Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Mengamati Saja


__ADS_3

Entah Ray kerasukan apa, dia membuka tanganya, lalu menarik Killa dalam pelukanya. Bagi Ray Killa terlalu baik, dan bijaksana. Buat Ray gemas.


"Lepaskan saya, Tuan! Apa yang tuan lakukan salah!" teriak Killa, berusaha melepaskan diri dari pelukan Ray .


Orang-orang yang melihat hanya tersenyum.


"Maaf-maaf, saya reflek." jawab Tuan Ray dengan melepaskan pelukan.


Aku kenapa sih, main peluk-peluk aja! badan kaya magnet aja ketarik begitu saja. Ahh, sial!


Air muka Killa menjadi murka, Killa benar-benar marah saat ini, api kemarahannya sudah bergejolak, wajah yang manis, yang biasa terlihat ramah berubah menjadi wajah yang amat menakutkan, wajah memerah menahan amarah.


Siapa sih yang tidak marah? Kalau dipeluk oleh laki-laki yang bukan siapa-siapanya? Iya si, walau Ray orang baik. Tapi tidak akan relakan kalau tubuh kita dipeluk?


Killa berusaha mengontrol diri agar tidak marah, Killa terus terusan mengucap istighfar dari mulutnya tanpa bersuara. sedangkan Ray tertunduk merasa kecewa dengan perilakunya, juga merasa aneh kepada Killa, padahal Ray cuma memeluknya, tapi Killa bisa semarah itu. Jelas-jelas masalah yang besar itu tentang kecelakaan yang dialami. Tapi Killa tidak semarah itu, malahan memaafkan. Muka Killa pun ramah, tidak menunjukan rasa marah, berbeda dengan sekarang, wajah Killa benar benar marah. membuat orang yang melihat menjadi kikuk, takut.


Melihat raut wajah Killa yang tidak bersahabat, membuat Tuan Pram dan David merasa kikuk, akhirnya mereka izin pulang karena tidak mau menggagu Killa. mereka beranggapan, biar Killa bisa marah sepuasnya kepada Ray, Haha.


Sebelum meninggalkan ruangan, Tuan Pram dan Tuan David terus terusan mengucap maaf dan terimakasih.


"Semoga Nona lekas sembuh." ucap Tuan Pram dan David bergantian.


"Baik Nona, perkerjaan kami sudah selesai, kami izin undur diri, semoga nona lekas sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa." Bapak kepolisian juga mengundurkan diri, mereka izin pulang. "Selamat malam, selamat beristirahat."


Bapak-bapak polisi, tuan Pram, dan David, menyalami tangan kepada Tuan Ray, Tuan David, dan dokter Frans, sedangkan salaman mereka kepada Killa ditolak. Killa mengatupkan kedua tanganya didada, seraya mengucapkan. "Maaf, Tuan." tersenyum merekah "hati-hati dijalan,Tuan dan Pak Polisi. Semoga selamat sampai tujuan. Sekali lagi saya minta maaf, gara gara saya Tuan David harus ditahan, dan Pak Polisi saya minta maaf, gara gara saya Bapak mendapatkan kerjaan tambahan. Maafkan saya."


Setelah melihat Killa menolak jaba tangan, mereka paham dengan Killa, kenapa Killa bisa semarah itu ketika di peluk oleh Tuan Ray.


"Nona, tidak perlu minta maaf, ini semua bukan salah Nona. Ini salah David." Pram menimpali, begitu juga dengan David.

__ADS_1


"Ini sudah tugas kami, Nona, jadi Nona tidak perlu minta maaf. semoga Nona lekas sembuh, dan bisa beraktivitas seperti biasanya." ucap Pak Polisi lagi.


"Terimakasih atas kerja keras bapak kepolisian, dan Terimakasih atas doa Bapak."


David, Pram dan Polisi membungkuk badan hormat sebelum berlalu pergi. Pikiran David dalam perjalanan terbayang wajah ramah Killa. David mengutuki perbuatannya kenapa dia tega meninggalkan malaikat manis di jalanan kemarin, tidak menolongnya dan kini malah membebaskan tanpa menyalahkan. Hanya menyalahkan dirinya sendiri. Bukanya orang seperti itu langka? Bukanya rata-rata manusia itu sukanya menyalahkan orang lain? lah ini malah sebaliknya.


