Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Terlalu jauh.


__ADS_3

Teman-teman Ray, yang ada di ruangan itu tidak menyangka, ternyata Ray datang ke Club ini sedang ada masalah yang menyedihkan, dan tidak menyangka ternyata Ray menyewa wanita hanya untuk berkhayal bahwa dirinya sedang tidur dengan Killa! sedangkan teman-teman Ray tidak tahu siapa itu Killa. Bahkan Alex saja yang memesankan wanita bayarannya itu tidak tahu, kalau Ray sedang punya masalah. Saat Ray meminta, Alex kira itu ke isengan Ray, Ray ingin mencoba-coba.


"Itu beda, sedangkan ini, aku membayarnya! dan Itu sudah pekerjaannya dia. Kau mengerti? kembalikan itu!" Menatap tajam ke arah dua mata Ifan, lalu Ray mengambil paksa obat perangsang yang di tangan Ifan, sedangkan Ifan menepisnya, berusaha kuat agar tidak bisa diambil.


Karena Ray akan melakukannya bukan karena hasrat, maka dari itu Ray perlu obat perangsang, dengan itu lah Ray meminta Alex membelikannya, tapi sial! sekarang di tangan Ifan.


"Saya tidak akan membiarkan tuan melakukan hal itu, kumohon tuan sadar! Apa yang tuan ingin lakukan itu kesalahan besar. Aku tahu apa yang tuan rasakan."


"Kau tidak tahu apa yang aku rasakan! kau tidak pernah merasakan patah hati! Jatuh cinta saja kau tidak pernah merasakan. Jadi jangan sok tahu. Serahkan itu sekarang!" Kini kemarahan Ray berkobar, Ray tidak suka dengan Ifan yang sok tahu. Dia berusaha meraih obat itu.


"Aku tahu apa yang tuan rasakan! Memang, betul, aku tidak pernah merasakan patah hati, tapi jatuh cinta aku pernah! dan orang yang aku cintai dan sayangi itu adalah tuan." Bagi Ifan, Ray itu setengah kehidupannya.


"Dengan keadaan tuan seperti ini, aku juga merasakan apa yang tuan rasakan. Kalau tuan melakukan ini, orang tua tuan, nona Nadia akan kecewan dengan Tuan. Bahkan nona Killa juga akan kecewa, Apa Tuan mau nona Killa menjauhi Tuan? ini keputusan yang salah, tuan. Salah besar! Kumohon jangan melakukan hal gila ini." Saat ini yang Ray butuhkan surport, arahan yang benar, dan belahan kasih sayang. Dengan itu lah Ifan memberikan.


Ucapan Ifan benar, andai jika Killa tahu, Ray melakukan hal menjijikan ini, pasti Killa akan membenci Ray. Bahkan mungkin akan menjauhi Ray, Ray tidak mau itu terjadi, akal sehat Ray kembali normal. Ray sadar keputusanya yang akan di ambil itu keputusan konyol.


Badan Ray bergetar hebat, menahan agar jangan menangis, ulu hatinya seperti di sayat -sayat oleh ribuan Pisau, darah didalam tubuhnya seakan-akan tidak ada, Ray lemas, Ray tidak tahu. Kenapa rasanya sesakit ini, susah untuk di jelaskan dengan kata-kata, rasanya hanya Ray yang tahu betapa sakitnya yang di rasa.


"Fan, rasanya aku tidak ingin hidup lagi, Fan! terlalu sakit." Dengan suara berat Ray berkata, air mata berhasil lolos keluar. Di dalam hati paling dalam Ray ingin mengakhiri hidupnya. Tapi Ray berpikir jika dirinya meninggal, ada keluargannya yang akan ikut terpukul, terluka, dan menderita atas kepergiannya untuk selama-lamanya.


Ray tidak mau keluarga yang dicintainya harus merasakan itu. Ray mau keluarganya harus bahagia, jangan sampai ada kesedihan didalamnya. Ray juga berpikir jika dirinya meninggal, dirinya tidak bisa melihat Killa lagi. Dan dirinya tidak bisa membantu apa nanti kesusahan yang Killa rasakan. Ray berjanji dia akan membuat Killa bahagia, meski kebahagiaannya bukan bersamanya. Ray akan berusaha menjaga, melindungi, memberi apa yang bisa di beri ke Killa, dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki.


"Tuan harus kuat," Ifan memegang kedua bahu Ray "Bukanya ini bukan hal yang pertama bagi tuan? tuan ingat saat di tinggal oleh nona Raisa? Tuan bisa kan menjalankannya hingga luka hati tuan hilang dengan sendirinya? dan ini! Tuan pasti bisa melewati fase sulit ini. Hanya butuh waktu dan sabar." Ifan berusaha menguatkan Ray, Ifan juga mengeluarkan air mata, Ifan tidak bisa menahan air matanya agar tidak keluar. Sedangkan Ray menjatuhkan dirinya ke lantai.


