
Di pagi hari yang indah, menikmati sarapan bersama, tiba-tiba sang ibu Ray datang, penolakan orang yang masuk ke rumah Ray harus izin ke Ray dulu, itu tidak berlaku untuk kedua orang tua Ray. Ibu langsung menarik Killa yang sedang duduk dari kursinya lalu menampar pipi Killa dengan sangat kencang setelah itu mendorong tubuh Killa sampai tersungkur ke lantai. Killa meringis kesakitan, Killa bingung kenapa dirinya ditampar, apa salahnya?
Nadia yang duduknya lebih dekat, dia lari menghampiri Killa, "ka Killa. Ibu! Kenapa Ibu lakukan ini?
kaka baik baik aja kan?"
"Kaka baik baik aja kok," jawab Killa.
"Ayok berdiri ka. Ka maafkan Ibu aku ka, " Nadia membantu Killa berdiri.
"Dasar pelakor tidak tahu diri!" jari telunjuknya menujuk ke Killa, dengan sorotan mata setajam silet. "Apa pantas kau menikmati sarapan bersama dengan anakku? dasar wanita murahan!" Ibu Ray Mencaci maki Killa, dengan cacian yang tidak pantas untuk Killa dapatkan.
Deg! hati Killa seperti tertusuk ratusan anak panah yang menancap pas di ulu hatinya. sakit rasanya dicaci maki seperti itu, apalagi itu fitnah, Killa bukan wanita murahan, bukan pelakor, dia hanya wanita yang saat ini sedang merepotkan Tuan Ray. Ya, Killa sadar bahwa dirinya hanya menyusahkan, tapi dia sudah berusaha ingin keluar dari Rumah Ray, tapi Ray tidak memperbolehkan. Apa itu salah Killa?
Melihat kejadian seperti itu Ray geram, rasa amarah memuncak, Ray menarik tubuh Ibunya dengan kasar. "Apa yang ibu lakukan?" Menatap sang ibu dengan sorot mata membunuh, hubungan yang sudah lama renggang sepertinya akan menjadi nambah Renggang.
"Memberikan pelajaran kepadanya, ibu kecewa dengan kamu! Kenapa kau lakukan itu, selingkuh lalu menyimpan wanita murahan di Rumah! Ibu tidak pernah mengajarkan kamu seperti itu! Kenapa kau lakukan hal menjijikan itu!" Ibu Ray tak mau kalah, dia juga bisa marah. Benci dengan sifat Ray yang menjijikan. Apa Ray tidak berpikir bagaiman jika yang diselingkuhi itu ibunya atau adik perempuannya? pasti Ray akan ikut merasakan sakitnya juga bukan? Jadi sama, apa yang Raisa rasakan, Ibu juga merasakannya. Kurang lebih seperti itu.
"Ka Killa bukan pelakor bu! Bukannya Nadia sudah memberi tahu ke ibu, kalau ka Killa itu asisten pribadi kaka. Lagian ka Ray dan ka Raisa sudah putus bu!" Setelah Nadia membantu Killa bangkit, Nadia melahkakan kaki mendekat Ke ibu, Nadia geram ke ibunya, Nadia tahu pasti ibunya melakukan ini pasti dapat pengaruh buruk dari Raisa, Raisa pasti sudah memanas-manasi, membuat cerita bohong tentang Killa, memanipulasi. Yang dipikirkan Nadia ternyata satu pemikiran dengan Ray dan Ifan.
Ifan menarik kasar tangan Raisa, Raisa yang dari tadi berada disamping Ibu Ray. Ibu Ray menahannya " Mau apakan calon menantuku? jangan kau sakiti!" ibu menatap tajam ke arah Ifan. Ibu berusaha melepaskan jeratan tangan Ifan yang mencengkeram tangan Raisa.
__ADS_1
"Lepaskan dia, Fan! biar aku yang membereskan dia dengan tanganku sendiri," ucapan Ray seperti malaikat maut yang siap mencabut nyawa Raisa, Raisa bergidik ngeri, mencekam lengan ibu Ray dengan erat setelah Ifan melepaskannya.