***


Didalam ruangan tinggal Ray, Ifan, dan dokter Frans. Ray yang duduk di kursi sebelah ranjang rawat, terus-terusan meminta maaf kepada Killa. Ray merasa kecewa dengan dirinya, tidak bisa mengerti wanita yang menjaga dirinya dan yang taat ke agama dengan wanita yang tak menjaga. Ray menggerutuki dirinya, dia marah dengan dirinya sambil mengaacak-ngacak rambutnya. sementara Ifan dan Frans terkekeh melihat tuanya frustasi. Kapan lagi bisa lihat Ray Frustasi karena meminta maaf? Bukanya dia itu manusia yang sulit untuk minta maaf? Manusia yang egois, manusia yang keras kepala, manusia beranggap bahwa dirinya tidak pernah salah. Selalu benar.


"Apa yang Tuan lakukan? " tanya Killa. Killa pengin lanjut marah tapi tidak pantas dan tidak baik, kan? Ray yang sudah membantu dan sudah minta maaf atas kesalahannya, masa harus tetap lanjut marah sih? Namun, disisi lain perbuatan Ray bikin tanduk kepala keluar.


"Sudah, tidak perlu minta maaf,Tuan. Saya sudah memaafkan. Lebih baik Tuan istirahatlah, sudah malam, terimakasih sudah mau menginap disini menjaga saya." imbuh Killa Tersenyum seakan-akan tidak ada masalah yang terjadi. Lalu Killa merebahkan dirinya di ranjang dan menarik selimut bersiap-siap untuk tidur.


Ray mendengar ucapan Killa. Membuat Ray menyunggingkan senyuman di bibirnya, bibirnya tertarik keatas, membuat ketampananya bertambah. Dia merasa senang hati karena Killa sudah memaafkannya.


***


"Fan, berapa persen saham kita di rumah sakit ini?"


Buat apa tuan nanyain saham? Apa rumah sakit ini akan ditutup secara paksa? Tapi tunggu! Memang rumah sakit ini melakukan kesalahan? Perasaan tidak ada, lalu kenapa? ada apa ini? Hati Ifan berdebar, pikirannya bertanya tanya.


"Fan!" panggil Ray Lagi, karena Ifan diam tidak menjawab.


"Iya, Tuan, maaf. Kita punya saham dirumah sakit ini enam puluh dua persen, Tuan."


"Bagus. Buatkan peraturan untuk rumah sakit ini, pasien wanita yang nangani harus dokter wanita dan perawat wanita, begitu juga dengan pasien laki-laki yang nangani harus dokter laki laki dan perawat laki laki. "


Apa? Kenapa Tuan? kenapa harus begitu? ahh baiklah, aku lakukan saja perintahnya.

__ADS_1


"Baik tuan, secepatnya saya urus."


Syukurlah cuma itu. gak nambah peraturan lagi kan? Masih menerka-nerka, takut Ray nambah buat peraturan.


"Berlaku juga ke seluruh rumah sakit BIAS."


Haha, tuh kan? baik lah baik lah, laksanakan. tapi untuk apa tujuannya Tuan muda?


Heh tunggu! Apa ini karena kasus tadi dengan Nona Killa? Oh tidak. Tuan Ray, kau jatuh cinta denganya?


"Baik tuan." menganggukan kepalanya, sambil berpikir nambah kerjaan.


"Berarti Frans sekarang sudah tidak dibutuhkan? Apa Frans dikembalikan lagi ke rumah sakit pusat BIAS Hospital?"


"Jangan."


Apa? jangan. lalu untuk apa dia disini?


"Biarkan Frans disini dulu sementara. Saya percaya kepadanya." Iya, iya, hanya percaya pada Frans.


"Kamu Frans," menepuk bahu Frans "tugas kamu hanya mengamati dan melihat ketika dokter wanita memeriksa Syakilla. Amati perkembangan Syakilla! Selalu kontrol dia, tanpa kau menyentuhnya!" ucap Ray penuh penekanan dan perintah yang mau tidak mau harus di turuti.


Apa.. cuma mengamati saja. Ya ampun tuan, kenapa sih sifat kamu begitu sekali.


"Baik tuan."


Iya harus di taati perintah yang mulia, nggak tahu apa? kerjaan yang lebih penting menumpuk, laporan rumah sakit, pasienku. ahhh... rasanya ingin ku makan kau, Ray. untuk apa aku disini?


Bagi Frans ini keterlaluan, ok kalau tugasnya memeriksa itu penting, lah... kalau cuma liat saja tidak penting dong! sementara dokter yang menangani Killa dokter profesional. Dari pada cuma mengamati lebih baik balik ke rumah sakit pusat, ngerjain hal yang penting. Iya kan?

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2