"Ini memang bukan yang pertama bagiku, tapi ini sangat menyakitkan dari yang sebelum-sebelumya, Fan!" Ray menjambak rambutnya frustasi, sedih. "Aku terlalu mencintai Killa, melebihi apapun, dia segalanya untukku, aku tidak yakin bisa hidup tanpa dia Fan. Kenapa takdir tidak menyatukanya?" Ifan benar benar sudah tidak bisa menahannya, bagi Ifan ini juga sangat menyakitkan. Badan Ifan lemas tak berdaya, seakan-akan jantungnya tidak berdetak. Ifan memeluk Ray yang terduduk lemas di lantai. membuktikan bahwa dirinya juga merasakan sakit dan menguatkan Ray.


Maafkan aku tuan, lagi -lagi aku tidak bisa mengabulkan ke inginan tuan, tidak bisa membuat harus berjalan sesuai yang tuan inginkan, Maaf kan aku tuan.

__ADS_1


"Tak ada soal tanpa jawaban, tak ada ujian tanpa jalan keluar, tuan harus yakin bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Tuan harus kuat! aku, Ifan, akan selalu di samping tuan mensupport dan membantu tuan." Ifan memeluk Ray dengan kuat, "tumpahkan semua air mata tuan, jangan sisahkan, menangislah semau tuan. Tumpahkan semua kesedihan tuan. Agar aku juga merasakan apa yang tuan rasa."


Semua teman-teman Ray yang ada di situ melihat kesedihan yang Ray rasakan, ikut terenyuh, ikut merasakan sakitnya. Dan ini juga momen pertama kali melihat Ifan dan Ray menangis.


Setiap Ray punya masalah, Ray tidak pernah menangis di depan teman-temanya, apalagi sampai terisak, belum pernah Ray melakukannya.


Kebiasaan Ray, ketika ada masalah dia hanya meminum sampai mabuk, lalu ketika tidak sadar karena terbawa pengaruh alkohol, Ray akan mengeluarkan unek-uneknya yang di rasa. Tidak pernah sampai sejauh ini.


Semua teman-teman yang ada disitu ikut memeluk Ray. Sedangkan Alex langsung masuk ke kamar mengusir wanita yang depesanya. Kemudian ikut tenggelam memeluk temannya yang sedang terpuruk, memberikan surport.


Apa yang dirasakan Ray, itu juga yang dirasakan Daffa dan David.


Setelah dari acara pernikahan Killa, Daffa mengurung diri dikamar, yang dilakukan Daffa di kamar hanya menangis, seperti bocah remaja yang baru putus cinta, dan tangisan itu berhasil membuat mata Daffa membengkak hebat.


Luka yang tidak memilki suara sebab itu air mata jatuh mewakilkan luka yang sangat perih.


Dan yang dilakukan David, datang ke club malam, meminum alkohol sampai tidak sadarkan diri.


Sedangkan yang sedang di cemburuin, yang sedang dikhayalkan oleh tiga Pria tersebut, semuanya salah, tidak sesuai yang dipikirkan oleh tiga Pria tersebut.


Yang dilakukan Putra dan Killa Di malam pertama, sebelum tidur mereka berdua sholat sunah 2 rakaat, setelah itu mereka merebahkan diri di atas ranjang. Berbincang bincang sebentar,


"Selamat istirahat istriku, tidur yang nyenyak. Pasti kamu lelah kan?" Putra membelai rambut Killa kemudian mencium kening Killa penuh dengan kasih sayang.


tidak lebih dari itu. Karena mereka berdua merasa lelah, letih, capek.


"Selamat istirahat juga suamiku." Killa membelai pipi Putra dengan lembut. Kemudian Killa memejamkan kedua matanya, memasuki alam lain.

__ADS_1


Yang dikhayalkan oleh tiga Pria tersebut terlalu jauh.


Ketika Killa sudah tertidur dan tangan lentik masih berada di pipi Putra. Putra yang masih terjaga dia meraih tangan Killa. Tangan Putra Menumpuknya diatas Tangan Killa.


Kau harus membayar semuanya Syakilla! Kau sudah masuk ke perangkapku! Haha.


Sakit dibayar dengan sakit!


Darah dibayar dengan darah!


Air mata dibalas air mata!


Nyawa dibayar nyawa!


Haha... hari ini, hari terakhir kebahagian untukmu, kuberi waktu hanya hari ini untuk kau bebas Syakilla. Tidurlah yang nyenyak Syakilla, karena hari esok kau tidak akan bisa tidur dengan nyenyak.


Tangan Putra yang satu membelai kepala Killa.


Kemudian Putra mencium tangan Killa dengan tersenyum licik.


Bersambung...


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih banyak sudah baca, dan saya minta maaf jika di chapter sebelumnya banyak yang salah, saya sedang perbaikinyna biar lebih enak dibaca. Terimakasih, salam hangat dari Push🤗


__ADS_2