Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Batas Kesabaran.


__ADS_3

15+ Ada adegan yang dilarang ditiru.


______


Pernikahan Killa dan Putra sudah berjalan dua bulan, tapi belum ada perubahan. Putra tetap sama menjadi suami yang tidak berperasaan.


Hati Killa hancur tidak kuat harus menjalani bahtera rumah tangga seperti ini.


Bella sudah mengetahui jika Killa istrinya Putra. Awalnya Bella shock pas diberi tahu. Merasa dikhianati oleh Putra. Marah, nangis, tidak mau menghubungi Putra. Intinya berantem besar Putra dan Bella.


Namun, apa daya, Bella sangat mencintai Putra, sangat ... Cinta. Berdekatan dengan Putra rasa nyaman selalu ada. Cinta yang besar itu membuat Bella memaafkan Putra. Dan Bella berusaha bersahabat dengan takdir.


Bella rela jadi istri kedua Putra. Toh ... kata Putra, Putra lebih sayang dan cinta ke Bella ketimbang ke Killa. Jadi sudah dipastikan ketika Bella nikah dengan Putra, Putra akan lebih memihak ke Bella. Itu jalan pikir Bella.


Killa sudah mengantongi bukti tentang Putra berselingkuh. Beberapa video yang Killa ambil secara diam-diam saat Putra dan Bella sedang bermesraan.


Ingin rasanya Killa memberi tahukan ini ke orang tua Killa, biar kelar! tapi Killa bingung. Apakah dirinya siap jika berpisah dengan Putra?


Bodoh!


Putra adalah sosok lelaki yang pertama kali Killa sukai. Saat Killa baru menginjak usia remaja, dan baru mengetahui tentang apa itu cinta, Killa jatuh cinta dengan Putra.


Putra dulu kaka kelas Killa saat sekolah menengah pertama, selisih 2 tahun. Killa suka banget memperhatikan Putra ketika di sekolahan. Entah itu Putra lagi main bola, duduk didepan kelas bareng teman-temanya atau apapun Killa suka memperhatikan Putra. Memperhatikan Putra menjadi candu bagi Killa. Killa juga suka stalking media sosial Putra, ketika Putra berbalas komen dengan temen wanitanya. Rasa panas dihati Killa bergelora, Killa tidak rela, cemburu. padahal Putra dan temen cewenya saling berkomentar karena membahas pelajaran, tapi tetap Killa tidak rela.


Bagi Killa, Putra lelaki idaman banget. Bukan Killa saja yang berpikir seperti itu, hampir semua siswi di sekolahan itu naksir dengan Putra. Kecuali Kiara, entah kenapa Kiara tidak suka dengan Putra.


Putra yang memiliki paras rupawan, senyum manis, ramah, rajin beribadah, berakhlak baik. Pokoknya Putra sempurna ...


Kata orang-orang, cinta pertama itu sulit untuk di lupakan. Sepertinya ucapan itu betul adanya. Meski Killa pernah berpacaran beberapa kali saat di sekolah menengah keatas, tapi rasa cinta ke Putra tidak luntur, bahkan makin besar, dan buat Killa gencar ingin memiliki Putra.


Berusaha untuk melupakan Putra sudah sering kali Killa lakukan, tapi gagal terus. Semangkin berusaha melupakan malah semangkin besar cinta tumbuh di hati Killa.


Ditambah Putra rumahnya lumayan dekat dengan Killa. Hampir tiap hari ketika berangkat sekolah Killa selalu lihat Putra. Padahal sekolah menengah keatas Killa berbeda dengan sekolahnya Putra. Tidak satu sekolah lagi.


Sebab itulah Killa tidak mau kuliah. Dimarahin sama ibu bapak tidak masalah bagi Killa. Dari pada harus kuliah dan akan terus-terusan lihat Putra, mending tidak usah kuliah.


Karena ada alasan lagi si, Killa malas! Pusing mikirin pelajaran. Akhirnya Killa dan Kiara beradu nasib pergi ke Ibukota. Anak bandel!


Di Ibukota Killa berhasil sedikit melupakan Putra, karena tuntutan kerja membuat Killa tidak sempat memikirkan Putra. Sibuk berkutat dengan dunianya sendiri. Dan karena Killa di Ibukota menemukan hidayah.


Siapa yang menyangka? Beberapa bulan Killa sudah habiskan di Ibukota dan pulang-pulang Killa sudah berbeda. Killa jadi anak yang lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


Tidak ada sedikit pun dibenak Killa jika Killa pulang kampung, Putra akan mengajak nikah. Kaget dan senang menjadi satu.


***


Sehabis sholat Shubuh Killa memilih tidur lagi, meringkuk di atas sajadah masih menggunakan mukenah.


Pikir Killa mau apa kalau tidak tidur lagi? Ini hari minggu. Sudah pasti Bella akan datang bawa sarapan untuk Putra.


Benar adanya! Pagi-pagi Bella sudah datang. Membawa satu tapuware berisi makanan. Memakan bersama dengan Putra dalam satu wadah. Romantis!


