Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Izin Keluar


__ADS_3

Ray yang hendak melangkahkan kakinya ke mobil yang sudah terbuka pintu bagian belakang, mengurungkan niatnya. Dia berbalik badan lalu menatap kearah Killa "Saya berangkat dulu. Kau baik-baik saja di Rumah---" mau melanjutkan kata-katanya ragu, namun terucap juga "dan satu lagi, boleh bantu pelayan tapi jangan terlalu capek!" Penekanan Ray perhatian dengan Killa.


Killa tersenyum, menganggukan kepala seraya berucap "Baik Tuan, Tuan hati-hati dijalan."


Sekretaris Ifan sudah tidak heran, dengan perhatian tuan Ray kepada Killa, karena hampir tiap hari sekarang Ray sangat perhatian kepada Killa.


"Tuan," saat Ray dan Ifan hendak melangkah ke mobil, Killa memanggil dengan keraguan lalu mendekat kearah mobil.


Ifan dan Ray langsung menengok, Ray jalan menghampiri Killa khawatir kepadanya. Sementara Ifan hanya mematung di samping mobil dengan arahan mata ke Killa dan Tuanya.


" Iya, ada apa?" jawab Ray dengan menatap lekat gadis didepanya.


"Tu--tuan apa saya boleh izin keluar rumah?" Killa menunduk, tangan gemetar, hatinya berdebar. Killa takut kalau Tuan Ray marah atau tidak mengizinkan. "Saya rasa, saya sudah sangat membaik. Saya ingin cari kerjaan, Tuan. Saya tidak mau selalu merepotkan, Tuan." masih sama, Killa menunduk, Killa tak berani menatap pria yang didepanya. Maksud Killa ingin cari kerjaan dia ingin sekali dapat kerjaan, setelah dapat kerjaan, kan secara otomatis Killa bisa tidak menumpang lagi. Waktu Killa sudah mendingan Killa pernah izin pamit ingin tidak tinggal lagi di rumah Ray, mau cari kontrakan. Tapi Ray melarangnya, kata Ray Killa boleh pergi dari rumahnya dan pindah ke kontrakan nanti ketika Killa sudah sembuh dan dapat kerjaan.


Ray mengeryitkan dahi, menghela napas. Ray tidak suka dengan ucapan Killa di kata merepotkan dan ingin keluar cari kerjaan. Rasanya Ray tidak mau kalau gadis didepanya pergi dari rumahnya untuk berkerja. Ray takut kalau Killa sudah mendapatkan kerjaan, Killa tidak mau lagi menginap di rumah miliknya, dan itu pasti! Killa tidak akan mau tinggal lagi dirumah Ray.


"Kau tidak merepotkan saya, saya tidak merasa di repotkan!" Ray tersenyum penuh arti "Dan jika kau mau kerja, saya akan kasih kamu kerjaan!" Sebenarnya Ray tidak mau Killa kerja, tapi karena Ray tau kalau Killa akan memaksa, dan merengek. Dengan terpaksa Ray pun memberi kerjaan, dari pada nanti Killa mencari kerjaan di luar! Lebih baik ikut kerja dengan dirinya. Walau entah kerjaan apa yang akan dikasih ke Killa?


Killa tidak tahu si bagaimana Ray sekarang ketika dikantor? Ray sering uring-uringan ketika kerjaan numpuk yang membuat harus lembur, Ray tidak mau jika dirinya telat pulang, Ray pengin buru-buru berjumpa dengan gadis yang dirumahnya, akhirnya Ifan yang harus menyelesaikan semuanya atau jika mengenai kerjaan yang harus Ray yang mengerjakan mau tidak mau kerjaan itu harus dibawa pulang, jika ada meeting pun Ifan dengan terpaksa membatalkanya lalu membuat jadwal lagi agar meeting jangan sampai di jam itu, semua jadwal meeting dimajukan.


