Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Kado Pernikahan.


__ADS_3

Pernikahan yang dianggap akan membuat kebahagian, ternyata itu salah!


Masa-masa baru menikah, biasa diisi kebahagiaan, menikmati manisnya pernikahan, ini malah menikmati rasa kepedihan yang mendalam, menikmati bara api!


Killa masih menangis, merenungi nasibnya yang menyedihkan, Killa tidak tahu harus bagaimana?


Killa menyadari, memang pantas dirinya mendapatkan ini semua! Karena berawal dari kesalahnya, tapi kenapa Killa tidak sanggup. Baginya, Putra membalasnya melebihi batas.


Killa juga bingung kenapa waktu masih di Rumah orang tua Killa, Putra bersikap sangat manis, andai kalau dirinya ingin berbalas dendam, harusnya Putra harus bersikap acuh, cuek ke Killa, bukan, bersikap lemah lembut, penyayang.


Otak Killa berpikir, menangkap sinyal. Bodoh! Itu cara Putra membalas dendam, bersikap penyayang dihadapan orang tua Killa dan akan berubah bersikap menjadi penjahat dibelakangnya.


Ini seperti memberi manisnya hidup, kemudian dibanting memberi kejamnya hidup, remuk!


Tangisan itu berhasil membuat mata Killa bengkak, dari perginya Putra, Killa tidak pindah tempat, masih ditempat yang sama, duduk di lantai memeluk kedua lututnya. Sudah berapa lama Killa menghabiskan waktu hanya untuk menangis. Hingga kini mobil Putra terdengar, Putra pulang.


Mendengar mobil Putra, Killa bangkit dari duduknya, dia menghapus sisa air mata yang masih mengalir.


Aku harus sanggup! Ini karena salah ku, mas Putra melakukan itu karena aku. Aku akan berjuang kuat, Sampai mas Putra luluh hantinya, kemudian mas Putra memaafkan kesalahan ku dan nanti, aku hidup bahagia denganya! Aku yang berbuat, aku juga yang harus bertanggung jawab.


Killa berjalan menuju kamar mandi Deng an gontai, mencuci muka, merapihkan baju dan merapihkan rambutnya yang acak-acakan.


"Assalamuallaikum, kaka. Vino, datang... Kaka dimana?"


Saat masih di kamar mandi, Killa mendengar suara adiknya.


Vino datang? Kenapa dia datang bersamaan dengan Putra pulang si? Bahaya. Jangan sampai Vino tahu hubungan aku dengan Putra yang tidak baik.


Killa bersegera bergegas keluar, saat sudah keluar, Killa tidak mendapati adiknya. Dia malah melihat tumpukan kado pernikahannya. Tiba-tiba Putra muncul diambang pintu dengan membawa tumpukan kotak kado dan dibelakang Putra ada Vino yang sama membawa tumpukan kado.


Putra menyapa Killa dengan manis, membuat Killa bingung, bukanya tadi dia manusia tidak berperasaan? Oh iya lupa! Sekarang kan ada Vino, adiknya. Putra berubah bersifat menjadi penyayang.

__ADS_1


Killa masih mematung, tidak mengerti dengan Putra, kenapa dia kembali pulang dengan membawa Vino dan kado pernikahannya.


"Sayang, kita harus membuka kado-kado ini, kamu pastinya penasaran kan?" Putra melingkarkan tangan di pinggang Killa kemudian nengecup pucuk kepala Killa. Killa hanya tersenyum menanggapinya, menutup luka dihadapan Vino.


Aku ikuti permainan mu, mas!


"Ibu bapak tidak ikut Vin?" tanya Killa untuk mengalihkan pemikirannya yang tidak mengerti apa jalan pikir Putra membawa kado.


"Nanti malam kemarinya. Ibu lagi masak buat nanti malam makan disini, dan bapak lagi main ke rumah paman." jelas Vino sambil menaro tumpukan kado dengan hati-hati


"Nanti malem Ibu dan bapak kemari?" tanyanya shock.


"Iya, ka Putra yang nyuruh. Katanya si, biar ka Killa senang." lanjutnya.


"Iya sayang, kamu pastinya kangen kan sama mereka?" timpal Putra, tersenyum manis.


Lagi-lagi Killa tidak tahu apa jalan pikir Putra.


***


"Ka, coba buka kado ini, ini dari aku." Vino menyerahkan satu kotak kado, yang katanya miliknya untuk Killa dan Putra.


"Apa ini benar dari kamu?" Putra pura pura tidak percaya.


