
Dua Tahun Kemudian.
Dua tahun bukan perjalanan yang singkat.
2 tahu sebuah perjalanan yang panjang.
2 tahun sudah Ray dan Killa jalani kehidupan. Manis, asin, pahit, asam, sudah ditelan.
Perjalanan yang luar biasa, banyak kerikil, tikungan, tanjakan, turunan, badai pun sudah dilalui.
Dan sebuah kesabaran dari Ray yang berjuang untuk mendapatkan Cintanya Killa, seoarang wanita yang takut untuk jatuh cinta lagi. Tidak mudah Ray lalui. Ada tangisan, sesak didada, perjuangan, rayuan, dan menyakinkan untuk meluluhkan hati wanita yang dicintai. Ray sampai harus rela menelan pil pahit hampir setiap hari untuk menghadapi masa itu. Tapi Ray tetap berjuang.
Usaha, dan doa tidak akan mengkhianati hasil.
Kata-kata itulah yang menjadi kayu dan bensin untuk mengorbankan bara semangat perjuangan Ray.
Hingga kini benar adanya. Perjuangan itu membuahkan hasil yang sangat manis.
Hari ini, hari yang sangat spesial buat Ray.
Hari ini, hari perlaksanaannya pernikahan Ray dan Killa.
Jauh-jauh hari, berita Rayhan Dizhwar Wijaya. CEO muda Bias Group akan menikah, sudah tersebar dimana-mana. Berita di Televisi, Radio, Koran, Majalah dan Berita online, mengabarkan hal yang sama.
Kini, di tanggal yang sudah ditentukan acara segera berlangsung. Ray mematung didepan cermin besar. Dari cermin memantulkan bayangan dirinya yang rupawan. Mengenakan Jas hitam, rambut disisir rapih, wajah yang mendekati kesempurnaan tanpa ada celah kekurangan. Ganteng tiada tanding.
Ray menarik kedua sudut bibirnya keatas, kemudian berlalu keluar kamar.
"Kau sudah siap?" pak Jay yang dari tadi sudah menunggu Ray, kini beranjak menghampiri Ray, yang sedang jalan kearahnya. Pak Jay menepuk ringan pas dikedua bahu Ray. Ray mengangguk semangat dan bahagia.
"Kalau begitu, hayuk berangkat." sahut Ibu yang juga bahagia.
***
Rasa tegang, takut, bergemetar kini menghantui Ray. Grogi.
Didepan wali sang mempelai wanita, ayah Killa. Dan pak penghulu. Saksi dan tamu undangan.
"Apa sudah siap, tuan Ray?" tanya pak penghulu.
__ADS_1
"Siap!" jawab Ray singkat, tegas, cepat, dan jelas. Ray langsung mengulurkan tangannya didepan ayah Killa.
Semua orang yang melihat tersenyum bahagia melihat antusiasnya Ray.
"Baik lah, kalau gitu, saya mulai." jawab pak penghulu kemudian berdehem untuk menstabilkan suaranya. Pak penghulu menyambungkan tangan Ray dan tangan bapak Killa. Karena bapak Killa langsung yang akan menikahkan anak perempuannya.
***
Akad nikah sudah terucap dengan jelas dan satu kali ucapan.
"Bagaimana para saksi, sah?" tanya pak penghulu ke saksi.
"Sah!" jawab para saksi.
Seketika Ray langsung menutup mukanya dengan kedua tanganya. Menutupi mata Ray yang memerah lalu mengeluarkan air mata. Air mata kebahagian. Akhirnya Killa sah menjadi istrinya. Kemudian Ray menaruh kepala diatas meja.
Ifan yang berada berdiri disebelah Ray langsung berhambur memeluk Ray dari arah belakang. Memberi ucapan selamat dan doa.
Ray mengangkat kepalanya, Ifan melepaskan pelukanya. Ray berdiri menghadap Ifan. Menatap lekat wajah teduh Ifan. Seorang sahabat dan juga sekretaris setianya.
"Terimakasih banyak, Fan! Kau selalu berada disampingku. Kau selalu mensupport aku. Terimakasih, kau yang terbaik." Ray langsung mendekap tubuh Ifan. Mereka berdua saling berpelukan.
***
Killa berjalan dengan anggun, menawan sambil menebar senyuman terbaiknya. Gaun putih yang melekat di tubuh Killa dan hijab senada, dihiasai mahkota diatas kepalanya dan muka yang sudah dipoles make up. Killa terlihat sangat cantik.
