
"Ugh... Tuan Daffa," menyengir memamerkan gigi putihnya yang rapih. "Maafkan saya tuan, saya tidak tahu kalau tuan pemilik mafe ini." mimik wajah ketakutan.
"Sekarang juga kamu pergi dari sini!" tegas Daffa.
Tuan, saya mohon maafkan saya," ucap Killa lagi, masih dengan wajah ketakutan, menunduk.
"Saya bilang kamu pergi. Saya tidak butuh karyawan seperti kamu," masih dengan ekspresi dingin.
"Tuan, apa tuan tidak kasian dengan saya?" Meraih tangan Daffa dengan wajah polos dan mengembungkan pipi tembemnya, menggemaskan. "Maafkan saya tuan. Saya tidak tahu kalau tuan pemilik cafe ini."
"Beraninya kamu pegang tangan ku, lancang sekali kau, lepas!"
"Saya tidak akan melepaskan sebulum tuan janji tidak memecat saya, ya tuan, jangan pecat saya." Menggoyang-goyangkan tangan Daffa.
"Lepas!" Daffa mengibaskan tanganya membuat Killa melepaskan .
"Tuan, saya mohon maafkan saya." Daffa tidak menggubris. Malah memanggil security untuk mengusir Killa secara paksa. Killa berusaha keras memberontak agar tidak dibawa oleh security. Dan teriak-teriak minta jangan dipecat, tapi usahanya sia sia. Security berhasil membawa dirinya keluar dari Cafe.
***
__ADS_1
Daffa geram dengan perlakuan Killa lalu membuka kaca mobil mengeluarkan kepalanya. "Apa yang kau lakukan? Ha? Kalau mau mati silahkan, tapi jangan pakai mobil aku, kau bisa hadang mobil lain!" Killa hanya diam tidak menjawab. "Minggir!" Masih tetap tak bergeming. Akhirnya Daffa yang geram, keluar dari mobil.
Saat Daffa sudah ke luar dari mobil, Killa langsung memohon-mohon agar tidak dipecat, Killa berjongkok dihadapan Daffa.
Disitu Daffa bukanya kasihan malah benci dengan perilaku Killa. Daffa menarik Killa secara paksa agar minggir, menjauh dari didepan mobilnya. Killa melakukan itu memang salah, menjatuhkan harga dirinya. Tapi mau bagaimana lagi. Killa sudah berbangga bangga, sudah sombong. Killa sudah memberi tahukan kepada kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya dan juga ke teman-temannya kalau dirinya di terima kerja di cafe yang terkenal nan megah dan terbesar di kota Ibukota. Malu dong jika semua orang tahu kalau dirinya di pecat, sedangkan dirinya sudah sombong memamerkanya. Dan baru saja kerja satu minggu masa sudah di pecat, mau di taro dimana tuh mukanya Killa?
Di saat sedang ditarik paksa oleh Daffa Killa pura pura pingsan. Awalnya Daffa tidak percaya kalau Killa beneran pingsan, Daffa mengira kalau Killa bohongan, tapi saat Killa di bangunkan secara kasar, Killa tidak bangun juga, bahkan di siram air, Killa juga tidak bangun. Pikiran Daffa pun negatif.
"Jangan- jangan ini beneran pingsan? Jangan- jangan dia dari siang nunggu disini dan tidak makan jadi membuat dia pingsan. Ah, merepotkan saja!"
Akhirnya Daffa mengakat tubuh Killa di masukan ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit, saat tubuh Killa di angkat, Killa tersenyum penuh kemenangan tanpa sepengetahuan Daffa.
Setelah kejadian itu Daffa memberi kesempatan Killa untuk kembali lagi kerja di cafe. Daffa melakukan itu, untuk menebus kesalahannya sudah membuat Killa sampai pingsan.
Hubungan Killa dan Daffa tidak membaik, selalu saja Daffa memarahi Killa. Daffa tidak suka dengan Killa, tapi dengan berjalannya waktu, benih-benih cinta tumbuh di dalam hati Daffa.
Daffa jatuh cinta ke Killa, Killa yang memiliki sifat yang unik, kocak, seru dan nyenengin, bisa bangun suasana jadi ceria. Itu lah yang membuat curi perhatian Daffa jadi suka denganya.
