Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Pertahanannya Runtuh.


__ADS_3

Ray, Ifan, dan Frans datang ke klub tempat biasa untuk berkumpul bersama teman temanya itu jam 12.34, keterlambatan itu disebabkan ketiduran disofa, saat sedang mengendap suara dibalik pintu kamar Killa, Ray mendengar obrolan Killa dan Nadia, akhirnya Ray menunda kepergiannya, dia menunggu Nadia dan Killa Tidur, dan saat terbangun sudah jam 12 lebih, Ray sebelum berangkat memastikan lagi Apakah Killa dan Nadia sudah tidur? Mengendap suara dibalik pintu kamar Killa lagi. Ray tak mendengar suara obrolan Killa atau Nadia, hanya mendengar dengkuran orang tidur. Setelah itu Ray langsung meluncur ke tempat perkumpulan teman-temanya.


Di club teman-temanya Ray sudah kumpul semua. Termasuk Alex dan Gio. Ada 5 wanita dan 1 pria lagi, yang bernama Stefan. Yang telat datang, Ray. Biasanya Ray datang paling awal atau pertengahan, tidak pernah paling akhir, tapi kali ini Ray yang terakhir.


Ray menyapa semua temanya, begitu juga dengan Frans, Tapi berbeda dengan Ifan, Ifan sama sekali tidak menyapa, senyum juga tidak , apalagi senyum! menatap kearah orang yang ada situ juga tidak! Ifan memilih menunduk atau menatap ke arah lain. Sudah jadi biasa Ifan seperti itu, jadi tidak heran lagi.


Di meja terdapat beberapa botol minuman alkohol yang masih utuh, Teman-temannya Ray tidak akan mendahului minum ketika belum kumpul semua, Ray menjatuhkan tubuhnya di kursi yang kosong, begitu juga dengan Frans dan Ifan.


Ray memesan minuman soda untuk dirinya, membuat teman-temanya heran, Begitu juga Ifan keheranan. Biasanya yang pesan minuman soda hanya Ifan, Tapi kali ini Ray memesannya.


Kedatangan Killa, dalam kehidupan Ray, Membawa pengaruh yang positif. Killa yang taat kepada sang pencipta, lemah lembut, tutur kata yang sopan, perilaku yang baik, membuat Ray terbawa suasana.


Hati Ray bergejolak, terenyuh, tersentuh, Seperti ada dorongan untuk berubah jadi baik. Aura positif yang terpancar dari Killa, membuat orang ingin taubat, kembali lagi ke Fitrahnya. Merasa iri, ingin seperti Killa Yang taat kepada Rabbnya.


Terkadang mendapatkan dorongan ingin berubah jadi baik, bukan karena dapat nasihat emas atau karena dapat ujian dari Allah. Terkadang ketaatan orang kepada Rabbnya, perilaku baik, dan aura positif yang terpancar dari orang tersebut, itu bisa jadi dorongan.


Allah punya banyak cara untuk hambanya agar kembali lagi dijalan yang benar.


Belakangan ini, Ray berusaha keras untuk menjadi baik, secara diam-diam. Ray yang suka minum alkohol sehari satu botol, sekarang hanya satu gelas. Berubah jadi baik itu tak semudah membalikan telapak tangan, Butuh berjuang extra dan bertahap.


Ray mau datang kekumpulan itu hanya ingin berjumpa dengan teman-temanya. Dan bertekad tidak ingin meminum minuman alkohol. Maka dari itu Ray memesan minuman soda.


Apalagi beberapa hari ini, Killa memperingatkan Ray, agar tidak mengonsumsi alkohol lagi. Tanpa diperingatkan saja Ray sudah punya niat, Apalagi sampai diperingatkan. Membuat semangat untuk jadi baik menjadi meningkat.


Malam ini Ray berniat untuk tidak minum alkohol. Tapi ternyata... godaan sahabatnya, Frans, dan teman-temanya membuat dinding pertahanannya Runtuh!


Ray minum sampai tak sadarkan diri, seperti kebiasaannya. Begitu juga dengan Frans dan teman-temanya. Semuanya tergeletak tak berdaya. Ifan yang tidak ikut mabuk Membantu memampah tubuh Ray ke mobil. Sementara Frans, Ifan meminta bantuan ke pelayan club untuk membawa Frans ke mobil. Ifan benci dengan suasana yang seperti ini, dia benci ke dirinya, kenapa tidak bisa melindungi tuanya dari kecanduan alkohol? Ifan benci kenapa dirinya tidak bisa merubah Ray.


Merepotkan! Untuk apa coba Pesan minuman soda? tapi akhir nya minum alkohol juga!


