
Ray tidak berkomentar apa-apa selain frustasi. Dalam pikiran Ray terus bertanya, kemana perginya amarah? yang selalu di luapkan, ditunjukan kepada makhluk penghuni bumi ini Ketika ada orang yang lancang, sok suci, sok paling benar, Berani mengguruinya, Berani menasihati kehidupan pribadinya. Bahkan kalau Ayah, Ibunya atau Nadia atau Ifan jika berucap seperti itu, Ray akan marah!
Bukanya Ray saat ini harusnya marah? dan tidak memberi ampunan untuk Killa? lalu kemana perginya amarah itu?
Tapi kenapa? Dari lubuk hatinya yang terdalam, dia bahagia karena Killa mau menasihati, memberi pemasukan yang baik untuknya.
Ray merasa itu perhatian yang luar biasa dari Killa, perhatian dari Killa itu seperti sebuah kemenangan yang besar! seperti menang lotre. Malah lebih dari kemenangan lotre.
"Maafkan ucapan saya yang lancang, Tuan." Killa sedikit cari aman, meredakan amarah dengan ucapan maaf. Kata maaf mungkin bisa meredakan. Ya, itu bisa.
Aku berharap tuan tidak marah. Jika marah, aku terima apapun yang akan terjadi menimpa aku, Pasang badan pun tidak masalah. Mungkin nasib aku akan sama seperti tuan David kemarin.
Ray masuk ke kedai yang saat ini Nadia, David dan Killa sedang mengobrol. Nadia yang tak sengaja melihat Ray sedang jalan ke arahnya, dia melambaikan tangan ke Ray, Ray pun ikut melambaikan tangannya sambil tersenyum .
Saat Nadia mau beranjak dari tempat duduknya ingin memeluk ka Ray. Nadia kesulitan untuk beranjak, kakinya tiba tiba terasa sakit, nyeri,linu lalu Nadia menganduh kalau kakinya sakit, sangat sakit. Secuil air mata pun keluar mewakilkan kalau Nadia kesakitan. Kemudian tangisan itu semangkin deras membuat aliran sungai yang mengalir di pipi Nadia. Ray panik melihat Nadia menangis, begitu juga dengan yang lainnya termasuk Killa.
Padahal tadi Nadia tidak mengeluh kesakitan, Bahkan Nadia jalan sendiri ke arah kedai yang sekarang berada. Mungkin tadi rasa sakitnya belum terasa, dan terasa baru sekarang. Yang bikin pertanyaannya, kenapa terasa sakitnya ketika ada Ray? buat amarah Ray memuncak. Apalagi Ray datang kesitu karena Ifan dapat laporan oleh orang suruhannya. Bahwa Killa dan Nadia bertemu dengan David, laki-laki yang pernah menabrak Killa. Orang suruhan Ifan juga memberi tahu kalau David menabrak Nadia sampai jatuh tersungkur. Dan sekarang Nadia mengeluh kesakitan.
Tangan Ray mengepal, rasa amarahnya pun memuncak, begitu juga Ifan sama-sama mengepalkan tangan, amarah yang meletup-letup. Berjalan dengan langkah cepat kearah yang dituju.
Ray Menarik kera kemeja David, menariknya dengan kencang lalu memukul secara brutal, dan pukulan itu tepat mendarat di pipi kiri David. Membuat David sampai jatuh tersungkur di lantai, hidungnya David juga mengeluarkan darah. Lalu apa kabar dengan punggung David yang dilempar ke meja makan kosong, sampai menciptakan bunyian Brakk, sangat nyaring. Apa Tuan David patah tulang? entah lah.
Lamunan Killa buyar, ia bergidik ngeri. Mengingat kejadian kemarin, apalagi Killa sekarang akan mendapatkan hal yang sama seperti itu, lemas pasti, ia merasa sekujur tubuhnya mendadak tak bertenaga lagi, bergemetar hebat.
__ADS_1
Tangan Frans masih mengepal, amarah masih memuncak. Frans beranjak dari tempat duduknya ke arah Killa yang lagi menunduk. Andai Killa bukan wanita mungkin sudah dihantam oleh Frans sejak tadi. Frans hanya berucap keras sambil menunjuk jari telunjuk ke Killa
"Maaf, Maaf! Lancang kali kau berkata seperti itu! apa pantas ucapan itu kau lontarkan dari mulut busuk mu, dihadapan--- " ucapan Frans belum selesai. Sudah terpotong dengan gertakan Tuan Ray.