Ray juga sering uring uringan jika panggilan teleponnya tidak ada jawaban atau pesan singkatnya tidak ada balasan dari Killa, Ray akan heboh, dia mengira Killa kenapa-kenapa! Membuat Ifan yang terkena amukan Ray. Ray akan langsung minta pulang, tapi niat Ray ditahan dengan Ifan, Ifan memberi saran untuk menelepon Pak Haris terlebih dahulu menanyakan Killa 'Nona sedang tidur atau sedang ngobrol dengan pelayan, atau sedang tidak memegang hape, Nona baik baik saja' jawaban Pak Haris membuat Ray tersenyum tipis tidak merasa malu sama sekali, harusnya kan dia malu karena sudah berlebihan. Lagian kenapa harus berlebihan? Sedangkan di rumah ada orang yang sudah diwanti-wanti untuk menjaga Killa dengan baik, jika ada apa-apa dengan Killa, suruh langusng hubungi Ray. jadi apa pantas Ray sekhatwatir itu dengan Killa?


Dan kalau Killa sampai kerja diluar, Ray bisa gila, namanya orang kerja kan dapat tuntutan ini itu, itu akan membuat waktu Killa terbagi-bagi dan membuat nanti ketika Ray menghubungi tidak langsung dapat balasan, dan itu bisa membuat Ray uring-uringan, bisa jadi Ray akan langsung menghubungi bosnya Killa, cuma sekedar menanyakan kabar Killa, atau langsung datang ke kerjaan Killa memastikan Killa baik-baik atau tidak. Dan Jika Killa berkerja diluar, otomatis tidak tinggal lagi dirumah Ray, apa Ray sanggup jika harus jauh-jauh dengan Killa? Apa Ray sanggup juga jika tidak bertemu Killa sampai sehari bahkan lebih dari satu hari? Delapan jam tidak bertemu dengan Killa saja sudah uring-uringan! sudah kesetanan.


"Ta--tapi tuan, saya sudah banyak merepotkan Tuan. Tuan sudah banyak membantu saya, biarkan saya mencari kerjaan sendiri saja, Tuan." Killa tak enak hati selalu dibantu oleh Ray. kalau kerja sama Ray sama aja bohong kan? Tetap saja berurusan dengan Ray, sudah cukup merepotkan Tuan Ray! jangan nambah lagi. Dia bukan siapa siapanya.


Ray Menghela napas panjang lagi "Turuti perkataan saya saja! kalau tak mau, kau tidak boleh keluar rumah, dan kau tidak bisa mencari kerjaan! " celetuk Ray, lalu langsung masuk ke mobil.


Killa terpaku mendengar ucapan Ray. Rasanya hatinya tak enak dengan Ray. Apa hal ini harus disyukuri bisa bertemu dengan orang baik seperti Ray? yang mau membantu, dan tak keberatan direpotkan oleh dirinya. Atau harus disesali karena merasa sangat dikengkang? Killa menatap mobil didepanya yang melaju keluar dengan tatapan nanar, kemudian Killa langsung masuk saat mobil Ray sudah tak terlihat lagi.

__ADS_1


Plakkkkkkkk! satu tamparan keras mendarat di pipi Killa.


Rasanya ingin sekali melakukan itu secepatnya! Gumam seorang wanita yang sudah dari tadi memantau dari dalam Mobil.


***


Raisa dan Nadia yang sudah dari tadi stay di depan rumah Ray. Langsung masuk ke rumah Ray, saat tahu Ray sudah berangkat dengan sekretaris setianya. Namun, saat mau masuk, Raisa dan Nadia harus berjuang keras karena para penjaga tidak mengizinkan masuk.


"Lepaskan! Aku mau masuk!" bentak Raisa yang kesal karena tidak dibolehin masuk.


"Kenapa aku tidak boleh masuk! Aku adik bos kalian! Apa kalian mau dipecat?" bentak Nadia adik kandung Ray.


"Maaf nona, ini perintah tuan Ifan." jawab penjaga.


Waktu Ifan dan penjaga yang sedang ngobrol serius, itu membicarakan kalau mulai detik ini juga! Raisa atau siapa pun tidak diperbolehkan masuk kedalam, kecuali kalau sudah dapat izin dari Tuan Ray!


