
Didalam surat itu, Killa menulis banyak terima kasih ke Ray. Dan menulis kata maaf sudah banyak merepotkan. Didalam surat itu juga, Killa memperjelaskan kenapa dirinya tidak mau membawa barang-barang yang dikasih ke dirinya. Menurut Killa, Killa tak pantas tuk mendapatkan itu semua, apalagi gaji besar yang Ray kasih, bagi Killa gaji yang diberi Ray itu tak wajar, terlalu besar. Dan dengan kerjaan yang ringan. Killa juga menuliskan bahwa dirinya hanya membawa boneka kecil. Killa menulis kan banyak terima kasih tentang boneka kecil itu. "Dia menggemaskan, Dia manis seperti tuan."
Ray menutup pintu lemari itu dengan pelan, meski kecewa dengan Killa yang tidak mau menerima barang pemberiannya, tapi hati Ray gembira, ditulisan menggemaskan dan manis, sudut bibir Ray pun terangkat ke atas merasakan bahagia yang luar biasa dengan pujian yang Killa tulis.
Ray merebahkan tubuhnya di kasur, dia meraih bantal yang dulu dipakai Killa, menghirupnya dalam-dalam bau wangi dibantal, dan bantal itu berbau shampo yang Killa kenakan untuk mencuci rambutnya. Lagi-lagi Ray menitikan Air mata, mengingat Killa. Rasanya Ray tidak sanggup, dunia Ray runtuh. Ray menginginkan Killa. Ray ingin Killa jadi miliknya. Kenapa takdir tidak mendukung?
***
Kiara mendengar kabar gembira dari Killa, Kiara sangat bahagia akhirnya urusan Killa terselesaikan, dan Putra mau menerima Killa kembali.
Luar biasa kamu Put. Benar benar laki laki idaman.
Sore hari setelah pulang kerja, Kiara mampir disebuah cafe mewah yang dulu Killa pernah kerja disitu. Tujuan Kiara datang ingin memberitahukan kabar gembira ini ke ka Nisa, kaka senior yang baik ke Killa . Sesuai perintah yang Killa suruh. Kiara dan Killa tidak punya nomor ka Nisa lagi dengan sebab itulah Kiara mau datang ke cafe Pelangi.
Ketika Kiara baru masuk, Kiara mendapati Ka Nisa sedang duduk bersama dua Pria, sebuah keberuntungan.
"Ka Nisa," tegur Kiara setelah sampai disamping Nisa. Nisa menoleh ke samping.
__ADS_1
"Kiara, kamu kemari?" Nisa beranjak. "Kamu sendiri atau sama Killa? dimana Killa?"
Mendengar nama Killa disebut membuat dua pria yang tadi sedang duduk bersama dengan Nisa, hatinya bahagia, mendengar namanya saja bisa membuat bahagia, apalagi melihat orangnya langsung.
"Aku sendirian ka, Killa di kampung," jawab Kiara tersenyum.
Daffa menatap Kiara lekat-lekat, mengingat, sepertinya dirinya kenal dengan wanita dihadapanya. Bebarapa detik kemudian Daffa mengingatnya.
"Kamu Kiara kan, sahabatnya Killa?" tanya Daffa kemudian beranjak berdiri mendekat. Kiara pun mengiyakan. Daffa pun mempersilahkan Kiara untuk duduk. Kemudian memesankan makanan dan minuman untuk Kiara. Kiara menatap David yang sedang duduk dengan tatapan tak suka. David hanya menunduk, David kaget dan malu tenyata Kiara wanita yang dulu pernah perang adu mulut, tenyata sahabatnya Killa, wanita yang sedang diperjuangin untuk mendapatkan cintanya.
Setelah mengobrol basa basi, Kiara kemudian berbicara tujuannya datang ke cafe, ingin memberitahukan ke ka Nisa dan menyuruh ka Nisa untuk datang ke acara pernikahannya Killa. Sesuai yang Killa inginkan, dan mewakilkan Killa meminta maaf atas ketidak ada kabar.
Baru saja sedang diperjuangin, ternyata wanita yang diinginkan akan menikah.
