Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Hancur Luluh.


__ADS_3

Setelah kejadian tamparan keras, ibu Ray mendengarkan cerita sesungguhnya tentang Killa dari Nadia, setelah itu membuat hubungan ibu Eva dan Killa menjadi akrab, apalagi setelah tahu jika anak laki-lakinya berubah jadi lebih baik karena Killa. Ibu Ray menganggap Killa sebagai anaknya.


"Killa, buat anak anak saya jadi baik, Pak." Imbuh tuan besar, ayah Ray. Begitu juga dengan tuan besar Jay, sudah akrab dengan Killa beberapa minggu yang lalu.


Obrolan mereka berlanjut, saling mengenalkan diri. Gelak tawa pun memenuhi Ruang tamu. Sambil memakan cemilan yang disediakan oleh ibu Ami dan menikmati teh hangat. Membuat obrolan semangkin seru.


Killa tak menyangka, jika dirinya pulang, akan disambut hangat oleh kedua orang tuanya. Killa beranggapan kepulangannya akan mendapatkan makian, pukulan, atau umpatan kasar buat dirinya, tapi nyataanya pikiran itu tidak sesuai yang dipikirkan. Membuat Hati Killa bahagia.


Setelah melihat keadaan, keadaan yang pas buat Ray bicara. Pak Jay, menyenggol Ray lalu mengedipkan mata. Memberi kode untuk Ray.


"Aku," ucap Ray tanpa suara yang paham maksud ayahnya.


"Iya kamu! masa Ayah. Kamu dong. Harus berani!" jawabnya dengan Lirih.


Ray menarik nafas dalam-dalam, lalu mengeluarkan nafas dengan pelan. Rasanya Ray sangat takut sekali, gemetar badanya. Lidah menjadi kaku untuk bicara. Seperti tidak biasanya. Ray sering berkomunikasi dengan orang-orang besar, tapi tidak pernah merasakan ketakutan seperti sekarang.


Ah, tidak. Aku bisa. Jangan takut Ray, ucapan didalam hati menguatkan diri.


Benar kata orang-orang, seberani apapun seoarang lelaki, kalau mau berhadapan dengan calon mertua, keberaniannya menciut. Apalagi mau izin menikahi anak gadisnya, itu bukan hal mudah untuk dilalui.


"Mmm. Tante, Paman." Ray memberanikan, walau lidahnya kaku. "Sebenarnya, ada hal penting yang saya mau bicarakan." Ray mengeluarkan nafas.

__ADS_1


Pak Agus dan bu Ami saling tatap berdiam kemudian pak Agus berucap


"Bicaralah, tuan muda. Apa ini tentang anak saya? Apa anak saya melakukan kesalahan?" Pak Agus takut. Takut kalau selama Killa tinggal bareng mereka, Killa melakukan kesalahan.


"Tidak, tidak!" Ray mengibas-ngibaskan tanganya. "Killa, tidak melakukan kesalahan. Memang tentang anak, Paman, tapi bukan tentang itu," jawab Ray langsung.


"Lalu." Berbarengan, masih sama, saling tanda tanya.


"Begini, paman,Tante.---" berhenti, tarik nafas "Sebenarnya saya---" ucapan Ray belum selesai terpotong dengan suara salam dari Putra yang baru sampai. Membuat Orang menengok semua kearah Putra yang berdiri di ambang pintu. Setelah dapat pesan singkat dari Vano adiknya Killa, Vano yang memberi tahukan bahwa ka Killa sudah pulang, Putra segera meluncur menuju ke rumah Killa.


Mata Putra langsung mencari keberadaan Killa, saat sudah melihat Killa sedang duduk disamping bapak, Putra menatap ke Killa begitu juga dengan Killa menatap Putra, sambil tersenyum getir, malu.


Wanita yang dicintai sejak dulu dan hampir menjadi istrinya pergi begitu saja dan sangat lama, wanita yang berhasil empat bulan ini membuat stres, wanita yang selama empat bulanan belakangan ini menghantui pikirannya, wanita yang dikhawatirkan, dicemaskan, yang dirindukan selama empat bulan belakangan ini, kini ada dihadapanya. Membuat Kaki yang kuat pun melemah, untuk menompang tumbuhnya saja tidak sanggup, akhirnya lemas, karena terlalu bahagia. Putra menjatuhkan tubuh ke lantai. Membuat pak Agus segera mungkin menghampirinya, lalu memeluk Putra dengan erat. Pak Agus tahu apa yang dirasakan Putra. Mendapatkan pelukan hangat dari pak Agus, Putra menumpahkan air mata di pundak pak Agus, ini kedua kalinya bagi Putra menangis melemah.


