
Api kemarahan Daffa memuncak saat tidak sengaja melihat Foto Killa dipajang di dinding kamar David. Hingga akhirnya Baku hantam pun terjadi, Daffa memukul David, David yang tidak terima membalas pukulan kakanya. membuat saling pukul memukul dihadapan kedua orang tua dan Dzafina.
Namun bersyukur, dengan kejadian baku hantam dihadapan kedua orang tua. Mereka berdua didudukkan dan ditanyain ada masalah apa? kenapa sampai berantem? Setelah pak Pram sudah tahu masalahnya. Pak Pram memberi saran ke kedua anaknya agar jangan bermusuhan, lebih baik bersaing secara baik baik.
Hingga akhirnya mereka berdua menyetujui untuk bersaing secara sehat, siapa yang dipilih Killa itu keberuntungan, dan siapa yang tidak dipilih harus terima lapang dada. Akhirnya mereka berdua berjuang sama-sama untuk memperbaiki diri dengan meminta bantuan ke Nisa.
Karena memperjuangkan untuk mendapatkan cintanya Killa, David sampai Rela mutusin pacar-pacarnya yang lebih dari 10. Usahanya kini tidak mendapatkan hasil, wanita yang diperjuangkan akan menikah dengan pria lain. Pertama kali ingin serius dengan satu wanita malah nasibnya menyakitkan dan mengenaskan. Apakah ini sebuah karma untuk dirinya?
Bahkan kisahnya Daffa lebih mengenaskan dibanding David. Tragis!
***
Hari yang ditunggu oleh Putra dan Killa kini tiba, Akad nikah sudah diucapkan oleh Putra dengan lancar. Dan kini Killa sudah sah menjadi istri Putra.
Setelah Putra mengucapkan akad nikah, Killa di suruh keluar dari kamar, Killa berjalan menuju Putra dengan didampingi oleh Kiara dan kaka sepupu Killa. Setelah menghadapi ketegangan saat mau mengucapkan akad, kini hati Putra tenang Karena sudah mengucapkan akad dan kini hatinya Berdebar lagi, melihat Killa yang sedang jalan dengan anggun. Killa terlihat sangat cantik. Putra sampai-sampai terbengong. Melihat keindahan Killa. Sampai-sampai tidak rela mengedipkan mata sedetik pun.
Pertama kali Ray melihat Killa berdandan, mata Ray dibuat takjub. Killa terlihat sangat cantik, anggun, manis. Ray juga tidak mengedipkan mata sedetik pun. Dia terus menatap Killa yang sedang jalan menuju ke arah Putra. Saat Killa tidak berdanda saja dia sudah terlihat cantik apalagi kini? dengan dipoles make up dan gaun pengantin yang indah yang cocok dipakai Killa. Kecantikan Killa bertambah berkali-kali lipat ganda. Membuat jantung Ray berdebar sangat kencang, seakan-akan mau lompat.
Kemuadian Killa duduk disamping Putra, tangan kanan Putra memegang ubun-ubun Killa, sedangkan yang tangan kiri mengadah keatas, mendoakan kebaikan untuk Killa. Setelah mendoakn Putra mencium kening Killa penuh dengan kasih sayang lalu dilanjut Killa salim dan cium tangan Putra penuh dengan hormat.
__ADS_1
Melihat itu semua, Hati Ray bergejolak panas, nyeri ulu hatinya, bercecamuk. Ray cemburu dan iri. Ray tidak rela wanita yang dicintai dicium oleh laki laki lain, Killa miliknya. Ray lupa kalau Killa kini sudah milik Putra dan Putra pantas mendapat kan itu, tapi Ray iri. Selama kenal dengan Killa, Ray tidak pernah yang namanya mencium kening Killa. Dan Ray juga iri, selama ini Ray tidak pernah tanganya di cium Killa. Ray iri, Ray cemburu, Ray tidak terima. Waktu dulu saat dokter Kevin menatap Killa lekat-lekat saja, Ray tidak terima, tidak rela dan kini? Killa di cium, Killa pun mencium tangan laki-laki lain didepan matanya. Ray tidak ikhlas, tidak rela. Hati Ray hancur, rasanya Ray ingin memberontak lalu membawa Killa pergi. Badan Ray lemas, rasa sakit hatinya menjalar sampai ke ubun-ubun. Untuk meredakan dan mengluapkan kesedihannya, Ray keluar pergi meninggalkan gedung acara dengan diikuti oleh Ifan, Ifan yang peka atas keadaan hati tuanya.