Karena Killa lah David dan Daffa mendalami agama dengan meminta bantuan Nisa seperti dulu waktu Nisa mengajari Killa mendalami agama hingga Killa seperti sekarang. Tadi saja sebelum Kiara datang mereka berdua sedang belajar mengaji dengan Nisa. Dan setiap hari David dan Daffa datang ke majelis taklim yang direkomendasikan oleh Nisa. Dan kini wanita yang diperjuangkan akan menikah dengan laki-laki lain, buka sama David atau sama Daffa. Nyesek bukan hatinya?
Setelah kejadian dimana Daffa mengetahui ternyata David suka dengan Killa, mantan karyawannya yang Daffa juga suka dengannya. Daffa tidak segan-segan menarik baju David kemudian memukul, muka David yang sudah bonyok mangkin tambah bonyok. Membuat orang yang berada di cafe heboh, ada yang ketakutan ada juga yang maju untuk memisahkan. David tak pantas jatuh cinta dengan wanita baik-baik. Apalagi wanita itu Killa, pikir Daffa.
__ADS_1
"Kenapa kaka pukul aku?" tanya David keheranan sambil memegangi bekas pukulan. Daffa tidak menjawab, Daffa malah memukul David lagi.
"Kamu tidak pantas jatuh cinta dengan wanita itu, asal kamu tahu wanita itu yang sering kaka ceritain ke kamu!" menunjuk kearah David dengan suara keras.
"Apa?" David kaget, tak menyangka. Wanita yang David sukai ternyata wanita yang disukai Daffa. David yang suka mengejek kakanya karena kakanya suka memuji sang wanita pujaan hatinya, katanya wanita itu menggemaskan, imut, lucu, manis, ngangenin, cantik dan wanita itu katanya beda dari wanita-wanita pada umumnya, dia beda dari yang lain, dia istimewa. Kalau kakanya lagi memuji wanita pujaanya.
David hanya menanggapi dengan jengah dan jijik. Muak, dan ingin mual. Menurut David itu berlebihan, semua wanita kan sama, bedanya apa si? David juga bilang keseluruh wanita yang dekat dengan dirinya kek gitu. Dan David juga mengetawain kakanya ketika kakanya sedang uring-uringan karena rindu dengan wanita yang disukai.
Menurut David rindu dengan wanita nggak banget, jika David bilang Rindu, kangen ke wanita-wanita yang dekat dengan dirinya, hanya dimulutnya saja, sedangkan dihatinya nggak kangen sama sekali. Cuma buat bikin sang kekasih bahagia lalu mau di ajak kencan.
Setiap David pengin lihat foto wanita yang dimaksud kakanya, Daffa selalu tak pernah mengasih tahu, kata Daffa "kalau kau lihat nanti kamu bisa suka!"
"Cih, nggak banget deh! aku nggak bakalan suka dengannya, paling wanita yang dimaksud kakanya juga lebih cantikkan wanita-wanita ku." tukas David.
Dan kini, dirinya kemakan dengan ucapanya, jatuh cinta dengan wanita yang sama, dan dirinya juga sama seperti kakanya suka uring-uringan dan suka berhalusinasi bisa bersama dengan Killa. Padahal dirinya tidak pernah berhalusinasi bisa hidup bersama satu wanita, dan bisa rindu, sayang, suka, cinta ke satu wanita. Karena dirinya suka mempermainkan perasaan wanita. Dirinya belum pernah ngerasain jatuh cinta yang sesungguhnya. Ketika merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya malah jatuh cinta dengan wanita yang sama dengan wanita yang disukai kakanya. Nasib!
"Kau juga hampir membunuh dia, laki laki brengsek!" memukul David lagi. Daffa bener-bener emosi, ternyata wanita yang ditabrak oleh adiknya itu Killa, Daffa juga marah tak terima, David suka, jatuh cinta dengan Killa.
__ADS_1
Semenjak itu hubungan David dan Daffa jadi renggan, David nggak mau melepaskan Killa begitu saja, David mau memperjuangkan cintanya. Membuat David dan Daffa Tak saling sapa, ketika berpas pasan saja, sama-sama memasang mata elang, seperti musuh bebuyutan. Ketika di Rumah pun, tidak saling menyapa, membuat kedua orang tua dan Dzafina bingung. Ada apa denganya? Tidak seperti biasanya.
Bersambung...