"Iya, ini benar dari aku! Coba kaka liat ada tulisannya, dari Vino." Vino menunjuk tulisan yang melekat di kertas kado.


"Jam tangan, wah... ini sangat bagus sekali, Vin. Kamu kasih ini untuk kita berdua? hah soswet. Makasih adek ipar ku." Putra bahagia. Memeluk kepala Vino, kepala Vino dihempit di ketiak. Layaknya seperti teman yang sangat akrab.


"Kaka tahu? apa tujuannya aku ngasih kado Kaka jam tangan?" ucapnya setelah terlepas dari pelukan Putra.


"Memang apa tujuannya?" Killa dan Putra berbarengan berucap.

__ADS_1


"Agar ka Killa dan ka Putra tidak melupakan waktu." Vino menunduk. "Waktu memperhatikan aku, aku takut nanti ka Killa tidak peduli lagi sama aku, sebab itulah aku memberi kaka jam. meski kaka sudah punya kehidupan yang baru, tapi kaka masih ingat dengan aku, perhatian, bawelin aku. Pokoknya,


kaka jangan lupakan aku dan jangan lupa memberi waktu sedikit pun tidak masalah untuk perhatian ke aku," air mata Vino keluar. Jujur rasanya Vino belum siap Killa secepat itu menikah, yang pastinya nanti, Killa akan berkurang memikirkan Vino. Mungkin lupa, akan sibuk dengan kehidupannya yang baru. Perginya Killa yang dulu saja sudah membuat luka yang amat dalam, apalagi ditambah Killa menikah, yang besar memungkinkan tidak akan ingat lagi dengan Vino, sibuk dengan hidup barunya.


"Kaka tidak akan melupakan kamu,walau kaka sudah menikah, kaka akan tetap menjadi kaka kamu yang dulu, yang perhatian ke kamu, jangan khawatir." Killa memeluk Vino. Killa tahu persis kalau adiknya sangat manja kedirinya dan sangat menyayangi dirinya. Jika Killa terluka sedikit saja, Vino yang akan sangat-sangat khawatir. Kalau Killa menangis, Vino pun ikut menangis. "Dasar anak manja!"


"Iya betul, kamu jangan khawatir. Meski, ka Killa sudah jadi istri kaka, ka Killa pasti masih seperti dulu." mengacak ngacak rambut Vino. "Sudah jangan nangis, lanjutkan buka kado-kado ini."


Mereka bertiga kaget saat membuka kado dari Ray, sebuah sertifikat Rumah dan kunci, sepertinya kunci rumah. dan juga ada sebuah amplop bewarna pink yang berisi ucapan selamat atas pernikahan Killa dan Putra.


Didalam surat itu hanya ucapan selamat, dan doa.


Vino memuji kebaikan Ray, yang tak menyangka diberi hadiah yang luar biasa. Padahal tuan Ray juga sudah memberikan dana untuk pelaksanaan pernikahan Killa, tapi masih memberi hadiah mewah lagi untuk pernikahan Killa..


Kenapa Tuan Ray memberi sebanyak ini. Bukanya ini berlebihan? Killa bertanya dalam hati.


"Iya betul, beliau sangat baik." timpal Putra.


Ray memberi kado rumah untuk Killa dan Putra, tujuannya biar Killa bahagia, hidup nyaman. Meski kebahagiaannya bukan dengan dirinya. Itu rumah dibeli dari satu set perhiasan berlian yang dulu ingin untuk melamar Killa.


Karena Putra sudah memiliki nomor telephone tuan Ray, baru kemarin di acara pernikahannya mereka berdua bertukar nomor telephone. Putra langsung ambil hape disaku ingin menelpon Tuan Ray, untuk mengucapkan terima kasih ke tuan Ray. tidak tanggung-tanggung Putra melakukan telephone langsung video call.


***


Ray sedang terbaring lemah diatas ranjang, karena terlalu memikirkan Killa, hingga membuat dirinya tumbang.


Yang dilakukan Ray diatas ranjang hanya melihat memandangi foto Killa yang sudah dicetak berukuran sedang, dan sambil memegang jam tangan hadiah dari Killa untuk dirinya.


Jam tangan yang Killa beri sebelum Killa pulang kampung, jam tangan kenang-kenangan. Meski jam tangan itu murahan, tapi bagi Ray itu jam tangan istimewah. Bukan Ray saja yang dikasih jam tangan, Ifan pun sama dikasih, kembaran sama punya milik Ray. Dan Nadia dikasih boneka Teddy Bear berwarna biru langit yang berukuran besar.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2