Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Pengkhianat


__ADS_3

Jangan menghukum masa depan dengan masa lalu. Ingat lah, kita bisa memperbaiki situasi. Masa lalu memang tidak bisa di hapus. Tapi bisa di jadikan pelajaran yang sangat berharga untuk masa depan yang lebih baik.


Sayangnya, manusia terkadang tidak bisa memaafkan masa lalu orang yang buruk, apapun masa lalu yang kejam. Menanam benih kebencian didalam hatinya yang siap untuk di balas dendamkan.


Wanita cantik itu dan Putra sama-sama jalan menuju kearahnya, wanita jalan menuju ke Putra dan Putra jalan menuju ke wanita cantik itu, yang katanya bernama Bella. Kemudian mereka berpelukan layaknya sepasang kekasih. Sang wanita itu menenggelamkan wajahnya di dada Bidang Putra Dan Putra pun beberapa kali mencium kepala wanita itu sambil tangannya mengusap-ngusap punggung wanita itu.


"Aku rindu, mas. Rindu... banget!" ucap wanita itu, pelan, tapi masih terdengar di telinga Killa.


"Kamu tahu? mas bahkan sangat-sangat merindukan sekali sama kamu," balas Putra yang bersuara keras, seakan-akan memang sengaja untuk membuat Killa panas.


Killa melihat itu, panas, cemburu, tak terima, tak rela. Mana ada si, wanita yang rela pasangannya bermesraan dengan wanita lain? Tidak ada yang rela. Pasti semuanya cemburu? Apalagi ini baru penganti baru.


Apa! apa-apaan ini! siapa wanita itu? api kecemburuan Killa berkobar hebat, dada Killa kembang kempis, naik turun.


"M-mas Putra! apa maksudnya? siapa wanita itu?" ucapnya bergetar menahan rasa nyeri akibat cemburu.


"Dia kekasih ku, Apa urusan mu bertanya? Bisa kah, kamu bikinkan minuman buat pacarku," jawab Putra setelah melepaskan pelukanya, jawabnya seperti tidak punya salah, lelaki nggak ada akhlak! Lalu pas diucapan pacar ku, Putra mencium kening Bella lalu tangan melingkar ke bahu Bella, sementara tangan sang wanita itu melingkarkan dipinggang Putra.


Jedar!!! rasanya Killa seperti tersambar petir di siang bolong.


Apa maksudnya? Aku dan Putra sudah menikah, kenapa mas Putra punya pacar?


kekasih gelap maksudnya?


Air mata Killa keluar dengan tersendirinya, sungguh ini sakit, sangat sakit. Killa baru menikah, penganti baru lho! Tapi kenapa mendapatkan pengkhianatan yang terus terang dihadapanya? Nyeri hati Killa, rasa nyeri itu menjalar ke ubun-ubun. Tidak ada yang bisa di lakukan Killa kecuali menangis, tak percaya, sejahat itukah Putra?


Killa menutup mulutnya dengan tangan kanannya dan tangan yang satu memegangi dadanya yang nyeri. Sumpah demi tuhan pencipta langit dan bumi, tuhan pemilik alam semesta, ini sangat sakit, sangat nyeri, Sangat terluka, sangat terpukul, ambyar!


"Dia pegawai baru kamu, mas?" timpal wanita yang katanya pacarnya Putra, masih melingkarkan tangan dipinggang Putra. Dan Putra mengiyakan saja, lebih parahnya Putra mengiyakan sambil membelai rambut panjang Bella, sadis! Keterlaluan! Jahat!


Rasa sakit ini semakin menjadi-jadi, setelah Putra dengan santainya mengiyakan! Pertanda memang benar kalau Killa itu pegawainya, atau lebih tepatnya Killa pembantunya! Pembantu baru. Hello!!! nggak salah?

__ADS_1


Killa istrinya! Baru kemarin menikah! Sungguh-sungguh teganya Putra. Badan Killa lemas, sakit yang di rasa sangat sakit, ratusan anak panah berhasil menancap ke ulu hatinya. Killa menangis tanpa suara dengan badanya bergetar hebat.


Pengkhianat macam apa ini!


"Apa maksud ini semua, mas?" masih dengan bergemetar, "aku istri kamu! Kita baru menikah, jahat kamu mas, tega!" Sekuat tenaga Killa bersuara keras dengan bercucuran air mata yang membasahi pipi.


"Istri...?" sang wanita itu sepertinya kaget. Menengok ke arah Putra, minta penjelasan.


"Kamu ke mobil dulu ya, sayang. Nanti aku jelaskan semuanya. Percayalah sama mas, ini wanita gila, mas beres kan dulu urusan ini." Putra mengelus kepala wanita itu. Dan wanita itu menuruti perkataan Putra, tanpa membantah sepatah kata pun.