Daffa tidak menampakan terus terang kalau dirinya suka dengan Killa. Daffa memilih mencintai dalam diam, diam-diam memperhatikan, diam-diam menganggumi, cuma yang sering Daffa tampakan bersifat baik ke Killa. Dia sering mengantarkan Killa pulang ke kontrakannya, Daffa juga rasanya ingin menjemput Killa berangkat kerja, tapi Daffa tidak sanggup, takut Jika Killa tahu atau curiga.
__ADS_1
Saat puncak-puncaknya, Daffa benar-benar tergila-gila dengan Killa, saat Killa berubah jadi baik, Berhijab. Berubah jadi baik, ucapannya jadi sopan, berperilaku jadi baik. Tidak seperti biasanya, yang seperti cacing kepanasan. Daffa benar-benar mengangguminya. Saat pertama kali lihat Killa berhijab, mata Daffa dibuat takjub, bengong, Killa terlihat sangat cantik, anggun.
Hal yang paling disesali Daffa adalah sifat pengecut. Daffa menyesal tidak mengungkapkan rasa sukanya ke Killa. hingga Killa sampai pulang kampung. Lalu Daffa Mendengar Killa akan dinikahi oleh laki-laki lain di kampung halamannya, Hati Daffa remuk, sakit, nyesek. Hingga Daffa butuh waktu menyendiri pergi liburan ke luar negeri.
Pada suatu hari Daffa sudah kembali lalu datang ke cafe, tiba-tiba Kiara datang ke cafe mencari keberadaan Killa, lalu menceritakan ke ka Nisa kalau Killa batal menikah karena Killa kabur menjelang hari penikahanya, Daffa yang disitu dan mendengarkan itu semua, Hati Daffa jadi senang, bahagia. Punya kesempatan untuk mengungkapkan rasa sukanya ke Killa, rasa cemas juga Daffa rasakan, takut Killa kenapa-kenapa. Daffa berusaha keras mencari keberadaan Killa, tapi usahanya tidak membuahkan hasil.
Hingga sekarang pertama kali berjumpa lagi dengan Killa, Di hari spesialnya Killa. Nyesek bukan?
Daffa berharap waktu bisa diputar ke belakang, dengan takdir yang berbeda dan semesta alam menyetujui keinginannya. Tapi itu hal mustahil yang tidak bisa terjadi. Penyesalan tinggal penyesalan.
"Aku benci diriku sendiri, kenapa dulu aku tidak mengukapkan rasa suka ku ke Killa? Kenapa dulu aku tidak langsung melamar Killa. Pasti aku direstui oleh orang tuanya Killa. Dan mungkin sekarang Killa sudah jadi milik ku, milik ku, Iya milik ku! Bukan milik dia! Bodoh kamu Daf! Kenapa dulu aku pengecut, kenapa penyesalan selalu datang belakangan?? Aku benci diriku sendiri." berucap setengah teriak sembari mengacak-ngacak rambutnya, frustasi.
Sesal adalah saat apapun yang kita katakan, apapun yang kita akan lakukan sekarang, sungguh tidak bisa merubah apapun lagi.
Andai sekarang Daffa mengucapkan suka di hadapan Killa, dan melakukan perbuatan bahwa dirinya benar-benar sayang ke Killa. Sungguh itu tidak bisa merubah apapun, bahkan akan merusak lalu menghancurkan Daffa sendiri.
Setelah perasaan Ray tenang, reda. Dan sudah menyiapkan kekuatan untuk kembali lagi kedalam Gedung. Ray masuk kedalam Gedung. Saat sedang jalan menuju masuk gedung, Ifan melihat Daffa dan sedikit mendengar curahan hati Daffa. Sedangkan Ray tidak mendengar dan tidak melihat Daffa, pikirannya sedang tidak fokus.
Apa dia juga suka dengan non Killa? Aku akan pastikan jangan sampai nanti kau merusak kebahagian keluarga non Killa dan tuan Putra. Gumam Ifan, yang setia jalan disamping Ray.
__ADS_1
Bersambung...