Disisi lain juga ada dua laki-laki yang terluka hatinya, dia David dan Daffa. Ya, David dan Daffa datang ke acara pernikahannya Killa dengan Nisa. Apa yang di rasakan Ray, itupun yang dirasakan oleh Daffa dan David.
Meski dihati David merasakan sakit, tapi David berusaha kuat, masih berada didalam gedung, David tidak mau kehilangan kesempatan sedetik pun melihat kebahagian wanita yang di cintanya. Sembari didalam hatinya berkata.
Hati tolong kuat dan sabar, Air mata tolong jangan keluar, mulut tolong diam, jiwa tolong tenang.
Namun berbeda dengan Daffa, Daffa memilih keluar gedung, sama seperti yang dilakukan Ray. Menenangkan diri dengan menyendiri. Taman lah yang dipilih Daffa untuk termenung, merenungi nasibnya yang pahit, miris, tragis dan sangat menyedihkan. Andai ada lomba orang yang paling menderita, menyedihkan, dalam urusan cinta, Daffa lah yang akan mendapatkan juara pertamanya. Dalam keheningan, bayangan Killa menari-nari di pikirannya.
Daffa yang selama ini tidak pernah jatuh cinta ke wanita dan tidak pernah mengizinkan hatinya menerima wanita manapun. Kini pertama kali merasakan jatuh cinta, dirinya langsung tersakiti, langsung merasakan patah hati. Miris bukan?
"Aku tahu kamu senior disini, tapi nggak harus sok bos? nyuruh ini nyuruh itu, kamu gak beri aku kesempatan istirahat. Apa kamu tidak punya perasaan? dasar kaka senior belagu, tidak punya perasaan!" Killa memberontak saat dirinya diperpudak oleh Daffa, sedangkan kerjaan Daffa hanya mengatur tanpa mengejarkan apa apa.
"Killa!" ka Nisa berusaha memberi tahu.
"Apa ka? Apa kaka mau belain kaka senior belagu ini! Ini keterlaluan ka. Kaka saja yang sama-sama senior nggak belagu seperti dia. Coba lihat dia perpakain tidak sesuai. Dia mengenakan baju beda dari kita kita." Rasanya Killa pengin memukul Daffa.
"Apa kamu keberatan?" jawab Daffa enteng.
__ADS_1
"Tentu saja aku keberatan," memasang wajah tidak suka.
"Kalau begitu silahkan kamu pergi dari cafe ini, kamu tak layak jadi pegawai cafe ini. Saya memecat kamu detik ini juga!" ucapnya dengan tegas.
"Apa! Apa apaan? Haha.. Memang siapa kamu? Berani beraninya memecat aku! Kita sama-sama pegawai, cuma bedanya aku baru dan kamu sudah senior, jangan belagu!" Killa memajukan wajahnya kearah wajah Daffa dengan mimik wajah ngajak berantem.
Tiba-tiba sang manager datang. "Apa yang kamu lakukan Killa!" Bentak pak manager.
"Pak lihat lah karyawan bapak yang belagu ini!" Menunjuk ke Daffa. "Dia sok berkuasa, gaya dia seperti bos saja. Nyuruh ini nyuruh itu! Pecat saja dia pak, cafe ini jangan dikotori dengan orang-orang yang seperti dia!" Melirik tajam ke Daffa.
"Saya yang akan memecat kamu, sekarang juga!" tegasnya lagi.
"Apa!" Mulut Killa mengangah dan mata membulat. "Kenapa bapak malah membela karyawan yang salah? Ini tidak adil pak."
"Apa kamu tahu? Beliau tuan Daffa pemilik cafe ini, bukan karyawan disini."
Deg! mata Killa membelalak lagi, terkejut. tak percaya, takut juga iya . Killa benar-benar tidak tahu kalau Daffa pemilik Cafe. Apalagi karyawan cafe tidak ada yang memberi tahu. Itu lah peraturan yang Daffa buat, jika ada pegawai baru, Daffa akan berbuat seenaknya sendiri, mengetes karyawan barunya itu pantas tidak dijadikan karyawannya.
Bersambung...
__ADS_1