***


Ray memberi dua kali pukulan untuk Frans. Membuat Frans meringis kesakitan, Ifan tak kaget. Pikiran Ifan sudah tau, pasti Ray akan melakukan itu. Apalagi tadi Frans menunjuk Killa dengan jari telunjuknya, dan berucap keras, membentak Killa. Pasti membuat Ray tak terima! Saat Ray mabuk sedang tidak sadarkan diri saja. Yang keluar dari mulutnya hanya Killa, Killa, dan Killa.

__ADS_1


Sudah kuduga. Tuan memang menaruh perasaan ke nona Killa. Ifan


Siapapun orang yang berani menyakiti orang yang disayang Ray, dia harus berhadapan dengan Ray! Ray tidak akan rela, jika orang yang disayang tersakiti.


"Fan! Apa Killa semalam lihat aku tak berdaya? Apa kamu yang memberitahukannya!" bentak Ray Tanpa menengok ke arah Ifan.


Perasaan Ray, semalam berangkat saja sudah larut malam, pasti pulang kerumah sudah larut malam banget, mungkin mau pagi.


Hah! Untuk apa aku memberitahukannya. Aku tak seberani itu kali bos! buang-buang waktu saja.


"Saya tidak memberitahukannya, tuan. Nona Killa tau sendiri, dia melihat saat saya sedang memampah tubuh tuan."


Ray mengeryit kan dahi. Merasa hatinya kacau balau.


Saat Killa terbangun dari tidurnya jam tiga pagi, Dia merasa tenggorokannya kering. Killa lupa tidak menyiapkan air minum dikamar. Killa keluar dari kamar ingin menuju ke dapur untuk mengambil air minum.


Saat sedang jalan, Killa melihat Ifan sedang memampah tubuh Ray yang lemas, tak berdaya. Dan juga Frans sama-sama tak berdaya, Frans dibantu oleh penjaga Rumah.


" Kenapa Dengan tuan Ray dan tuan Frans?"


Ifan kaget, mulut mengangah, dahi berkerut melihat Killa yang tiba-tiba sudah disampingnya "Ti--tidak apa-apa nona Killa. Tuan dan Frans hanya kecapean." Ifan gugup.


Saat Killa mendekat, bau alkohol sangat menyengat dihidung Killa


"tuan Ifan jangan berbohong, Jelas-jelas ini bau alkohol. Apa tuan mabuk? Apa tuan minum terlalu banyak? Sampai tak sadarkan diri, seperti ini? " tanya Killa beruntun. Ifan hanya mengiyakan, Ifan tidak bisa bersilat lidah lagi. Gimana mau berbohong? sedangkan bau alkohol memang sangat menyengat.


***


Killa melangkahkan kakinya untuk masuk. Killa tak melihat Frans diruangan itu. Padahal saat keluar Frans masih disituh.


"Permisi tuan.


Tuan ini buahnya. Selamat menikmati."

__ADS_1


"Terimakasih, Killa." Saut Ray.


"Mmm..." Killa tarik nafas sebentar. "Tuan, bolehkah saya bicara?" Killa memaikan ujung hijabnya.


"Bukanya dari tadi kau sudah bicara?" Ray ketawa.


Nona-nona, Lucu sekali, menggemaskan. Pantas saja Tuan Ray, bisa jatuh cinta secepat ini sama nona. Ifan.


"Hehe, iya juga ya Tuan." Malu Killa, menunduk namun masih meremas ujung hijabnya untuk memperkuat keberaniannya.


"Tuan, sebenarnya---" menggantung, menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan dengan pelan-pelan.


"Sebenarnya...? bicaralah, tak perlu takut." Ray tersenyum, senyumnya untuk Killa agar tidak takut.


"Saya mau minta Izin," meringis getir ketakutan, "nanti sore ingin keluar. Apakah boleh?" Mengeluarkan nafas ke udara.


"Mmm. Memang mau kemana,kamu? "Ray penasaran mempertajam penglihatanya, dengan alis mata menyatu.


"Mm-Mau ke tempat biasa saya nongkrong tiap malam minggu,tuan. Saya sangat Rindu dengan suasana disana dan teman-teman tongkrongan saya. Sudah lama saya tidak kesitu." Jawab Killa tersenyum getir. Takut tidak diizinkan.


"Hah! Tongkrongan!" Ray kaget. membuat mulut Ray membentuk huruf 'o'.


Bersambung...


.


.


.


Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote dan komentar yang positif. Terimakasih, salam hangat dari Push🤗🥰


Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @push7849 atau fb aku Ssari.

__ADS_1


__ADS_2