
Kedatangan David ke cafe milik Daffa, membuat Daffa keheranan. David yang semalam tidak pulang kini malah siang bolong main ke Cafe.
"Tumben lo kesini? Ada apa?" Daffa mendudukan tubuh di kursi didepan David, lalu melirik ke David "Astaga, David! Lo kenapa? Kenapa muka lo biru-biru? Lo berantem lagi! Kenapa si lo suka banget berantem! Oh jadi ini alasannya lo tidak pulang kerumah? Kenapa si ibu sampai punya anak kaya kamu? Nyesel Gue punya adik kaya lo! Apa gak bisa kamu tidak nyusahi ibu dan ayah. Kasian mereka! Mereka berdua khawatir ke lo!" Daffa berucap beruntun tanpa memberi kesempatan lawan bicaranya menjawab.
Bukan yang pertama bagi David, dia memang sudah biasa berantem. Bahkan David pernah berkelahi sampai hampir mau mati, membuat kedua orang tuanya sangat khawatir.
"Aku nggak berantem! Seneng banget marahin adiknya! Baru datang di omelin!" Mentidurkan kepala di atas meja. "Bukanya disediakan minuman, malah dimarahin!"
"Nggak berantem, tapi berkelahi! Cih! emang gue pelayan lo? Ogah banget nyediain minuman buat lo! Kalau mau minum panggil aja sendiri, pelayan! punya mulut dipake!" Beranjak berdiri malas menanggapi adiknya yang brandal.
"Aku tidak berantem! dipukul tuan Ray!" Daffa menghentikan langkahnya lalu kembali lagi duduk.
"Apa!" Daffa Menggebrak meja, membuat David kaget dan pengunjung cafe menengok ke arahnya. "Lo cari masalah lagi sama tuan Ray! mau bikin keluarga kita mati kelaparan? hah!"
"Aku tidak cari masalah sama tuan Ray, kaka tenanglah, ini ketidak kesengajaan. Tarik nafas, keluarkan pelan-pelan atau tidak usah dikeluarkan, ditahan sampai nyawa Kaka lenyap, Haha." Seperti biasa David menghadapi Kakanya yang lagi marah dengan lelucon.
"Tidak lucu! Kenapa lo sampai dipukul kalau tidak cari masalah dengannya!"
"Aku tidak sengaja menabrak adik tuan Ray sampai kakinya sakit, mungkin terkilir." jawabnya santai.
"Apa! Matilah kita! Kamu---" ucapan Daffa belum selesai sudah terpotong dengan ucapan David.
" Kaka jangan khawatir, tuan Ray tidak akan buat keluarga kita mati kelaparan. Aku sudah minta maaf kepadanya, dia hanya memukul wajahku sampai bonyok. "
__ADS_1
"Benarkah? Tuan Ray tidak akan berbuat lebih dari itu?"
"Iya! Jika tuan Ray mau melakukan lebih dari itu, mungkin sudah dari kemarin cafe ini atau rumah ayah, perusahaan ayah pasti sudah hancur luluh! tapi nyatanya masih berdiri tegak, kan?"
"Syukurlah, cafe ini tidak jadi korban. gila si lo! Bisa-bisanya lo berurusan dengannya, nabrak tubuh adiknya lagi! Untung lo masih hidup, gak dibuat mati!"
"Namanya juga tidak sengaja!"
"Lain kali lo hati-hati si! Jangan ugal-ugalan, dan jangan sampai buat masalah lagi ke tuan Ray atau ke siapa pun. Berubah jadi baik si! Biar lo gak buat masalah terus, Kaka capek tau denger kamu buat ulah terus, ujung ujungnya Kaka juga kan yang bantu lo."
"Iya, ini juga aku niat pengin berubah, makanya aku kemari, mau minta bantuan ke kaka, ajarin aku jadi orang baik."
"Haha... Dapat pukulan dari tuan Ray, lo langsung mau berubah, ternyata lo ada takutnya juga jadi manusia!"
