Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Killa Pulang


__ADS_3

Apa dia tidak tahu kalau yang ditabrak itu tuan Ray,? Dan dibelakang tuan Ray ada Ifan manusia harimau dan pengawal yang bertumbuh kekar, dia berani memarahi Ray padahal dia yang salah. Ifan sudah maju ingin memukul manusia yang tidak tahu diri itu, tapi Ray melarang, Ray menarik tangan Ifan untuk mundur dan memerintahkan pengawal juga untuk jangan maju, Biarkan.


"Maaf tuan, anda yang menabrak saya, kenapa anda yang marah dengan saya?" Ucap Ray dengan nada rendah tidak bentak ataupun tinggi, tidak!


"Banyak bicara Lo! Lo yang salah menghalangi jalan ku!" Bugh! satu pukulan mendarat dipipi Ray.


"Ahh! Kaka!" Nadia langsung berlari meraih kakanya. Sementara Ray memegangi pipinya yang terkena pukulan.


"Tuan!" Killa kaget melihat Ray dipukul sampai darah segar disudut bibir Ray keluar. "Apa tuan baik baik saja? Killa menatap Ray dengan tatapan kasian.


Ifan dan pengawal panas. Dia langsung memegangi orang aneh itu, Ifan siap menghabisinya, lagi lagi Ray melarang, "jangan Fan, jangan kau balas, bawa saja dia ke petugas kepolisian."


Ifan berdecih. "Tapi, tuan... Izinkan saya memukulnya terlebih dahulu, untuk membalas sakit yang tuan rasakan. Enak saja. Dia harus membayar semuanya!" Ekspresi wajah Ifan sudah panas menahan emosi.


"Sudah Fan, biarkan. Bahwa saja dia ke Petugas kepolisian. Biar pihak polisi yang bertindak!" suara Ray menahan rasa sakit.


***


Setelah pulang dari pengajian, Ray langsung masuk ke ruang kerja. Dia merebahkan badanya disofa sampai ketiduran, dan jam 11 Ray terbangun karena merasakan sakit dibekas pukulannya.


Ray membangunkan Ifan untuk mengambilkan alat kompres dan mengadu kesakitan.


"Tuan, apa kurang keras pukulannya." Ejek Ifan setelah kembali ke ruang kerja dan dibelakang Ifan ada seseorang lelaki berbadan kekar.


"Sialan lo. Orang suruhan Lo kurang ajar! keras banget pukulanya!"


"Maafkan saya, tuan." Takut nggak kepalang. "Saya tidak sengaja. Mau pukul pelan takut kelihatan bohongan." ucap lelaki yang memukul Ray di waktu parkiran.


"Haha, dia sengaja boss! Kapan lagi bisa mukul Tuan Ray. Haha." Goda Ifan.


"Tidak! tuan, Saya tidak berniat. Hanya menghayati jadi peran." Berusaha membela diri, memang kenyataannya gitu, hanya menghayati peran.

__ADS_1


"Saya tahu kau hanya menghayati, tapi jangan terlalu keras juga! Sakit tahu."


"Maafkan saya Tuan." menundukkan kepala. Hatinya berdebar kencang..


"Kali ini, aku maafkan. Karena berkat pukulan mu, rencana berjalan dengan lancar." Tersenyum mengerikan. "Terimakasih atas kerja kerasmu, silahkan keluar.


"Baik Tuan, terimakasih sudah tidak marah ke saya." Lelaki itu keluar dengan rasa lega, dia berfikir kalau dirinya akan tamat riwayat karena pukulan yang keras ternyata tidak.


Ray mengompres luka dengan sendiri sambil tersenyum-senyum mengerikan karena mengingat kejadian diparkiran, dimana Nadia dan Killa raut wajahnya senang, karena Ray tidak marah, dan tidak membalas memukul. Hanya menyerahkan itu ke petugas kepolisian, membuat Hati Nadia dan Killa berbunga-bunga bahagia, Melihat perubahan Ray yang tidak jadi pemarah lagi.


Ray juga bahagia dimana Killa yang mengompres luka pukulanya, dia benar-benar sangat bahagia, mendapatkan 2 bonus sekaligus, hadiah pertama berhasil membuat Killa kagum, rencananya berhasil. Hadiah kedua Dapat kompresan perhatian kasih sayang dari Killa. Ini ma namanya, masang umpan di pancingan langsung dapat 2 ikan sekaligus. Mantap!


***


Di sebuah Ruang tamu, Ibu Ami dan Killa berpelukan dengan erat, dengan dibumbuin tangisan.


Empat bulan Ibu dan anak tidak berjumpa dan tidak berkomunikasi. Empat bulan bagaikan empat tahun. Setelah kejadian empat bulan yang lalu, Dimanah Killa kabur dari Rumah. Setelah itu tidak ada kabar sama sekali! Membuat Rindu, cemas, khawatir menjadi satu. Rindu yang selama ini dipendam, akhirnya tertumpahkan dengan Pelukan erat dan isakan tangisan.