Cih. Dia sampai-sampai tidak izinkan aku masuk! Ini nggak mungkin.


Sebelum Ray bertemu dengan Killa, Ray berpacaran dengan Raisa. Tapi sudah putus dan yang mutusin juga Raisa. Padahal Raisa minta putus, cuma untuk agar dirinya bebas dari bodyguard yang disiapkan oleh Ray. Pikir Raisa dengan cara memutuskan hubungan, Ray pasti akan memohon-mohon untuk balikan dan dengan momen itu, Raisa akan memanfaatkan kondisi.


'Aku mau balikan sama kamu, tapi dengan satu syarat. aku ga mau dikawal oleh bodyguard yang kamu siapkan.' seperti itulah jalan pikiran Raisa.


Tapi kenyataanya... setelah putus? Ray bertemu dengan Killa dan membuat Ray melupakan Raisa. Rasa sakit hati pun hilang. Berpaling dengan rasa merasa bersalah dan tumbuh benih-benih Cinta ke Killa. Ya, Ray bertemu dengan Killa awal pertama kalinya, pas dengan hari Ray putus dengan Raisa.


Apa yang dipikirkan Raisa tidak sesuai yang di inginkan. Setelah putus Ray boro-boro minta balikan, chating aja tidak pernah! membuat Raisa geram, merasa tidak percaya Kalau Ray sudah tidak mencintainya lagi.


Raisa langsung bertindak. mencari tahu Kenapa Ray tidak mengabari, hilang begitu saja. Raisa tahu betul kalau Ray sangat mencintainya. Dengan kepercayaan itu lah yang buat Raisa berani minta putus dengan Ray. Dan dengan kepercayaan itu juga Raisa merasa aneh dengan sikap Ray, Yang tidak meminta balikan atau sekedar chating untuk basa basi.


Selidik demi selidik dilakukan dan akhirnya membuahkan hasil. Raisa mengira kalau Ray berubah karena kedatangan gadis yang sekarang didalam rumah Ray (Killa).

__ADS_1


Tidak akan kubiarkan kau menggantikan aku dihati Ray, wahai wanita ******! pikir Raisa saat sudah mengetahui sebab perubahan Ray.


Dengan nekad yang kuat, Raisa datang kerumah Ray, akan memberi pelajaran kepada Killa dan akan menyingkirkannya.


"Lepaskan tidak! Kalau kalian tidak lepaskan, saya pastikan besok kalian tidak akan kerja disini lagi!" teriak Raisa dengan meronta-ronta.


"Kami akan melepaskan Nona, asalkan kalau Nona tidak masuk! Apa Nona masih punya kekuatan buat memecat kami? Mau mengadu ke siapa kah Nona Raisa yang terhormat!" goda ketua penjaga yang bernama Rico.


Raisa memperbesarkan matanya, raut wajah marah. Raisa kaget, bagaimana bisa seoarang Rico berani berkata tak sopan kepadanya dan seakan-akan merendahkan. Padahal selama ini Rico orang yang amat sopan jika berhadapan dengan dirinya.


"Berani sekali kau berkata seperti itu!: melototkan mata.


"Kenapa harus tidak berani Nona?" Tersenyum mengejek.


.


***


Ray dan Ifan saat baru beberapa meter jalan dari rumahnya. Ifan mendapatkan pesan dari Rico.


Benarkan Nona Raisa pasti akan melakukan hal ini. Cih. Menyusahkan saja


"Pak, putar balik," ucap Ifan yang duduk disamping supir.


Supir pun langsung memutar balik arah jalan.


"Kenapa putar balik, Fan?" tanya Ray cepat.


"Nona Raisa dan nona Nadia datang ke rumah." jelasnya.

__ADS_1


"Apa! Mau apa mereka?" hati Ray yang sedang tidak kondusif malah nambah jadi tidak karuan.


Bersambung


__ADS_2