu sudah pekerjaannya dia. Kau mengerti? kembalikan itu!" Menatap tajam ke arah dua mata Ifan, lalu Ray mengambil paksa obat perangsang yang di tangan Ifan, sedangkan Ifan menepisnya, berusaha kuat agar tidak bisa diambil.


Karena Ray akan melakukannya bukan karena hasrat, maka dari itu Ray perlu obat perangsang, dengan itu lah Ray meminta Alex membelikannya, tapi sial! sekarang ditangan Ifan.

__ADS_1


"Saya tidak akan membiarkan tuan melakukan hal itu, kumohon tuan sadar! Apa yang tuan ingin lakukan itu kesalahan besar. Aku tahu apa yang tuan rasakan."


"Kau tidak tahu apa yang aku rasakan! kau tidak pernah merasakan patah hati! Jatuh cinta saja kau tidak pernah merasakan. Jadi jangan sok tahu. Serahkan itu sekarang!" Kini kemarahan Ray berkobar, Ray tidak suka dengan Ifan yang sok tahu. Dia berusaha meraih obat itu.


"Aku tahu apa yang tuan rasakan! Memang, betul, aku tidak pernah merasakan patah hati, tapi jatuh cinta aku pernah! dan orang yang aku cintai dan sayangi itu adalah tuan." Bagi Ifan, Ray itu setengah kehidupannya.


"Dengan keadaan tuan seperti ini, aku juga merasakan apa yang tuan rasakan. Kalau tuan melakukan ini, orang tua, tuan, nona Nadia akan kecewan dengan Tuan. Bahkan nona Killa juga akan kecewa, Apa Tuan mau nona Killa menjauhi Tuan? ini keputusan yang salah, tuan. Salah besar! Kumohon jangan melakukan hal gila ini." Saat ini yang Ray butuhkan surport, arahan yang benar, dan belahan kasih sayang. Dengan itu lah Ifan memberikan.


Ucapan Ifan benar, andai Killa tahu, Ray melakukan hal menjijikan ini, pasti Killa akan membenci Ray. Bahkan mungkin akan menjauhi Ray, Ray tidak mau itu terjadi, akal sehat Ray kembali normal. Ray sadar keputusanya yang akan di ambil itu keputusan konyol. Salah besar!


Badan Ray bergetar hebat, menahan agar jangan menangis, ulu hatinya seperti di sayat -sayat oleh ribuan Pisau, darah didalam tubuhnya seakan-akan tidak ada, Ray lemas, Ray tidak tahu. Kenapa rasanya sesakit ini, susah untuk di jelaskan dengan kata-kata, rasanya hanya Ray yang tahu betapa sakitnya yang di rasa.


"Fan, rasanya aku tidak ingin hidup lagi, Fan! terlalu sakit," dengan suara berat, Ray berkata, air mata berhasil lolos keluar. Di dalam hati paling dalam Ray ingin mengakhiri hidupnya. Tapi Ray berpikir jika dirinya meninggal, ada keluargannya yang akan ikut terpukul, terluka, dan menderita atas kepergiannya untuk selama-lamanya.


Ray tidak mau keluarga yang dicintainya harus merasakan itu. Ray mau keluarganya harus bahagia, jangan sampai ada kesedihan didalamnya. Ray juga berpikir jika dirinya meninggal, dirinya tidak bisa melihat Killa lagi. Dan dirinya tidak bisa membantu apa nanti kesusahan yang Killa rasakan. Ray berjanji dia akan membuat Killa bahagia, meski kebahagiaannya bukan bersamanya. Ray akan berusaha menjaga, melindungi, memberi apa yang bisa di beri ke Killa, dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2