" Frans! " teriak Ray memenuhi Ruangan santai. "Tutup mulut mu, sebelum ku sobek!" Ray juga menunjuk ke Frans dengan jari telunjuknya lalu beranjak dari tempat duduknya menghampiri Frans. Frans langsung bungkam. Sorot mata Ray seperti singa dihadapan musuh yang siap dieksekusi.
Hah! salah apa aku? Kenapa tuan Ray menggertakku? lalu itu sorotan matanya, apa dia marah denganku? Bukanya dia harus marah dengan wanita lancang ini?
"Killa," panggil Ray lembut, membuat yang empunya nama merasa takut. Kelembutan itu menurut Killa seperti kilatan pedang yang tajam yang siap untuk menebas kepala orang.
"M--maafkan saya Tuan. Sudah lancang. Maafkan saya tuan." saat ini Killa benar-benar takut, badanya bergemetar. Berucap pun tidak lancar.
"Tak perlu kau minta maaf! Apa yang kau ucapkan benar, terimakasih sudah memperingatkanku lagi. Maafkan aku, Yang tidak mendengarkan ucapanmu ditempo hari." Ray menunduk, Saat ini Ray berdiri di hadapan Killa.
**
Apalagi sekarang Killa dijadikan posisi terdekat di hidup kakaknya (asisten pribadi) Lebih mudah bukan untuk memberi nasihat?
Dulu ka Ray itu orang yang taat agama dan baik tidak pernah minum-minuman alkohol, tapi semenjak ka Ray kenal dengan Ka Raisa. Ray jadi berubah seperti sekarang.
Yang Nadia tahu Ray berubah karena Raisa. padahal ma enggak, Ray berubah karena disuruh emban amanah memegang perusahaan ayahnya, sementara saat Itu Ray masih kuliah, belum tahu menahu tentang perusahaan. Umur baru sembilan belas tahun, dimana di umur segitu sedang inginnya bermain-main, bersenang-senang. Tapi dia harus mau tidak mau memegang amanah, membuat dirinya jadi seperti sekarang.
Killa melihat Nadia menangis, memohon mohon. Membuat Killa mengiyakan ucapan Nadia. Killa janji akan berusaha. Masalah berubah atau tidaknya itu urusan belakangan, Yang terpenting berusaha dulu.
__ADS_1
Setelah kejadian itu. Killa selalu memberikan pemasukan pemasukan yang baik ke Ray. Bahkan Killa berani berkata ke Ray "Tuan berhentilah mengonsumsi alkohol, jika tuan mengonsumsi terus-terusan, saya takut tuan bisa mati muda. Sayangilah badan Tuan, kasihanillah orang yang sayang ke tuan," mengambil nafas dalam dalam lalu mengeluarkannya pelan-pelan "memang si, kematian itu sudah ditentukan, tapi apa salah kita berusaha melindungi diri kita dari mara bahaya?" diucapkan dengan tutur kata yang lembut dari hati-kehati. Membuat yang mendengar mudah menerimanya.
***
"Minumlah air jahe ini tuan. Minuman ini baik untuk badan, tidak ada efek sampingnya dan juga halal. Kalau begitu saya izin pamit, tuan. Mau mengambil buah." Killa membungkukan badan, Ray mengiyakan.
"Sekali lagi saya minta maaf tuan." Killa melirik ke Frans dan Ifan bergantian. " tuan Frans dan tuan Ifan, Maafkan saya sudah lancang." Killa langsung beranjak keluar dari ruangan itu.
Killa merasa lega. Ray tidak marah dan mau mendengarkan ucapannya
semoga ini awal jadi lebih baik.
Setelah badan Killa sudah tidak terlihat lagi. Ray langsung menatap Frans dengan sorotan elang.
"Apa Yang mau kau lakukan?" brakk! memukul meja. "Berani sekali kau menunjuk Killa dengan tangan kotor mu? berucap kasar dihadapan Killaku! Dan Kau buat Killa ku ketakutan! Punya berapa nyawaa kau?"
Bersambung...
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote dan komentar yang positif. Terimakasih, salam hangat dari Push🤗🥰
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow of aku @push7849 atau fb aku Ssari.