Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Peraturan baru.


__ADS_3

Frans menggerutu perbuatannya, dia benar-benar malu. Bagaimana bisa mulut masih bau naga deket-deket ke Nadia! Malu pake banget. Mau bagaimana, tadi terburu-buru. Rasanya Frans ingin sekali menenggelamkan dirinya ke kerak bumi. Ifan melangkah mendekat ke Ray dan Killa.


"Tuan, lepaskan!" Killa masih berusaha melepaskan diri. Killa pun berani memukul-mukul badan Ray.


"Killa sedang datang bulan, dia kesakitan seperti yang sering kau rasakan, Nadia." Ray meletakan Killa dengan hati-hati diatas kasur.


"Tuan Ray!" mata melotot "Aku tidak sakit, tidak semua wanita yang datang bulan itu merasakan sakit! Apa yang tuan lakukan salah!" pertama Kali Killa berucap Aku, selama ini selalu berucap saya ketika bicara dengan Ray, ini menandakan kalau Killa sangat marah ke Ray. Killa yang sudah dibaringkan kini beranjak duduk diatas kasur.


"Jangan berbohong kamu Kill?"


"Aku tidak sakit tuan! Lihat lah karena kecerobohan tuan darahku menempel di baju Tuan!" Rasa malu, marah menjadi satu. Melempar bantal ke Ray. lemah lembut berubah arogan.


"Betul tuan, tidak semua wanita yang datang bulan itu sakit,," timpal Frans memberi tahu.


"Fan!" Ray tidak percaya dengan Frans dan Killa. Ray tetap diatas penderiannya, wanita yang datang bulan merasakan Sakit nyeri, titik.


"Baik tuan." Ifan melangkah keluar, Ifan tau maksud Ray, untuk bilang ke bi Siti membuatkan minuman tradisonal yang biasa dibuat untuk Nadia dan Raisa ketika datang bulan melanda. Minuman Tradisonal yang bisa untuk meredakan nyeri di di perut ketika datang bulan.


Killa menengok kearah Ifan, bertujuan menghentikan niat Ifan yang entah mau melakukan hal konyol apa? untuk menuruti kemauan bos anehnya.


"Ahhhh!" teriak Killa. Membuat langkah Ifan terhenti sebentar lalu melangkah dengan cepat ke arah keluar.


"Killa! kenapa? Apa sangat sakit, oh tidak!" Mendudukan tubuhnya ditepi kasur, ingin mengelus perut Killa, sepeti kebiasaannya ketika Nadia atau Raisa sakit, Ray akan berperan mengelus-ngelus perutnya untuk meredakan nyeri, meski sebenarnya tidak mengurangi rasa sakitnya si, "apa kamu dokter bodoh? Lihatlah! Killa kesakitan, dan kau sebagai Dokter apa tidak bisa bantu? hah! Dan kau bilang tadi tidak semua wanita yang datang bulan itu merasakan sakit! tapi ini buktinya!" Tangan Ray sudah mendarat di perut Killa.

__ADS_1


"Tuan! Singkirkan tangan tuan!" Killa menepis tangan Ray dengan kasar, sorot mata tajam seperti ujung pisau.


"Maaf Kill, aku hanya ingin memberi keringanan rasa sakit yang kau rasa."


"Siapa yang sakit? si!"


"Kamu yang sakit, tadi kamu teriak 'ahh'! "


"Tadi karena tuan Ifan! Kenapa tuan Ifan bertelanjang dada si? aku tidak sakit!" Pagi yang sial menurut Killa.


Wajah Ray yang ganteng tergantikan dengan mimik wajah bodohnya. Frans menahan tawanya, sedangkan Nadia ketawa terbahak, melihat Ray dibentak-bentak Killa.


"Jangan ketawa!!" Sungguh Ray sangat malu dan sangat takut, Killa pasti marah kepadanya.


Ifan juga kan yang kena.


***


Karena Allah yang melembutkan hati Ray melalui Killa. Ray pagi ini memasang wajah ceria, dia tidak menampakan wajah dingin dihadapan karyawannya, biasanya disapa tidak menyaut sekarang dirinya menyapa balik bahkan sambil tersenyum membuat para karyawan bergidik ngeri, tapi keheranan. perubahan Ray bukan membuat para karyawan bahagia tapi malah takut. Itu hal aneh!