Killa seperti dipaksa, mau tidak mau tiap hari Killa harus memakan bara api. Setiap hari Killa harus melihat, mendengar, keromantisan Putra dan Bella.


Setiap malam Putra selalu bertelepon dengan Bella, bermesraan-mesraan! Yang dilakukan Killa saat Putra sedang telepon, Killa hanya menangis. Menutup semua anggota tubuh dengan selimut dan Membenamkan wajah ke bantal, menekuk bantal guling untuk menutup kedua telinganya.


Hampir tiap hari juga Bella selalu datang, entah pagi atau malam. Apalagi kalau hari sabtu atau hari minggu. Putra dan Bella menghabiskan waktu bersama.


Biasanya, Killa hanya sebentar mengintip kebersamaan Bella dan Putra, berakhir Killa akan menangis meluapkan kesedihannya didalam kamar mandi. Tapi entah kenapa? Killa saat ini ingin berlama-lamaan mengintip kebersamaan Bella dan Putra.


Hati Killa panas bergemuruh marah, berkecamuk. Mata Killa memanas. Badan melemas.


Masih ditempat yang sama Killa menatap lurus kearah sepasang kekasih yang sedang bermesraan. Air mata berebutan ingin keluar. Sekuat tenaga Killa berusaha keras, jangan sampai air mata keluar. Menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, menahan gejolak amarah dan kesedihan. Sudah cukup air mata keluar dalam kasus yang sama!


Mata Reva melotot, mulut terbuka lebar melihat Putra sedang tiduran di paha Bella, Dan Bella sedang memainkan rambut Putra.


Reva sedikit tidak percaya. Detik kemudian Bella menunduk berakhir mereka berdua saling berciuman.


Brengsek! Apa itu yang namanya adik sepupu?


Reva mengepalkan tangan menahan emosi. Kemudian menengok kearah Killa, terlihat jelas raut wajah Killa sangat terpukul, sedih!


"Nona Killa." mulut melongo, Reva sedih dan juga marah.


[Kenapa dengan, nona?] suara kaget Gustaf dan Arga berbarengan. Sambungan telepon masih tersambung.


"Nona, sedih!"


[Kita berdua langsung masuk?] Arga dan Gustaf tahu, sedang tidak beres keadaan didalam.


"Tunggu, diam!"


"Sayang, kamu lebih sayang aku apa istrimu?" ucap Bella, memastikan. Setelah selesai berciuman.

__ADS_1


Putra bangkit, duduk, menekuk kaki kiri meletakkan ke paha kaki kanan. Elegan! Melingkarkan tangan ke bahu Bella. Kemudian menghadap ke muka Bella, saling bertatap dengan jarak yang dekat. Tangan yang satu menyelipkan rambut Bella dibelakang telinga.


"Sudah pasti! Aku lebih sayang kamu!" mencolek hidung Bella yang mancung. Bella yang sangking senangnya, langsung melingkarkan tangan ke pinggang Putra, menenggelamkan wajah didada Putra.


Reva mendengar pembicaraan Putra dan Bella, barusan. Reva yang jaraknya lumayan jauh saja mendengar. Apa kabar dengan Killa yang jaraknya lebih dekat?


"Lelaki biadab!" suara Reva masih pelan. Reva berjalan maju. Ingin memukul Putra.


Baru melangkah, Reva melihat Killa memutar tubuhnya. Killa berjalan cepat kearah dapur. Reva bersegera ngumpet dulu. Mau lihat apa yang akan dilakukan Killa.


Killa mengambil pisau didapur, mata Reva melotot, badan terpaku. Saking shocknya Reva tak bergeming. Badan lemas, pikiran kearah Killa.


Apa nona akan melakukan bunuh diri?


Killa berjalan pelan kearah keluar, menyembunyikan pisau dibalik tubuhnya. Reva sedikit lega. Pikiran Reva menangkap kalau Killa akan membunuh Putra.


Putra yang melihat Killa sedang jalan ke arahnya, dengan expresi datar, Putra tersenyum simpul. Beranjak, jalan menuju kearah Killa.


Entah itu senyuman mengejek atau senyuman bahagia karena sudah berhasil membalas dendamnya. Membuat Killa sakit hati!


Killa menatap Putra dengan tatapan tanpa berekspresi. Datar!


Kata orang bijak, sabar itu tidak ada batasnya. Sabar itu sampai mati, karena hidup tempatnya ujian.


Akan tetapi, kata orang yang tidak bijak, sabar itu ada batasnya.


Killa terkoceh dengan ucapan itu. Hingga akhirnya Killa memilih kata orang yang tidak bijak.


Sruk ... pisau tajam yang Killa bawa, menusuk tepat didada kiri Putra. Darah mengalir keluar, deras. Putra melemah, kemudian jatuh ke lantai dengan pelan.


"Mas Putra!" Bella yang sedang duduk, langsung jalan berlarian kearah Putra.


Bersambung ...


.


.


.


Kemarin gk upload, maefkeun. Hari minggu sibuk! sibuk bermalas-malasan :v

__ADS_1


__ADS_2