"Aku ingin berubah bukan karena tuan Ray!" Menatap tajam ke Daffa " Tapi karena Cinta." Tersenyum bahagia.
"Iya ka, Aku suka sama cewek, cewek itu baik, cantik, manis,lembut. Pokoknya aku tergila-gila dengannya. Aku ingin dapetin dia. Kalau aku tidak berubah jadi baik, bagaimana dia bisa tertarik dengan ku? Bantuin aku berubah jadi baik ya ka?" Memegang tangan Daffa, berharap Daffa mau membantu.
"Bantu tidak ya? Hmmm." Mengetuk ngetuk kening dengan jari telunjuknya. "Coba Kaka lihat foto cewek itu, Kaka penasaran seperti apa si? wanita yang sudah meluluhkan hati siluman yang tidak punya hati?"
"Kalau mau lihat ada syaratnya, kasih aku minum dulu, haus tau!"
"Cih! siapa yang butuh bantuan malah ngasih syarat. Huh, baiklah Kaka turuti." Daffa memanggil pelayannya memesan Capucinno latte dan kentang goreng untuk David, Daffa memilih mengalah, karena rasa penasaran yang besar ingin tau seperti apa si wanitanya,?
__ADS_1
David tersenyum penuh kemenangan, pertama kali Daffa nurut disuruh oleh dirinya. "Terimakasih kasih Kaka ku yang baik hati, sesuai perjanjian, nih." David menyodorkan hapenya, dan di layar hape tertera jelas foto wanita yang disukainya. Walau fotonya diambil secara diam-diam, hasil jepretannya jelas menampakan wajah cantik sang perempuan tersebut. "Itu wanita yang dulu aku pernah tabrak Ka, kaka ingatkan? 2 bulan yang lalu Dimana Aku masuk penjara karena menabrak orang dekatnya tuan Ray? Sejak dia mencabut tuntutannya dan membebaskan aku, sejak itu lah aku jatuh cinta kepadanya. Dia cantik kan, Ka?"
Daffa menatap foto wanita yang disukai David dengan tatapan mata nanar, "Killa!" Hampir saja hape yang dipegang mau jatuh, tapi beruntung David dengan sigap menangkapnya.
"Kaka kenal dengannya?"
***
Makan malam ini hanya Ray dan Killa saja, Ifan sudah pulang ke apartemennya, sementara Nadia dia pulang ke kerumah orang tuanya.
Makan malam ini terasa sangat canggung, seperti pertama kali saat Killa baru masuk ke rumah Ray. Killa masih merasa malu dengan Ray, malu tapi kesal dengannya.
Killa ikut dengan Ray sudah 3 bulan, dan datang bulan juga sudah ke tiga ini, datang bulan pertama dan kedua tanpa sepengetahuan Ray, lebih tepatnya Ray tidak mengetahui, namun berbeda dengan bulan ini, Ray mengetahuinya dan bikin heboh lagi! kan malu.
"Apa tuan Ray pernah mengalami pms?" Pertanyaan konyol yang Killa lontarkan, Killa tahu kalau laki-laki itu tidak pms, rasa kesal dan malunya yang masih bergejolak Killa melontarkan pertanyaan itu untuk buat Ray malu atau paling tidak tersinggung.
Killa baru Hijrah tahun kemarin, jadi sifat Killa yang tidak baik, masih ada yang melekat di tubuhnya. Apalagi rasa marah, Killa masih kesulitan untuk mengontrol diri.
Pertanyaan Killa membuat Ray tersendak, Killa yang panik dia menyodorkan minuman bekas dirinya ke Ray. Ray menerimanya lalu meminum sampai tandas.
Inikan, gelas bekas Killa? Berarti secara tidak langsung aku berciuman dong sama Killa? Ray tersenyum bahagia.
Kalau begitu, aku akan selalu tersendak ketika sedang makan dengannya, biar bisa berciuman secara tidak lansung, Haha. Kalau secara langsung kan aku bisa mati digantung sama Killa.
__ADS_1
Tersenyum penuh kemenangan sambil meletakan gelas dengan hati hati.
Bersambung...