Gila! Apa maksudnya? Aku nggak GILA!


Seperti yang sudah di jelaskan dari awal, kalau Killa itu wanita yang baru Hijrah, belum lama, jadi imannya belum sekokoh baja, sifat buruknya masih ada yang menempel di badan dan belum bisa mengontrol amarahnya.


"Tadi hanya lelucon kan mas? tidak betul, iya kan? dia bukan kekasih kamu, dia saudara jauh kamu, yang aku tidak mengenalnya, iya kan mas?" Killa berusaha berpikir positif, mungkin itu hanya sebuah bercandaan.


"Itu bukan bercanda, memang benar dia kekasih ku," ucapnya santai, seperti manusia yang tidak sedang melakukan kesalahan.


"Jahat! Kamu jahat, mas!" Air mata Killa keluar semangkin deras, dadanya terasa sangat nyeri, "kenapa kau setega ini!" Killa ingin memukul-mukul badan Putra, tapi langsung di tepis Putra. Killa memberontak, Killa yang lemah lembut berubah menjadi Killa yang kasar. Terkadang amarah itu susah di kontrol.


"Aku minta cerai sekarang juga," sakit rasanya mengatakan kata-kata cerai, tapi mau bagaimana lagi? kalau di teruskan malah nanti sakitnya mangkin nambah.


"Haha... cerai? Alasan apa yang mau kau buat untuk kita bercerai, Syakilla?" membelai pipi Killa, sementara Killa mengibaskan kepalanya, tidak sudi di pegang oleh Putra!


"Haha..." berusaha ketawa, "kamu lucu mas, alasan? Bukan alasan tapi kenyataan! Aku akan bilang kau pengkhianat!" Menekan di kata pengkhianat.


"Siapa yang akan percaya kalau aku pengkhianat? Semua orang akan tertuju bahwa kamu yang pengkhianat, termasuk kedua orang tua kamu, kamu tidak lupa kan? siapa yang meninggalkan dulu menjelang pernikahan? sementara aku setia menunggu kau pulang. Semua tidak akan percaya! Apalagi dengan gelar aku yang terkenal orang baik, dan aku tidak akan menceraikan kamu!" mendorong tubuh Killa dengan jari telunjuk.


Deg! Benar kata Putra, jika Killa berkata kalau dirinya di khianati, semua orang tidak akan percaya, Killa harus punya bukti yang kuat dulu.


Bodoh! Kenapa tadi tidak merekam kejadian tadi? Killa membodohi dirinya, tapi mana bisa si, kalau dirinya menvideo sedangkan hatinya sedang hancur? mana kepikiran sampai kesitu sandal jepit! Eh... otak maksudnya.

__ADS_1


Putra langsung menarik pergelangan tangan Killa, kemudian mendorong Killa hingga mentok ke dinding.


"Bagaimana rasanya? Sakit bukan? Haha... andai kamu tahu, ini baru permulaan!" ucapnya sambil tersenyum menakutkan, tangan satu menangkup pipi Killa dengan keras. dan tangan yang satu menekan di bahu Killa.


"Apa maksudnya? Permulaan apa?" susah payah Killa berucap setelah tangan Putra lepas dari pipinya. Dan air mata Killa masih keluar.


"Jangan pura-pura bodoh, Syakilla! Kau lupa? Kau tidak ingat, dengan perlakuan mu dulu! Ini belum ada apa-apanya dengan sakit yang kau buat dulu untuk ku!" menjambak rambut Killa bagian belakang.


"Aw... Sakit!" pekik Killa, tapi Putra tak peduli, masih menarik rambut Killa.


"Kau pergi menjelang pernikahan kita, Apa kau tahu? Itu sangat menyakitkan! Aku sangat terluka, Kau buat aku hampir bunuh diri! Pengkhianat di balas pengkhianatan!" Menarik rambut Killa semangkin kencang. Tidak peduli Killa merengek kesakitan.


"Bukanya kau sudah memaafkan kesalahan fatal yang aku buat? Dan kau bilang sudah melupakan masalah itu, " susah payah berucap karena menahan rasa sakit.


"Tidak semudah itu, memaafkan kesalahan yang sangat menyakitkan, yang membekas di hati ini. Kau harus merasakan semua yang aku rasakan, Killa!"


"Berarti pernikahan ini kau sudah tidak punya rasa lagi ke aku, selain ingin membalas dendam?"


"Menurutmu!"


Setelah itu Putra pergi berlalu begitu saja, meninggalkan Killa yang menangis terisak-isak.


Killa menyelosor ke bawah, lantai. Rasanya ini sangat sakit. Tidak menyangka. Hati Killa hancur, rapuh, badan Killa pun lemas.


Bersambung...


.


.


.

__ADS_1


Follow ig aku @Push7849


dan add fb aku Ssari


__ADS_2