Berjalan didampingi dan digandeng oleh ka Nisa dan Kiara. Kiara dan ka Nisa berpakain samaan seperti anggota keluarga mempelai. Berwarna biru langit dan motif yang sama.
Ini kedua kali Kiara menggandeng Killa dalam acara pernikahan. Ada rasa nyelekit di hati Kiara. Rasa sakit karena Killa harus mengalami kegagalan dalam berumah tangga. Setiap manusia hanya ingin menikah satu kali dalam seumur hidup, pernikahan sekali sampai ke surga. Tapi Killa, sahabat terbaiknya harus mengalami pahitnya berumah tangga. Hingga akhirnya Killa menikah lagi. Kiara berharap pernikahan Killa kali ini sampai ke surga. Tidak Ada lagi pernikahan ketiga, keempat atau kelima Tidak! Jangan sampai!
Kiara berharap penuh ke Ray, semoga Ray pilihan yang tepat untuk Killa.
Ribuan mata tertuju kearah Killa, membuat Killa tersipu malu dan juga minder. Killa berusaha menepis pikiran itu.
Tepat di depan Ray sekarang Killa berdiri menunduk. Ibu Killa menyuruh Ray untuk duduk begitupun menyuruh Killa untuk duduk disebelah Ray.
Killa mencium punggung tangan Ray. Yang kini Ray sudah berstatus menjadi suaminya. Setelah Killa mencium punggung tangan Ray.
Bergantian Ray mencium kening Killa, lumayan lama. Sebenarnya tiada niat Ray untuk melepaskan ciuman itu, tapi apa daya didepan banyak orang.
__ADS_1
Ray tak kuasa menahan rasa bahagianya yang benar-benar sangat bahagia, membludak. Ray menarik tubuh Killa, memeluk dengan erat.
Ray menjadi lelaki yang cengeng, lelaki yang mudah menangis, setelah mengenal Killa. Dan kini dalam memeluk tubuh sang istri. Ray menumpahkan tangisannya, badan Ray bergemetar. Tangisan terharu bahagia, sekarang Killa untuh menjadi miliknya.
Didepan orang tua Killa, orang tua Ray sendiri. Didepan semua orang yang berada dalam gedung. Pelukan Ray ke Killa, Ray yang sampai menangis bahagia, itu menandakan bahwa dirinya sangat menyayangi, sangat mencintai Killa. Bukti nyata yang Ray tunjukan secara terang-terangan.
Tersenyum bahagia bersyukur terukir di wajah orang terdekat Killa, temasuk kedua orang tua Killa dan adiknya dan orang yang sudah mengenal Killa.
Para tamu undangan pun bergumam kagum, iri, memuji keberuntungan Killa bisa mendapatkan Cintanya Ray yang begitu dalam.
***
Pesta yang begitu mewah dan meriah membuat orang sibuk dengan sendirinya. Menikmati pesta.
Memakan-makanan yang sudah di dihidangkan sambil mengobrol dengan orang yang dikenal.
Ray orang besar dan cukup terkenal. Orang yang berpengaruh dalam Ibukota, yang datang ke acara, semuanya rata-rata orang-orang besar. Orang-orang yang berkasta tinggi. Termasuk pejabat-pejabat Negeri pun ada yang datang.
Menteri perhubungan yang Killa paham, beliau pun terlihat datang ke acara pernikahannya.
Pernikahan Ray membuat ada orang yang iri, para wanita yang mengharapkan Ray jadi miliknya kini harus rela menelan harapan itu. Ada rasa iri dan menilai Killa tak pantas untuk mendampingi Ray.
Gio, Alex dan genknya naik ke pelaminan. Mengucapkan selamat dan doa ke Ray dan Killa.
Ini pertama kalinya teman-teman Ray melihat Killa. Wanita yang membuat Ray setres berat.
Memganggumi kecantikan paras Killa yang manis.
Mendengar Killa dikagumi karena kencantikanya. Ray menoyor satu persatu Alex, Gio dan Stefan. Ray cemburu!
***
Sementara didepan gedung. Putra hanya mematung duduk didalam mobil, sambil memperhatikan orang yang berlalu lalang ke luar masuk kedalam Gedung.
Putra ingin masuk, tapi sayang Putra tidak bisa masuk. Putra tidak memiliki undangan agar bisa masuk.
Rasa penyesalan itu selalu menghantui pikiran Putra belakangan ini. Putra masih mencintai Killa, masih! Bahkan sangat! Putra masih berharap jika dirinya bisa bersatu lagi dengan Killa.
Bersambung ...
__ADS_1