"Jangan Gila kamu Ray! bukanya kamu dulu yang bela Raisa mati-matian? ketika ibu tidak setuju hubungan kalian! dan sekarang ketika ibu berusaha menyetujui hubungan kalian, kenapa sekarang kau seakan-akan mau memembunuhnya? " Ibu melindungi Raisa, dia berdiri membelakangi Raisa, ibu pasang badan didepan Ray. Ray menyingkirkan tubuh ibu dengan lumayan kasar, membuat ibu menggeserkan badan, menyingkir.
Ray tidak benci, marah, dengan perilaku Raisa yang mutusin sepihak, tapi entah kenapa melihat Killa disakiti Ray tidak terima, Ray tidak akan membunuh Raisa, apalagi Raisa wanita yang pernah mengisi hatinya, Ray hanya ingin memberi peringatan kepadanya jika yang dilakukan itu salah.
Ray menarik tangan Raisa "apa yang kau lakukan? Hah! Berani-beraninya kau menyentuh Killa dengan memperalatkan ibuku?" mencengkeram bahu Raisa dengan kuat.
"Awwww... Sayang, lepaskan! Sakit!" teriak Raisa meronta berusaha melepaskan diri.
"Apa kau tak punya malu? Cih... ucapan mu menjijikkan!" mendorong badan Raisa hingga mentok ke dinding. Ray jijik dengan ucapan sayang yang Raisa lontarkan. sayang? sayang apanya, sedangkan dirinya berhubungan dengan Ray bukan karena Cinta dan sayang ke Ray, melainkan ada misi lain, tapi bodohnya Ray kenapa bisa jatuh cinta kepadanya? kebodohan yang tidak bisa disesali, entah kenapa dirinya tidak menyesal pernah mencintai Raisa.
Tangan Ray sudah menganyunkan ke udara, siap untuk menampar pipi Raisa, plak... tamparan yang amat keras mendarat di pipi Killa.
Saat Ray sedang menganyunkan tanganya, Killa langsung lari, lalu berdiri didepan Raisa, hingga membuat Killa yang mendapat kan tamparan keras dari tangan besar Ray.
"Kakak! " teriak Nadia nenghampiri Killa yang tersungkur di lantai.
Mulut ibu Ray mengangah, sementara Raisa yang sedang menutup matanya. dia membuka matanya setelah mendengar suara tampara namun dirinya tidak merasakan tamparan, merasa aneh. Saat matanya melihat Killa tersungkur, dia kaget.
kenapa dengan Killa? Apa Killa yang ditampar Ray? Senyuman licik terpancar diwajah cantik Raisa.
__ADS_1
" Killa! tidak! kenapa harus terjadi? Aku tak sengaja. Aghhh dasar aku bodoh!" teriak Ray spontan, Ray merengkuh tubuh Killa lalu menepuk nepuk pipinya, membuat Ray menitikan air mata. Lagi-lagi Ray membuat Killa tersakiti, dia langsung mengakat tubuh Killa untuk dibawa ke Rumah sakit.
"Saya pastikan jika ada apa-apa yang terjadi dengan Killa, kau satu-satunya orang yang harus bertanggung hawab!" Menggelegar suara Ray, seperti bom yang meledak. Membuat badan Raisa bergemetar ketakutan, Raisa menitikan air mata, dia tidak menyangka kalau Ray lebih membela Killa dibanding dirinya.
Apa cinta mu sudah hilang Ray?
Apa kau benar-benar Sudah melupakan aku? aku Raisa Ray! wanita yang kau cintai, wanita yang kau sayangi, wanita yang selalu kau jaga segenap jiwa ragamu, tapi kenapa kau sekarang mecampakan aku! Raisa menangis tanpa suara, tapi air mata mengalir deras membuat sungai di pipinya, hantinya sangat hancur melihat perilaku Ray. Dia tak percaya, Ray bisa secepat itu melupakannya.
.
Rasa sakit yang paling sakit adalah
ketika sesorang membuat mu teramat
istimewa kemarin, dan membuat mu
tak diinginkan lagi sekarang. //\*"^:'(//
__ADS_1
Bersambung....