Killa yang melihat Putra, menatapnya dengan tatapan nanar. Killa merasa malu,menyesal, merasa salah. Rasanya Killa ingin menggantikan bapaknya, rasanya dia yang ingin memeluk Putra, sembari meminta maaf, Killa tidak berharap banyak, apa Putra masih mau menerimanya dan apa Putra masih mau menikahi Killa. Killa tidak berharap itu, meski dihati paling kecilnya berharap seperti itu, tapi Killa tidak boleh egois, jangan terlalu berharap. Yang paling terpenting hanya berharap Putra bisa memaafkan kesalahannya yang Fatal. Killa menyadari bahwa dirinya jahat, sadis, pengecut, munafik, dia kabur tapi hatinya sebenarnya tidak mau terpisah dengan Putra.


***


Manusia hanya bisa merencanakan tapi yang menentukan hanya Allah yang bisa.


Seperti Ray, rencana yang sudah disusun, ternyata tidak sesuai harapan.

__ADS_1


Mendengar Killa ingin pulang kampung, ingin meminta maaf ke orang tuanya, kesempatan itu Ray ambil. Ray ingin melamar Killa, Ray ingin segera menikahi Killa, rencana itupun di setujui oleh kedua orang tua Ray, Nadia, dan Ifan tanpa sepengetahuan Killa. Killa yang awalnya ingin pulang kampung sendirian tidak diperbolehkan oleh Ray, akhirnya di antar oleh Ray, Ifan, Nadia, dan kedua orang tua Ray. Rencana tinggalah rencana.


Kedatangan Putra yang tiba-tiba dan setelah Killa meminta maaf ke Putra, dan menjelaskan kenapa dirinya kabur, Putra dengan lapang dada memaafkan dan menerima alasan Killa. Pikiran Putra yang tentang kalau Killa tidak Cinta dengan dirinya, lenyap sudah pikiran buruk itu. Ternyata Killa pergi hanya merasa tidak patas dengan dirinya.


Dengan gamblang dan jelas Putra berkata bahwa dirinya ingin memulainya kembali. Ingin melanjutkan pernikahannya yang dulu gagal. Putra menganggap ini hanya masalah kecil. Dan bersiap melupakannya dan memulai membuka lembaran baru, Killa dengan keraguan dan merasa bersalah, tapi dengan tidak tahu malunya pun menyetujui itu, karena sesungguhnya Killa juga mengharapkan itu, Killa mencintai Putra, sangat mencintai. Dia ingin menginginkan Putra menjadi miliknya. Dia tidak bisa membohongi perasaanya.


Dan Saat itu juga tanpa memikirkan perasaan Ray yang dalam hatinya yang sedang kaca balau, oh iya, salah! bukanya tidak memikirkan perasaan Ray, tapi tidak tahu dengan perasaan Ray. Putra langsung menentukan tanggal pernikahannya. Dan setujui oleh kedua orang tua Killa dan Killa. Meski kedua orang tua Killa dan Killa merasa tak enak hati dengan Putra tapi mau gimana? Putra yang meminta, Putra juga sudah memaafkan kesalahan fatal yang Killa buat. tidak mungkin kan mengecewakan Putra kedua kali? apalagi dengan Killa dan Putra yang masih saling mencintai.


Bukanya Cinta sebuah kegilaan dan orang yang saling mencintai hanya bisa disembuhkan oleh pernikahan?


Hancur luluh hati Ray. Sakit amat dalam, hati Ray remuk, Ray tak berdaya, mendengar semua itu Ray hanya bisa menelan ludah, berusaha menahan hatinya yang bergejolak kencang, dan menahan badan dirinya yang berubah jadi panas dingin. Ray mengucapkan selamat ke Killa dan Putra dengan pura-pura tersenyum manis. Ray juga menjaba tangan Putra dan memeluk Putra. Putra beberapa kali mengucapkan banyak terimakasih dengan Ray.


Terkadang kita harus merelakan orang yang kita cintai bersama orang lain, asalkan jika itu kebahagian untuknya.


Bahagia Killa, bahagia Ray.


Derita Killa, derita Ray. Itu yang dipikirkan Ray.


Melepaskan bukan karena sudah tak cinta! bukan karena tidak mau berjuang lagi, tapi karena lebih mencintai dirinya yang harus terluka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2