Ray yang mulai tahu sedikit-sedikit aturan islam karena semalam belajar.


Sebagai pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas bawahannya, jika sang pemimpin tidak menegakan aturan yang sudah dibuat oleh Allah. Ray lah satu satunya orang yang akan dimintai pertanggung jawaban.

__ADS_1


Karena Ray tidak mau mengambil resiko berat itu, akhirnya Ray menerapkan Aturan baru untuk kantor pusat dan kantor anak cabangnya, maupun yang berada dibawah kekuasaanya untuk menghentikan seluruh pekerjaannya ketika waktu sholat akan datang 10 menit lagi. Dan mewajibkan karyawannya yang beragama muslim harus menjalankan sholat berjamaah di masjid terdekat sementara dulu, sebelum masjid yang akan Ray bangun didepan kantor pusat maupun kantor anak cabang. Berlaku juga untuk perkerja di rumahnya, tapi kalau pekerja dirumah berbeda, tidak diharuskan sholat dimasjid dirumah pun boleh. karena Rumah Harus tetap ada yang menjaga.


Dan mewajibkan karyawan wanitanya yang beragama muslim harus memakai hijab, hijab syar'i tidak asal asalan hijab. Bahkan Ray tadi sebelum masuk ke ruangan, Ray menegur karyawan wanitanya yang berhijab tapi tidak menutupi dadanya.


"Berhijablah yang benar, jangan di ikatkan ke belakang, takut tercekik leher kamu, tutupilah dadamu, kamu mengerti." Meski ucapan Ray lembut tidak seperti biasanya yang dingin namun itu sudah bisa buat lawan bicaranya ketakutan. Menurut lawan bicaranya, ucapan Ray seperti menginterogasi.


Aturan hijab ini tidak berlaku untuk karyawan wanita yang non muslim, tidak diwajibkan melainkan Ray menuntut untuk berpakaian sopan tidak boleh ketat dan tidak boleh berpakaian yang melihatkan lekuk tubuhnya. Perubahan drastis Ray. Ray yang dulu cuek atas pakaian karyawannya kini di beri peraturan yang tegas.


Jika aturan baru ini, ada karyawan yang melanggar, hukumannya tidak tanggung tanggung, langsung dipecat! tidak peduli itu karyawan sudah memiliki jabatan tinggi atau masih jabatan dibawah, sama-sama dpecat! tidak di SP lagi, langsung dipecat! Penekan pemecetan.


Aturan mendadak yang Ray buat, membuat Ifan bahagia, tapi membuat Ifan kwalahan karena harus mengadakan meeting besar-besaran yang mendadak. Ifan sibuk memanggil penjabat penjabat tinggi dikantor pusat untuk kumpul diruangan Meeting.


Semua orang yang berada di ruangan meeting langsung sibuk setelah mendengar aturan baru yang dibuat Ray.


berkutat dengan laptopnya mengirimi poin-poin penting lewat email dan tangan satunya sibuk menelpon kesana kemari. Termasuk juga dengan Ifan.


Aturan seperti ini mudah dijalankan, tapi membuat jadwal yang sudah tersusun rapih harus diubah-ubah, ada yang dimanjuin ada juga yang dimundurkan. Jangan sampai ketika waktu 10 menit lagi menjelang akan sholat, jam kerja sudah selasai. Dan jadwal puluhan meeting yang jatuh di jam itu harus dirubah, bukan terjadi dikantor pusat, ini juga yang terjadi di kantor anak cabang.


Dirumah sakit yang sangat sulit dirubah, dimana terkadang yang melakukan operasi tidak mungkin kan berhenti ditengah jalan ketika sedang melaksanakan operasi? keberatan ini pun diajukan ke Ray. Ray memberi keringanan jika untuk karyawan Rumah sakit tidak mengapa jika tidak bisa on time dalam melaksanakan sholat, asalkan harus dijalankan, jangan ditinggalkan! Sedangkan aturan tentang hijab tidak serumit itu, kan mudah tinggal beli lalu di pake, mudah kan?


Pulang dari kantor Ray berniat akan bertemu dengan Raisa. Wanita yang sangat dicintai, wanita yang sangat berharga dalam hidupnya,


tapi itu dulu!

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2