Membuat orang yang melihatnya ikut meneteskan air mata. Begitu juga dengan pak Agus, bapak kandung Killa, ikut meneteskan air mata. Lalu ikut tenggelam memeluk anak kandungnya.


"Akhirnya kamu pulang nak. Ibu sangat bahagia." ucap Ibu Ami di sela-sela pelukanya.


"Aku kangen ibu. Maafin aku yang baru pulang. Maafin aku bu, Maafin aku bu." suara berat Killa.


"Ibu lebih Kangen banget sama kamu, nak."


"Hmm. Hanya Kangen sama ibu, apa tidak Rindu dengan bapak?" timpal pak Agus. Dengan dekapan pelukan erat ke anak dan istrinya.


"Killa, kangen dengan bapak, Kangen banget. Tapi Killa takut, Killa tau kalau bapak marah sama Killa. Setelah apa yang Killa sudah lakukan, Pak... Killa sudah siap, jika bapak mau marah, silahkan. Killa pantas mendapatkannya. Pak, maafin Killa, pak. Maafin Killa, pak." berucap dengan bercucuran air mata.


"Bapak memang Marah sama kamu, nak! bapak sangat... marah sekali sama kamu. tapi tidak untuk sekarang, bapak tunda dulu amarah yang sudah memuncak sejak hari pertama kamu pergi. Kemarahan bapak terkalahkan dengan rasa Rindu ini, nak. Kamu bikin bapak frustasi. Bapak pusing mikirin kamu,nak. Bapak sangat sayang sama kamu, nak. Kebahagian BAPAK ada sama kamu, dan adik kamu dan ibu. Bapak lemah dihadapan kalian." Suara pak Agus yang berat menahan isak tangisnya. Pak Agus tidak mau menangis didepan anak gadisnya.

__ADS_1


Pelukan dan tangisan itu terjadi lumayan lama. Melepas semua Rindu yang selama ini ditahan. Apalagi ditambah dengan adik kesayangan Killa yang ikut dalam pelukan itu. Membuat pelukan itu menjadi sangat-sangat hangat.


"Kenapa kau bisa dengan tuan Ray?" tanya pak Agus setelah melepaskan pelukanya, Pak Agus kaget, shock saat liat Anaknya pulang dengan orang terkenal. Kemudian pak Agus menyuruh Ray dan rombongannya untuk duduk.


"Tuan Ray dan keluarganya yang ngebantuin Killa di Ibukota, Pak. Merekalah yang menompang hidup Killa selama di Ibukota.," J


jawabnya dengan mengusap sisa-sisa air mata, sambil mendudukan tumbuhnya di samping bapaknya.


"Kamu kabur dari Rumah pergi ke Ibukota?" Tanya pak Agus lagi. Killa Hanya menjawab dengan menggangguk.


Pasalnya Pak Agus dan Putra juga mencari Killa di Ibukota tapi hasilnya Nol.


Lalu Killa menceritakan semua awal dimanah Killa pertama kali berjumpa dengan Ray. Yang akhirnya Killa menumpang dirumah Ray dan diberi kerjaan oleh Ray. Hingga keluarga Ray bisa akrab dan nyaman dengan Killa.


"Dasar anak nakal! Pergi dari Rumah malah merepotkan orang lain," pak Agus sambil mengusap kepala Killa. Membuat Killa tersenyum getir.


"Untung kamu bertemu dengan orang baik, coba kalau orang jahat. Sudah lain cerita! mungkin kau diantarkan ke Rumah ini hanya tinggal nama!" imbuh pak Agus.


"Husst! bapak, jangan berkata seperti itu!" Tukas Ibu Ami.


"Jangan diulangin lagi! Kalau punya masalah, handapin! jangan takut, ada bapak." Tegasnya dengan sorot mata menekan.


"Iya pak." Hanya itu yang Killa bisa ucapkan, tidak bisa berucap Lebih, Takut. Killa memang salah.


"Terimakasih banyak tuan besar nyonya besar, Tuan muda dan Nona muda, sudah mau menampung anak saya. Dan maafkan anak saya, sudah merepotkan kalian." ucap pak Agus membuka percakapan kepada orang yang Sudah mengantar Killa kembali ke Rumahnya.


Ray, Ifan, dan keluarganya terkekeh mendengar ucapan bapak Killa.


Hah. Merepotkan? Tidak merepotkan sama sekali, paman. Malah aku yang merepotkan ka Killa. guman Nadia.


"Tidak merepotkan sama sekali, paman. Kehadiran Killa membuat kebahagian dalam hidup saya dan keluarga saya." jawab Ray teesenyum merekah.

__ADS_1


"Betul sekali, pak. Kehadiran Killa tidak merepotkan. Kehadiran Killa, sebuah anugerah yang indah buat keluarga kami." timpal Ibu Ray.


Bersambung...


__ADS_2